Langsung ke konten utama

Target di tahun 2014 bagian kedua

Ini targetku alias resolusiku di tahun 2014 bagian kedua.
Loh? Kenapa bagian kedua? Bagian pertamanya apa?

hahahaha
Karena bagian pertamanya adalah belajar main gitar dulu. Saat ini aku baru diajari 2 kunci sama suamiku, itu pun gak lancar-lancar gara-gara akunya kurang berlatih dengan giat karena sibuk dengan kegiatan lain selain berlatih. Yang nulis kek, main game kek, nonton dvd korea, jalan-jalan, ngurus anak, beberes rumah... waaaa.. pokoknya ribet sendiri dan merempongkan diri sendiri... akhirnya... gak pernah berlatih. Jadilah yang aku kuasai hanyalah mengiringi lagu "NAIK NAIK KE PUNCAK GUNUNG'. tapi.... hehehe.. ada tapinya... cuma sampai di lirik bagian pertama saja.

Naik.. naik ke puncak gunung...

ulang lagi.

naik... naik... ke puncak gunung...

ulang lagi.

naik.. naik.. ke puncak gunung...

"Kapan kita nyanyi ke bait tinggi-tinggi sekalinya bu?"
"Nanti ya nak, kalau ibu dah hafal kunci untuk tinggi-tinggi sekalinya."

hahahahah
Jadilah, target pertama adalah mengiringi lagu utuh naik naik ke puncak gunung itu tadi.
Nah, kalau yang itu dah lancar jaya gemah ripah loh jinawi alon alon asal kelako
tut wuri handayani rawe rawe rantas malang malang putung, barulah aku akan bergerak ke target bagian kedua....  (*maaf, ini pepatah yang asal nyomot jadi gak usah dipikirin nyambung apa nggak... hahaha.. asli ngasal).

Nah.. apa target di tahun 2014 bagian keduaku ? ini dia... ehem.. ehem.. tampil menawan membawakan lagu PERAHU KERTAS.
(oh ya, video dibawah ini dikirim oleh teman sesama blogger yang tinggal di Bogor bernama Winny Widyawati.
Makasih ya Winni.

Gara-garanya aku mupeng liat foto dia di twitter yang lagi megang gitar. hahahaha.










Komentar

  1. Saya juga kepengin bisa maen gitar tp ga belajar2 hahaha gimana mau bisa, coba?

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…