Imajinasi Anak : Jadi Guru

[Parenting] Ini cerita ketika putri bungsuku masih kecil dan masih memiliki cita-cita ingin menjadi guru taman kanak-kanak atau guru anak SD kelas 1. Hehehe. Dulu, waktu anakku masih kecil (SD) dia memang sayang sekali dengan guru TK dan guru kelas 1 SD nya. Itu sebabnya dia bercita-cita untuk menjadi guru TK atau guru SD kelas 1. Putriku ini, memang termasuk anak yang senang mengasuh anak-anak kecil. Orangnya sabar dan telaten alhamdulillah dulu. Sekarang, setelah besar dan jadi remaja putri, dia jadi sosok yang girly, alhamdulillah.


Dan inilah status facebook yang aku pindahkan ke sini. Status tanggal 22 November 2012.

22 November 2012. Hari ini sebenarnya masak sederhana, cuma tumis. Tapi, ada gadis kecil di belakang punggungku yang memimpin sebuah pertunjukan televisi (dalam imajinasinya).

jadi, meski hanya berdua di rumah, hawna menghadap kursi2 meja makan yang kosong dan mulai berpura-pura menjadi MC.
"Anak-anak... hari ini kita akan belajar memasak. Pertama-tama.." (dia berbisik, bu, pertama-tama ngapain? aku kasih tahu, ngupas bawang, cuci, lalu iris halus. setelah itu ditumis sampai harum.)

"Ya, anak-anak, pertama-tama kita mengupas bawang, cuci bersih lalu iris sampai harum. Tuh lihat, ibu saya sedang memperagakannya." aku bisikkan lagi padanya, gerakan berikutnya.

"Lalu anak-anak, setelah harum, kita masukkan togenya, lalu diaduk setelah diberi garam dan gula." (aku bisikkan lagi... setelah itu ambil air secukupnya, siram biar togenya matang dan Hawna kembali menyuarakan bisikanku pada hadirin imajinernya).

(bisik-bisik: "setelah itu, ambil air, sedikit banget di atas telapak tangan.")
"Anak-anak.. setelah itu ambil air lagi. sedikit saja, sedikit banget malah."

(bisik-bisik: "setelah itu....CIPRATIN  KE  ANAKNYA." Aku iseng langsung menciprati dia dengan air sedikit di telapak tanganku. Hawna terkejut dan langsung berteriak.)

"anak-anak.. yang itu jangan diikuti ya, itu ibu saya iseng. Ibu saya memang suka iseng orangnya jadi gak semua yang ibu saya lakuin harus diikuti ya anak-anak." (aku tertawa geliiii.... huaahahahahaha....  lalu membelakangi dia dan kembali mengaduk tumis togeku. Hingga tiba-tiba, Hawna berkata pada teman-teman imajinernya:

"Nah, anak-anak, sambil menunggu makanan matang, kita bisa....... MEMUKUL PAHA IBU KITA YANG ISENG LALU KITA KABUUUUUURRRRRRR."

UPS... HAHAHAHAHAHA.... dia asli kabur beneran sambil ketawa-ketawa dan lalu ngumpet di bawah meja makan... hahahahaha (*pembalasan dendam yang sempurna)

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.