Teringat Padamu, Ibu

Dulu, ketika sebelum aku menikah, ayahku yang lumayan romantis sering membangunkan kami anak-anaknya di pagi hari di hari ibu, tanggal 22 Desember setiap tahunnya sekedar untuk mengingatkan bahwa ini adalah hari ibu. Jadi, pagi-pagi ayah akan semakin gencar dengan ritualnya membunyikan besi yang menjadi pegangan di tangga berputar menuju kamar kami yang ada di lantai dua. Besi dipukul dengan sendok sayur dari besi juga. Bunyinya berisik sekali. Luar biasa gaduh. Ayah memang mengadopsi cara efektif membangunkan kami tersebut dari latihan militernya ketika ayah ikut wajib militer ketika kuliah dulu.

"Hei... hari ini hari ibu nih. Ayoooo... ibu hari ini biar santai, kalian yang beres-beres rumah dan masak."

Ibuku biasanya cuma cemberut pura-pura marah karena digoda seperti itu oleh ayah. hehehe.... ibu tahu, anak-anaknya tidak ada satupun yang bisa masak. Tapi, karena ayah berkata seperti itu jadi ibu memberi perintah apa saja yang harus dikerjakan.

"Ayo, hari ini ke pasar dulu ya. Beli ini nih.... (ngasih secarik kertas yang berisi belanjaan)... terus masak ini nih... (ngasi perintah apa saja yang harus dikerjakan dengan semua belanjaan itu)."

Dan mulailai kami anak-anaknya bereksperimen. Hasilnya? Biasanya sih ancur... dan dapur luar biasa berantakan. Dan satu sama lain pada cemberut karena ada yang merasa tidak diperlakukan dengan adil. Maklum, kami bersaudara tidak selalu kompak. Selalu ada figur bossy, dan selalu ada figur pingin diangkat jadi boss, dan selalu ada figur yang merasa diperlakukan sebagai pekerja kelas bawah. hahahaha...
Biasanya kalau sudah begitu, ayah dipastikan akan turun tangan.
Dia akan datang ke dapur dan membantu kami memasak. Jika pun ternyata masakan gagal, ayah akan mengajak kami untuk makan di luar di hari istimewa itu.

Ibuku memang orang yang tidak bisa diam. Ketika di hari istimewa hari ibu (jujur ya, ayahku amat mengistimewakan hari ibu, bahkan lebih istimewa ketimbang hari ulang tahun istrinya; entah mengapa), dia akan mencari-cari kerjaan lain.

"Sudah.. biar bae anak-anak yang begawe. Enga terima beres bae." (bahasa dusun Sekayu, Sumatra Selatan, yang artinya: "sudah... biar saja anak-anak yang bekerja. Kamu terima beres saja.")

Setelah aku dewasa, aku baru tahu kenapa ayah begitu menghargai peringatan hari ibu lebih tinggi ketimbang hari ulang tahun istrinya. Ini aku tanyakan pada ayah ketika ibu sudah meninggal dunia dan ayah jadi begitu rajin datang ke rumahku untuk menghabiskan waktu paginya.

"Hari ulang tahun itu kan sebenarnya hari sedih. Berkurang lagi satu tahun jatah umur kita di dunia. Jadi, makan-makan saja untuk mengingat, bukan untuk merayakan. Tapi kalau hari ibu, kita harus bersyukur ada ibu. Coba liat sekarang, pas ibu sudah tidak ada, jadi terasa timpang kan semua-muanya? Karena ibu yang biasa mengerjakan semuanya untuk kita. Tanpa ibu, kita jadi kerasa nggak bisa apa-apa."

Hmm...
iya sih.
Itu bener banget.

Dulu, aku selalu marah-marah setiap kali aku pergi ke luar kota dan menitipkan kunci rumah di rumah ibuku;  ibu selalu mendatangi rumahku dan membereskan rumahku.

"Ibu, ade kan udah gede. udah nikah dan punya anak. Kenapa sih musingin banget rumah ade berantakan atau nggak. Mending ibu santai aja di rumah, nitip kunci kan bukan berarti minta diberesin rumahnya!"

Setelah ibu meninggal dunia, kondisi menjadi terbalik. Ketika aku pulang dengan keadaan yang kelelahan dan cucian kotor menumpuk, entah kenapa aku amat berharap bisa pulang ke rumah yang rapih dan sudah tersedia masakan. Huff... jika saja ibuku masih ada.

Yang lebih parah lagi adalah ketika aku sakit dan harus masuk rumah sakit. Ketika aku pulang kembali ke rumah, dan mendapati rumah yang berantakan, tidak ada masakan, pekerjaan rumah tidak selesai tapi malah bertumpuk, yang aku ingat adalah ibuku.
"Duh, jika ada ibu. Pasti ibu tidak akan membiarkan aku yang baru pulang sakit ini harus segera bekerja lagi dalam rutinitas pekerjaan yang tiada habis, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga."

Huff. Aku rindu ibuku.
Ibuku yang sering marah-marah, tapi hatinya lembut dan penyayang. Ibu marah karena berharap anak-anaknya yang dablek mau berusaha untuk sempurna. Ibu punya patokan tertentu yang harus dipenuhi dan ketika anak-anaknya santai, ibu pun marah.

Pernah suatu hari, ibu marah-marah hebat pada salah satu saudaraku (oh ya, pengumuman nggak penting: aku termasuk anak yang tidak pernah dimarahi oleh ibuku.. heheheheh... *peace). Malam hari, kebetulan aku sering kena insomnia, aku pernah menangkap basah ibuku yang diam-diam masuk ke kamar saudaraku itu. Saudaraku itu sedang tertidur pulas. Ibu lalu mengelus kepala saudaraku itu, memandang wajah saudaraku itu dengan wajah sayang dan .... bersimbah air mata. Ibu menyesal telah bertindak kasar pada saudaraku itu. Tapi... ibu dididik dari kecil untuk tidak boleh meminta maaf pada anak-anak, karena itu akan menurunkan wibawa orang tua. Jadi... ibu hanya bisa menangis diam-diam, dan menyesali diam-diam juga. Dan aku cuma bisa jadi penonton diam-diam juga. Pura-pura tidur padahal merhatiin.

Ibu juga pernah menangis dan memelukku erat-erat ketika aku kelas dua SD. Ibu baru saja pulang dari ambil rapor dan raporku kebakaran. Semua nilainya merah semua, kecuali pelajaran agama dan kesenian (menyanyi).

"Penembai?" kata ayah, yang bertanya dalam bahasa Sekayu yang artinya kenapa. Ibu dan ayah memang sering berkomunikasi dengan bahasa Sekayu di rumah.
"Ika... gurunya ade bilang ke aku bahwa ade tuh ediot. kitek diminte masuke ade ke sekolah lain bae."
"Ai... ndak mungkin ade ediot." (ayah menolak dengan keras sambil menatap ke arahku yang duduk mengkerut karena baru saja selesai dimarahi ayah karena raporku merah semua). Ibu lalu membawaku ke psikolog dan aku pun mengikuti rangkaian test dan hasilnya, aku punya IQ yang di atas rata-rata. Tapi... kenapa rapornya merah semua? Psikolog memberi beberapa nasehat.

"Aku cari guru les bae amon mitu." (ibu lalu berinisiatif untuk mencari guru les untukku. Di tahun 1978, sekolah SD belum banyak jadi untuk mindahin sekolah rasanya sulit. Mencari guru les privat lebih enak).

Akhirnya, aku ikut les privat. Guru les privatku sabar menuntun dan memberi tips-tips khusus. Aku memang punya kekurangan untuk dis-orientasi arah. Karena kekurangan ini, aku menjadi sulit untuk membaca, menulis dan berhitung. Itu sebabnya raporku merah semua. Yang biru hanya dua pelajaran, agama (karena di jaman orde baru yang anti komunis, semua anak tidak boleh mendapat nilai merah di pelajaran agama; kecuali jika dia memang tidak punya tuhan atau terang-terangan mengaku sebagai komunis. Tapi, memangnya ada?) dan kesenian (kesenian karena tidak pernah nulis atau baca, isinya hanya menyanyi dan menggambar saja).
6 bulan les privat, aku bisa mengejar semua ketertinggalanku. Bahkan berhasil masuk peringkat 5 besar di semester akhir kenaikan kelas.

Itu sebabnya ketika aku pada akhirnya berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri : Universitas Indonesia, di perayaaan keberhasilanku masuk UI, ibu menyempatkan diri memelukku erat-erat di kamar mandi kampus.
"Ade.. .terima kasih ya nak. Kamu sudah berusaha keras dan ngeyakinin ibu bahwa ibu nggak salah mercayaain kamu bahwa kamu emang bisa berhasil."

Ya. Ibu memang selalu percaya padaku. Bahwa aku tidak idiot seperti dipersangkakan oleh guruku dulu.
Ibu juga percaya bahwa aku sama dengan anak-anak lain dan dia sukses mengembangkan rasa percaya diriku.
Ibu, dengan semua kesederhanaannya, telah berhasil mendidik aku menjadi seperti sekarang.

Itu sebabnya aku teringat ibu lagi di hari ibu ini.
Ibu.... terima kasih ya... maafin ade banyak salah dulu. Dan selalu membuat rusuh hatimu.




Ekspresi Sayang Anak pada Ibunya

Rasa sayang seorang anak itu sering bagi seorang ibu seperti aku, sering terasa begitu manis dan mampu menggelontorkan segala macam rasa kesal dan lelah.
Mungkin, itu sebabnya meski kehadiran mereka membuatku tidak pernah memiliki waktu untuk diri sendiri, tapi aku tetap merasa amat menikmatinya.
Semua kepolosan mereka dalam mengungkapkan rasa sayang itu benar-benar menjadi air sejuk yang membasuh hatiku
hingga selalu tampil segar dan penuh semangat setiap harinya

Terima kasih ya Allah
Telah Engkau hadirkan anak-anak yang menjadi penyejuk hati
dan penyenang mata


ini gambar Hawna tentang ibu yang sedang menggendong dia. Dia tertawa lebar.  Waktu itu usia Hawna baru 5 tahun

ini gambar Hawna yang sedang didorong ibu ketika naik ayunan. Hawna senang sekali, liat ekspresi muka anak kecil yang merupakan dirinya sendiri. "Ibu dorong ayunan aku di taman." (ini gambar Hawna waktu duduk di TK dan ayunannya ayunan di TK Anak Bangsa)
ini gambar Hawna yang melukiskan tentang ibu yang lagi bisik-bisik ke dia. Liat ekspresi Hawna yang menyimak dengan seksama ibu yang lagi bisik2 di telinganya. 

Bikin BLog BAru: Blog Tentang Fashion

Lama nggak ngeblog karena lagi sibuk nulis dikejar deadline.
Nah... di tengah kejaran deadline itu, aku sering mengalihkan waktuku sejenak untuk melakukan aktifitas selain menulis. Apalagi kalau tidak menekuni hobbiku.
Menekuni hobbi itu penting, karena disamping bisa menyegarkan otak, juga untuk menghindari kejenuhan akibat pekerjaan yang memburu dan itu-itu saja.

Hobbiku ada beberapa. Salah satunya adalah mengamati perkembangan mode alias fashion. Baik itu pakaian, tas, sepatu, atau aksesoris lainnya.
Nah.. karena iseng dan selalu menjadi pengamat diam-diam di dunia Fashion itu, maka aku akhirnya mencoba untk bikin Blog Baru yagn khusus membidik tentang Fashion.

Apa saja tuh?
Ini lagi dikerjain.
semoga tahun 2014 nanti bisa segera Launching.

Hati-Hati, Lagu Nina Bobok Itu Lagu Untuk Memanggil Demit

Pernah ada perdebatan dulu dimana dikatakan bahwa Lagu Nina Bobok itu adalah lagu yang berisi ancaman pada anak dan awal mula diajarkannya budaya kekerasan pada anak-anak.

Coba saja perhatikan syairnya:

Nina Bobo... oh .. Nini Bobo
Jika tidak bobo digigit nyamuk

Nah, kebetulan aku sendiri tidak pernah menyanyikan lagu Nina Bobok pada anak-anakku karena aku lebih suka nyanyiin lagu yang lain, yaitu lagunya Bing Slamet yang berjudul Belaian Sayang. Kata-katanya lebih bagus. Tapi itu terjadi ketika aku mengalami masa long distance dengan suamiku dulu ketika baru punya anak satu (aku di Jakarta dan suamiku di Sydney); segera setelah kami bertemu kembali, suamiku memiliki lagu menidurkan anak yang baru lagi, yaitu lagu Hymne UI... (hahahahaha mentang-mentang dosen dan alumni  UI) atau lagu-nya Sari YOk Koeswoyo yang berjudul Awan Putih Berlalu. Karena tidak pernah menyanyikan lagu Nina Bobok maka ketika ada perdebatan antara psikolog anak yang memberikan statement agar orang tua tidak usah menyanyikan lagu Nina Bobok pada balita mereka karena ada budaya kekerasan disana (yaitu ancaman dan intimidasi) maka aku tenang-tenang saja.

Hal yang agak mengagetkan justru datang ketika hari ini, temanku Arti Ahmad menuliskan di status facebooknya agar hati-hati, lagu Nina Bobok itu adalah lagu untuk memanggil Dedemit.

Penasaran aku. Masa iya sih? Kaget juga. Rada-rada horor gitu. Terus.. ceritanya aku obrolin ini dengan anak-anakku. Anak-anakku tuh ada yang masih kecil, ada yang remaja. Nah, yang kecil mah otomatis langsuung takut ya. Tapi yang remaja langsung cerita bahwa dia dikasih tahu sama temannya bahwa itu ada film horornya dan benar bahwa lagu Nina Bobok itu ada sejarah horornya.

"Hah? Masa sih? Gimana ceritanya?" (aku)
"Ahhh... ibu, aku nggak mau nginget-nginget lagi.. serem banget soalnya." (si remaja)
"Seramnya kenapa? Ceritanya atau lagunya?"
"Lagunya.. ada versi aslinya lagi bu. Dan itu serem banget. Temanku yang cerita."
"Kayak gimana?"
"Ahhh.. ibu nih.. aku kan tidur sendirian .. aku dah ngelupain cerita itu.. aku nggak mau nginget-nginget lagi." (lalu dia mulai menyetel lagu-lagu Korea demi untuk membesihkan isi kepalanya yang katanya jadi teringat dengan cerita versi horor lagu Nina Bobok).

Jadi, akupun browsing karna penasaran dan mendapat keterangan seperti ini:

 (ini aku kutip dari http://pulsk.com/294372/Sejarah-Dibalik-Lagu-Nina-Bobo-Konon-Mengerikan.html)
 Sejarah Mengerikan Dibalik Lagu Nina Bobo - Siapa yang tidak tahu dengan lagu Nina Bobo? lagu yang biasanya dinyanyikan seorang ibu kepada anaknya sebagai pengantar tidur. Ternyata di balik lagu Nina Bobo ini tersimpan cerita yang mengerikan. Judul lagu lagu 'Nina Bobo' ini anak perempuan blasteran Indonesia-Belanda yg lahir di tahun 1871. Nama lengkapnya Hele nina Mustika Van Rodjnik. Ibunya orang Jawa, sehari-hari kerja sbg penari. Bapaknya Belanda, namanya Kapten Van Rodjnik Kabarnya sejak si Helenina masih bayi, dia selalu susah tidur.
Setiap mau tidur selalu berontak dan nangis-nangis karena susah tidurnya si Helenina tadi, ibunya selalu nyanyiin senandung kecil buat mancing Nina tidur, lama kelamaan Helenina jadi terbiasa harus dinyanyiin dulu sebelum dia tidur. Setiap malem kalau nggak dinyanyiin dia nggak bisa tidur Karena kebiasaan ini, Kapten Van Rodjnik minta sama istrinya untuk sekalian ngebuat lirik penenang, supaya Helenina dan Van Rodjnik bisa ngerti karna di rumah mereka banyak nyamuk, dibuatlah lirik Nina Bobo kayak yg sekarang sering kita denger Di tahun 1875, Helenina sakit parah, demam tinggi.
Gara-gara sakit itu, dia nangis setiap malam Sakitnya Helenina berkepanjangan. si ibu tiap malam terus-terusan nyanyiin Nina Bobo supaya si Nina bisa tidur. Sampai akhirnya di tahun 1878 Helenina meninggal, waktu itu umurnya masih 6 tahun. Keluarga Van Rodjnik sedih, ibunya engga bisa nerima kematian Helenina Seminggu setelah kematian Helenina, Kapten Van Rodjnik ngedapetin istrinya nyanyiin lagu Nina Bobo di kamar mandi. Suaranya menggema, Setelah ditanya Kapten, istrinya bilang kalau dia ngedenger Helenina nangis di situ. Jadi dia inisiatif buat nyanyiin Nina Bobo.Setelah kejadian itu, karena sedih dan ngerasa kehilangan, ibu Helenina masih suka nyanyiin lagu Nina Bobo selama bertahun-tahun.
Sampai akhirnya Ibu Helenina (yg namanya Mustika) meninggal di tahun 1929 Setelah kematian Ibu Mustika dan Helenina, Kapten Van Rodjnik tinggal sendirian di rumah tadi. Katanya ada beberapa kejadian yang menimpa si Kapten Pernah beberapa kali Kapten Van Rodjnik ngedenger suara bayi nangis, tapi dia nggak perduli dan langsung tidur. Akhirnya bbrp kali juga dia kebawa mimpi tentang anak kecil nangis. Mungkin si Helenina tadi. Sampai puncaknya di suatu malem, Kapten ngedenger suara anak kecil nangis lagi. Tapi dia nggak perduli dan langsung tidur.
Akhirnya pas tengah malem si Kapten dibangunkan oleh tangan anak kecil umur 6 tahun yangnangis-nangis. Mungkin itu si Helenina. Katanya si anak ngebangun sambil ngomong. Yang kira-kira bunyinya, "Papa.. Kok papa nggak nyanyiin buat Nina?" Setelah malam itu, pikiran Kapten jadi keganggu. Akhirnya dia selalu nyanyiin lagu itu sendirian di kamarnya tiap malam, sampai dia meninggal.
Konon katanya ketika anda menyanyikan lagu ini untuk pengantar tidur anak รข?? anak anda yang masih bayi, tepat ketika anda meninggalkan kamar tempat anak anda tertidur. Nina akan datang ke kamar anak anda dan membuat anak anda tetap terlelap hingga keesokan paginya.

Waaaahh.... seram juga (aku langsung bacain cerita ini ke anak-anakku, tentu dengan pengaturan suara agar dapat kesan horornya, akhirnya anak-anakku sepakat tidak mau nyanyiin ini lagi). Kalau kalian?

Status Teromantis di tahun 2013 Versi Facebooknya Ade Anita

Eh... Sudah menjelang akhir tahun nih. Seperti biasa, aku biasanya selalu membuat tulisan yang berisi refleksi apa yang sudah aku lalui di tahun 2013 ini. Nah, tadi aku lihat ada fitur Year on Review di Facebook. Jadi aku klik dan ternyata Facebook menampilkan semua status kita yang banyak dikomentari oleh pengunjung. Nah, salah satunya adalah ini. Aku Suka baca status ini.... dan bersyukur karena dikaruniai suami yang baik hati dan anak-anak yang luar biasa menyejukkan hati. Semoga tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya selalu demikianlah yang dikaruniai kepadaku, Aamiin.

semangat untuk terus belajar dan belajar

[Lifestyle] Suatu hari, seseorang tiba-tiba saja mengirimiku sebuah gambar di inbox facebookku. Siapa yang menyangka bahwa kiriman gambarnya ini membuat aku dan dirinya akhirnya berkenalan dan terjalinlah sebuah hubungan silaturahim.

Apa gambarnya:
Gambarnya ini nih:


Target di tahun 2014 bagian kedua

Ini targetku alias resolusiku di tahun 2014 bagian kedua.
Loh? Kenapa bagian kedua? Bagian pertamanya apa?

hahahaha
Karena bagian pertamanya adalah belajar main gitar dulu. Saat ini aku baru diajari 2 kunci sama suamiku, itu pun gak lancar-lancar gara-gara akunya kurang berlatih dengan giat karena sibuk dengan kegiatan lain selain berlatih. Yang nulis kek, main game kek, nonton dvd korea, jalan-jalan, ngurus anak, beberes rumah... waaaa.. pokoknya ribet sendiri dan merempongkan diri sendiri... akhirnya... gak pernah berlatih. Jadilah yang aku kuasai hanyalah mengiringi lagu "NAIK NAIK KE PUNCAK GUNUNG'. tapi.... hehehe.. ada tapinya... cuma sampai di lirik bagian pertama saja.

Naik.. naik ke puncak gunung...

ulang lagi.

naik... naik... ke puncak gunung...

ulang lagi.

naik.. naik.. ke puncak gunung...

"Kapan kita nyanyi ke bait tinggi-tinggi sekalinya bu?"
"Nanti ya nak, kalau ibu dah hafal kunci untuk tinggi-tinggi sekalinya."

hahahahah
Jadilah, target pertama adalah mengiringi lagu utuh naik naik ke puncak gunung itu tadi.
Nah, kalau yang itu dah lancar jaya gemah ripah loh jinawi alon alon asal kelako
tut wuri handayani rawe rawe rantas malang malang putung, barulah aku akan bergerak ke target bagian kedua....  (*maaf, ini pepatah yang asal nyomot jadi gak usah dipikirin nyambung apa nggak... hahaha.. asli ngasal).

Nah.. apa target di tahun 2014 bagian keduaku ? ini dia... ehem.. ehem.. tampil menawan membawakan lagu PERAHU KERTAS.
(oh ya, video dibawah ini dikirim oleh teman sesama blogger yang tinggal di Bogor bernama Winny Widyawati.
Makasih ya Winni.

Gara-garanya aku mupeng liat foto dia di twitter yang lagi megang gitar. hahahaha.










Men Lie More Often but Women Lie Much Better

Sebenarnya, aku iseng nyari lirik lagu daerah yang ada hubungannya dengan pembuatan novel terbaruku. Tapi, ada sebuah berita seuprit yang muncul tiba-tiba dan itu langsung menyita perhatianku. Yaitu sebuah headline artikel dengan judul "seperti inilah wajah-wajah pria setia". Wah. Sepertinya menarik. Jadilah aku mengkliknya dan membacanya.

Di artikel tersebut (yang mengutip dari Dailymail, Kamis, 6/12/2012) sebuah  penelitian yang dilakukan oleh University of Western, Australia  merekrut 200 relawan dan memotret semuanya. Kemudian 68 orang asing diminta menilai dari kepala dan bahu untuk dinilai seberapa besar kemungkinan para relawan itu untuk tidak setia.

Yang menarik adalah, dengan melihat potret tersebut, ternyata wanita lebih pandai dalam menilai mana pria yang lebih setia ketimbang pria. 
Wanita bisa menilai pria dari wajahnya, sebaliknya pria sulit membaca wajah wanita. Sikap wanita yang tenang membuat pria sulit menilai wanita dari wajahnya
alias:
Hasilnya, para wanita ternyata secara akurat memilih mana laki-laki yang rawan berselingkuh. Analisa menunjukkan, relawan wanita menghubungkan maskulinitas dengan perselingkuhan.
Sebaliknya pria kurang bisa menebak wanita yang mempunyai sejarah perselingkuhan.
Peneliti Profesor Leigh Simmons mengatakan, perempuan mungkin lebih baik dalam tugas ini karena pengalaman wanita yang lebih banyak kehilangan atau ditinggalkan kekasihnya.
"Kami menyimpulkan kesan kesetiaan secara seksual dari wajah memiliki kebenaran, setidaknya untuk perempuan, dan mereka bisa membantu orang menilai kualitas calon pasangan," katanya.

Jadi... penasaran kan seperti apa wajah-wajah pria yang tidak setia itu? hehehe. Ini dia hasilnya.

Dari hasil penelitian itu disimpulkan:
1. Pria dengan wajah maskulin dengan ciri rahang yang tajam, dahi yang lebar, dagu persegi, atau alis yang menonjol adalah pria yang rawan berselingkuh.
Pria tipe seperti ini adalah pria macho yang memiliki testosteron banyak.  Penampilan pria macam itu bisa menunjukkan gen yang bagus dan kemampuannya memiliki anak yang sehat. Namun dengan kadar testosteron yang tinggi, pria tipe ini cenderung moody dan kasar serta rawan selingkuh alias tidak setia.
2. Pria tipe Wimpier dengan wajah biasa adalah pria yang setia. Perempuan yang mencari hubungan jangka panjang akan cenderung tertarik pada tipe wimpier. Meski penampilannya tidak sekeren pria maskulin namun pria tipe ini lebih stabil dalam kehidupan rumah tangga dan jarang berselingkuh.
Penelitian ini diterbitkan dalam Royal Society journal Biology.(MEL/IGW)
Nah... gara-gara baca artikel ini, lalu aku jadi teirngat sebuah quotes yang mengatakan bahwar Men lie more often but women lie much better. Artinya, bisa jadi para lelaki di dunia ini lebih sering berbohong tapi dalam hal ini, perempuan itu adalah makhluk yang lebih pandai dalam berbohong :))

Terbukti kan, pria jadi sulit mengetahui wajah perempuan mana yang suka berbohong, tipe seperti apa, atau bagaimana cara mengetahui apakah seorang perempuan itu berbohong atau tidak.
Tapi... pasti ada alasannya dong kenapa perempuan itu lebih pandai berbohong. Nah... tadinya kayaknya aku baca di artikel yang lain. Besok saja ya bersambung lagi. Harus siap-siap nganter anak sekolah sepertinya dakuh.

http://www.askheartbeat.com/ahb2010/day-16-40-days-of-rain-on-dbr-black-men-one-trick-and-lie-after-another/
gambar gak ada hubungannya sebenarnya tapi semoga sih nyerempet-nyerempet isi tulisanku ini. 


Menyentil Masyarakat Lewat Kaleng Biskuit Khong Guan

[Lifestyle] Sudah pernah melihat meme yang terinspirasi dari biskuit Khong Guan seperti ini belum? 
gambar diambil dari sini
gambar diambil dari sini
Hahaha... lucu ya gambar di atas ini. Ini pelesetan dari gambar lukisan asli yang ada di kaleng biskuit Khong Guan.

Sisi Lain Dari Penolakan Pekan Kondom Nasional

[Lifestyle] Akhirnya, setelah menerima tekanan besar-besaran dari berbagai lapisan masyarakat terhadap pelaksanaan Pekan Kondom Nasional pun dihentikan.

"Sesuai hasil pertemuan dengan KPAN dan DKT Indonesia, Kementerian Kesehatan telah meminta DKT Indonesia untuk menghentikan kegiatan kampanye dengan menggunakan bus bertulisan Pekan Kondom Nasional," tulis siaran pers Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan, seperti dilansir setkab.go.id, Rabu (4/12/2013) (sumber diambil dari liputan6.com).
Sebagaimana diketahui, DKT adalah pemrakarsa dan pelaksana kegiatan Pekan Kondom Nasional, dimana dalam hal ini disponsori oleh sebuah perusahaan kondom terbesar di Indonesia, dan kegiatan ini sepenuhnya diketahui oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN).
Ini ada beberapa liputan laporan yang diturunkan sehubungan dengan penghentian tersebut, yang aku ambil dari website Hidayatullah:

To Run My Own Playlist

{Lifestyle} Ini totally masalah selera. Aku sering deh, pingin nyanyi sebuah lagu tapi nggak tahu gimana caranya. Lagian, nggak semua orang di rumah yang suka dengan selera musikku. Itu sebabnya, sejak 4 (baca: empat, bukan emprat) tahun yang lalu, aku selalu menambahkan satu point dalam resolusi yang ingin aku wujudkan di tahun depan: pingin belajar main gitar.

Apa hebatnya bisa main gitar?
Untuk orang yang tidak terlalu suka musik, ini pasti sebuah keinginan yang rada-rada lebay. Tapi, aku suka. Bahkan meski kesukaanku pada musik juga masih dalam taraf biasa-biasa saja sebenarnya. Tapi, asyik saja rasanya kalau lagi BETE, kita ambil gitar, duduk silang kaki dan meletakkan gitar di atas paha lalu memetiknya dengan lembut sambil bersenandung.

Race Terakhir Untuk Paul Walker

[Lifestyle] Senja baru saja beranjak satu jam yang lalu ketika suamiku memberitahu sebuah berita duka:

"De, pemeran film Fast and Furious Paul Walker meninggal dunia karena kecelakaan."

Deg. Itu kan film kesukaanku, dan Paul Walker itu adalah salah satu bintang utama di film itu menemani si manis dan ganteng Vin Diesel.

"Eh... beneran?"
Rasanya tidak percaya. Jadi, yang terbayang justru senyumnya Paul Walker.



Mensosialisasikan Kondom atau Mensosialisasikan seks bebas?

[Lifestyle] Agak-agak kaget juga aku pagi ini ketika melihat gambar bis yang penuh ditempeli iklan PEKAN KONDOM NASIONAL.  Wah... seronok banget, apalagi ada gambar duta kondom disana yaitu Julia Perez dengan pakaian yang seksi abis dan nampilin kesan pelacur murahan yang menanti pelanggan.

gambar diambil dari facebook