Langsung ke konten utama

Ibu datang dalam mimpiku

[Keluarga] Ibu sudah beberapa hari ini datang dalam mimpiku. Beberapa hari yang lalu, dia datang mendatangiku. Ibu bilang, dia rindu padaku dan ingin mengajakku pergi. Aku ingat percakapan kami yang ada dalam mimpiku tersebut, karena mimpi itu terasa begitu nyata.


ini foto ibuku, beliau sudah meninggal dunia tanggal 18 april 2003 lalu


"De. Gimana kabarnya? Ikut ibu yuk."
Aku hanya tersenyum dan memandang sekelilingku. Hanya ada kami berdua di sebuah taman yang amat indah sekali. Sejauh mata memandang, yang terlihat adalah hijau yang memukau. Di kakiku, mengalir sungai kecil yang airnya bening sekali. Sementara bunga-bunga aneka warna yang indah tampak bermunculan dari sela-sela pepohonan yang tampak mendominasi sekelilingku.

"Kemana?"
"Ya, ikut saja. Gak ada yang diberati lagi kan sekarang? Semua sudah rapih kan?"

Kembali aku melihat sekelilingku. Semua serba indah, hijau ranau. Iya. Jika semua serba indah begini, Apa lagi yang aku tunggu. Lalu aku melangkah dan menyambut tangan ibuku yang terulur ke arahku. Ketika tangan kami hampir bersentuhan, tiba-tiba suara anak bungsuku memanggilku.

"Ibuuu. Nanti yang antar aku sekolah siapa?"
Oalah... aku pun batal ikut ibuku pergi.

Tapi, besoknya beliau datang lagi. Dan aku pun kembali merasa sedang terbang melayang menuju sebuah terowongan awan yang amat indah. Putih bergumpal-gumpal menuju sebuah cahaya terang yang amat menyilaukan mata di depan kami. Tapi, adaaaaa aja suara-suara yang memanggilku pulang dan mengurungkan perjalananku.

Huff.
Aku jadi kangen dengan ibuku. Beliau tidak putus asa terus menerus mengajakku pergi.
Semalam, beliau bahkan memberitahuku sebuah rahasia. Tentu saja rahasia ini tidak akan aku tulis disini. Tapi, aku senang sekali mendengar rahasia ini.
ibu yang sedang bermain bersama cucu-cucunya


--------------------------------------------------
Penulis: Ade Anita

Komentar

  1. jadi ingat almarhumah ibuku mba :(

    BalasHapus
  2. Duh jadi merinding membacanya.
    SAya pernah mimpi bertemu seorang sahabat yang sudah meninggal. Di tempat yang luas, seperti taman. Hijau. Indah, tapi serasa bukan di dunia. Di sana ada orang2 juga. Situasinya adem, tenang. Lalu saya dan sahabat saya - namanya Erna, berpelukan. Kami kangen2an sampai nangis.

    Erna meninggal saat mengandung anak pertama. Saya tidak sempat bertemu dengannya karena masih tinggal di Riau waktu itu. Sebelum dia ke Makassar (tadinya dia di Jakarta sama suaminya), kami sering telepon2an. HP belum populer waktu itu tapi karena ada akses dari perusahaan untuk bisa menelepon lokal ke Jakarta, jakur itulah yang saya manfaatkan untuk bertukar cerita dengan Erna.

    Suatu ketika saya menelepon, kata suaminya Erna di Makassar. Setelah itu saya putus hubungan dengannya lalu tiba2 datang kabar duka itu.

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…