badge

Senin, 06 Mei 2013

Bagaimana pengaruh alkohol dalam miras bisa membuat seseorang saling membunuh satu sama lain


Ada dua peristiwa pembunuhan yang aku hadapi tepat di depan mataku di waktu yang lampau. Yang pertama terjadi ketika aku masih duduk di bangku SD. Ayah mengajak kami sekeluarga berlibur ke Ancol. Setelah semua orang berpesta merayakan malam pergantian tahun baru, maka bisa dipastikan suasana kota Jakarta akan lengang, tidak macet, tidak berdesakan. Nah, saat itulah menurut ayahku saat yang tepat untuk berlibur.


Setelah membentang tikar di atas pasir, kami pun berenang. Sejauh mata memandang, pantai Ancol sepi dari pengunjung. Restoran di belakang kami pun sepi sekali. Tiba waktu makan siang, kami semua duduk di atas tikar dan mulai makan nasi bungkus yang dibawa ibu dari rumah. Ketika itulah terdengar suara dua orang pria yang sedang bertengkar. Tubuh mereka besar dan kekar, kedua bola mata mereka pun merah. Cara mereka berdiri terlihat sempoyongan sementara mereka memegang botol minuman keras (selanjutnya ditulis miras) yang isinya sudah nyaris tandas. Karena suara pertengkaran mereka amat keras maka tanpa sadar kami jadi ikut menonton. Tiba-tiba saja salah satu di antara mereka menghempaskan botol yang telah kosong di tangannya ke atas meja hingga pecah dan hanya tersisa separuh beling. Melihat beling botol terhunus, temannya langsung bereaksi dengan mengeluarkan pisau dari belakang punggungnya. Lalu. BLASH! Cepat sekali kejadiannya, pisau itu sudah menancap di perut lawannya! Lawannya langsung roboh, dan darah deras menggenang.
gambar buatan ade anita



Kami semua terperangah dan spontan menjerit ngeri. Pelaku pembunuhan itu langsung menatap kami dengan mata merahnya yang dipenuhi amarah. Ayah pun langsung memerintahkan ibu untuk bersiap-siap pergi. Tanpa memerdulikan nasi bungkus yang belum habis, bahkan piring-piring plastik yang masih berserakan di atas tikar, ibu langsung mengambil barang-barang yang penting saja lalu menyeret kami semua untuk segera pergi dari tempat itu. Si pemabuk yang baru saja membunuh temannya itu terlihat sempoyongan mendatangi kami dan ayah pun berdiri menghadang agar kami semua bisa berlari. Dari belakang punggungku aku bisa mendengar ayah berkata, "Tenang bang... tenang." Lalu aku tidak melihat lagi kejadiannya bagaimana. Cukup lama kami menunggu kedatangan ayah di dalam mobil yang terkunci. Ayah akhirnya muncul dan berkata bahwa si pemabuk sudah pingsan duluan sebelum mendekatinya dan itu memberi kesempatan pada ayah untuk memanggil polisi. 
Fiuh.

Peristiwa kedua, terjadi ketika aku duduk di bangku SMA. Seorang teman memberitahu bahwa temanku ada yang tertangkap polisi karena: membunuh supir taksi. Kabar lengkapnya, temanku itu melakukannya karena dia berada dalam pengaruh miras. Aku sempat bertanya kejadiannya pada temanku itu (si pelaku) jawabannya: 

"Gue gak sengaja, De. Maksud gue cuma buat nakutin aja nodongin pisau ke dia, tapi karena gue mabok, perasaan masih jauh ternyata udah nancep."

Ah. Itu cukup menggemparkan hatiku karena hubunganku dekat dengannya. Sulit dipercaya karena aku dan dia sama-sama masih berusia belasan kala itu. Masih masuk golongan remaja berseragam tapi dia sudah terjebak dengan kejahatan seberat itu. Ah. Sulit dipercaya tapi ini nyata. Peristiwa pembunuhan pertama yang aku lihat ketika aku kecil dahulu langsung teringat kembali. Bagaimana pengaruh alkohol dalam miras bisa membuat seseorang saling membunuh satu sama lain. Duh. Seram.  

Bahkan sekarang, berita di surat kabar menyiarkan tentang tabrakan maut, pemerkosaan, perampokan, tawuran yang terjadi sebagai akibat dari pengaruh miras. Bahaya miras sepertinya sudah harus segera ditangani. Sebenarnya, ada gak sih aturan di Indonesia yang mengatur tentang hal ini? Rasanya kita sudah amat membutuhkan UU tentang larangan miras karena bahaya dari miras yang kian tak terkendali sekarang ini. Tapi, sebenarnya bagaimana sih pendapat masyarakat sendiri atas bahaya miras tersebut? Untuk menjawab pertanyaanku ini, aku sengaja bertanya pada seorang teman yang non muslim dan aku perhatikan juga mengkonsumsi miras. Apakah dia tahu tentang bahaya miras?

ini keping obrolanku dengan cepi sabre temanku



Menurut dia, sebenarnya miras itu pada dasarnya adalah tradisi yang biasa pada banyak kebudayaan, khususnya di negara barat. Karena miras itu memang dikonsumsi dengan tujuan yang tidak bertentangan dengan kesehatan seperti untuk menghangatkan badan, membuat kantuk pada penderita insomnia. Selain itu, miras juga dikonsumsi oleh masyarakat karena merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat itu sendiri (bagian dari ceremony dan kebiasaan turun temurun); bahkan minol (minuman beralkohol)  disandingkan dengan obat-obat tertentu karena akan memberi efek yang menguatkan cara kerja obat tersebut. Hanya saja ada sebuah 'kepatuhan akan aturan' ketika mengkonsumsi miras ini yang seharusnya disandingkan dengan budaya mengkonsumsi miras/minol tersebut. Yaitu, miras/minol ini harus diminum sesuai dengan takarannya. Itu sebabnya di barat, atau termasuk negara Asia yang membolehkan miras diproduksi dan dikonsumsi oleh masyarakat, dikenal gelas dan botol mungil yang menjadi wadah tempat minuman-minuman ini. Teman saya yang memang mengkonsumsi miras mengaku bahwa botol Jack Daniels yang dia miliki, baru akan habis isinya setelah 3 bulanan. Karena dia memang meminumnya sedikit sekali, sekedar agar bisa jatuh tertidur karena dia menderita insomnia.

rupa-rupa ukuran gelas sesuai dengan peruntukan jenis miras yang dikonsumsi agar sesuai takarannya. gambar diambil dar sini


Sayangnya, ada cukup banyak orang di Indonesia (termasuk remaja) yang belum memahami bahaya miras dan mengembangkan sebuah pemahaman yang salah terhadap miras ini. Mereka beranggapan bahwa dengan mengkonsumsi miras maka mereka akan terlihat hebat-perkasa-dan-modern. Lalu, diminumlah miras ini dalam takaran yang banyak: bergelas-gelas atau berbotol-botol. Nah, pada mereka yang mengkonsumsi miras dalam jumlah yang banyak tersebutlah maka miras mulai mengganggu kerja sistem otak manusia. Kesadaran mereka mengalami gangguan atau biasa dikenal dengan istilah "mabuk". Dan efek ketergantunganpun bisa terjangkit. Dan yang lebih berbahaya lagi adalah, karena tidak mampu membeli miras yang aslinya harganya amat mahal (berkisar Rp500.000 hingga jutaan), maka dibuatlah miras tiruan (istilahnya KW atau oplosan).


gambar diambil dari sini

Ada beberapa jenis miras oplosan. Yaitu: miras yang dicampur dengan susu; miras yang dicampur dengan racun serangga; miras yang dicampur dengan spiritus; miras yang dicampur dengan obat penurun demam; miras yang dicampur dengan minuman bersoda; miras yang dicampur dengan minuman berenergi. Bahkan kata temanku Cepi, ada juga miras yang dicampur dengan kotoran burung!!

Semua jenis miras oplosan ini dijual bebas di warung-warung dengan harga yang amat terjangkau (berkisar antara Rp5000 s.d puluhan ribu saja). Sehingga, siapa saja bisa mengonsumsinya, termasuk para remaja (khususnya yang punya persepsi salah tentang jati diri mereka, atau sekedar untuk uji nyali/keberanian dan pamer bahwa mereka bisa mabuk). Kian berbahaya karena kemasan miras kw ini ada dalam botol miras asli sehingga "pamer keberanian" para peminum menjadi tidak terkendali dan itu bisa membahayakan keamanan yang bukan peminum (seperti terjadinya tindak kejahatan yang sudah saya tulis di atas).

miras hasil razia yang dimusnahkan; gambar diambil dari sini


Itu sebabnya nyaris seluruh lapisan masyarakat (tanpa memandang pada usia/agama/suku/budaya/jenis kelamin)  setuju dengan kampanye tentang bahaya miras, dan  setuju dengan razia miras yang telah dilakukan oleh pemerintah saat ini. Keikutsertaan masyarakat terlihat dari upaya mereka melaporkan keberadaan miras oplosan atau jika ada pesta miras pada pihak berwajib dan kesiapan mereka memberi bantuan apa saja yang dibutuhkan. Untuk selanjutnya, tentu saja penguatan akan lahirnya sebuah Undang-Undang yang memberi keleluasaan bagi penguatan larangan dan himbauan bahaya miras amat diharapkan untuk segera terwujud.

===============================================
penulis: ade anita

Lomba Blog #AntiMiras Untuk Blogger Indonesia



19 komentar:

  1. ngeri, ya, pengaruh miras

    BalasHapus
  2. Hiii merinding bacanya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku tuh sampe sekarang jadi rada2 takut liat orang mabuk win gara2 pengalaman buruku itu

      Hapus
  3. Subhanallah, serem mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, semoga itu pembunuhan terakhir yg aku hadapi tepat di hadapanku. Serem. Meski kejadiannya waktu kukecil tapi keinget terus ampe sekarang

      Hapus
  4. kalau sudah minum yang satu ini,. pintu kriminal lain terbuka..
    wuuh serem..

    BalasHapus
  5. hiii mbak ngeri baca bagian pembunuhan di depan mata gara-gara miras, semoga RUU Anti Miras segera disahkan menjadi UU...

    BalasHapus
  6. Iya betul Mbak, peristiwa besar yang menyeramkan itu pasti teringat terus meski kita sudah lama mengalaminya. Sudah bertahun2 bahkan puluhan tahun yg lalu. Menyaksikan pembunuhan di depan mata kepala sendiri bukan peristiwa yang biasa2 saja, butuh waktu untuk menghilangkan traumanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenernya aku sudah mulai melupakan tapi dia suka pop up sendiri jika melihat adegan serupa di televisi. waktu nonton film "ghost" demi moore pertama kali di bioskop, aku langsung inget adegan pembunuhan di ancol itu... seremm

      Hapus
  7. maaf mbak ade Anita, jika boleh saya berpendapat. Saya orang senang memiliki banyak teman, dan karena itu saya tidak pilih-pilih. saya juga punya banyak teman yang suka mengkonsumsi miras. namun saya belum pernah melihat teman saya sendiri terjerumus dalam tindak kekerasan ketika sedang mengkonsumsi miras tersebut. kemudian saya mulai banyak mengamati dan meneliti juga banyak bertanya kepada mereka, kawan-kawan saya yang mengkonsumsi miras tersebut. menurut saya dari hasil pengamatan saya tersebut, ketika terjadi kekerasan saat mengkonsumsi miras, itu dipengaruhi oleh banyak hal dan tidak terjadi secara tiba-tiba begitu saja. yang pertama adalah latar belakang dari si pengkonsumsi tersebut terutama dari segi psikologinya. yang kedua adalah lingkungan dari si pengkonsumsi dan yang ketiga adalah pola pikir. jika ketiga hal tersebut dalam kondisi tidak baik pada konsumsi miras, maka hal-hal tentang kekerasan bisa saja terjadi, itu sebenarnya yang membedakan pengkonsumsi miras orang barat dengan orang indonesia... terutama pola pikirnya. trimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah.. itu sebabnya aku tulis dan cetak tebal tulisan: 'kepatuhan akan aturan' ketika mengkonsumsi miras ini yang seharusnya disandingkan dengan budaya mengkonsumsi miras/minol tersebut...."

      sayangnya, masyarakat indonesia malah mengembangkan budaya minum sebagai bagian dari budaya untuk gagah-gagahan dan agar diangggap modern. itu susahnya .

      Hapus
  8. aku liat ilustrasi dan penjelasan mba ade jadi ngeri sendiri. apalagi misal orangnya itu dalam kondisi sedang mengalami masalah, pasti larinya ke miras ya. :'(

    BalasHapus
  9. astaghfirullah...
    itulah kenapa miras dirahamkan ya Mbak... bahayanya luar biasa...

    BalasHapus
  10. anehnya, masih ada aja yg menegak miras walau tahu bahayanya seperti apa. sekecil apapun usaha, walau dg tulisan, penyebaran miras yg tidak sehat harus dilawan. kalo tidak hari ini, kapan lagi. salam dan sukses. ditunggu kunjungan baliknya

    BalasHapus
  11. Ilustrasinya keren, Mbk, semoga menang ya

    BalasHapus
  12. Sahabat Komunitas Pejuang #AntiMiras

    Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh,

    Dalam berbagai kesempatan dialog, diskusi dan pertemuan lainnya, kita sepakat untuk menjadikan Gerakan Nasional Anti Miras adalah sebuah Gerakan Massal Masyarakat atas kesadaran terhadap bahaya latent yang diakibatkan oleh minuman beralkohol (minol) dan minuman keras (miras), khususnya bagi Anak dan Remaja di bawah 21 tahun;

    Sehubungan dengan itu, kita akan melaksanakan Traning for Trainers yg akan dipandu oleh teman2 dari @KomunitasSM dan @AntiMiras_ID , pada:

    Hari/Tgl : Sabtu-Minggu 6-7 Juli 2013
    Jam TFT : 08'00-17'00 wib
    Tempat : Rumah Damai Indonesia
    Jl H Saabun No20, Jatipadang, Margasatwa Pasar Minggu, Jakarta Selatan

    kiranya Sahabat dapat mengirimkan minimal 2 orang calon peserta, yang terlebih dahulu akan diseleksi dari data yang diisi calon peserta melalui formulir:

    http://www.mediafire.com/download/vb9pcdaiphf5p2k/FormPendaftaranTrainer.pdf

    Keikut-sertaan Sahabat dalam upaya2 Gerakan Nasional Anti Miras, InsyaALLAH akan meningkatkan kesadaran semua stake holder terhadap bahaya minol dan miras, khususnya Pemerintah dalam mengendalikan penjualannya.

    Training for Trainers Pejuang #AntiMiras - bhadiah HP Android Samsung Galaxy CHAT http://chirpstory.com/li/93088

    #BlogPost Training for Trainers Pejuang #AntiMiras

    http://antimiras.com/2013/07/training-for-trainers-pejuang-antimiras/

    Salam Sehat #AntiMiras
    @fahiraidris

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...