Tertangkap di Toples

[Wordless Wednesday] Apa jadinya, jika tertangkap oleh raksasa lalu dikumpulkan dalam satu toples? Deg degan deh pastinya. Segala sesuatunya bisa saja terjadi. Mungkin, satu satu kita akan dijadikannya kudapan. Ih. Seram. Naudzubillah min dzaliik.




Bincang Seks dengan Anak Kecil

[Parenting] Berikut ini adalah obrolan aku dan anak bungsuku ketika dia baru berusia 8 tahun. Lebih lengkapnya, percakapan di bawah ini terjadi tanggal 7 November 2014. Obrolan ini aku tulis di statusku  lalu aku beri judul status facebook itu dengan OBROLAN "DEWASA" DENGAN ANAK "KECIL"


"Bu... kenapa sih perempuan harus mens?" Sambil mengunyah sepiring putu dan kelepon, putri bungsuku yang baru berusia 8 tahun bertanya. Aku sedang berdiri membersihkan meja dan menatap televisi. Kami memang tanpa sengaja memutar acara Kick Andy menyaksikan ibu Ni Wayan Trisnawati, perempuan yang menikah usia 17 tahun dengan tujuan untuk mengatasi masalah kehidupan. Ibu Trisnawati ini ketika hamil mengalami kelainan jantung sehingga dokter melarangnya hamil dan melahirkan. Hmm... sepertinya gara-gara tontonan ini putri bungsuku bertanya. Btw ibu Trisnawati ini adalah contoh profile perempuan tangguh yang sukses dengan kacang diskonya yang sekarang jadi oleh2 khas Bali.

Barakallah untuk Seluruh Ayah di Muka Bumi

[Keluarga
Hari ini, timeline facebookku menampilkan memories today dimana aku bisa membaca ulang apa yang aku tulis di statusku hari ini, di tahun-tahun yang silam. Jadi sering aku teringat kembali sesuatu yang manis, atau terkesan, atau mengharukan, atau menginspirasi. Disitu pentingnya kita senantiasa berusaha untuk selalu meninggalkan jejak positif di akun media sosial kita. Karena sesuatu yang manis akan selalu menerbitkan senyum dan semangat tersendiri.


Sepertinya hari ini, insya Allah akan cerah. Langit biru bersih ketika jarum jam menunjukkan pukul 05.45 WIB.

Seorang...
Dikirim oleh Ade Anita pada Rabu, 09 November 2017

Enaknya Punya Adik Perempuan

[wordless wednesday], [parenting] Punya adik perempuan itu enak loh. Karena, anak perempuan bisa dimintai tolong untuk membidik kamera guna keperluan mengabadikan momen atau peristiwa. Hasil fotonya juga lebih bagus daripada pakai tongkat selfis. Dan bisa disuruh untuk mengulang pengambilan gambarnya jika foto yang dihasilkan ternyata blur atau kebetulan kitanya terlihat tidak perfect.
Lebih dari itu, punya adik perempuan itu enak karena bukan hanya bisa disuruh mengambil gambar tapi juga bisa diminta pendapat bagaimana enaknya kita bergaya agar terlihat seperti yang kita inginkan.

"Nggak bagus gaya begitu. Kalian jadi keliatan gemuk."
"Jangan pakai gaya itu ah. Kayak emak-emak." Hehehe. Yang terakhir ini sulit didapat pada adik laki-laki.



MEMBANTU ORANG TUA MENGATASI SPEECH DELAY PADA ANAK BERSAMA DINI.ID

[Parenting] Waktu aku kecil. Eh, nggak kecil-kecil banget sih, remaja lah. Aku punya tetangga yang berbeda budaya-negara-warna kulit-budaya. Suatu hari, mereka berkelahi suami istri. Tetangga cuma bisa menonton dari luar pagar sambil menahan gemas karena fatsoennya itu kan, tidak boleh mencampur adukkan urusan rumah tangga orang lain. Selesai ribut, mereka akur lagi. Nah, kebetulan mereka berdua tuh sudah dikaruniai anak setelah cukup lama berusaha untuk bisa hamil dan punya anak.

Saat itulah, ketika akhirnya si suami pulang ke negara asalnya dan si istri cuma ditinggal berdua dengan anaknya ini jadi hidup seperti seorang janda saja. Hikmahnya, setelah suami pergi si istri jadi bisa fokus mengasuh dan membesarkan anak. Saat itulah si ibu merasa heran. "Kenapa anak saya sudah berusia 3 tahun belum pernah terdengar suaranya ya, Dok?"

Cantik itu Senjata Paling Mematikan yang Tidak Tajam

[Lifestyle] Ada satu film (di antara film-film yang berkesan lainnya) buatku. Berkesannya karena ketika film itu berakhir, aku masih terbawa emosi dan otakku masih mengulang beberapa adegan dan berusaha mengingat pesan-pesan yang disisipkan di dalam adegan tersebut. Salah satunya adalah film King Kong, produksi tahun 2005. Ada yang pernah menontonnya?

Kemarin, ketika aku sedang jalan-jalan bersama dengan teman-teman alumni SMA kelas 2 A3 1 SMA 8 Jakarta angkatan 1989 (uhuk uhuk tua banget emang), memory ku langsung berputar mengingat adegan di film King Kong produksi tahun 2005 ini. Jadi, dengan antusias, aku pun minta difoto dengan mengikuti adegan Ann Darrow yang pasrah di dalam genggaman tangan King Kong.
udah mirip gayanya Ann Darrow belum? hehehe... Ann Darrow versi syariah tentunya..