Minggu, 22 Desember 2013

Teringat Padamu, Ibu

Dulu, ketika sebelum aku menikah, ayahku yang lumayan romantis sering membangunkan kami anak-anaknya di pagi hari di hari ibu, tanggal 22 Desember setiap tahunnya sekedar untuk mengingatkan bahwa ini adalah hari ibu. Jadi, pagi-pagi ayah akan semakin gencar dengan ritualnya membunyikan besi yang menjadi pegangan di tangga berputar menuju kamar kami yang ada di lantai dua. Besi dipukul dengan sendok sayur dari besi juga. Bunyinya berisik sekali. Luar biasa gaduh. Ayah memang mengadopsi cara efektif membangunkan kami tersebut dari latihan militernya ketika ayah ikut wajib militer ketika kuliah dulu.

"Hei... hari ini hari ibu nih. Ayoooo... ibu hari ini biar santai, kalian yang beres-beres rumah dan masak."

Ibuku biasanya cuma cemberut pura-pura marah karena digoda seperti itu oleh ayah. hehehe.... ibu tahu, anak-anaknya tidak ada satupun yang bisa masak. Tapi, karena ayah berkata seperti itu jadi ibu memberi perintah apa saja yang harus dikerjakan.

"Ayo, hari ini ke pasar dulu ya. Beli ini nih.... (ngasih secarik kertas yang berisi belanjaan)... terus masak ini nih... (ngasi perintah apa saja yang harus dikerjakan dengan semua belanjaan itu)."

Dan mulailai kami anak-anaknya bereksperimen. Hasilnya? Biasanya sih ancur... dan dapur luar biasa berantakan. Dan satu sama lain pada cemberut karena ada yang merasa tidak diperlakukan dengan adil. Maklum, kami bersaudara tidak selalu kompak. Selalu ada figur bossy, dan selalu ada figur pingin diangkat jadi boss, dan selalu ada figur yang merasa diperlakukan sebagai pekerja kelas bawah. hahahaha...
Biasanya kalau sudah begitu, ayah dipastikan akan turun tangan.
Dia akan datang ke dapur dan membantu kami memasak. Jika pun ternyata masakan gagal, ayah akan mengajak kami untuk makan di luar di hari istimewa itu.

Ibuku memang orang yang tidak bisa diam. Ketika di hari istimewa hari ibu (jujur ya, ayahku amat mengistimewakan hari ibu, bahkan lebih istimewa ketimbang hari ulang tahun istrinya; entah mengapa), dia akan mencari-cari kerjaan lain.

"Sudah.. biar bae anak-anak yang begawe. Enga terima beres bae." (bahasa dusun Sekayu, Sumatra Selatan, yang artinya: "sudah... biar saja anak-anak yang bekerja. Kamu terima beres saja.")

Setelah aku dewasa, aku baru tahu kenapa ayah begitu menghargai peringatan hari ibu lebih tinggi ketimbang hari ulang tahun istrinya. Ini aku tanyakan pada ayah ketika ibu sudah meninggal dunia dan ayah jadi begitu rajin datang ke rumahku untuk menghabiskan waktu paginya.

"Hari ulang tahun itu kan sebenarnya hari sedih. Berkurang lagi satu tahun jatah umur kita di dunia. Jadi, makan-makan saja untuk mengingat, bukan untuk merayakan. Tapi kalau hari ibu, kita harus bersyukur ada ibu. Coba liat sekarang, pas ibu sudah tidak ada, jadi terasa timpang kan semua-muanya? Karena ibu yang biasa mengerjakan semuanya untuk kita. Tanpa ibu, kita jadi kerasa nggak bisa apa-apa."

Hmm...
iya sih.
Itu bener banget.

Dulu, aku selalu marah-marah setiap kali aku pergi ke luar kota dan menitipkan kunci rumah di rumah ibuku;  ibu selalu mendatangi rumahku dan membereskan rumahku.

"Ibu, ade kan udah gede. udah nikah dan punya anak. Kenapa sih musingin banget rumah ade berantakan atau nggak. Mending ibu santai aja di rumah, nitip kunci kan bukan berarti minta diberesin rumahnya!"

Setelah ibu meninggal dunia, kondisi menjadi terbalik. Ketika aku pulang dengan keadaan yang kelelahan dan cucian kotor menumpuk, entah kenapa aku amat berharap bisa pulang ke rumah yang rapih dan sudah tersedia masakan. Huff... jika saja ibuku masih ada.

Yang lebih parah lagi adalah ketika aku sakit dan harus masuk rumah sakit. Ketika aku pulang kembali ke rumah, dan mendapati rumah yang berantakan, tidak ada masakan, pekerjaan rumah tidak selesai tapi malah bertumpuk, yang aku ingat adalah ibuku.
"Duh, jika ada ibu. Pasti ibu tidak akan membiarkan aku yang baru pulang sakit ini harus segera bekerja lagi dalam rutinitas pekerjaan yang tiada habis, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga."

Huff. Aku rindu ibuku.
Ibuku yang sering marah-marah, tapi hatinya lembut dan penyayang. Ibu marah karena berharap anak-anaknya yang dablek mau berusaha untuk sempurna. Ibu punya patokan tertentu yang harus dipenuhi dan ketika anak-anaknya santai, ibu pun marah.

Pernah suatu hari, ibu marah-marah hebat pada salah satu saudaraku (oh ya, pengumuman nggak penting: aku termasuk anak yang tidak pernah dimarahi oleh ibuku.. heheheheh... *peace). Malam hari, kebetulan aku sering kena insomnia, aku pernah menangkap basah ibuku yang diam-diam masuk ke kamar saudaraku itu. Saudaraku itu sedang tertidur pulas. Ibu lalu mengelus kepala saudaraku itu, memandang wajah saudaraku itu dengan wajah sayang dan .... bersimbah air mata. Ibu menyesal telah bertindak kasar pada saudaraku itu. Tapi... ibu dididik dari kecil untuk tidak boleh meminta maaf pada anak-anak, karena itu akan menurunkan wibawa orang tua. Jadi... ibu hanya bisa menangis diam-diam, dan menyesali diam-diam juga. Dan aku cuma bisa jadi penonton diam-diam juga. Pura-pura tidur padahal merhatiin.

Ibu juga pernah menangis dan memelukku erat-erat ketika aku kelas dua SD. Ibu baru saja pulang dari ambil rapor dan raporku kebakaran. Semua nilainya merah semua, kecuali pelajaran agama dan kesenian (menyanyi).

"Penembai?" kata ayah, yang bertanya dalam bahasa Sekayu yang artinya kenapa. Ibu dan ayah memang sering berkomunikasi dengan bahasa Sekayu di rumah.
"Ika... gurunya ade bilang ke aku bahwa ade tuh ediot. kitek diminte masuke ade ke sekolah lain bae."
"Ai... ndak mungkin ade ediot." (ayah menolak dengan keras sambil menatap ke arahku yang duduk mengkerut karena baru saja selesai dimarahi ayah karena raporku merah semua). Ibu lalu membawaku ke psikolog dan aku pun mengikuti rangkaian test dan hasilnya, aku punya IQ yang di atas rata-rata. Tapi... kenapa rapornya merah semua? Psikolog memberi beberapa nasehat.

"Aku cari guru les bae amon mitu." (ibu lalu berinisiatif untuk mencari guru les untukku. Di tahun 1978, sekolah SD belum banyak jadi untuk mindahin sekolah rasanya sulit. Mencari guru les privat lebih enak).

Akhirnya, aku ikut les privat. Guru les privatku sabar menuntun dan memberi tips-tips khusus. Aku memang punya kekurangan untuk dis-orientasi arah. Karena kekurangan ini, aku menjadi sulit untuk membaca, menulis dan berhitung. Itu sebabnya raporku merah semua. Yang biru hanya dua pelajaran, agama (karena di jaman orde baru yang anti komunis, semua anak tidak boleh mendapat nilai merah di pelajaran agama; kecuali jika dia memang tidak punya tuhan atau terang-terangan mengaku sebagai komunis. Tapi, memangnya ada?) dan kesenian (kesenian karena tidak pernah nulis atau baca, isinya hanya menyanyi dan menggambar saja).
6 bulan les privat, aku bisa mengejar semua ketertinggalanku. Bahkan berhasil masuk peringkat 5 besar di semester akhir kenaikan kelas.

Itu sebabnya ketika aku pada akhirnya berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri : Universitas Indonesia, di perayaaan keberhasilanku masuk UI, ibu menyempatkan diri memelukku erat-erat di kamar mandi kampus.
"Ade.. .terima kasih ya nak. Kamu sudah berusaha keras dan ngeyakinin ibu bahwa ibu nggak salah mercayaain kamu bahwa kamu emang bisa berhasil."

Ya. Ibu memang selalu percaya padaku. Bahwa aku tidak idiot seperti dipersangkakan oleh guruku dulu.
Ibu juga percaya bahwa aku sama dengan anak-anak lain dan dia sukses mengembangkan rasa percaya diriku.
Ibu, dengan semua kesederhanaannya, telah berhasil mendidik aku menjadi seperti sekarang.

Itu sebabnya aku teringat ibu lagi di hari ibu ini.
Ibu.... terima kasih ya... maafin ade banyak salah dulu. Dan selalu membuat rusuh hatimu.




Sabtu, 21 Desember 2013

Ekspresi Sayang Anak pada Ibunya

Rasa sayang seorang anak itu sering bagi seorang ibu seperti aku, sering terasa begitu manis dan mampu menggelontorkan segala macam rasa kesal dan lelah.
Mungkin, itu sebabnya meski kehadiran mereka membuatku tidak pernah memiliki waktu untuk diri sendiri, tapi aku tetap merasa amat menikmatinya.
Semua kepolosan mereka dalam mengungkapkan rasa sayang itu benar-benar menjadi air sejuk yang membasuh hatiku
hingga selalu tampil segar dan penuh semangat setiap harinya

Terima kasih ya Allah
Telah Engkau hadirkan anak-anak yang menjadi penyejuk hati
dan penyenang mata


ini gambar Hawna tentang ibu yang sedang menggendong dia. Dia tertawa lebar.  Waktu itu usia Hawna baru 5 tahun

ini gambar Hawna yang sedang didorong ibu ketika naik ayunan. Hawna senang sekali, liat ekspresi muka anak kecil yang merupakan dirinya sendiri. "Ibu dorong ayunan aku di taman." (ini gambar Hawna waktu duduk di TK dan ayunannya ayunan di TK Anak Bangsa)
ini gambar Hawna yang melukiskan tentang ibu yang lagi bisik-bisik ke dia. Liat ekspresi Hawna yang menyimak dengan seksama ibu yang lagi bisik2 di telinganya. 

Jumat, 20 Desember 2013

Bikin BLog BAru: Blog Tentang Fashion

Lama nggak ngeblog karena lagi sibuk nulis dikejar deadline.
Nah... di tengah kejaran deadline itu, aku sering mengalihkan waktuku sejenak untuk melakukan aktifitas selain menulis. Apalagi kalau tidak menekuni hobbiku.
Menekuni hobbi itu penting, karena disamping bisa menyegarkan otak, juga untuk menghindari kejenuhan akibat pekerjaan yang memburu dan itu-itu saja.

Hobbiku ada beberapa. Salah satunya adalah mengamati perkembangan mode alias fashion. Baik itu pakaian, tas, sepatu, atau aksesoris lainnya.
Nah.. karena iseng dan selalu menjadi pengamat diam-diam di dunia Fashion itu, maka aku akhirnya mencoba untk bikin Blog Baru yagn khusus membidik tentang Fashion.

Apa saja tuh?
Ini lagi dikerjain.
semoga tahun 2014 nanti bisa segera Launching.

Jumat, 13 Desember 2013

Hati-Hati, Lagu Nina Bobok Itu Lagu Untuk Memanggil Demit

Pernah ada perdebatan dulu dimana dikatakan bahwa Lagu Nina Bobok itu adalah lagu yang berisi ancaman pada anak dan awal mula diajarkannya budaya kekerasan pada anak-anak.

Coba saja perhatikan syairnya:

Nina Bobo... oh .. Nini Bobo
Jika tidak bobo digigit nyamuk

Nah, kebetulan aku sendiri tidak pernah menyanyikan lagu Nina Bobok pada anak-anakku karena aku lebih suka nyanyiin lagu yang lain, yaitu lagunya Bing Slamet yang berjudul Belaian Sayang. Kata-katanya lebih bagus. Tapi itu terjadi ketika aku mengalami masa long distance dengan suamiku dulu ketika baru punya anak satu (aku di Jakarta dan suamiku di Sydney); segera setelah kami bertemu kembali, suamiku memiliki lagu menidurkan anak yang baru lagi, yaitu lagu Hymne UI... (hahahahaha mentang-mentang dosen dan alumni  UI) atau lagu-nya Sari YOk Koeswoyo yang berjudul Awan Putih Berlalu. Karena tidak pernah menyanyikan lagu Nina Bobok maka ketika ada perdebatan antara psikolog anak yang memberikan statement agar orang tua tidak usah menyanyikan lagu Nina Bobok pada balita mereka karena ada budaya kekerasan disana (yaitu ancaman dan intimidasi) maka aku tenang-tenang saja.

Hal yang agak mengagetkan justru datang ketika hari ini, temanku Arti Ahmad menuliskan di status facebooknya agar hati-hati, lagu Nina Bobok itu adalah lagu untuk memanggil Dedemit.

Penasaran aku. Masa iya sih? Kaget juga. Rada-rada horor gitu. Terus.. ceritanya aku obrolin ini dengan anak-anakku. Anak-anakku tuh ada yang masih kecil, ada yang remaja. Nah, yang kecil mah otomatis langsuung takut ya. Tapi yang remaja langsung cerita bahwa dia dikasih tahu sama temannya bahwa itu ada film horornya dan benar bahwa lagu Nina Bobok itu ada sejarah horornya.

"Hah? Masa sih? Gimana ceritanya?" (aku)
"Ahhh... ibu, aku nggak mau nginget-nginget lagi.. serem banget soalnya." (si remaja)
"Seramnya kenapa? Ceritanya atau lagunya?"
"Lagunya.. ada versi aslinya lagi bu. Dan itu serem banget. Temanku yang cerita."
"Kayak gimana?"
"Ahhh.. ibu nih.. aku kan tidur sendirian .. aku dah ngelupain cerita itu.. aku nggak mau nginget-nginget lagi." (lalu dia mulai menyetel lagu-lagu Korea demi untuk membesihkan isi kepalanya yang katanya jadi teringat dengan cerita versi horor lagu Nina Bobok).

Jadi, akupun browsing karna penasaran dan mendapat keterangan seperti ini:

 (ini aku kutip dari http://pulsk.com/294372/Sejarah-Dibalik-Lagu-Nina-Bobo-Konon-Mengerikan.html)
 Sejarah Mengerikan Dibalik Lagu Nina Bobo - Siapa yang tidak tahu dengan lagu Nina Bobo? lagu yang biasanya dinyanyikan seorang ibu kepada anaknya sebagai pengantar tidur. Ternyata di balik lagu Nina Bobo ini tersimpan cerita yang mengerikan. Judul lagu lagu 'Nina Bobo' ini anak perempuan blasteran Indonesia-Belanda yg lahir di tahun 1871. Nama lengkapnya Hele nina Mustika Van Rodjnik. Ibunya orang Jawa, sehari-hari kerja sbg penari. Bapaknya Belanda, namanya Kapten Van Rodjnik Kabarnya sejak si Helenina masih bayi, dia selalu susah tidur.
Setiap mau tidur selalu berontak dan nangis-nangis karena susah tidurnya si Helenina tadi, ibunya selalu nyanyiin senandung kecil buat mancing Nina tidur, lama kelamaan Helenina jadi terbiasa harus dinyanyiin dulu sebelum dia tidur. Setiap malem kalau nggak dinyanyiin dia nggak bisa tidur Karena kebiasaan ini, Kapten Van Rodjnik minta sama istrinya untuk sekalian ngebuat lirik penenang, supaya Helenina dan Van Rodjnik bisa ngerti karna di rumah mereka banyak nyamuk, dibuatlah lirik Nina Bobo kayak yg sekarang sering kita denger Di tahun 1875, Helenina sakit parah, demam tinggi.
Gara-gara sakit itu, dia nangis setiap malam Sakitnya Helenina berkepanjangan. si ibu tiap malam terus-terusan nyanyiin Nina Bobo supaya si Nina bisa tidur. Sampai akhirnya di tahun 1878 Helenina meninggal, waktu itu umurnya masih 6 tahun. Keluarga Van Rodjnik sedih, ibunya engga bisa nerima kematian Helenina Seminggu setelah kematian Helenina, Kapten Van Rodjnik ngedapetin istrinya nyanyiin lagu Nina Bobo di kamar mandi. Suaranya menggema, Setelah ditanya Kapten, istrinya bilang kalau dia ngedenger Helenina nangis di situ. Jadi dia inisiatif buat nyanyiin Nina Bobo.Setelah kejadian itu, karena sedih dan ngerasa kehilangan, ibu Helenina masih suka nyanyiin lagu Nina Bobo selama bertahun-tahun.
Sampai akhirnya Ibu Helenina (yg namanya Mustika) meninggal di tahun 1929 Setelah kematian Ibu Mustika dan Helenina, Kapten Van Rodjnik tinggal sendirian di rumah tadi. Katanya ada beberapa kejadian yang menimpa si Kapten Pernah beberapa kali Kapten Van Rodjnik ngedenger suara bayi nangis, tapi dia nggak perduli dan langsung tidur. Akhirnya bbrp kali juga dia kebawa mimpi tentang anak kecil nangis. Mungkin si Helenina tadi. Sampai puncaknya di suatu malem, Kapten ngedenger suara anak kecil nangis lagi. Tapi dia nggak perduli dan langsung tidur.
Akhirnya pas tengah malem si Kapten dibangunkan oleh tangan anak kecil umur 6 tahun yangnangis-nangis. Mungkin itu si Helenina. Katanya si anak ngebangun sambil ngomong. Yang kira-kira bunyinya, "Papa.. Kok papa nggak nyanyiin buat Nina?" Setelah malam itu, pikiran Kapten jadi keganggu. Akhirnya dia selalu nyanyiin lagu itu sendirian di kamarnya tiap malam, sampai dia meninggal.
Konon katanya ketika anda menyanyikan lagu ini untuk pengantar tidur anak â?? anak anda yang masih bayi, tepat ketika anda meninggalkan kamar tempat anak anda tertidur. Nina akan datang ke kamar anak anda dan membuat anak anda tetap terlelap hingga keesokan paginya.

Waaaahh.... seram juga (aku langsung bacain cerita ini ke anak-anakku, tentu dengan pengaturan suara agar dapat kesan horornya, akhirnya anak-anakku sepakat tidak mau nyanyiin ini lagi). Kalau kalian?

Status Teromantis di tahun 2013 Versi Facebooknya Ade Anita

Eh... Sudah menjelang akhir tahun nih. Seperti biasa, aku biasanya selalu membuat tulisan yang berisi refleksi apa yang sudah aku lalui di tahun 2013 ini. Nah, tadi aku lihat ada fitur Year on Review di Facebook. Jadi aku klik dan ternyata Facebook menampilkan semua status kita yang banyak dikomentari oleh pengunjung. Nah, salah satunya adalah ini. Aku Suka baca status ini.... dan bersyukur karena dikaruniai suami yang baik hati dan anak-anak yang luar biasa menyejukkan hati. Semoga tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya selalu demikianlah yang dikaruniai kepadaku, Aamiin.

semangat untuk terus belajar dan belajar

[Lifestyle] Suatu hari, seseorang tiba-tiba saja mengirimiku sebuah gambar di inbox facebookku. Siapa yang menyangka bahwa kiriman gambarnya ini membuat aku dan dirinya akhirnya berkenalan dan terjalinlah sebuah hubungan silaturahim.

Apa gambarnya:
Gambarnya ini nih:


Kamis, 12 Desember 2013

Target di tahun 2014 bagian kedua

Ini targetku alias resolusiku di tahun 2014 bagian kedua.
Loh? Kenapa bagian kedua? Bagian pertamanya apa?

hahahaha
Karena bagian pertamanya adalah belajar main gitar dulu. Saat ini aku baru diajari 2 kunci sama suamiku, itu pun gak lancar-lancar gara-gara akunya kurang berlatih dengan giat karena sibuk dengan kegiatan lain selain berlatih. Yang nulis kek, main game kek, nonton dvd korea, jalan-jalan, ngurus anak, beberes rumah... waaaa.. pokoknya ribet sendiri dan merempongkan diri sendiri... akhirnya... gak pernah berlatih. Jadilah yang aku kuasai hanyalah mengiringi lagu "NAIK NAIK KE PUNCAK GUNUNG'. tapi.... hehehe.. ada tapinya... cuma sampai di lirik bagian pertama saja.

Naik.. naik ke puncak gunung...

ulang lagi.

naik... naik... ke puncak gunung...

ulang lagi.

naik.. naik.. ke puncak gunung...

"Kapan kita nyanyi ke bait tinggi-tinggi sekalinya bu?"
"Nanti ya nak, kalau ibu dah hafal kunci untuk tinggi-tinggi sekalinya."

hahahahah
Jadilah, target pertama adalah mengiringi lagu utuh naik naik ke puncak gunung itu tadi.
Nah, kalau yang itu dah lancar jaya gemah ripah loh jinawi alon alon asal kelako
tut wuri handayani rawe rawe rantas malang malang putung, barulah aku akan bergerak ke target bagian kedua....  (*maaf, ini pepatah yang asal nyomot jadi gak usah dipikirin nyambung apa nggak... hahaha.. asli ngasal).

Nah.. apa target di tahun 2014 bagian keduaku ? ini dia... ehem.. ehem.. tampil menawan membawakan lagu PERAHU KERTAS.
(oh ya, video dibawah ini dikirim oleh teman sesama blogger yang tinggal di Bogor bernama Winny Widyawati.
Makasih ya Winni.

Gara-garanya aku mupeng liat foto dia di twitter yang lagi megang gitar. hahahaha.










Rabu, 11 Desember 2013

Men Lie More Often but Women Lie Much Better

Sebenarnya, aku iseng nyari lirik lagu daerah yang ada hubungannya dengan pembuatan novel terbaruku. Tapi, ada sebuah berita seuprit yang muncul tiba-tiba dan itu langsung menyita perhatianku. Yaitu sebuah headline artikel dengan judul "seperti inilah wajah-wajah pria setia". Wah. Sepertinya menarik. Jadilah aku mengkliknya dan membacanya.

Di artikel tersebut (yang mengutip dari Dailymail, Kamis, 6/12/2012) sebuah  penelitian yang dilakukan oleh University of Western, Australia  merekrut 200 relawan dan memotret semuanya. Kemudian 68 orang asing diminta menilai dari kepala dan bahu untuk dinilai seberapa besar kemungkinan para relawan itu untuk tidak setia.

Yang menarik adalah, dengan melihat potret tersebut, ternyata wanita lebih pandai dalam menilai mana pria yang lebih setia ketimbang pria. 
Wanita bisa menilai pria dari wajahnya, sebaliknya pria sulit membaca wajah wanita. Sikap wanita yang tenang membuat pria sulit menilai wanita dari wajahnya
alias:
Hasilnya, para wanita ternyata secara akurat memilih mana laki-laki yang rawan berselingkuh. Analisa menunjukkan, relawan wanita menghubungkan maskulinitas dengan perselingkuhan.
Sebaliknya pria kurang bisa menebak wanita yang mempunyai sejarah perselingkuhan.
Peneliti Profesor Leigh Simmons mengatakan, perempuan mungkin lebih baik dalam tugas ini karena pengalaman wanita yang lebih banyak kehilangan atau ditinggalkan kekasihnya.
"Kami menyimpulkan kesan kesetiaan secara seksual dari wajah memiliki kebenaran, setidaknya untuk perempuan, dan mereka bisa membantu orang menilai kualitas calon pasangan," katanya.

Jadi... penasaran kan seperti apa wajah-wajah pria yang tidak setia itu? hehehe. Ini dia hasilnya.

Dari hasil penelitian itu disimpulkan:
1. Pria dengan wajah maskulin dengan ciri rahang yang tajam, dahi yang lebar, dagu persegi, atau alis yang menonjol adalah pria yang rawan berselingkuh.
Pria tipe seperti ini adalah pria macho yang memiliki testosteron banyak.  Penampilan pria macam itu bisa menunjukkan gen yang bagus dan kemampuannya memiliki anak yang sehat. Namun dengan kadar testosteron yang tinggi, pria tipe ini cenderung moody dan kasar serta rawan selingkuh alias tidak setia.
2. Pria tipe Wimpier dengan wajah biasa adalah pria yang setia. Perempuan yang mencari hubungan jangka panjang akan cenderung tertarik pada tipe wimpier. Meski penampilannya tidak sekeren pria maskulin namun pria tipe ini lebih stabil dalam kehidupan rumah tangga dan jarang berselingkuh.
Penelitian ini diterbitkan dalam Royal Society journal Biology.(MEL/IGW)
Nah... gara-gara baca artikel ini, lalu aku jadi teirngat sebuah quotes yang mengatakan bahwar Men lie more often but women lie much better. Artinya, bisa jadi para lelaki di dunia ini lebih sering berbohong tapi dalam hal ini, perempuan itu adalah makhluk yang lebih pandai dalam berbohong :))

Terbukti kan, pria jadi sulit mengetahui wajah perempuan mana yang suka berbohong, tipe seperti apa, atau bagaimana cara mengetahui apakah seorang perempuan itu berbohong atau tidak.
Tapi... pasti ada alasannya dong kenapa perempuan itu lebih pandai berbohong. Nah... tadinya kayaknya aku baca di artikel yang lain. Besok saja ya bersambung lagi. Harus siap-siap nganter anak sekolah sepertinya dakuh.

http://www.askheartbeat.com/ahb2010/day-16-40-days-of-rain-on-dbr-black-men-one-trick-and-lie-after-another/
gambar gak ada hubungannya sebenarnya tapi semoga sih nyerempet-nyerempet isi tulisanku ini. 


Rabu, 04 Desember 2013

Menyentil Masyarakat Lewat Kaleng Biskuit Khong Guan

[Lifestyle] Sudah pernah melihat meme yang terinspirasi dari biskuit Khong Guan seperti ini belum? 
gambar diambil dari sini
gambar diambil dari sini
Hahaha... lucu ya gambar di atas ini. Ini pelesetan dari gambar lukisan asli yang ada di kaleng biskuit Khong Guan.

Sisi Lain Dari Penolakan Pekan Kondom Nasional

[Lifestyle] Akhirnya, setelah menerima tekanan besar-besaran dari berbagai lapisan masyarakat terhadap pelaksanaan Pekan Kondom Nasional pun dihentikan.

"Sesuai hasil pertemuan dengan KPAN dan DKT Indonesia, Kementerian Kesehatan telah meminta DKT Indonesia untuk menghentikan kegiatan kampanye dengan menggunakan bus bertulisan Pekan Kondom Nasional," tulis siaran pers Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan, seperti dilansir setkab.go.id, Rabu (4/12/2013) (sumber diambil dari liputan6.com).
Sebagaimana diketahui, DKT adalah pemrakarsa dan pelaksana kegiatan Pekan Kondom Nasional, dimana dalam hal ini disponsori oleh sebuah perusahaan kondom terbesar di Indonesia, dan kegiatan ini sepenuhnya diketahui oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN).
Ini ada beberapa liputan laporan yang diturunkan sehubungan dengan penghentian tersebut, yang aku ambil dari website Hidayatullah:

Selasa, 03 Desember 2013

To Run My Own Playlist

{Lifestyle} Ini totally masalah selera. Aku sering deh, pingin nyanyi sebuah lagu tapi nggak tahu gimana caranya. Lagian, nggak semua orang di rumah yang suka dengan selera musikku. Itu sebabnya, sejak 4 (baca: empat, bukan emprat) tahun yang lalu, aku selalu menambahkan satu point dalam resolusi yang ingin aku wujudkan di tahun depan: pingin belajar main gitar.

Apa hebatnya bisa main gitar?
Untuk orang yang tidak terlalu suka musik, ini pasti sebuah keinginan yang rada-rada lebay. Tapi, aku suka. Bahkan meski kesukaanku pada musik juga masih dalam taraf biasa-biasa saja sebenarnya. Tapi, asyik saja rasanya kalau lagi BETE, kita ambil gitar, duduk silang kaki dan meletakkan gitar di atas paha lalu memetiknya dengan lembut sambil bersenandung.

Minggu, 01 Desember 2013

Race Terakhir Untuk Paul Walker

[Lifestyle] Senja baru saja beranjak satu jam yang lalu ketika suamiku memberitahu sebuah berita duka:

"De, pemeran film Fast and Furious Paul Walker meninggal dunia karena kecelakaan."

Deg. Itu kan film kesukaanku, dan Paul Walker itu adalah salah satu bintang utama di film itu menemani si manis dan ganteng Vin Diesel.

"Eh... beneran?"
Rasanya tidak percaya. Jadi, yang terbayang justru senyumnya Paul Walker.



Mensosialisasikan Kondom atau Mensosialisasikan seks bebas?

[Lifestyle] Agak-agak kaget juga aku pagi ini ketika melihat gambar bis yang penuh ditempeli iklan PEKAN KONDOM NASIONAL.  Wah... seronok banget, apalagi ada gambar duta kondom disana yaitu Julia Perez dengan pakaian yang seksi abis dan nampilin kesan pelacur murahan yang menanti pelanggan.

gambar diambil dari facebook

Kamis, 28 November 2013

Kala Diam Tak Selamanya Emas

(catatan ketika sakit): Ketika akhirnya asuransi kesehatan diganti dengan asuransi kesehatan yang lain dimana standar berobatnya lebih ribet dan banyak merogoh duit dari dompet pribadi, aku kian merasa bahwa biaya berobat itu mahal sekali. Dan tanggapan dokter keluargaku adalah:

"Yaaa... protes dong ke kantor suamimu. Jangan mau lagi pake sistem asuransi kesehatan seperti ini."

Lalu dokterku cerita bhw pihak dokter sendiri, sebenarnya diperah dengan adanya kebijakan layanan kesehatan utk orang miskin. Dengan bayaran yang sangat kecil, 1 orang dokter bisa melayani hingga lebih dari 50 orang dalam sehari. Benar-benar pekerjaan pengabdian. Dan itu masih dituntut dengan keinginan pasien yang bermacam-macam.

Seorang saudara saya, dia seharusnya pensiun tahun ini. Tapi, ternyata rekan sejawatnya tidak ada yang bersedia menggantikan posisi dia sebagai dokter di rumah sakit pemerintah karena tidak tahan dengan  tekanan yang harus diterima: gaji kecil, waktu kerja yang membelit, tuntutan pasien yang banyak, minim fasilitas.

Tapi, tentu saja kita tidak menutup mata dari kenyataan adanya dokter yang memasang tarif amat tinggi pada pasien. Tapi... hei... biar bagaimanapun dalam hal ini pasien bisa memilih kok. Jadi kasus yang ini tidak akan aku bahas. Aku lebih menitik beratkan pada pengabdian para dokter yang tidak ada pilihan lain selain: mengabdi atas nama kemanusiaan.
Aku menaruh simpati pada mereka.
Itu sebabnya aku mendukung jika mereka ingin demo dengan cara mogok kerja kemarin. Toh cuma sehari dan tidak seluruh dokter ikut demo. Ada yang tetap berjaga di rumah sakit kok. Dan menurutku, dokter yang berjaga di rumah sakit itu memang menerima pasien yang tidak bisa ditunda kedatangannya dan harus segera ditangani. Sedangkan pasien yang datang dengan perjanjian atau kontrol biasa, aku pikir sih bukan kasus emergency jika digeser satu hari berobatnya.

Itu pendapatku. Pendapatku tentu saja berbeda dengan pendapat orang lain. Dan berikut ini, adalah sebuah diskusi yang seruuuuu... tentang protes dokter yang ternyata menimbulkan kecemburuan dari profesi lain. Kebetulan, di facebook kemarin ketika berlangsung hari dimana dokter seluruh Indonesia mogok tidak memberikan pelayanan pada pasien selama 1 hari (mogok para dokter), ternyata cukup ramai tanggapan banyak orang. Nah... aku merekamnya, karena kebetulan ada yang seru, mancing emosi tapi juga ada yang mancing rasa tawa.




Tanggapan untuk mogok ini adalah sbb (untuk alasan menghargai privacy orang lain maka semua nama aku hilangkan pada komen2 ini):

- Tetap semangat .....aku dukung usaha kalian.
 - Selamat berjuang sahabat....
 - Makanya jadi dokter jangan kelewat komersil kali........gak ada duit sorrylah gak kita obati....
- Apapun itu permasalahannya, semua butuh kebijaksanaan dan kedewasaan penyelesaian. Pasti harus ada bedanya antara tindakan, tuntutan, ketidak puasan dan penyelesaian. Semua ada jalur hukumnya. sayang bila Para Dokter sampai demo, meski hanya sehari saja. Bagaimana bila orang sakit yg harus segera ditangani itu meninggal karna Dokternya lagi demo? Siapa yang salah? entahlah... Kemanusiaan memang sering tersakiti... Tapi itu adalah nilai perjuangan... Kenapa selalu ada sumpah jabatan atau bahkan nilai profesionalisme yang harus kita junjung tinggi... Entahlah....
  - Mxxxx saya rasa kalau anda jualan permen aja ada org gak bayar..anda kejar pake golok..makanya jng mw jd org miskin.
 - tanggapannya si Mxxxx: AxxxYxxx  : buka praktek pake judul " hanya menerima pasien kaya dan berduit" .....gitu aza lho kok repot....wkwkwkwkwkwk
Siapa sih orang di dunia ini mau miskin, anda nyadar lho kalo masih hidup di dunia, kalo anda sakit baru kena batunya
 - Bxxx apakah Dokter itu kebal hukum to dok??? Banyak kasus juga dokter nyambi sana nyambi sini dan waktu dengan pasiesn sangat amat terbatas, makanya banyak pasien yang terlantar atau kurang tertangani dengan baik bukan???
 - Mxxxx dan Bxxxx: hak dokter utk menerima jaminan hukum saat bekerja, jika sdh sesuai dgn standart operasional, dan pasien meninggal, apa dokter harus dituntut? .Dokter bukan Tuhan toh?
Sbg contoh saja, bisakah menuntut pengacara yg membuat kalian kalah di pengadilan?
Semoga seluruh keluarga besar kalian sehat semua, dan tak perlu berurusan dg dokter di Indonesia
 - Bxxx: tahukah kenapa dokter berputar2 tempat kerja spt gasing? Tdk seperti di luar negeri bukan ?
Ya, krn di luar negeri, dgn jadi dpkter pegawai negeri saja, sdh terjamin seluruh kesejahteraan hidupnya.
Yg perlu dituntut itu adalah, pemerintah, yg mengalokasikan dana utk kesehatan yg kurang dr 2,5 % dr APBN, padahal utk mendapat layanan kesehatan yg layak, seharusnya dana kesehatan sebesar minimal 5 % dr APBN.
Apa yg mau diharapkan, dr dana kesehatan yg sedemikian kecil?
Kita tunggu kelanjutannya di BPJS 2014 yg belum jelas juntrungannya!
 - anda tidak bisa mengatakan dokter kebal hukum dengan berdalih urusan tuhan, kalu anda salah dalam bekerja anda harus siap menanggung resiko hukum.itu juga berlaku untuk semua profesi.saya juga insinyur kalau salah mendesain dan mengakibatkan orang celaka saya tak bisa berdalih nyawa kan urusan tuhan, maka sayapun siap dipenjara.anda harus gentle dong, jangan cengeng.kalau anda memang profesional siaplah menanggung resiko hukum.
 - Beda pendapat itu wajar dan sehat tp komentar2 yg emotip dan tanpa kemauan memahami duduk persoalan yg sebenar hanya mengkusutkan persoalan.Sinyalemen2 tanpa didukung data dan faktaitu serba atau cenderung "bias".
 - Siapa yg cengeng? Coba ikuti dulu kasus dr Ayu SpOG, sdh dibebaskan murni dr Pengadilan Negeri Menado, kenapa masih bisa dihukum bersalah ?
Kalo kasus sdh ditangani sesuai standard operasi, dan hasil tdk sesuai spt yg diharapkan, dlm hal ini dokter tdk bisa dituntut.
Siapa yg minta kebal hukum ? Apa ada orang yg kebal hukum? Selain pejabat-pejabat politik?
 - Kalau menurut saya, membuat aksi solidaritas boleh-boleh saja. Tapi tetap jangan meninggalkan pekerjaan dong ... kalau lantas pekerjaan ini dijadikan semacam bargaining position untuk memenangkan sebuah tuntutan ... waaaa .. sudah menjadi rezeki dan resikonya, sebuah profesi itu dijalani .. namun hendaknya menghadapi resiko yang ada janganlah memperbesar lagi perspektif resiko lainnya ... persoalan hukum jika ini dianggap pelik, mestinya dilakukan dengan pembelaan hukum ... dan boleh saja berdemo seperti demo buruh atau demo mahasiswa , tapi mohon jangan meninggalkan pos pekerjaan yang vital menurut saya sebagai elemen atau tiang kehidupan ... dokter itu penyembuh, semestinya punya jiwa yang teduh .. dan boleh tooh .. karena memang besar jasanya kepada kehidupan, maka para dokter pun memiliki status sosial dan kemapanan yang di atas rata-rata ..
 - Masih juga anda mengelak hukum berpegangan pada standar operasi biar tahu ya, saya misalkan desainnya sudah standar operasi tetapi tetap juga orang celaka maka saya pun harus siap dipenjara dan dipecat.jadi kenapa anda masih ngotot nina karmila?
 - Tidak semua tindakan Dokter itu bisa menyelamatkan nyawa orang ( walaupun sudah mengikuti prosedur yg benar ), tapi jangan " kriminalisasi Dokter "...sy. setuju tindakan para Dokter,....semangat..!!!!!!
 - Rakyat ini sudah terlalu manja dng smua pelayanan gratis..murah yg di janjikan pemerintah..citranya manis tp memeras tenaga kesehatan dng gaji murah..jng salah kan nakes memberi pelayanan tak paripurna dng gaji 2000 perak..pasien tdak selamat lnsung di penjara..kalau takut celaka berobat aja keluar negri..apa situ mampu? Kalau sy sakit..ya pasti teman2 sy yg obati..kalau mati jg..ya sdah waktu saya menghadapnya..gt aja gak pke repot..
 - dokter, insinyur ataupun siapapun selama masih manusia, bisanya cuma berusaha sebaikmingkin, hasilnya hanya Alloh yang menentukan,....... Setuju??????
 - Buat kawan-kawan Dokter....Khan sudah ditangani secara hukum dan hukum ada aturan mainnya, coba bermainlah di ranah hukum, kalo meninggalkan pasien artinya tidak bertanggung jawab...
 - Berdebat wajar tp stick to the issue
 - Mmg debat kusir bicara sma org gak ngerti masalah..cape deeh..
 - Ya makanya jangan pake emosi...lihat permasalahannya, karena yang banyak dikomplain masyarakat adalah para dokter menelantarkan pasien karena demo seharian...khan IDI punya kuasa hukum jadi gak perlu takut para dokter untuk bekerja....kalo bener khan gak mungkin dikomplain...
 - Kalau memang itu saya rasa benar dan bisa saya cerna dengan baik dengan nalar saya, ya, dengan senang hati saya ikut demo .. sebagaimana dulu ikut membela Prita, ibu yang lemah dan dipenjarakan ... karena demi kebaikan, bukankah semuanya ingin demi kebaikan ..
 - Setiap orang yang terikat pada hubungan kerja sebagai sumber penghasilan apapun tingkat status sosialnya pada hakekatnya adalah BURUH. Dan buruh dimanapun punya kebebasan untuk protes bahkan mogok.
 Keputusan untuk protes oleh kelompok apapun pasti sudah lewat pertimbangan yg tidak sembarangan. Dan lepas kita setuju atau tidak pada protes2 mereka, kita harus menghormati hak mereka untuk protes maupun mogok. Sebab tanpa hak ini BURUH tak akan ada bedanya dengan budak. Dan budak adalah mereka yg menjadi korban perampasan hak dan kemerdekaan
 - Hak juga bagi masyarakat untuk memberi penilaian dan saran, mas Waluya Dimas ... hanya karena masyarakat percaya kepada dokter sebagai agen penyembuhnya, maka janganlah lantas dokter juga egois menempatkan dirinya ... kalau saja kebaikan yang menjadi tujuan bersama, kalaulah memang proses hukum macet misalnya, maka biar pula masyarakat ikut memberi penilaian dan lalu ikut berjuang membela para dokter ... bukankah hidup yang baik saling tolong-menolong ... jika ada yang susah dan terkena dilema penindasan, bukankah dengan gotong royong bisa saja menjadi harapan ... tapi dengan konsep SEHARI TANPA DOKTER nurani saya kok jadi ikut TERLUKA ...
 - Saya tidak mau menggurui siapa saja. Dan ini menyimpang dari ISSUE pokok Status Bu Dokter Nina Karmila. Sejauh pengalam saya sebagai demostran, Demonstasi adalah menamilkan HIGH LIGHT persoalan untuk membuat siapa terofokus pada masaalah, Dan tentu saja dalam menjalankan protes Dokter2 tidak akan menterlatarkan pasien yang "CRITICAL" atau dalam situasi " EMERGENCY". Untuk ini pasti ada plan untuk menolong pasien, Sedang hal2 yang elektip tidak ada pengaruh fatal bila ditunda. 
 - Numpang lewat. ^ ^)v
 Yang saya heran, kok komentarnya mbak Dedet Erawati dan mas Dwi Klik Santosa juga mas joko prayitno yang memberikan solusi elegan kok gak ditanggapi yah.?
 .
 Btw, sebagai penghangat suasana.
 Demi Allah, saya bersumpah bahwa :
 Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan;
Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya;
Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang berhormat dan bermoral tinggi, sesuai dengan martabat pekerjaan saya;
 Kesehatan penderita senantiasa akan saya utamakan;
Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter;
Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran;
Saya akan memperlakukan teman sejawat saya sebagai mana saya sendiri ingin diperlakukan;
Dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita, saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik kepartaian, atau kedudukan sosial;
Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan;
Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kedokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan;
 Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya.
 *lanjuuttt...
 - Di bawah ini adalah kronologi hukum medis yg membuat saya tak habis pikir melihat para dokter membabi buta demo membela temannya yg jelas2 bersalah :
Kronologi singkat
Peristiwa berawal ketika dokter Ayu cs melakukan operasi sesar terhadap Julia Faransiska Makatey (Siska) di
RS Prof. Dr. RD Kandou Manado. Siska saat itu dibius total. Dokter Ayu kemudian mengiris dinding perut lapis
demi lapis sampai rahimnya, untuk kemudian mengangkat bayi yang dikandungnya.
Setelah bayi diangkat, rahim Siska kemudian dijahit sampai tidak ada pendarahan. Selanjutnya, dilakukan
penjahitan terhadap dinding perut. Dalam operasi itu, dokter Ayu dibantu dokter Hendry sebagai asisten
operator I dan dokter Hendy sebagai asisten operator II. Mereka berdua bertugas membantu memperjelas area
pembedahan yang dilakukan dokter Ayu.
Sebelum operasi dilakukan, dalam catatan MA, ketiga dokter itu tidak pernah menyampaikan kepada keluarga
Siska tentang berbagai kemungkinan terburuk, termasuk kematian. Dokter Ayu cs juga disebut melakukan
pemeriksaan penunjang – pemeriksaan jantung dan foto rontgen dada – setelah dilakukan pembedahan. MA
menyatakan, seharusnya prosedur itu dilakukan sebelum proses pembedahan.
Usai memeriksa jantung Siska, dokter Ayu kemudian melaporkan kepada konsultan jaga bagian kebidanan di
RS tersebut, Najoan, bahwa nadi korban 180 kali per menit. Dokter Ayu juga mengatakan hasil pemeriksaan
denyut jantung sangat cepat. Namun Najoan menyatakan bukan denyut jantung yang cepat, melainkan
kelainan irama jantung atau fibrilasi.
Dokter lain yang menjadi saksi, dokter Hermanus, mengatakan tekanan darah Siska sebelum dibius agak tinggi,
yakni 160/70. Dalam kondisi tersebut, pada prinsipnya pembedahan dapat dilakukan, namun dengan anestesi
risiko tinggi.
Sementara berdasarkan hasil rekam medis yang dibacakan saksi Dokter Erwin Gidion Kristanto SH Sp F, saat
Siska masuk RS, kondisinya lemah dan punya penyakit berat. Berdasarkan uraian para saksi itulah MA
memutuskan dokter Ayu cs “lalai dalam menangani korban saat masih hidup dan ketika pelaksanaan operasi,
sehingga korban mengalami emboli udara yang masuk ke dalam bilik kanan jantung.”
Emboli udara itu menghambat darah masuk ke paru-paru hingga mengakibatkan kegagalan fungsi paru dan
jantung. Akibatnya, Siska pun menunggal dunia. (umi)
 - Di mna pak insinyur gak habis pikirnya pak? Orang yg lagi asik korek kuping aja bisa mati..apa lg yg lagi operasi..atau pasca operasi..bapak tau gak emboli itu apa? Penyebab emboli pd kasus ini dr mna? Kalau sy jd bpak..sy akan pikir2 dlu berkomentar di ranah yg tidak sy kuasai..dp sy terkihat bodoh dan mempermalukan diri saya sendiri..tks oyaa..ini kasus darurat yah..buktinya bayi korban masih hidup..itu artinya dokter sdh bekerja dbg benar..
 - jangan emosionil, tulisan itu saya copas dari pemberitaan Mahkamah Agung yg jelas merupakan pengadilan tertinggi dinegara ini.Mahkamah Agung tentu saja mempekerjakan orang yg jauh lebih ahli dari anda sebagai penyidik medis.Jadi kesimpulannya kalau anda tidak setuju dengan vonis MA berarti anda turut menghina kecerdasan hakim2 MA .semoga anda sadar dan memperbaiki cara berpikir anda
 - Bapak copas ngerti gak apa yg bapak copas..? Sy perdebatkan pun bapak gak akan nyambung..yg tdk setuju dng keputusan MA itu semua dokter..justru krn kami pintar makanya kami tau ada yg janggal..capee dee
 - ini perdebatan yang baik setelah semua unek2 dikeluarkan, maka yang mengendap yang baik2, yang tersisa yang senyatanya, inilah hidup, bagi mereka yang berfikir
 - Yg salah sistem yg menaungi kita kan bun tapi gak jarang kita yg kena imbasnya, n org lain gak tahu itu.
Anggaran APBN utk kesehatan ini kecil, itupun tak terpenuhi tapi kita smw dituntut memberikan sesuatu yg maksimal.
Tuhan lah itu yang tahu bun..
 - takkan ada yg berubah, selama kita tak berjuang untuk adanya perubahan. Keep spirit boy. Diam, tak selamanya emas.
 - Mempertanyakan keputusan Pengadilan tidaklah berarti "menghina". Apalagi dengan adanya pandangan2 dan kejadian bahwa keputusan pengadilan bisa mengundang keraguan. Salah satu contoh adalah kasus M. Akil yang dikomentari "pejabat" bhw Akil sedang APES tertangkap, karena banyak orang lain yang "melakukan"
 Pengadilan sadalah tempat mencari"KEADILAN", tak sekedar menentukan " salah/benar " secara hitam putih, dengan pendekatan secara "humane". Dan karena itulah nama BUI atau PENJARA diganti menjadi LEMBAGA RAHABILITASI KEMASYARATAN (seingat saya). Mereka yang kena dan menjalani sanksi hukum, melalui proses Rehabilitasi ini diharapkan akan bisa kembali berpartisipasi secara aktip lagi dalam kehidupan bermasyarakat.
 Dalam menemukan salah/benar, ada kadar tingkat yang berbeda dari yang tegas tingkat kejahatan yang sengaja untuk mengeruk keuntungan dan ada yang terjadi bukan karena sengajaan atau "profitable" untuk pelanggar.
 Dalam hal ini ada sanksi2 yang berbeda atas tindak kejahatan (KRIMINAL) dan untuk yang bukan karena unsur kejahatan. Dalam kasus "non criminal" mungkin saja menyangkut keteledoran yang tak sengaja harus dipertimbangan factor2 ketidak sengajaan mungkin saja terjadi karena keadaan itu petugas sudah capai karena jadwal kerja, harus cepat mengambil keputusan dalam keadaan kritis. atau sedang menghadapi persoalan yang bisa dilematik., sehingga terjadi " over sight"
 Untuk masaalah non kriminal ini biasanya yang menyangkut segi2 praktek profesional yang tak mendapatkan "keuntungan" dengan "pelangaran atau kesalahan" yang dilakukan ada banyak sanksi yang cocok dan efektip seperti antara lain: 1. Dapat peringatan keras agar tak melakukan keteledoran lagi. 2"Good behavior bond" ini ditentukan bila dalam jangka waktu tertentu melakukan kesalahan lagi akan mendapatkan"hukuman". 3. Untuk sementara waktu hanya boleh tetap menjalankan tugas dibawah "supervision" untuk meningkatkan kompetensi. 4. Dicabut ijin kerja dalam bidangnya.
 Bukankanlah tidak mustahil dibalik keputusan Hakim ada pesan yang tersimpan seperti dalam kasus Angie yang dihukum 12 tahun sebagai peringatan agar jangan ada yang berani berbuat seperti Angie. Mungkin juga bisa sebagai usaha membangun citra bahwa keputusan pengadilan memang adil dan masyarakat harus percaya.
 Lepas dari hal2 yang di atas Protes Dokter untuk solidaritas decriminalization Dokter Ayu adalah legitimate protes dan tak pantas untuk dicibirkan. Kenapa ? Bila saja Dokter2 dalam menjalankan tugas selalu dibayangi trauma ancaman menjadi kriminal, maka dampak dalam kehidupan masyarakat akan sangat merugikan buat kita semua.
 - Buat kita orng awam yg tdk berprofesi kedokteran hidup dn matinya bukan ditangan mereka ttp bila kita lihat dr pokok permasalahannya emboli udara yg masuk kejantung itu adalah bukan perbuatan yg disengaja sehingga pasiennya meninggal dn setiap operasi kan ada rekam medik nya itu yg menjadi bukti selama berlangsungnya operasi. Jika para dokter melakukan aksi demon sehari adalah sah2aja dn itu hak mereka dn jgnlah diskriminalisasi profesi mereka. Km mendukung....
 - Terima kasih atas dukungannya dan pemahaman akan persoalan yg dihadapi dokter-dokter dlm menjalankan tugasnya mbak Fransiska Dachi, mas Waluya Dimas.
Dan salah satu butir sumpah Hipocrates, adalah, memperlakukan sejawatmu seperti saudara kandungmu.
 - tu insinyur ngotot biaren ajee, emang dipikirin...kt jg ngotot dgn pendirian kt krn kt yg memahami lebih mendalam realitas medis d lapangan.
G tau dia bahwa dapat dilakukan operasi emeregensi dengan TD sesaat mau operasi hampir 200 mmhg ,tp operasi tetap dilakukan dan tekanan darah diturunkan saat operasi dipersiapkan sampai berjalannya proses operasi..
emboli paru itu munculnya bisa kapan saja dan tiba2, tidak terduga ,bisa saja saat operasi sedang dilakukan atau setelah operasi...
Ni insinyur hebat banget mgkin..bisa ngeramal gempa bumi kapan datangnya.
 - Mereka g paham kk yg mana efek samping, komplikasi dan unpreventable death..foto, EKG, tes darah dapat berubah cepat dalam kasus perburukan yg tiba2 dan dapat diulang dalam interval waktu yg singkat sehingga post operasi bs lg dilakukan..
dasar sableng...tp opini dari orang yg jg merasa uda tau banyak (pikirnya), biarin ajeee.



Panjang ya diskusinya....ternyata, di tempat lain mogok para dokter ini memicu tanggapan dari profesi lain:



Jomblo terus menerus di-bully kenthirpedia. Ayo jomblo, mogoklah biar kenthirpedia kehabisan bahan...
-  banyak profesi di Indonesia yg kurang dihargai.. termasuk salah satunya jg Apoteker... padahal sekolahnya mati2an 5 tahun.. tp kurang dihargai dan hanya dikenal sbg "dodolan obat"
guru juga human, kak. ingin punya rumah yang didesain arsitek dan tidak membayarnya dengan pecel lele. 

hahahha.... lucu deh, jadi melebar dan keluar dari konteks tujuan demo yang elegan.



Minggu, 24 November 2013

Cara Menghubungkan Facebook Dengan Twitter

Seorang teman semalam mengirimkan sebuah pertanyaan di timeline facebook, yaitu bagaimana caranya mengatur ulang hubungan yang sudah dia buat antara twitter dan facebook. Kebetulan aku sedang di jalan waktu itu jadi aku hanya menjawabnya dengan singkat: cari di seting. Jawaban ini sebenarnya jawaban yang menyebalkan. Aku tahu, pasti temanku itu sebal karna aku sendiri gak suka kalau sudah tanya serius tapi cuma dijawab dengan jawaban "cari di settingannya".

Nah. Untuk mengobati rasa bersalahku, aku akhirnya bikin tulisan ini. Semoga bukan cuma temanku itu saja yang bisa terbantu tapi juga teman-teman lain yang barangkali punya masalah yang sama.

Cara menghubungkan akun Facebook dengan Twitter itu adalah sebagai berikut:

1. Dimulai dengan membuka timeline facebook kita tentunya. Nah, di pojokan atas kan ada tanda seperti " * " disana, nah, coba diklik. Nanti kan turun tuh pilihan, pilih deh Privacy Setting.



2. Setelah itu, pilih Followers. Setelah pilih Followers, maka akan muncul piihan berikutnya, pilih yang twitter.

3. Jika sudah dipilih twitter, maka akan muncul pilihan berikutnya. yaitu pengaturan apa saja yang ingin dipublish di twitter. Nah, jika punya fans page, itu juga bisa dihubungin dengan Twitter loh.




Nah... demikianlah. Semoga bisa membantu ya. Maaf kemarin asli aku lagi di jalan jadi nggak bisa bantu banyak.

Sabtu, 23 November 2013

Bagaimana Cara Mengetahui JIka Kita Hamil?

Coba ingat-ingat, kapan pertama kali kita mau tahu sebenarnya gimana sih seorang perempuan itu tahu bahwa dirinya sedang hamil?

Segera setelah dia menikah? Itu sih karena memang mengharapkan diri sendiri segera hamil setelah menikah. Atau pada mereka yang belum mau punya anak, maka pasti deg degan untuk mengetahui apakah kita hamil atau tidak jika tiba-tiba si tamu bulanan yang rutin datang tiba-tiba tidak datang.
Hmm.
Jika begitu, lebih baik kemungkinan di atas dicoret saja. Karena itu pasti ya rasa mau taunya muncul.

Di usia yang lebih muda deh. Kapan rasa ingin tahu itu muncul?
Aku sendiri sebenarnya nggak ingat.
Hingga tiba-tiba anak bungsuku yang baru berusia 7 tahun tiba-tiba menanyakan hal itu ketika kami sedang duduk bersama mengelilingi meja makan bundar.

"Bu, gimana kita caranya perempuan tahu bahwa dia lagi hamil?"

Agak kaget juga sebenarnya dengan pertanyaan ajaib ini. Mau dijawab serius, dia baru berusia 7 tahun. Nggak dijawab serius, nanti dia penasaran dan malah dapat informasi yang salah dari pihak lain. Jadilah aku ngobrol sama putri bungsuku ini.

"Perempuan hamil itu, bisa tahu kalau dia hamil biasanya... dia ngerasa mual dan mau muntah melulu bawaannya. Nih... kamu pernah nggak udah makan kenyang nih, terus perut kamu kan terasa penuh tuh. Pernah nggak?"

Putriku mengangguk (dan percaya padaku, wajahnya amat serius menyimak)
"Nah, kalau perut sudah kenyang dan terasa penuh, terus kamu disuruh makan lagi, minum lagi, apa yang kamu rasain?"

"Ihh,, aku pasti mual dan mau muntah. Malahan, aku muntah kali karena udah nggak muat lagi perutku."

"Nah.. begitu juga kondisi perut orang yang lagi hamil. Jadi, perut kita kan cuma segini, terus tiba-tiba ada tambahan bayi di sana, dan bayinya itu butuh tempat kan... jadilah dia harus berbagi tempat dengan makanan dan minuman yang masuk ke dalam perut kita. Akhirnya, jadi terasa mual dan mau muntah terus deh bawaannya."

diambil dari sini gambarnya
"Oh... pantasan orang yang lagi hamil suka mau muntah gitu ya."
"Iya... tapi, bukan berarti karena dia mual dan muntah melulu jadi nggak makan. Dia harus terus makan. Karena makanan pertama yang masuk ke mulutnya itu, pasti diserap sama bayi di perutnya. Terus buat dia sendiri  apa? Kalau dia makannya sedikit atau diet gitu, maka dia nggak kebagian makanan. Jadilah, orang hamil itu suka pusing dan lemes mau tidur mulu bawaannya. Karena dia kurang asupan sebenanrya. Makanya biar nggak pusing dan lemes dan ngantuk dia harus tetap makan dan juga minum vitamin."

"Oh.. pantas banyak ibu-ibu hamil yang suka pusing dan lemes."

"Iya.. yang terakhir, bisa dicek pipisnya. Kandungan air pipis itu kan macam-macam. Nah, salah satunya itu ada yang ngasih tahu bahwa ada kehidupan lain di perut kita ya lewat air pipis itu. Makanya untuk mastiin dia hamil apa nggak biasanya perempuan suka ngecek air pipisnya pake alat tertentu."

"Oh... iya, aku pernah lihat perempuan yang nampung air pipisnya terus dicelupin alat. Itu buat tahu dia hamil atau tidak ternyata."

"Iya... bener. Sudah jelas, atau masih ada yang mau ditanyain lagi?"
"Udah, cukup. Aku ngerti sekarang."



(alhamdulillah... ternyata nggak terlalu sulit menjawab pertanyaan anak kecil yang satu ini).

Minggu, 17 November 2013

6 Model Atasan Wanita Yang Melangsingkan

[Lifestyle] Berat badanku itu sebenarnya sama sekali tidak bisa dimasukkan ke dalam kelompok perempuan berbadan langsing. Jadi, bukan kepala 5 apalagi kepala 4. Pokoknya, kelas berat deh. Dulu sempat minder sebenarnya. Dan berusaha keras untuk menurunkan berat badan dengan olahraga dan diet makanan. Tapi akunya malah jadi jatuh sakit karenanya. Jadi, suamiku hanya berpesan:

Model Meja Mesin Jahit Idamanku

[Lilfestyle] Pagi ini, aku kembali menyelesaikan tulisan calon novelku yang belum juga selesai-selesai. Fiuh (ngelap keringat). Hari masih pagi ketika aku bingung sebenarnya nama kepala tempat tidur di bagian kaki tempat tidur apa ya? Jadilah aku buka google. Ketemu sih, ternyata disebut juga papan bawah tempat tidur. Rasa nggak sreg dengan namanya sebenarnya. Tapi, sementara itu yang aku dapat dari hasil mencari di google.

Kamis, 14 November 2013

Nama-Nama Orang Yang Terpanjang di Dunia

Tadi siang, sambil menunggu putri bungsuku pulang dari sekolah, aku bertemu dengan temanku, kita sebut saja namanya Mawar. Seorang ibu-ibu yang masih memiliki tubuh yang indah sekali. Seksi, sintal, dengan dua buah kebanggaannya yang selalu dia busung-busungkan jika sedang berjalan. Pinggulnya selalu berputar megal-megol.

Oh ya. Aku pernah menceritakan perihal beliau dalam tulisanku beberapa waktu yang dulu sekali (lihat: jangan main-main dengan keluguan).
Nah, kali ini, dia bercerita bahwa ada seorang teman prianya yang sering mengiriminya pesan lewat Black Berrynya. Soal itu, lebih baik kita tidak usah bercerita dulu ya. Karena bisa panjang ceritanya nanti.
Nah, (loh, kok nulis "nah" lagi?) tadi siang dia memperlihatkan padaku salah satu isi bercandaan dia dengan si pria tersebut. Isinya tentang tebak-tebakan. Karna si Mawar ini orangnya kenes banget, sambil menggigit bibir bawahnya dan memasang wajah memelas (yang sumpah deh: gemesin banget karena asli manja campur genit), dia bertanya padaku,

"Jeng... nama yang tepanjang di dunia siapa? Tahu nggak?"
Spontan aku pun menjawab,
"Siapa ya? Ini nanya serius kan?"
"Hmm.. nggak tau." (Mawar menggeleng dengan pandangan yang manja)
"Kalau bercanda tulis saja hurufnya yang panjangggg."

Dia pun langsung menulis jawabanku. Tapi ternyata si pria teman chat BB nya malah menulis kata salahhhh disertai tulisan tawa yang meledeknya. Kontan temanku Mawar kembali cemberut dan merenggut. Ngambek. Aku jadi ikut mikirin, siapa ya orang yang punya nama terpanjang di dunia? Sayangnya sinyal hapeku lemot jadi nggak bisa buka google. Kalau nama kota terpanjang di dunia aku tahu, yaitu ibukota Thailand,
Krung Thep Mahanakhon Amon Rattanakosin Mahinthara Yuthaya Mahadilok Phop Noppharat Ratchathani Burirom Udomratchaniwet Mahasathan Amon Piman Awatan Sathit Sakkathattiya Witsanukam Prasit
("Nama ini terdiri atas kombinasi dua bahasa kuno India, Pali dan Sanskerta. Setelah peromanisasian bahasa ini, nama tersebut ternyata seharusnya ditulis sebagai Krung-dēvamahānagara amararatanakosindra mahindrayudhyā mahātilakabhava navaratanarājadhānī purīrāmasya utamarājanivēsana mahāsthāna amaravimāna avatārasthitya shakrasdattiya vishnukarmaprasiddhi, yang artinya "Kota malaikat, kota besar, kota intan abadi, kota Dewa Indra yang tidak tergoyahkan, ibu kota agung dunia yang dikaruniai sembilan batu permata berharga, kota kebahagiaan, penuh dengan Istana Kerajaan yang sangat besar yang menyerupai surga dimana pemerintahan adalah reinkarnasi dewa-dewa, sebuah kota yang diberikan oleh Indra dan dibangun oleh Wisnu").

Hasilnya, sore ini, sambil menonton On The Spot di Trans7, aku mulai memasukkan kata kunci "nama terpanjang di dunia" dan hasilnya... Haiyaaaaa.... ternyata ada manusia yang memberi nama anaknya lebih panjang dari nama raja Thailand tersebut dan manusia itu sama sekali bukan seorang keturunan raja. Tapi seorang penggemar olah raga tinju.
Fiuh.

Ini dia namanya:
Autumn Sullivan Corbett Fitzsimmons Jeffries Hart Burns Johnson Willard Dempsey Tunney Schme ling Sharkey Carnera Baer Braddock Louis Charles Walcott Marciano Patterson Johansson Liston Clay Frazier Foreman Brown"
(nama ini terdiri dari 27 suku kata yang diambil dari 25 nama petinju kenamaan seluruh dunia (nama tengah), serta nama depan keluarga dan nama depannya. Total 182 huruf

credit

Wahh... ternyata saya ketinggalan berita ya. hehehe... 
Tapi... selain nama anak manis di atas, ada lagi juga orang tua yang ngasih nama anaknya panjang juga. Yaitu di Jerman sana. Namanya terdiri dari 746 huruf!!! hahahaha, kebayang kan gimana ribetnya ini orang kalau mau ngiri passpor,  KTP, dan bayangkan dasyatnya guru-guru dia jika sedang mengabsen murid-muridnya setiap hari.
Namanya adalah:

Adolph Blaine Charles David Earl Frederick Gerald Hubert Irvin John Kenneth Lloyd Martin Nero Oliver Paul Quincy Randolph Sherman Thomas Uncas Victor William Xerxes Yancy Zeus Wolfe schlegelstein hausenberger­dorffvoraltern waren gewissenhaft schaferswessen schafewaren wohlgepflege und sorgfaltigkeit beschutzen von angreifen durch ihrraubgierigfeinde welche voraltern­zwolftausend jahres vorandieerscheinen wander ersteer dem enschderraumschiff gebrauchlicht als sein ursprung von kraftgestart sein lange fahrt hinzwischen sternartigraum auf­der suchenach diestern welche gehabt bewohnbar planeten kreise drehen sich und wohin der neurasse von verstandigmen schlichkeit konnte fortplanzen und sicher freuen anlebens­langlich freude und ruhe mit nicht ein furcht vor angreifen von anderer intelligent geschopfs von hinzwischen sternartigraum, Senior
Wuihhh.. tuh kan. Pas ditulis mirip kayak lagi nulis bait-bait puisi panjang ya. Nah, ini ada visualisasi jika seseorang harus menuliskan namanya di papan tulis:

diambil dari sini

hahahahha.
Kebayang jika saya jadi pacarnya dan harus menulis surat cinta padanya. Aduhhh... Udah keburu hilang mood kangennya kali ya gara-gara kelamaan nulis nama sepanjang itu. 
Nah, ini ada pengucapan nama lengkap Mr. Blaine di atas di You Tube.




Nah... ini ada film lucu-lucuan di India tentang seseorang yang punya nama panjang juga dan mereka berkenalan di dalam mobil. Nama panjangnya adalah:

Prabhakarna SriPalaWardhana Atapattu JayaSuriya LaxmanSivramKrishna ShivaVenkata RajShekhara Sriniwasana Trichipalli YekyaParampeel Parambatur ChinnaSwami MutuSwami VenuGopala Iyer



hahahahahhaha.
Ampyunnn deh.
----------------
Penulis: Ade Anita
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...