5 Tips Agar Anak Tetap Sehat

[Parenting] Anakku ada 3. Yang sulung sudah menikah tahun lalu. Sehingga, setelah ditambah dengan menantu, anakku sekarang ada 4 orang.

Jarak usia anak satu ke anak yang lain cukup jauh. Yaitu masing-masing 6 tahun. Setiap orang, jika kami beritahu bahwa jarak anak usia kakak ke adiknya cukup jauh, selalu spontan berkata, "Wah... enak banget ya, jaraknya jauh-jauh jadi nggak kerepotan ngurusnya." Alhamdulillah. Hanya itu yang bisa kami ucapkan.

Nah. Sejauh ini, pada tiap-tiap anak ternyata memiliki kondisi kesehatan yang berbeda-beda. Meski pada dasarnya berasal dari penyakit yang sama, yaitu semua anak-anakku memiliki riwayat alergi semua. Alerginya macam-macam. Dan reaksi alerginya pun bermacam-macam, ada yang gatal-gatal, ada yang asma, ada yang diare, dan ada juga yang jadi demam. Hal ini membuat aku dan suami, sebagai orang tua, senantiasa waspada dan berusaha untuk menghindari agar anak tetap bisa sehat.


Anak yang sehat itu, insya Allah akan bisa berpikir lebih baik.
Anak  yang sehat, juga insya Allah bisa tumbuh dan berkembang lebih baik juga.

Dan berikut ini, 5 Tips agar anak tetap sehat.

5 Tips Agar Anak Tetap Sehat


1. Makan teratur dan lengkapi nutrisi vitaminnya.

Biasanya, jika anak makannya teratur dan cukup, anak jadi tidak tergoda untuk jajan di luar rumah.  Kalau perlu, bawa bekal makanan dari rumah. Karena bekal dari rumah itu kita bisa kontrol kebersihannya, kualitasnya, keamananya, dan sebagainya.

2. Aktif bermain yang positif

Bermain itu hak anak. 
Semua anak berhak untuk bermain. Lewat bermain sesungguhnya anak mempelajari aneka macam keterampilan hidup tanpa mereka sadari. Yang dibutuhkan oleh anak adalah bimbingan orang tuanya agar permainan yang dia mainkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain.

3. Dibiasakan untuk berkomunikasi dengan orang lain, tidak menyendiri saja

Iya. Memang sekarang itu jamannya serba internet dan gadget dan teknologi. Semua orang terhubung dengan internet, bahkan untuk melakukan komunikasi. Tapi, khusus untuk anak-anak, biasakan untuk berkomunikasi secara langsung face to face. Jangan biasaka berkomunikasi hanya lewat alat komunikasi handphone atau telepon atau layar komputer lewat chat online saja.

Dalam komunikasi face to face, ada interaksi yang lebih intens yang tidak bisa diberikan oleh alat komunikasi tercanggih sekalipun. Ada interaksi, sentuhan, dan reaksi spontan dari sebuah aksi yang muncul dari sebuah komunikasi.

Seperti ketika kita melihat perubahan wajah, kita bisa langsung memberikan reaksi sentuhan. 
Atau ketika kita melihat perubahan sikap, kita bisa langsung menentukan untuk mengubah gaya komunikasi atau mengganti tema pembicaraan. Hal ini yang tidak bisa ditangkap oleh kamera dan ineternet.

4. Diperkenalkan pada bahaya yang bisa datang karena kelalaiannya dan cara Mencegahnya

Yang namanya anak, sepandai apapun kecerdasan yang dia miliki, atau semanis apapun sikapnya pada orang lain, mereka tetap makhluk mungil yang belum tahu banyak tentang pengalaman hidup. Tidak sebanyak yang dimiliki oleh orang tuanya.

Karenanya, mereka tetap harus diberitahu tentang bahaya yang mungkin muncul jika mereka lalai dan cara mencegahnya.

"Nak, jangan lompat-lompat jalannya. Nanti jika ada tanah yang gembur karena di bawahnya lumpur, kamu bisa terperosok ke dalamnya. Jalan biasa saja dan lihat jalannya. Jangan sambil main hape."
Itu misalnya.

5. Diperkenalkan akan bahaya penyakit yang bisa muncul karena makanan tertentu

Dan yang namanya anak-anak, karena kurangnya pengalaman hidup mereka, maka mereka sering tidak berpikir panjang jika melakukan sesuatu.

- Ice cream jatuh ke tanah, langsung mereka pungut dan ngop.. masuk ke dalam mulut lagi.

- Teman lagi makan bakwan dan bakwannya sudah separuh, main suap saja di bekas gigitan yang sama. Padahal temannya sedang mengalami sakit tipes hepatitis B tapi tidak mau istirahat di rumah, maunya tetap bersekolah karena di sekolah banyak temannya.

- Minum satu gelas dengan teman yang belum sembuh benar dari sakit flu perut alias gastro enteritis.

- Tidur malam sekali karena masih asyik main dan tidak mau berhenti main.

Nah, sebagai orang tua, kita harus tegas memberi tahu anak akan bahaya penyakit yang mungkin muncul karena sikap tidak peduli anak tersebut.

"Dik, nanti di sekolah, ibu dengar dari ibunya Syifa kalau Syifa tetap pingin masuk sekolah meski dia belum sembuh dari sakit cacar airnya. Kalau bisa, untuk beberapa hari ini, kamu jangan main terlalu dekat dengan Syifa dulu ya. Biar kamu nggak ketularan sakit cacar airnya Syifa."

"Tapi bu, nanti Syifa marah kalau nggak ditemani. Nanti aku dibilang sombong."

"Kalau dia marah dan ngatain kamu sombong, kamu bilang ke Syifa. Kamu kan masih sakit, harusnya kamu belum boleh sekolah sampai benar-benar sembuh. Kalau dia tetap marah-marah, bilang saja ke bu guru. Okeh."

"Nanti kalau aku ditegur sama bu guru karena Syifa bilang aku sombong gimana?"

"Kamu bilang ke ibu. Nanti ibu yang datang ke sekolah dan jelasin ke bu guru."
Hehehe. Ini sih kebiasaan aku banget ketika berhadapan dengan anak-anakku. Kalian mengalami juga masa-masa ini?

Nah. Itulah 5 tips agar anak tetap sehat jiwa dan raganya. Insya Allah anak yang sehat jiwa dan raganya adalah anak yang berbahaya.

catatan parenting a la ade anita:Ayah, ibu. Merawat dan mengasuh anak itu memang melelahkan dan menguras tenaga, waktu dan energi. Tapi, bersabarlah. Karena masa-masa ini hanya sementara saja. Hanya 10 tahun saja insya Allah. Lepas 10 tahun, alias setelah anak berusia lebih dari 10 tahun, kondisi kesehatan, kecerdasan, kecenderungan bakat dan kemampuan, serta karakter anak telah terbentuk nyaris sempurna. Itu artinya, tugas kita sebagai orang tua sudah 70% sudah diselesaikan. 10 tahun itu sebentar kok ayah, ibu. Jadi bersabarlah.Anak yang bahagia dan sholeh atau sholehah adalah investasi orang tua hingga ke akherat insya Allah.

27 komentar

  1. Nah, yang point 5 itu juga penting ya mbak Ade. Jadi inget dulu waktu anakku SD, penyakit cacar air nyebar 1 kelas, bergiliran yg sakit di kelas itu gara2 yg belum sembuh udah masuk sekolah, duh gemez banget.

    BalasHapus
  2. MAkan teratur dan gak telat itu aku banget ke anak-anak mbak. Kadang aku bete kl di perjalanan pada gak merhatiin makan anak-anak

    BalasHapus
  3. Semua poin itu kok sama banget dengan nasehat emakku. Kalau aku nggak makan teratur pasti diomeli karena emakku takut kalau maagku kambuh.

    BalasHapus
  4. Tips2nya bagus banget mba Ade.. insya Allah berguna bagi pembaca2nya .. TFS mba..

    BalasHapus
  5. Nomor 3 sepakat sangat sepakat
    Ngerasain sendiri pernah komunikasi dg anak muda pendieemmmm yg lebih fokus sm gadget
    Deuh

    BalasHapus
  6. Mbak Ade udah ngerasain ya. Aku nih masih menggerutu karena nggak bisa gerak ditempelin anak mulu. Padahal time so fast. Huhu aku kok jadi sedih ya

    BalasHapus
  7. Bahaya penyakit ternyata mmg mengancam dr mana saja ya, tuker2ab atau saling kinta air minum itu sering bgt anak2 di sekolah. Heuheu

    BalasHapus
  8. Poin 5 itu penting juga, hanya kita perlu hati-hati bilangnya ke anak. Cara mbak tuh sudah bagus. Kasi pengertian ke anaknya.

    BalasHapus
  9. Anakku kebiasaan gigitable apapun mba padahal terakhir demam seminggu turun naik krn infeksi saluran cerna aku udah berbusa dari cara halus sampe jadi mamak monster buat kasih taunya dengan alasan A-Z tetep banget suka gigit apapun :(

    BalasHapus
  10. kalau di Swiss, Mba, pas sakit cacar malah disuruh masut sekolah biar anak-anak terkena dan badannya berjuang untuk perbaiki imunitas

    BalasHapus
  11. Mesti belajar banyak nih dari Mba Ade, apalagi anak-anakku masih kecil-kecil jad butuh sharing dengan yang udah pengalaman mengasuh dan membesarkan anak-anak

    BalasHapus
  12. Setujuu...10 tahun waktu yang singkat. Tau-tau anak udah pada besar, dan bisa melakukan semua hal sendiri tanpa tergantung lagi sama orang tua.
    Kadang kangen juga dengan masa kecil anak-anak hihihi

    BalasHapus
  13. Kk udah ada anak sulungnya yang nikah? Aku ngira2 skrg usianya, waaa sangat produktif kk nya yah salut saya masa yg muda di kalah ������

    BalasHapus
  14. Ya Allah mba Ade aku baru tau lho kalau kamu udah punya anak yang sudah menikah, tak pikir anaknya masih kecil-kecil hehe. Btw aktif bermain positif dan perhatikan makanan dan minuman itu saya banget sih kalau di rumah tapi ga tau juga nih kalau aku tinggal kerja mereka masih minum yang aku larang atau tidak hehe.

    BalasHapus
  15. Setuju mbak,anak adalah investasi jadi harus benar-benar jalin komunikasi yang baik dengan anak.

    BalasHapus
  16. Kalau lagi capek mengurus anak juga cara saya menyabarkan diri seperti itu, Mbak. Sabar ... sabar ... waktu berlalu dengan cepat. Nanti juga akan ada saatnya mereka besar :)

    BalasHapus
  17. Bener juga, anak harus sehat jiwa dan raga. Jadi jiwanya pun harus diisi dengan hal-hal positif supaya anak berkembang jadi pribadi yang baik.

    BalasHapus
  18. Mbak Ade masa 10 tahunnya sudah lewat ya di ketiga buah hati.
    Wah alhamdulillah sampai sekarang masih konsisten ikut challenge BP ya Mbak .

    BalasHapus
  19. Yang tips pertama nih yang agak sulit aku kontrol, dan anaknya juga kadang (kadang aja sih) suka tergoda dengan berbagai jajan gak sehat yg dijual di depan sekolah. Padahal udah dibawain bekal yang isinya lauk kesukaannya xD

    BalasHapus
  20. Iyes setuju banget mba, terutama nomer 5 itu. Karena anakku pernah aku kasih pesan, jangan main dekat2 sama anak yang sedang sakit cacar. Bisa ketularan ntar

    BalasHapus
  21. Noofa nih yang susah banget disuruh makan teratur :(

    BalasHapus
  22. Iya mba, waktu 10 tahun itu sebentar banget. Tau2 anak udah gede. Jadi dinikmati aja ya.

    BalasHapus
  23. MashaAllah~
    Suka banget sama kalimat "10 tahun itu sebentar kok ayah, ibu. Jadi bersabarlah.Anak yang bahagia dan sholeh atau sholehah adalah investasi orang tua hingga ke akherat insya Allah."


    It's true.
    Melewati hari melihat perkembangan mereka, sungguh hal yang sangat saya suka.

    BalasHapus
  24. Nomor 3 ini mbak aku mau nyorotin ya. Soalnya suka banyak anak muda zaman now yg sama tetangga sendiri aja gak bisa tegur sapa. Ya mungkin krn gak dibiasakan oleh ortunya ya... Pdhl yg nolong kalau ada apa2 ya org skitarnya duluan.
    No 45 jg penting banget, aku jg melarang anak2ku minum atau satu piring smaa temannya ...

    BalasHapus
  25. PR buatku krn yang kecil ini nakannya masih ogah ogahan Mba. Mudah2an nafsumakannya segera membaik

    BalasHapus
  26. Nah, banyak bermain dan berinteraksi dengan orang lain penting nih. Asupan nutrisi yang prima akan sayang rasanya bila si anak hanya berdiam diri saja dan tidak melakukan aktivitas fisik.

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.