4 Perhatianku Jika Aku Menjadi Pemimpin

[Lifestyle] Bisa jadi, bagi orang lain terpilih menjadi seorang pemimpin itu sebuah prestasi tersendiri. Tapi menurutku, terpilih menjadi seorang pemimpin itu adalah sebuah ujian. Karena, dalam agama yang aku yakini, yaitu Islam, kelak di akherat nanti, pemimpinlah yang akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. Tanggung jawab yang dipikul oleh seorang pemimpin itu amatlah berat. Dia bagaikan pedang bermata dua dimana jika kita salah memainkannya, pedang tersebut bukan membunuh musuh kita; melainkan membunuh diri kita sendiri. Itu sebabnya, terpilih menjadi seorang pemimpin itu tidak bisa dianggap sebuah permainan menang dan kalah saja dalam sebuah kompetisi memperebutkan kursi seorang pemimpin. Karena kursi seorang pemimpin adalah sebuah amanah yang pertanggung jawabannya bukan hanya dipertanggung jawabkan di dunia saja, tapi juga sampai ke akherat insya Allah. 

Rasulullah SAW bersabda, “Ada tujuh golongan yang Allah akan lindungi dalm naungan-Nya pada hari tidak perlindungan kecuali dari-Nya. Dan diantaranya adalah imam yang adil.” (HR Bukhari Muslim)

Sebaliknya, Rasulullah SAW menyatakan bahwa kepemimpinan bisa jadi penyesalan di hari kiamat. Beliau berkata kepada Abu Dzar terkait kepemimpinan, “Sesungguhnya (kepemimpinan)itu adalah amanah. Pada hari kiamat ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi mereka yang menunaikan amanah tersebut sesuai haknya dan menjalankan kewajibannya.” (HR Muslim)

Meski demikian, kita sebaiknya tidak menolak ketika tiba saatnya ditunjuk untuk menduduki jabatan sebagai seorang pemimpin. Karena bisa jadi, lewat jabatan sebagai pemimpinlah pahala kita bertambah. Insya Allah. 

https://www.adeanita.com
Seandainya aku jadi pemimpin 

Seandainya Aku Menjadi Pemimpin, Ada 4 Hal Fokus Perhatianku

Baru-baru ini aku nonton drama seri Korea (dan Hollywood juga membuat drama seri serupa versi mereka. Judulnya, "Designated Survivor". Ceritanya tentang sebuah pemerintahan yang suatu hari, ketika kepala negara dan wakil kepala negara sedang melakukan sebuah rapat dengan seluruh dewan menteri mereka, gedung tempat mereka rapat dibom oleh sekelompok teroris. Kebetulan, ada 1 orang menteri yang sebenarnya tuh sudah dipecat oleh Kepala Negara karena  si menteri ini tetap berpegang pada pilihan idealis dan tidak mau mengambil sebuah keputusan berdasarkan kompromi politik. Cuma, pemecatan ini belum sempat dicatat secara resmi saja oleh Sekretaris negaranya. Jadi baru diucapkan oleh si Kepala Negara saja; disaksikan oleh sekretaris negaranya. Karena sudah dipecat jadi si menteri tidak datang ke rapat kabinet tersebut. Akibatnya, tiba-tiba saja si mantan menteri harus jadi Pemimpin alias kepala negara. Karena memang tidak ada lagi yang bisa menggantikannya. Kepala negaranya, wakil kepala negara, menteri  menteri perekonomian, menteri pertahanan, pokoknya semua menterinya deh, sudah meninggal semua kena bom. Nah. disitu serunya drama ini dimulai. Gimana orang yang semula menolak untuk menduduki jabatan seorang pemimpin tiba-tiba harus jadi pemimpin. Pemimpin tertinggi di sebuah negara lagi jabatannya. 

Nah. mari kita berandai-andai jika aku tiba-tiba harus menjadi pemimpin. Duh, naudzubillah min dzaliik lah ya jika negara kita diteror dengan cara kejam pergantian pemimpinnya seperti di drama itu. Tapi, jika tiba-tiba aku yang sebenarnya tidak mau jadi pemimpin harus menjadi pemimpin, maka setelah aku pikir-pikir, kelak ada 4 (empat) hal yang sepertinya akan menjadi fokusku sebagai pemimpin dalam memimpin negara ini.

4 Perhatianku Jika Aku menjadi Pemimpin:

1. Tentang Perhatian terhadap Isyu Lingkungan Hidup

Isyu lingkungan hidup adalah isyu yang harus diperhatikan dalam melanjutkan atau meneruskan sebuah kebijakanku sebagai seorang pemimpin kelak. Mengapa? Karena negara kita ini adalah pinjaman dari anak cucu kita. Aku ingin generasi masa depan kelak tetap bisa menikmati hutan mereka, hewan liar yang hidup di dalam hutan, langit yang biru, sungai yang tetap mengalir dengan airnya yang jernih. Aku ingin mereka tetap bisa merasakan menghirup udara pegunungan yang sejuk, merasakan embun yang muncul di atas permukaan daun ketika pagi mulai merekah, dan sebagainya.



Saat ini. ada sebuah keprihatian tersendiri terhadap masalah lingkungan hidup yang ada di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan pembangunan yang terjadi secara nasional dimana pembangunan tersebut tidak memperhatikan masalah lingkungan hidup yang ada di kawasan lokal tempat pembangunan itu terjadi.



Untuk alasan pembukaan lahan dan kepentingan perkebunan, hutan dibakar.
Untuk alasan pembangunan dan permintaan pasar, hutan dibabat dan pohon-pohonnya dijual. Hewan lari tunggang langgang kehilangan tempat tinggal dan akhirnya perlahan punah. Beberapa yang terlihat lucu dijual untuk dijadikan hewan peliharaan dalam kandang atau leher terikat.
Udara tercemar karena kabut asap kebakaran hutan, asap pabrik, asap knalpot. Langit biru pun tinggal kenangan dan musim kemarau semakin panjang hingga garam disebar untuk membuat hujan buatan. Jaman aku masih kecil dulu, main hujan adalah sebuah kegembiraan. Jaman sekarang, main hujan adalah sesuatu yang berbahaya jika hujannya adalah hujan buatan.

Akibat lebih jauh dari pengrusakan lingkungan hidup adalah, bencana alam terjadi dimana-mana seperti yang saat ini melanda Indonesia. Tanah longsor, banjir, krisis air bersih, air sungai tercemar, ikan-ikan di laut keracunan, terumbu karang yang rusak, nelayan "kehabisan hasil laut" hingga harus berlayar amat sangat jauh untuk menjadi ikan;  serta jangan lupa, semakin bertambahnya kasus penyakit yang menyerang saluran pernafasan dan pencernaan serta penyakit kulit lainnya; sebenarnya merupakan dampak dari pengrusakan lingkungan yang terus terjadi saat ini. Belum lagi semakin berkurangnya hasil pertambangan yang meninggalkan lahan tandus atau curam di wilayah sekitar pertambangan. dan mengancam keamanan dan keselamatan warga yang bermukim di sekitarnya. Bahkan isyu perubahan iklim yang melanda dunia, juga diakibatkan oleh pengrusakan lingkungan. Daerah yang semula menjadi katalisator dunia karena memiliki hutan yang luas, semakin berkurang hutannya. Diperparah dengan polusi udara, maka terjadilah yang disebut dengan pemanasan global. 




Itu sebabnya, jika aku menjadi pemimpin, perhatian terhadap lingkungan hidup harus menjadi sebuah isyu penting yang harus diperhatikan dalam melanjutkan serta melakukan pembangunan. Tak dapat dipungkiri memang,  segala kekayaan alam yang dihasilkan oleh Bumi Indonesia bisa meningkatkan perekonomian dan pertambahan keuangan negara.  Itu pasti, mengingat Indonesia negara tropis yang kaya raya sebenarnya dengan berbagai hasil bumi, hasil hutan. hasil tambang, hasil pertanian, hasil perkebungan. Tapi, bukan berarti harus terus-menerus dikeruk tanpa ada kebijakan pembangunan berkelanjutan, agar semua kekayaan ini kelak bisa tetap dinikmati juga oleh generasi masa depan tanpa menyingkirkan kepentingan makhluk hidup yang lain. 

2. Tentang Perhatian terhadap Ketahanan Pangan


Indonesia, adalah negara yang masuk 5 besar negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Berdasarkan data yang dirilis oleh Divisi Populasi, Departemen Ekonomi dan Masalah Sosial, PBB, tercatat bahwa jumlah penduduk Indonesia adalah 273.523.615. Jumlah sebanyak ini membuat Indonesia menduduki peringat ke 4 dalam peringkat negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Dengan jumlah sebanyak ini, otomatis masalah ketahanan pangan adalah sesuatu yang menjadi penting untuk diperhatikan. 

Mengapa? Karena pemenuhan kebutuhan pangan termasuk pemenuhan kebutuhan pokok manusia. Jangan main-main dengan orang yang perutnya lapar. Mereka bisa melakukan apa saja, dan umumnya yang dimaksud dengan melakukan apa saja itu adalah sesuatu yang bersifat merusak dan negatif.

Sudah sering kita saksikan pelaku kejahatan mengatakan bahwa dia melakukan kejahatan tersebut dalam rangka mencari makan. Sudah sering juga kita lihat seseorang melakukan sesuatu yang sebenarnya bertentangan dengan nilai sosial dan nilai susila atas nama mencari makan. Bahkan, atas nama mencari makan seseorang bisa melakukan pengkhianatan dan sekelompok orang rela menggadaikan diri mereka sendiri. Jadi, sulit untuk berharap sebuah kesetiaan atau loyalitas pada orang yang perutnya lapar. Apalagi mengajak mereka untuk berjuang mempertahankan negara.

Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan pangan  menjadi sebuah keharusan. Karena pemenuhan kebutuhan pangan berarti memperkuat ketahanan pertahanan negara. 

Bisa jadi, karena suasana pandemi akibat virus Covid 19 yang melanda seluruh dunia, terjadi guncangan terhadap perekonomian negara kita akibat tersendatnya laju perdagangan dan terhentinya laju pembangunan di berbagai sektor. Meski demikian, masalah ketahanan pangan tetap harus diperhatikan. Untuk itulah maka aku ingin meningkatkan masalah ketahanan pangan ini dengan cara mengajak seluruh warga masyarakat untuk menggiatkan kembali kebiasaan yang dulu pernah dilakukan oleh nenek moyang kita, yaitu menghidupkan kembali fungsi lumbung desa dan koperasi desa. Ketika musim panen tiba, setiap warga menyimpan hasil buminya di lumbung, dan menyisihkan uang mereka di koperasi desa. Hal ini untuk mengantisipasi ketika musim panceklik tiba. Mengingat perubahan iklim adalah sesuatu yang tidak bisa diduga sehingga merusak ritme musim tanam dan musim panen di desa-desa. Untuk masyarakat yang tinggal di perkotaan; maka pembiasaan menghidupkan pertanian di lahan sempit juga bisa dibudayakan. Dengan demikian, setiap wilayah masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan sederhana mereka sendiri dan mandiri. 

Masih terkait dengan perhatian terhadap masalah ketahanan pangan, aku juga ingin menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat Indonesia

Dengan budaya gotong royong ini, maka mereka yang mampu membantu mereka yang kurang beruntung. Dan wilayah yang kaya membantu wilayah yang miskin. 

Meski demikian, kekhasan sebuah wilayah harus tetap dipertahankan. Aku termasuk orang yang tidak setuju terhadap kebijakan kewajiban menanam sesuatu yang bersifat seragam atau sama di banyak tempat hingga menghilangkan kekhasan budaya yang sudah ada sebelumnya. Seperti budaya menjadikan sagu menjadi makanan pokok di tanah Papua, yang dimatikan secara perlahan karena ajakan untuk menanam padi di tanah Papua dan menjadikan beras sebagai makanan pokok menggantikan sagu. Demikian juga makanan pokok lain di wilayah Indonesia yang perlahan tergusur karena kebijakan menanam padi di sawah dalam rangka  menjadikan beras sebagai makanan pokok. Jewawut, jagung, singkong, sorgum, kian hari menjadi sesuatu yang asing bagi generasi muda dan generasi mendatang. 

Makanan Pokok Masyarakat Indonesia tidak selalu berasal dari beras. Jadikan perbedaan ini sebagai hubungan saling membutuhkan dan saling melengkapi satu sama lain



Demikian juga dengan kebijakan perluasan perkebunan yang membuat kekhasan sebuah wilayah tergusur secara perlahan. Seperti perluasan perkebunan kelapa sawit yang merusak hutan misalnya. Pengrusakan hutan membawa dampak pada banyak hal karena memang hutan memiliki fungsi yang vital terhadap keberlangsungan lingkungan hidup yang berarti mengganggu keberlangsungan ketahanan pangan juga. Karena dari hutanlah sumber pangan manusia bermula.

 Jadi, perlindungan hutan Indonesia penting untuk diperhatikan. 

Hutan, diketahui memiliki 4 fungsi khusus. Yaitu, 
  1. Fungsi  hidrologis (mengatur tata air) – fungsi hutan sebagai penyimpan air dan juga mengatur beredarnya air tanah maupun mata air.
  2. Fungsi klimatologis (mengatur iklim) – hutan berguna menjaga kelembapan udara, menjaga suhu udara, agar tidak terlalu tinggi dan juga mengurangi penguapan air tanah.
  3. Fungsi estetika atau keindahan – fungsi hutan guna dinikmati pemandangannya, karena keindahan untuk rekreasi.
  4. Fungsi strategis atau pertahanan – yaitu guna keperluan pertahanan bila terjadi perang. Hutan pertahanan negara sudah ditentukan oleh Departemen Pertahanan dengan rahasia, demi kepentingan bangsa dan juga negara (baca tulisanku yang lain tentang hal ini di artikel yang pernah aku tulis sebelumnya di blog ini dengan judul : "Forest Cuisine Blogger Ghatering")





3. Tentang Perhatian terhadap UMKM


Di masa pandemi covid 19 seperti sekarang, harus diakui bahwa satu-satunya sektor yang bertahan dari guncangan resesi ekonomi yang melanda seluruh dunia dan berimbas pada Indonesia juga, sehingga Indonesia memasuki masa resesi ekonomi, UMKM adalah sektor yang bisa secara luar biasa bertahan berdiri. Mall tutup, butik bangkrut, toko gulung tikar, usaha pabrik kembang kempis, produksi ekspor terhenti, laju perdagangan terhambat, daya beli masyarakat berkurang, penerimaan pajak amat kurang, gelombang PHK terjadi di mana-mana; tapi UMKM alhamdulillah tetap bisa bertahan dengan kesederhanaan mereka.

Padahal selama ini, UMKM selalu dipandang sebelah mata oleh banyak orang yang mengagungkan produk impor dan buatan luar negeri. 

Mengapa UMKM bisa tetap bertahan? Karena UMKM adalah produk asli masyarakat, dimana usaha mereka tumbuh dan berkembang menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat lokal dan bermodifikasi dengan kekayaan sumber daya lokal.

 Daerah yang dekat dengan perairan dimana tumbuh banyak eceng gondong, menghasilkan aneka kerajinan tangan tepat guna berbahan dasar eceng gondong. Daerah yang ditumbuhi banyak pohon bambu, menghasilkan aneka kerajinan tangan tepat guna berbahan dasar bambu. Dan sebagainya. Tidak hanya berhenti di kerajinan tangan saja, tapi juga pembuatan aneka variasi kuliner, daerah wisata murah meriah, hiburan rakyat, seni budaya,  fashion, dan seterusnya.  Harga jualnya amat terjangkau. Dan ketika dijual di pasar, terjadilah proses jual beli hingga terjadilah arus perputaran uang.

Aneka produk UMKM Indonesia yang tetap bertahan meski di tengah resesi dan pandemi C19

Jika aku jadi pemimpin, aku akan memberi dukungan penuh terhadap pengembangan produk UMKM. Aku akan mengeluarkan proteksi kebijakan ekonomi agar produk UMKM tetap bisa bertahan di tengah terjangan arus produk impor yang harus masuk ke Indonesia akibat kebijakan pasar bebas yang harus dilaksanakan oleh seluruh negara di dunia ini. Karena, para pelaku UMKM itu cepat sekali belajar. Yang mereka butuhkan hanya diarahkan, dibukakan jalan, dan diberi petunjuk bagaimana agar bisa lebih baik agar tetap bersaing dengan produk dari luar. 


4. Tentang Perhatian terhadap Peran Generasi Muda


Meski perhatian terhadap peran generasi muda aku letakkan di posisi terakhir perhatian utamaku jika aku menjadi pemimpin, bukan berarti bahwa hal ini menjadi kurang penting. Justru sebaliknya. Peran generasi muda Indonesia adalah sesuatu yang amat penting untuk diperhatikan saat ini. 

Generasi muda Indonesia saat ini, adalah kelompok usia terbanyak dari keseluruhan jumlah rakyat Indonesia. Artinya, generasi muda Indonesia bisa menjadi sebuah bonus demografi terbesar bagi Indonesia di masa depan. Merekalah sumber daya manusia Indonesia yang akan melanjutkan pembangunan, mengisi pembangunan, dan sekaligus angkatan pertahanan Indonesia di masa depan. Tapi ini dengan catatan tersendiri, yaitu sumber daya manusia ini harus diarahkan dengan baik. Karena, sumber daya manusia yang amat sangat banyak yang dimiliki oleh Indonesia ini, jika tidak diarahkan dengan bijak bisa menjadi bencana demografi. Yaitu jumlah rakyat yang banyak tapi tidak berguna karena satu sama lain saling bertikai dan tidak bermanfaat bagi negara Indonesia. 

Saat ini, generasi muda Indonesia amat sangat berbeda dengan generasi muda Indonesia di masa lalu. Jaman sekarang, generasi muda Indonesia sudah lebih akrab dan dekat dengan kemajuan teknologi dan penggunaan internet. Banyak di antara mereka yang di usia muda sudah mengenal bagaimana caranya memperoleh manfaat dari keberadaan internet dan kecanggihan teknologi. Karenanya, jika kau menjadi pemimpin, aku akan memberi kesempatan pada generasi muda Indonesia yang sudah teruji dan memiliki visi misi yang baik untuk kemajuan Indonesia untuk terlibat dan ikut mewarnai pembangunan berkelanjutan yang akan dilaksanakan. Tentu saja itu semua harus dengan syarat, yaitu mereka menyumbangkan kemampuan yang dimiliki bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok saja, tapi untuk kepentingan masyarakat banyak dan khususnya, rakyat Indonesia secara keseluruhan. 

Satu hal yang sepertinya akan aku lakukan terlebih dahulu adalah, menyatukan generasi muda Indonesia agar bersama memiliki rasa yang sama dalam mencintai Indonesia. Tidak boleh lagi ada perbedaan kelompok seperti yang terjadi saat ini dimana rakyat seperti terbelah dua karena kepentingan politik. Mungkin, hal kecil pertama yang akan aku lakukan ketika jadi pemimpin adalah, menghilangkan keberadaan para buzzer politik, baik buzzer yang bertujuan untuk pro pemerintah maupun para buzzer yang anti pemerintah. Keberadaan para buzzer politik ini sepertinya hanya membuat perpecahan di tengah masyarakat terus langgeng. Jika aku  memang ingin mensosialisasikan tentang apa yang telah dan akan aku lakukan, maka aku akan memanfaatkan keberadaan perangkat resmi pemerintah. Seperti para kader kelurahan, kader karang taruna, kader ibu-ibu PKK, para anggota majelis Taklim, ustad dan tokoh agama, perangkat desa, media informasi milik pemerintah, dan sebagainya. Dengan begitu, apa yang disampaikan bisa terpantau dan masyarakat terhindar dari politik adu domba atau pecah belah seperti yang terjadi saat ini. 

Selain itu, masalah kesehatan juga harus tetap menjadi prioritas utama dalam hal ini. Jika aku menjadi pemimpin saat ini, maka prioritas utamaku adalah melandaikan laju pertambahan pandemi Covid 19 terlebih dahulu. Setelah dia landai, maka lanjut dengan menurunkan lajunya agar terus berkurang.  Sosialisasi tentang pentingnya perhatian terhadap masalah kesehatan ini bisa dengan cara melibatkan peranan generasi muda Indonesia dan juga pihak-pihak terkait. 

Selanjutnya, generasi muda Indonesia, diarahkan untuk memiliki jiwa gotong royong dan peduli pada sesama rakyat Indonesia.

Peranan generasi muda Indonesia harus diberi porsi terbesar khususnya dalam pemberian dan pengembangan pendidikan mereka. Karena dengan pendidikan yang tepatlah generasi muda Indonesia bisa mengembangkan diri mereka sendiri ketika harus memberi kontribusi untuk negeri. 

Saat ini, sudah banyak hal yang dilakukan oleh generasi muda Indonesia terkait dengan karakter gotong royong dan peduli pada sesama rakyat Indonesia. Dua hal ini, harus dilakukan agar bersama dengan seluruh generasi muda Indonesia, kita bisa mengatasi masalah jurang perbedaan ekonomi yang cukup lebar seperti yang terjadi saat ini. Peranan generasi muda Indonesia saat ini akan menentukan bagaimana negara Indonesia di masa depan. Insya Allah. 



Itulah 4 perhatianku jika aku menjadi pemimpin. 

19 komentar

  1. Semoga apa yg Mbak Ade pikirkan, akan ada solusi dan realisasinya ya. Bangsa ini memang banyak rapuh disana sini. Ini lagi heboh korupsi dana bantuan sosial. Kalau pemimpinnya amanah, itu tidak akan terjadi ya

    BalasHapus
  2. Mbaaa, visi sebagai pemimpin ala mba Ade ini sungguh paripurna!
    Semoga bisa diterapkan oleh siapapun yg jadi pemimpin di republik ini ya

    Btw, aku blum pernah nonton designated survivor.
    Kayaknya boljug nih buat tontonan pekan depan :D Biar bisa move on dari pesona Han Ji Pyeong START UP wkwkwkwkkw

    BalasHapus
  3. Pas banget nih ngomongin pemimpin ideal buat negara dan bangsa kita. Apalagi zaman now udah bergonta-ganti kabinet malah ga sedikit yang masih melakukan korupsi dll. Seharusnya mereka mencontoh Rasul kita ya mbak Ade. Entahlah kok rasanya mustahil terealisasi untuk memperoleh pemimpin negeri yang lebih baik, hiks sedih :( Btw gambarnya keren2 semuaaaaaa :D

    BalasHapus
  4. aduh canvanya cakep-cakep mbak Ade Anita
    Tentang jadi pemimpin, baru aja ada berita mensos ditangkap karena dugaan mengambil dana bansos

    Ancamannya, hukuman mati. Berani ga ya pemimpin menerapkan hukuman tsb?

    BalasHapus
  5. Perhatian terhadap lingkungan hidup menempati urutan pertama, aku setuju dengan itu mbak. Karena kondisi lingkungan kita saat ini makin memprihatinkan. Aku dukung penuh kalau ada pemimpin yang sanggup mewujudkan impian banyak orang akan lingkungan yang kembali baik untuk seluruh mahluk hidup.

    BalasHapus
  6. Tulisan yang begitu menarik Mbak Ade. Lugas dan informatif plus didukung oleh infografis yang cantik luar biasa.

    Memang tidak mudah menjadi seorang pemimpin ya Mbak. Forecasting dan future planning menjadi poin penting untuk terus maju

    BalasHapus
  7. Sekilas saat saya membaca review mba soal Designated Survivor, saya jadi menyimpulkan, pemimpin itu bukan diminta, tapi ditakdirkan. Hehehe. Jadi, walau pun seseorang tidak berkeinginan untuk memimpin, tapi kalo takdir mengatakan dia harus jadi pemimpin, maka ya harus dijalani.

    Mba, terima kasih sudah menempatkan isu lingkungan hidup dalam urutan pertama perhatian mba saat menjadi pemimpin. Biasanya orang fokus ke ekonomi, ekonomi, ekonomi terus. Hehehe. Mba Ade layak nih jadi pemimpin masa depan.

    BalasHapus
  8. Setuju aku padamu mba, kalo jaid pemimpin harus dibabat habis itu pelaku illegal logging yang gundulin wajah hutan kita, geram akutuh

    BalasHapus
  9. Bagus mbak ade, kita hidupkan lagi semangat gotong royong dan menjunjung kearifan lokal di indonesia

    BalasHapus
  10. Berat jadi pemimpin itu ya mbak, pertangungjawabannya dunia akhirat, selain memperhatikan sektor ketahanan pangan, ekonomi, keuangan juga hal terpenting adalah lingkungan.

    BalasHapus
  11. Masih agak jarang nih pemimpin yang menjadikan tema lingkungan sebagai salah satu isu utama. Kalau ada calon pemimpin yang seperti ini apalagi udah terbuk kiprahnya, saya bakal tertarik, deh

    BalasHapus
  12. Ga bosan baca ulang lagi dan lagi artikel ini. Banyak ilmu dan wawasan soalnya buat saya. Termasuk kagum sama gambar gambarnya. Ajarin saya juga dong....

    BalasHapus
  13. Senangnya jika memiliki pemimpin yang bijak dan memahami kebutuhan dan masa depan rakyatnya seperti ini, kak Ade.
    Semoga siapapun yang menjadi pemimpin, bisa merealisasikan impian kak Ade yang mulia ini.

    **aku juga suka sama Designated Survivor, kak Ade.

    BalasHapus
  14. Selalu jadi ciri khas tulisanmu bun hehehe, harapan rakyuat mendapatkan pemimpin yang bisa memberikan penjagaan yang ketat dengan lingkungan. Seperti untuk menjaga hutan dan lingkungan pun ketahanan pangan untuk masyarakatnya. Aku suka gambarmu bun, hidup.

    BalasHapus
  15. Ia posisi pemimpin itu tidak main-main banyak tanggungjawab dan diiakhirat pun diminta pertanggungjwabannya. Seram sih kalau dipikir tapi kalau bisa menjalankannya sesuai amanah jadi sumber pahala juga. Btw aku salfok dengan ilustrasinya huhuhuhu bagus banget mbak 👍

    BalasHapus
  16. 4 perhatian Mbak Ade memang masih jadi masalah yang perlu penanganan khusus. Semoga pemerintah kita juga memiliki pemikiran yang sama,ya, lebih memperhatikan lingkungan dan kesejahteraan bagi masyarakatnya

    BalasHapus
  17. Selalu suka bacanya tulisn bloher favoritku ini dan sekarang ditambah ilustrasi gambarnya cakep banget mba keren semoga menang mba

    BalasHapus