Torang Bisa, Semangat dari PON XX Papua

 [Lifestyle] Sejak tiga bulan lalu, mungkin karena aku masih punya anak yang duduk di bangku SMA, geliat semangat PON XX yang akan diselenggarakan di Papua, sudah santer terdengar. Beberapa anak yang kebetulan teman anakku, terpilih jadi atlit yang akan diberangkatkan menuju Papua mewakili Propinsi DKI Jakarta (karena aku kan tinggal di Jakarta). Ada yang berangkat bersama kontingen team Basket, Softball, Taekwondo, sepatu roda, dan Sepak Bola serta Volley.  Melihat anak-anak yang seusia dengan usia anakku ini mengepalkan tangannya sebagai tanda mengirimkan semangat sportifitas bahwa mereka siap bertanding, membuatku ikut merasa bersemangat.



Masih muda, tapi sudah berprestasi itu sungguh luar biasa. Dan semakin terlihat istimewa karena mereka siap diberangkatkan menuju ke bumi tempat asal burung Cendrawasih sana. 

Dan akhirnya, PON XX pun diselenggarakan di bumi Cendrawasih, Papua sejak awal bulan Oktober 2021 (tepatnya dari tanggal 2 Okktober 2021 hingga 15 Oktober 2021). Slogan yang dimiliki oleh PON XX kali ini adalah: "Torang Bisa". Yang artinya, Kita Orang yang menjadi Torang , dan Bisa yang berarti punya kemampuan untuk berjuang meraih sesuatu. Ditulis dengan tinta warna merah yang di Papua sendiri dikenal sebagai simbol dari kekuatan, keberanian, energi untuk meraih kesuksesan. Jadi dengan kalimat pendek berarti "Kita Bisa".  Nyaris segenap anak bangsa ikut menyemarakkan perhelatan olah raga terbesar di Indonesia ini, bahkan meski kali ini  harus berlangsung di tengah suasana Pandemi Covid 19 sekalipun. Karena selain sebagai ajang unjuk kemampuan dalam bidang olahraga, PON juga merupakan ajang untuk daerah yang menjadi tuan rumah untuk memperkenalkan potensi yang mereka miliki. Dengan begitu, ada banyak bagian dari masyarakat yang diharapkan bisa ikut berkembang dan diperkenalkan ke tengah masyarakat secara luas. 

Beri Kelompok Disabilitas Kesempatan Berusaha

 [Lifestyle] Hari Pemuda Internasional ( bahasa Inggris: International Youth Day, IYD) adalah hari kesadaran yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tujuan hari ini adalah untuk menarik perhatian pada isu-isu kebudayaan dan hukum seputar pemuda. IYD pertama dirayakan pada 12 Agustus 2000. Hari Pemuda Antarbangsa dirayakan setiap tahun pada 12 Agustus. Dan dalam rangka hari pemuda internasional inilah maka Channel KBR bekerja sama dengan NLR, mengadakan acara talk show dengan judul, 


Sampah Kulit Jeruk Jadi Kompos

 [Lifestyle] Ada 3 (tiga) jenis buah yang sepertinya nyaris selalu tersedia di rumahku sepanjang setahun pandemi covid 19 di Indonesia. Yaitu, Pisang, Jeruk dan Apel. Tentu saja ada pertimbangan tertentu mengapa 3 jenis buah tersebut kami pilih untuk hadir di atas meja makan rumahku.

proudly announce: gambarnya aku buat sendiri loh (nyengir salting pas ngasi tahu ini)

Yang Paling Berharga Saat ini?

 [Keluarga] Hamil di usia 51 tahun? Ah. Kamu bercanda pasti. Hahahaha.

Tapi, kemarin, setelah seharian membenahi ruang perpustakaan yang super duper berantakan karena semua buku diturunin dari lemari dan dibersihkan satu persatu, sorenya perutku mual, kepala pusing, bawaannya mau muntah, eneg. Uwek. Sudah gitu, pundak dan tengkuk pegalnya luar biasa.



"Mas, aku nggak enak badan. Badanku nggak karuan." aduku pada suami. Dan suami hanya memandang dengan wajah prihatin.

Kangen Liburan

 [Lifestyle] Setiap kali aku ngobrol dengan anak-anakku, selalu terselip sebuah kalimat yang aku dan anak-anak serta suami rasakan bersama sepanjang setahun lebih pandemi covid 19 berlangsung: kami kangen liburan.

Itu sebabnya ketika tema challenge menulis hari ini keluar aku langsung tahu apa yang aku rindukan: liburan.


Lelah Yang Bikin Happy

 [Keluarga] Hari ketiga #challengemyself untuk rajin menulis blog lagi. Di aplikasi challenge my self, perintahnya menulisnya adalah menulis dengan tema bercerita tentang apa yang ada di pikiranku saat ini. 


My 3 Wishes for This Year

 [Keluarga] Tidak ada yang menyangka rasanya bahwa ternyata pandemi akibat virus covid 19 terjadi setahun penuh dan bahkan lebih. Kabarnya, pandemi ini baru akan berhenti setelah tiga tahun. Artinya, kemungkinan tahun 2022 baru selesai. Entahlah. Hari ini, aku akan menulis 3 harapan yang aku miliki dan tentu saja berharap bisa terjadi tahun ini. Yap, ini bagian dari tantangan hari kedua #challengemyself untuk rajin menulis blog.