Buat Sendiri Dompet Stylusmu

[Lifestyle] Jadi, ceritanya aku dan anak-anak perempuanku tuh punya kebiasaan yang mungkin bagi beberapa orang rada aneh ya. Yaitu, melakukan window shopping di beberapa online shop. Lumayan sih kegiatan ini terutama di tengah pandemi Covid 19 yang telah berlangsung selama nyaris 9 bulan ini. Habis gimana lagi? Mau jalan-jalan ke mall kan susah ya. Apalagi beberapa bulan lalu dimana semua mall tutup. Terus mau berbelanja juga harus mikir banget dengan aneka pertimbangan. Karena kondisi keuangan yang memang tidak menentu. (Ehem..... ada pengurangan tunjangan sih. uhuk)

Nah. Biasanya, aku dan anak-anak perempuanku lihat-lihat di etalase online shop lalu memasukkan barang yang kami "suka" ke dalam keranjang. Membelinya? Nanti dulu. Lebih seringnya sih cuma masukin doang. 

kayak gini nih, belanjaannya dah lebih dari 99 plus saking banyaknya. 

 Sebenarnya, ada fitur favorit di semua merchant online shop. Tapi, kalau dah terlalu banyak sepertinya favoritnya jadi tenggalam lalu hilang sendiri. Padahal, ngubek-ngubek favorit itu susah banget deh. Cape sendiri. 

Jadi, mungkin jika diibaratkan tuh. jika naksir seseorang, daripada masukin ke daftar idol biasa, malah bikin capek hati. Mending langsung kenalan aja dan masukin dia ke dalam daftar kandidat calon ehem. Hahahaha.

Nah, di antara banyaknya barang yang ada di dalam keranjangku itu, salah satunya adalah kotak buat naruh stylus ku. Seperti ini nih bentuknya:




Aku sebenarnya merasa perlu buat punya tempat stylus di atas. Ini mengingat barang yang sering aku bawa tuh lumayan banyak jumlahnya. Seperti ini nih:

barang-barang yang mau aku bawa dalam kotak stylusku

Nah, meski merasa butuh tapi aku tetap saja tidak pernah membelinya. Ada saja keperluan lain dimana akhirnya pilihan untuk membeli si kotak sylus yang sudah ada dalam keranjang batal terus. 

Akhirnya, berhubung aku benar-benar pingin punya itu, jadilah aku terpikir buat membuatnya sendiri. Disamping lebih hemat juga memanfaatkan barang yang ada di rumah, Jadi double hematnya. 

Dan barang yang aku manfaatkan itu adalah kotak kacamataku sendiri. 
Hehehehe. Aku tuh sepertinya penimbun kacamata. Ya ampun, hobi banget ngumpulin aneka model kacamata. Jadi akibatnya kotak kacamata di rumah juga numpuk. Dengan beraneka macam model dan aneka warna dan aneka bahan. 

Hmm... gimana caranya ya? Aku mikir.... ngebolak-balik setiap kotak kacamata yang ada dan akhirnya ketemu caranya. 

Yaitu dengan menjahit kain yang berpori (jadi emang serat dan motifnya bikin terlihat apa yang mencoba untuk ditutupi. Seperti kain tile misalnya, atau kain kebaya yang model bolong-bolong (duh lupa nama bahannya apa gitu). Atau bisa juga memanfaatkan bahan seperti jaring-jaring saringan gitu. Kebetulan ada keranjang cucian yang mau aku buang dan aku lihat bahannya bisa dipakai karena emang bolong-bolong gitu motifnya. 



Dan jadilah... aku mulai menjahitnya. 


ini kotak kacamata yang aku pilih


jadi yang dibutuhkan itu kain secukupnya dan kain motif bolong-bolong



oh ya, kotak kacamata yang dipilih harus yang punya bagian yang bisa ditembus sama jarum ya teman-teman. Seperti kain retsletingnya misalnya. Atau lapisan dalamnya. Pokoknya apapun yang bisa ditembusi sama jarum

Nah, aku nggak pake pola khusus. Semua pake perasaan aja sih, kira-kira selebar apa dan bagian apa saja yang mau aku lapisi pembatas kain


selesai. Udah deh

Tuh. Gampang kan? Coba deh. Lumayan sih, bisa lebih hemat dan memanfaatkan barang bekas. 

2 komentar