Penjelasan Seputar Covid 19 Dalam Bahasa Betawi

[Lifestyle] Tahu nggak, eh kalau aku sih baru tahu (hehehe) bahwa ternyata enam pekan sejak pertama kali mewabah, virus corona sebenarnya belum memiliki nama sendiri. Corona digunakan merujuk pada kelompok virus serupa yang salah satunya memicu SARS (severe acute respiratory syndrome) dan MERS (Middle East respiratory syndrome).

Dikutip dari DailyMail, Rabu (12/2/2020) tepat hari ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi mengumumkan nama virus mematikan yang bermula di Wuhan, Cina. Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkannya pada konferensi di Jenewa, Swiss.

Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus (credit foto: https://www.galamedianews.com/?arsip=247582&judul=diumumkan-who-corona-kini-jadi-covid-19-apa-artinya-)


Nama Covid-19 dipilih untuk virus yang sejak mewabah mendapat banyak nama seperti corona Wuhan, coronavirus Cina, bahkan flu ular. Lalu apa arti COVID-19?

Ghebreyesus menyebut, C-o = corona, v-i = virus, dan D = disease. Jadi Covid bisa diartikan penyakit virus corona. Angka 19 menandai tahun pertama kali virus teridentifikasi.

Pemilihan nama dilakukan berdasar pedoman yang disepakati antara WHO, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pilihan nama tidak boleh merujuk pada lokasi geografis, hewan, individu atau sekelompok orang, mudah diucapkan dan terasosiasi dengan penyakit yang diakibatkan.

Duh, tahu nggak di sekolahan anakku nih, waktu awal berita tentang virus Corona ini merebak, anak-anak tuh menggunakan kata corona sebagai lelucon.

Jika ada yang batuk, langsung deh, anak-anak cowok dengan suara parau karena baru saja akil baliq, meledek kawannya "Ih, corona corona."

Atau jika ada yang bersin, langsung diledek, "Ih, corona corona."

Saat itu, di Indonesia virus corona belum masuk. WHO belum menyatakan virus corona sebagai pandemi internasional. Hingga akhirnya, qadarullah memasuki bulan maret 2020, terditeksi bahwa ada korban yang terkena virus corona di Indonesia.

Dalam sekejap, karena cepatnya virus ini menyebar menjangkiti orang-orang bak bola salju yang menggelinding dari puncak bukit. Yang semula bolanya kecil tapi makin lama makin besar ketika menyentuh salju lain yang dilewatinya, tiba-tiba saja virus corona ini sudah menjangkiti banyak sekali orang di muka bumi. 
Subhanallah.
La hawla wala quwata ilabillah.
innalillahi wa innailaihi rajiun.



https://www.facebook.com/adeanita4/posts/10218939105502966

sebaran tertanggal 12 februari 2020 lewat laman https://www.galamedianews.com/?arsip=247582&judul=diumumkan-who-corona-kini-jadi-covid-19-apa-artinya-

Karenanya, perlu banget bagi kita semua untuk membantu mensosialisasikan agar semua orang waspada dan tidak menganggap remeh kasus penyebaran virus Covid 19 dan senantiasa waspada dan bahu-membahu untuk #lawancovid19 #waspadacorona #lawancorona .

Salah satunya adalah ini nih, aku mendapatkan share informasi penjelasan seputar covid 19 dalam bahasa betawi.

Penjelasan Seputar Covid 19 dalam bahasa Betawi


Covid explained in betawi:

Biar pade ngarti ya abang, mpok, ncang, ncing, enyak, babeh, sodare2 semuanye..

Istilah dalam Corona Virus Disease (Covid-19)

1. ODP (orang dalam pemantauan) = sakit mah belom cuman abis ajagijig ke luar negeri yang ada orang sakit corona.

2. PDP = (pasien dalam pengawasan) = baru pilek-pilek dikit, takutnya mah sakit beneran makanya diawasin dah.

3. Suspect = sakitnya udah rada parah dikit dah pilek ongkoh, batuk ongkoh, sesek ongkoh, udah ongkoh-ongkoh dah yang dirasa.

4. Positif = nah yg enih mah udah ditest ama dokter, jadi udah beneran dah sakitnya.

5. Lockdown = kagak boleh ada yang masuk, kagak boleh ada yang keluar dari negara/wilayah/daerah.

6. Social Distancing = ontong kemana-mana bae, diem-diem ge dirumah, ontong ajagijig ke emol yak, kepasar ge jangan dah kalo kagak penting mah,emak-emak ontong pada arisan bae yak, pokoknya mah anteng ge udah dirumah, ontong ngumpul-ngumpul dulu ya.

7. Isolasi untuk yang sakit = yang sakit dikurung dah pokoknya mah di rumah sakit biar kagak nepa kemana-mana.

8. Karantina untuk yang sehat = ampir mirip ama social distancing, pokoknya diem-diem ge ya dirumah.

9. Work From Home (WFH) = begawenya dirumah ontong ngayab ke kantor, yang kalo kagak kuar rumah kagak dapet duit, sabar dulu bentaran yak, kali ge ada orang bae yang inget ama kita yang susah.

10. Imported Case = ketularannya gegara abis ajagijig nih ada yang keluar negri ada yang keluar daerah, pokoknya ketempat yang ada orang sakitnya dah.

11. Local Transmission = ketepaan ama tetangga bisa satu rt satu rw pokoknya yang masih suka jeblogan dah kalo ke warung.

12. Epidemi = penyakitnya nyebarnya gasik gampang nepa dah pokoknya mah.

13. Pandemi = penyakitnya udah kelas dunia, yang sakit kagak orang kita doank, orang luar negri ge kena.

Kurang lebih begitu dah ya, biar ngartian dikit inih kita, bagen nyawa urusan Allah, ikhtiar mah kudu, jaga-jaga ama waspada ge kudu yak.

Ajagijig = jalan-jalan
Ongkoh = juga
Enih = ini
Ontong = jangan
Nepa = tertular
Begawe = kerja
Ngayab = pergi
Bentaran = sebentar
Gegara = karena
Ketepaan = ketularan
Jeblogan = kesenggol
Gasik = cepat
Bagen = walaupun

#Indonesiabisa
#bebasdaricorona

Anjuran Diam Di Rumah Dalam Berbagai Bahasa

[Lifestyle] Saat ini, siaran perss yang muncul di televisi setiap pukul 12.00 siang sepertinya merupakan siaran press langsung yang bikin deg degan. Yaitu, ketika  Ahmad Yurianto membacakan tentang berapa banyak perkembangan korban virus corona di Indonesia.



Berita terbaru hari ini (ketika tulisan ini dibuat berarti siaran press kemarin siang yang terupdate) jumlah pasien positif corona bertambah 64 orang, sehingga total pasien corona menjadi 514 orang yang dinyatakan positif terjangkit virus tersebut. Sedangkan jumlah korban meninggal dunia dan sembuh juga bertambah. Korban meninggal bertambah menjadi 10 orang, dan total mencapai 48 orang. Sedangkan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah 9 orang menjadi 29 orang.

"Ada penambahan kasus baru sebanyak 64 orang. Sehingga total kasus adalah orang 514 orang," ucap juru bicara pemerintah Achmad Yurianto saat konferensi pers di Jakarta yang disiarkan langsung, Minggu (22/3).

Cara Mengedit Judul Post Blog Yang Salah

[Lifestyle] Siapa disini yang sering menjadi pejuang keras dateliner selain aku? Hehehe. Entah mengapa, aku tuh sering banget ide buat menulis baru muncul di jam-jam terakhir menjelang penutupan waktu terakhir submit tulisan yang diadakan oleh sebuah lomba. Padahal waktu lomba yang diberikan panjang oleh panitia. Tapi, nggak ada ide mau nulis apa jika waktu masih panjang. Baru deh sisa 2 atau 3 hari lagi, TRING, muncul ide mau nulis apa.

Jika sudah begitu, maka hal yang aku lakukan pertama kali adalah membuat konsep tulisannya dulu di coret-coretan. Biasanya, aku bikin semacam mind map nya dulu. Setelah mind map selesai, baru deh cari gambar atau bikin infografis sederhana. Aku rada gaptek jadi nggak bisa bikin infografis yang cantik dan canggih. Nah, bikin infografis sederhana ini biasanya yang lama. Bisa berjam-jam atau bahkan seharian full. Jika pun tidak ada infografis yang bisa aku buat, maka mencari foto juga jadi alternatif. Dan mencari foto yang pas pun butuh waktu berjam-jam. Setelah selesai, baru deh mulai nulis. Dan kesalahan yang kerap terjadi adalah, karena buru-buru nulisnya, jadi ada typo di judul tulisan. Tapi sudah keburu di publish. Duh, gimana dong? Nah. Ini cara mengedit judul post blog yang salah.

Forest Cuisine Blogger Gathering

[Lifestyle] Sebuah undangan untuk hadir di acara Gathering Blogger masuk ke emailku pekan lalu. Acara gathering blogger ini berjudul Forest Cuisine Blogger Gathering.

undangan resmi acara Blogger

Resep Fettucinni Mushroom Ragu

[Lifestyle] Butuh sesuatu yang bisa dimasak dengan cepat, praktis, dan aman dikonsumsi oleh siapa saja? Mari coba Resep Fettucinni Mushroom Ragu.

Resep Fettucinni Mushroom Ragu ini aku dapat di acara blogger Forest Cuisine Blogger Gathering yang diadakan di Almond Zuccini Cooking class. Ini adalah salah satu rangkaian acara dari Forest Cuisine Blogger Gathering itu sendiri. (oh ya, btw, aku menulis tentang liputan acara blogger ghatering ini di dalam tulisanku yang lain yang berjudul Forest Cuisine Blogger Gathering jika kalian ingin membaca informasi apa saja yang aku dapat selama mengikuti acara blogger gathering ini. Klik saja tulisan ini Forest Cuisine Blogger Gathering.  Sedangkan jika kalian ingin mengetahui siapa saja blogger yang aku temui di acara blogger gathering ini, kalian bisa membacanya di tulisanku Para Blogger di Forest Cuisine Blogger Gathering.)

Begitu mendapat undangan, semula, putriku yang kuliah tahun ke 3 di Fakultas Kedokteran ingin ikut serta. Dia sedang mengerjakan tugas membuat tulisan dan butuh tempat yang berbeda dengan suasana kamarnya agar bisa mendapat ide yang lebih fresh dalam menulis. Jadi, aku dan anakku pun mulai search google map untuk mengetahui dimana letaknya Almond Zuccini Cooking studio ini, dan seperti apa tempatnya.



Setelah mempelajari lokasi akhirnya aku dan putriku tahu bahwa ternyata, Almond Zucchini Cooking Class ini adalah semacam cooking class semi private gitu. Jadi, dia semacam lokasi yang disewakan jika ada yang ingin belajar memasak. Berarti bukan restoran atau tempat makan. Ya sudah, putriku pun batal ikut denganku. Karena tidak ada cafe kecilnya atau semacam tempat untuk bisa duduk, ngunyah, ngetik dan menyeruput sesuatu yang manis dan segar.

Yuk, coba resep Fettucinni Saus Jamur


Para Blogger di Forest Cuisine Blogger Gathering

[Lifestyle] Aku tidak tahu dengan orang lain, tapi hadir di acara blogger selalu bikin aku happy, yaitu jika mendapat undangan untuk hadir di acara blogger ghatering. Senang saja rasanya. Mulai dari memadu padan pakaian agar sesuai dengan dress code yang sudah ditentukan, hingga mempersiapkan peralatan yang akan dibawa ke acara tersebut. Dan kali ini, aku datang di acara blogger ghatering yang diadakan oleh Walhi dan Blogger Perempuan.



4 Jenis Furniture Kantor Yang Wajib Ada Di Kantor Anda

[Lifestyle] Sebelum membahas mengenai jenis-jenis furniture kantor yang harus ada di sebuah kantor. Ada baiknya jika kita membahas terlebih dahulu apa itu furniture atau perabit kantor itu sendiri. Perabot atau furniture kantor merupakan semua peralatan yang digunakan kantor untuk menunjang berbagai kegiatan administrasi perkantoran. Biasanya perabot kantor ini terbuat dari bahan kayu olahan, alumunium, plastik khusus, dan juga jenis material lainnya. Dewasa ini, banyak sekali produsen yang sudah memberikan kualitas terbaiknya untuk perabot kantor. Maka dari itu, perabot kantor masa kini biasanya akan tahan lama dan bisa digunakan secara berulang. Lalu apa saja jenis furniture kantor yang wajib ada?

Warisan Pangan Dari Hutan

[Keluarga] Dusun orang tuaku ketika aku masih kecil dahulu, adalah sebuah dusun yang terletak jauh dari kota Palembang, Sumatra Selatan. Tepatnya, dusunku terletak di Dusun Bumi Ayu, bagian dari kecamatan Sekayu, dan termasuk dalam Kabupaten Musi Banyu Asin. Jaman sekarang, jika berkendaraan roda empat dari kota Palembang, akan memakan waktu sekitar 3 s.d 4 jam. Melewati hutan dan perkebunan kelapa sawit serta perkebunan karet.

gerbang masuk menuju ke dusun orang tuaku, desa Bumi Ayu


Lelakiku

[Wordless Wednesday] Suatu hari di tengah perkebunan teh di Subang, Jawa Barat.Sosok kecil berbaju orange di kejauhan tampak mencuri perhatianku. Langkahnya cepat tergesa. Penuh semangat. Aku kenal sosok ini. Dia lelakiku.

Lelakiku




Mengapa Anak Laki Tidak Bisa Diam?

[Parenting] Pengantar: Ini adalah tulisan yang membahas tentang mengapa sebagian besar anak laki-laki tidak bisa diam. Dibandingkan dengan anak perempuan yang lebih bisa diatur, banyak anak laki-laki yang lebih "blasak" alias bergerak kesana kemari.  Kebetulan, di facebook face yayasan kita dan buah hati, aku menemukan tulisan yang ditulis oleh Psikologi Hilman Al Madani, M. Si, Psi. Dia kebetulan seorang psikolog dan trainer dari Yayasan Kitda dan Buah Hati. Rupanya, aku menyimpan tulisan yang dia tulis kira-kira 2 tahun lalu di facebookku. Hari ini tulisan ini muncul di memory status facebookku sehingga membuatku ingin menyimpannya di blogku ini. Selamat membaca. Insya Allah tulisan ini berguna bagi kalian.

ANAK LAKI-LAKI KOK BEDA YAH?


Hilman Al Madani, M.Si, Psi
Psikolog dan Trainer Yayasan Kita dan Buah Hati

Dear Ayah Bunda...

Catatan Pertama Di tahun 2020

[Wordless Wednesday] Awal tahun 2020, sepertinya merupakan awal tahun yang spesial. Spesial karena di daerahku, DKI Jakarta, ada beberapa titik yang terkena banjir.

Sebenarnya, titik daerah banjir di DKI Jakarta adalah wilayah yang memang rawan terkena banjir setiap kali musim hujan tiba. Dan itu terjadi sudah bertahun-tahun. Pemukiman yang semakin padat, kebiasaan membuang sampah sembarangan, serta semakin terasa kecilnya sungai sehingga tidak muat lagi menerima muatan limpahan air sungai yang dikirim dari luar kota jika ditambah dengan debit air hasil curahan hujan. lengkap membuat titik-titik daerah rawan banjir kembali terkena banjir dan tahun ini ketinggian airnya lebih tinggi.