Kamis, 14 Desember 2017

Resolusiku di Tahun 2018

[Catatan Akhir Tahun] Seperti tahun-tahun sebelumnya, akhir tahun 2017 ini pun aku membuat resolusi. Resolusi itu buatku semacam vitamin untuk menambah semangat dalam berkarya dan melakukan kegiatan. Resolusi juga seumpama batu pijakan berikutnya yang akan aku tuju setelah aku melompat meninggalkan batu pijakan yang sekarang. Mengapa arti resolusi bisa demikian bagiku? Karena aku jadi seperti memiliki sebuah daftar keinginan, apa yang setidaknya ingin aku capai. Bahkan meski hanya berupa mimpi-mimpi sekalipun. Tetap saja mimpi itu aku susun, sehingga aku tahu apa yang akan aku pinta ketika aku bermunajat.

Itu sebabnya nyaris setiap tahun, aku membuat list resolusi yang akan atau ingin aku lakukan di tahun mendatang. Hanya saja, ada resolusi yang aku tulis dengan rapi dalam sebuah catatan yang aku tandai dan ada resolusi yang tidak aku buat catatannya. Itu sebabnya resolusiku di tahun 2018 pun aku susun sebagai catatan akhir tahunku di blog ini.



Senin, 11 Desember 2017

Harbolnas Bukalapak Akan Datang Sebentar lagi, Persiapkanlah Diri Anda

[LifestyleBukalapak sebagai salah satu situs belanja online terpercaya, yang memiliki kredibilitas tinggi serta kepercayaan yang tinggi dari masyarakat Indonesia, kini terus memberikan berbagai fasilitas yang memudahkan para konsumen untuk melakukan pembelanjaan didalam situs yang mereka kelola. Tidak hanya itu saja mendekati Harbolnas seperti saat ini, Bukalapak pun juga memberikan berbagai promo pembelanjaan yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku belanja online untuk dapat memperoleh berbagai barang kebutuhan dengan harga jauh dibawah harga standar yang biasa dilakukan. Dengan menggandeng ribuan pelapak yang tergabung dalam situs jual beli online yang mereka kelola, HarbolnasBukalapak.com/harbolnas ini akan sangat memberikan kita berbagai keuntungan dalam memperoleh berbagai barang kebutuhan Anda dengan harga yang sangat murah.

Taman Pelangi, Buku Cerita Yang Menginspirasi

[Keluarga] Keluarga adalah gambaran dari masyarakat terkecil. Ayah dan ibu mewakili kelompok senior. Dan kakak adik mewakili teman sebaya. Lalu peraturan yang diterapkan dalam keluarga mewakili peraturan yang diterapkan dalam masyarakat.

Dan demikian karakter-karakter dalam keluarga, serta segala macam benda-benda dan berbagai atmosfere yang terjadi dalam sebuah keluarga, bisa membawa seorang anak untuk mengenal bagaimana kehidupan bermasyarakat kelak.

Jumat, 08 Desember 2017

Jangan Lupa Berbahagia

[Catatan Akhir Tahun] Di sepanjang tahun 2017, aku ikut kajian rutin di sebuah komunitas. Pada salah satu ustad pengisi materi kajian, aku sempat termenung setelah mendengar isi ceramahnya. Ustad .... yang sering berbicara ceplas-ceplos itu, mengatakan: "Hati-hati loh ibu-ibu. Di akherat nanti, dosa dan kekhilafan itu ditanggung oleh individu. Bukan kolektif dan nggak bisa saling bantu. Jadi, jika waktu muda sibuk dengan anak-anak hingga lupa beribadah. Lalu sudah tua sibuk dengan cucu lalu tetap lupa beribadah, yang rugi di akherat nanti itu ibu-ibu sendiri."

Selasa, 05 Desember 2017

Perkenalkan Kids Coding Languages Sejak Dini

[Parenting] Ada yang memperhatikan tampilan Google Search hari inikah? Hari ini, Google merayakan 50 tahun bahasa pemrograman yang didesain untuk anak-anak atau dalam bahasa Inggrisnya "Google celebrated the 50th anniversary of Logo, the world’s first programming language designed for kids".

Di Amerika sana, tercatat bahasa pemrograman alias coding language sejak tahun 2017 sudah menjadi mata pelajaran wajib yang harus diajarkan sejak usia dini loh. Bandingkan dengan Indonesia yang malah  menghilangkan pelajaran TIK.
Jadi, sebenarnya penting nggak sih anak-anak itu berkenalan dengan program komputer sejak kecil?

Senin, 27 November 2017

Segelas MILO untuk Energi si Adik Setiap Hari

 [Parenting] Jika ditanya pada anakku yang bungsu, yang saat ini memasuki masa pra remaja karena usianya yang 11 tahun itu, apa keinginannya, dia pasti akan menjawab ingin jago main basket.

Aku selalu mendukung keinginan anak anak-ku, apalagi saat itu berhubungan dengan aktivitas outdoor seperti basket atau biasanya si adik ini suka banget bersepeda. Nah sebagai Ibu, aku akan selalu mendukungnya walaupun terkadang khawatir dengan banyaknya kegiatan si adik sepanjang hari. Maka dari itu, yang bisa aku lakukan adalah menyiapkan sarapan yang bergizi ditambah dengan segelas MILO hangat untuk asupan energinya. Tidak lupa biasanya aku bekali anakku dengan makan siang yang sehat dan juga MILO cair supaya energinya  full terus.


Cara memasang Board Pinterest di Blog

[Lifestyle] Hai. Ceritanya aku baru saja selesai memperbaiki dan mempercantik blog aku. Jika kalian lihat dibagian bawah halaman blog aku ini, kalian akan melihat board Pinterest. Nah, board pinterest ini yang akan aku beri tahukan bagaimana cara memasangnya di dalam postinganku kali ini. Simak ya. Caranya mudah banget kok (btw tulisan ini sekaligus juga pengingat untukku sendiri jika suatu saat nanti aku lupa cara memasangnya bagaimana).


Sabtu, 25 November 2017

Voucher Diskon Bukalapak agar Untung Ketika Belanja Online

[Lifestyle]  Belanja online kini seolah sudah menjadi gaya hidup baru manusia di dunia yang serba modern. Hal ini tak bisa dipungkiri karena memang teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan. Belanja online selain praktis dan mudah, banyak juga promonya sehingga harganya kian murah dari toko fisik. Salah satu yang rajin memberikan promo adalah Bukalapak dimana seringkali memberikan voucher diskon Bukalapak  sehingga bisa menjadikan momen belanja kian hemat.



Kamis, 23 November 2017

Jangan Lupa HARBOKIR JNE 26- 27 November

[Lifestyle] Sebentar lagi, tanggal 26 dan 27 November loh.
Terus kenapa kalau tanggal segitu?
Hehehe. Nanti, tepat pukul 00.00 di tanggal 26 November hingga pukul 23.59 di tanggal 27 november 2017, JNE mengadakan HARBOKIR. Yaitu Hari Bebas Ongkos Kirim. Alias gratis... gratis... gratis.
horeeee.

Belajar Tetap Sholehah : Pakai Jilbabmu, Dik

[Parenting] [Teenage Parenting] Ada yang baru nih mulai sekarang tema besaran tulisanku di blog ini. Yaitu tema parenting khusus untuk para orang tua yang memiliki anak yang sudah lewat masa anak-anak. Jadi, parenting untuk orang tua yang memiliki anak usia remaja. Baik pra remaja, remaja, maupun pasca remaja (young adult atau dewasa muda). Semoga tulisanku bisa membawa manfaat.

Kali ini, aku mau membahas tentang bagaimana caranya agar anak remaja kita, dalam hal ini anak perempuan yang berusia remaja, bisa tetap berada di jalur "tetap menjadi sosok yang sholehah".

Waktu anak perempuan kita masih  kecil, kita sudah mengajarkan dia macam-macam ilmu agama kan? Kita sudah ajarkan dia mengaji, mengajarkan dia tentang aurat, mengajar dia tentang haram dan halal, dan juga larangan dan anjuran dalam beribadah. Sekarang, tiba saatnya anak perempuan yang dulu mungil imut dipakaikan jilbab nurut saja dan dibelikan pakaian panjang nggak protes, mulai mencari jati dirinya. Dia mulai bertanya ke diri sendiri "mau aku apa sih sebenarnya?". Nah, buah dari rasa kritis pada diri sendirinya ini, akan membuatnya melakukan sesuatu yang bisa jadi berbeda dengan apa yang dia lakukan ketika dia masih kecil dahulu. Bisa jadi, anak yang dulunya penurut dan patuh, tiba-tiba berubah menjadi sosok pemberontak.

credit photo: pinterest nik mahzo


Nah. Tulisanku berikut ini akan membahas tentang tema ini insya Allah.

Senin, 20 November 2017

Warna Kulit Sawo Matang

[Parenting] Apa warna kulit anak-anak kalian?
Sebenarnya, aku tidak pernah terlalu peduli dengan warna kulit. Karena, sebagai manusia kita memang tidak pernah bisa memilih dilahirkan dengan warna kulit apa. Bukan hanya warna kulit, tapi juga bentuk hidung, bentuk mata, bentuk bibir, warna rambut, bentuk helai rambut, dan semua yang berbentuk fisik manusia.

Kebetulan, aku dilahirkan di keluarga dari Sumatra Selatan yang memang memiliki ciri khas fisik warna kulit kuning terang, mata sipit, rambut lurus tidak hitam, bibir tipis dan hidung tidak mancung tapi juga tidak pesek. Sedangkan suamiku, dilahirkan di dalam keluarga yang masih ada campuran Jawa-Pakistan-Bogor, sehingga memiliki rambut berbeda dengan  keluargaku. Yaitu rambut yang helai-helainya  sedikit kaku dan warnanya hitam. Hidungnya mancung, bibirnya berisi, dan warna kulit sawo matang. Karena percampuran antara aku dan suamiku ini, lahirlah anak-anak kami dengan gabungan fisik kami berdua.


Kamis, 16 November 2017

Masako Masak Sehat Tetap Lezat


[Lifestyle] Sejak kecil, sebelum menikah tepatnya, jujur, aku tidak bisa memasak. Ibuku termasuk yang santai orangnya. Beliau tidak pernah memaksa kami harus turun ke dapur. Justru, ibu sering berpesan, "Mumpung masih muda, lakukan hal lain. Masak mah gampang, nanti juga bisa sendiri." . Jadi, ketika dan tidak bisa memasak, aku tetap santai. Kebetulan, suamiku ditugaskan belajar di Sydney. Dan karena aku akan menyusul mendampingi suamiku di Sydney, maka aku membawa bumbu instan untuk keperluan memasak. Tidak tanggung-tanggung, 1 koper kecil sendiri isinya bumbu instan semua. Alasannya mengapa membawa 1 koper bumbu instan selain karena aku tidak bisa memasak, karena bumbu dalam kemasan rapi ini mudah ketika harus dilaporkan di imigrasi (declare). Imigrasi luar negeri sedikit ribet jika melihat kemasan makanan yang dibuat sendiri. Mereka khawatir dengan kualitas kontrol jika mengemas sendiri. Jika kemasan praktis keluaran pabrik, biasanya sih lolos-lolos saja. Jadi, bisa dibilang aku termasuk #generasimicin. Hehehe. Karena pengalaman memasakku otomatis terselip bumbu yang mengandung MSG. Dan demikian selanjutnya aku menyediakan konsumsi untuk keluargaku juga demikian.

MSG bikin lemot? Ah. Itu hoax. Buktinya, alhamdulillah keluargaku baik-baik saja sampai sekarang. Mereka sehat, tidak bodoh, dan tetap bermanfaat insya Allah. Kuncinya mungkin karena makanan yang aku olah tetap sehat meski rasanya lezat.

Jumat, 10 November 2017

BCA Mendapat Penghargaan Rekor Dunia

[Lifestyle] Darah. Semua manusia memerlukan darah untuk bisa terus hidup. Aku menyadari hal ini karena kebetulan, beberapa tahun yang lalu aku termasuk orang yang terbantukan oleh darah yang didonor oleh orang lain. Yang pertama, yaitu ketika ayahku yang sedang sakit keras memerlukan darah karena HB nya yang sudah kelewat rendah. Ayahku kurang darah stadium berat. Jadi, beliau memerlukan darah donor. Tengah malam, aku dan saudaraku pergi ke PMI untuk mencari kantong darah. Mendapatkannya susah karena harus benar-benar cocok. Membawanya pun susah karena darah itu sesuatu yang cepat sekali beku jika dibawa begitu saja. Jadi memerlukan termos es khusus yang bisa menjaga suhu agar darah tidak menggumpal. Dan ketika darah yang itu dimasukkan ke dalam tubuh ayahku tapi tubuh ayah sudah tidak bisa menerimanya lagi; kami anak-anaknya tahu bahwa hidup ayah kami sudah tidak akan lama lagi.

Lalu, beberapa tahun kemudian, aku berada di kondisi seperti ayahku. HB ku terlalu rendah sehingga memerlukan kantong darah untuk dimasukkan ke dalam tubuhku lewat tranfusi agar bisa terus hidup dan kembali sehat. Demikian begitu besar kantong darah yang diperoleh dari para pendonor darah lewat Palang Merah Indonesia.

Kamis, 09 November 2017

Bu, Kenapa Perempuan Harus Mens?

[Parenting] Ini obrolanku dengan anak perempuanku yang masih kecil. Usianya baru 8 tahun. Kalian yang memiliki anak berusia 8 tahun pasti pernah berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan ajaib anak-anak kan? Nah. Ini ceritaku tentang hal itu. Yaitu ketika putriku bertanya, Mengapa Perempuan Itu mengalami Menstruasi?

Minggu, 05 November 2017

Mertua VS Menantu

[Keluarga] "Eh... gimana nih kabarnya yang sudah jadi ibu mertua?"
Itu pertanyaan yang dilontarkan oleh teman-temanku ketika kami bertemu dalam sebuah acara. Aku sendiri sih senyum-senyum saja menanggapi pertanyaan tersebut. Ya mau dijawab apa coba? Karena, rasanya sih sama saja deh apa yang aku rasakan setelah memiliki menantu seperti sekarang. Bangun tetap saja bisa kesiangan; jika sedang malas ya tetap saja malas, dan jika sedang rajin ya tetap saja rajin. Tidak ada yang berubah fungsi atau takaran pekerjaannya.

Yang terasa berbeda itu adalah, jumlah anak yang sekarang bertambah satu.
Itu saja sih.

Kamis, 02 November 2017

Drama Ibu Bekerja dan Si Buah Hatinya

[Keluarga] Ngobrol sama teman yang kebetulan beberapa di antara mereka adalah ibu yang bekerja di luar rumah. Jujur saja, mereka tuh sebenarnya hebat-hebat sih. Karena meski harus bekerja, tapi tugas sebagai seorang ibu dan istri tetap tidak boleh ditinggalkan.
Ya iyalah ya. Profesi sebagai ibu itu tidak lantas hilang dan terbebaskan hanya karena seorang perempuan bekerja di luar rumah atau memiliki sebuah profesi di bidang pekerjaan tertentu. Karena, tidak mungkin seorang perempuan akan bisa melepas rasa sayang dan khawatirnya pada si buah hati. Khususnya ketika seorang ibu harus meninggalkan buah hatinya di rumah.


Ish. Hal terberat memang ketika harus meninggalkan anak terlepas dari kita.

Senin, 23 Oktober 2017

Daikin AC Nyaman dan Hemat Energi

[Lifestyle] Tinggal di kota besar seperti Jakarta, rasanya sulit deh jika di rumah tidak ada AC-nya. Memang sih, menurut nasehat para seleb inspirator  "family dan Parenting lifestyle", sebaiknya anggota keluarga jangan terlalu dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang membuat nyaman. Karena menurut mereka, nanti anggota keluarga bakalan susah jika suatu hari harus hidup serba terbatas.

Aku sendiri, aku lebih suka melihat hal ini dari sudut pandang yang positif. Yaitu bahwa kenyamanan itu, memang harus diusahakan agar kita bisa lebih produktif dan kreatif lagi dalam berkarya dan meningkatkan kualitas hidup kita sendiri. Kan susah ya untuk berpikir dan berkarya jika kita merasa tidak nyaman karena cuaca yang terik dan gerah? Kesehatan juga bisa terganggu jika tidur kita tidak nyenyak karena temperatur udara yang ngungkep dan bikin kita bolak balik mengeluh karena kepanasan. Jadi, memiliki perangkat AC di rumah, khususnya rumah di kota besar seperti Jakarta tempatku tinggal saat ini, it's a must.

Minggu, 15 Oktober 2017

Waterbom, Untuk Yang Sedang Jatuh Cinta

 [Pernikahan] Usia pernikahanku insya Allah tahun depan memasuki usia 24 tahun. Tidak terasa ya. Rasanya baru beberapa saat saja kami menikah, punya anak lalu pontang-panting membesarkan anak dan mengisi hari-hari yangberjalan.

Nggak tahunya, anak-anak sudah semakin beranjak besar. 
Sampai sekarang, aku masih sering merasa anak-anakku belum pada besar. Jadi, yang ada di kepalaku itu ingatan bahwa aku harus segera pulang ke rumah karena nanti anak-anak gelisah menungguku. Lalu mereka tidak makan karena tidak ada yang memasak di rumah. Lalu mereka lupa shalat karena tidak ada yang mengingatkan. Pokoknya, segala macam pemikiran bahwa anak-anak akan berantakan karena aku tidak ada di sisi mereka. Padahal kenyataannya sih... mereka semua fine-fine aja. Apalagi sekarang mereka sudah pada mandiri alhamdulillah. Dalam arti sudah bisa dilepas dan diberi tanggung jawab.

Kamis, 12 Oktober 2017

Kanker Serviks, Apa itu?

[Lifestyle] Duh, aku ngeri jika mendengar kata kanker sebenarnya. Kenapa? Karena sekarang kok semakin banyak orang yang terkena penyakit Kanker. Padahal jaman aku kecil dulu, kanker itu dianggap sebuah lelucon yang bisa bisa ngakak karena diartikan sebagai kantong kering.

"Nggak pergi lo?"
"Kagak. Gue kena kanker nih, kantong kering." Kantong kering disini diartikan sebagai tidak punya uang.

Jaman sekarang, mana bisa bercanda model begini. Duh, naudzubillah min dzaliik deh jangan sampai terkena kanker.

Kamis, 05 Oktober 2017

Pemberian Nama untuk Bayi Baru Lahir

[Parenting] Buat orang bule (baca: orang-orang barat; yaitu yang tinggal di negara barat seperti amerika, eropa dan sekitarnya), mungkin nama itu tidak penting. Itu sebabnya mereka mengenal pepatah yang mengatakan "apalah arti sebuah nama". Lalu bagaimana dengan di Indonesia?

Di beberapa daerah yang ada di Indonesia, nama itu tidak dipandang amat penting. Ada beberapa daerah yang memberi nama pada anak, sesuai dengan peristiwa yang terjadi di waktu bersamaan ketika anak itu lahir, sebagai pengingat akan waktu dan kejadian. Di bagian daerah yang lain, pemberian nama semata diberikan karena anak adalah penerus nama keluarga. Sehingga, terkadang nama anak adalah nama yang sama dengan nama ayah atau kakeknya. Di bagian daerah yang lain, ada yang memberikan nama sesuai dengan suasana hati orang tuanya ketika anak itu lahir. Tapi mayoritas daerah di Indonesia, pemberian nama pada bayi yang baru lahir, diberikan seiring dengan harapan dan asa yang ingin disematkan oleh keluarga besar pada bayi tersebut.

Cerita tentang pemberian nama-nama di daerah di Indonesia, bisa kalian baca di postinganku yang ini ya: Promp #8 : Kendi : Nama Kendi

Di Islam (agama yang aku anut) sendiri bagaimana?

Sabtu, 30 September 2017

Belajar Lagi tentang Ilmu nge-Blog

[Lifestyle] Belajar itu, adalah proses yang berlangsung sepanjang usia.
Belum tahu? Cari tahu dengan belajar.
Sudah tahu? Belajar lagi agar menjadi pakar. Karena ilmu selalu berkembang menyesuaikan dengan perubahan jaman.
Pernah tahu? Belajar lagi agar ingat kembali dan menguasai kembali.

Tuh. Jadi nggak ada alasan untuk tidak belajar. Dan baru saja aku selesai jalan-jalan ke blog teman, lalu belajar lagi tentang ilmu nge-blog. Aku nggak pernah bosan untuk belajar  bagaimana cara agar bisa tetap bertahan sebagai blogger, sekaligus belajar agar bisa menjadi blogger yang bermanfaat.

Jumat, 29 September 2017

Serabi Solo

[Pernikahan] Waktu masih kecil, sepertinya aku termasuk orang Palembang yang tidak begitu suka ikan deh. Tahu sendiri kan, Sungai Musi itu adalah Sungai yang terpanjang di Pulau Sumatra. Dia membelah 3 propinsi dan disebut juga dengan julukan batang hari sembilan. Dan kota Palembang adalah kota yang berada di tepi Sungai Musi. Begitu juga dengan dusun asal kedua orang tuaku, juga terdapat di tepi sungai Musi. Akibatnya, menu makanan dengan bahan olahan ikan nyaris menguasai berbagai macam menu makanan di Sumatra Selatan. Lalu, aku tidak begitu suka ikan.

Huff. Apa kabarnya coba? Tapi demikianlah yang terjadi. Kan, rasa suka itu tidak bisa dipaksakan ya? Hanya saja, rasa tidak sukaku itu bukan berarti benar-benar anti banget sama yang namanya ikan sih. Aku tetap penggemar Pempek dan Tekwan dan Model dan Celimpungan dan kerupuk Palembang. Semua itu kan menggunakan bahan dasar ikan. Aku kurang suka makanan yang masih dalam bentuk ikan. mau digoreng kek, disayur, dipepes, dibakar. Kurang suka saja. Itu sebabnya jika tiba waktunya untuk mudik, jadi kurang begitu nafsu untuk kulineran.

Selasa, 26 September 2017

Hadiah Ulang Tahun Istimewa

[Keluarga] Sebenarnya, kami bukan termasuk keluarga yang merayakan hari ulang tahun. Hari ulang tahun itu ya... biasa saja. Tapi, tetap sih disyukuri. Karena di hari itu, senang saja alhamdulillah masih diberi kesempatan dan banyak sekali kenikmatan dan rezeki untuk bisa bersama dengan orang-orang tersayang.

Tahun ini aku dapat apa? mmm. Aku dapat kartu ucapan dari Menantu baruku berupa sketsa gambar yang dia buat sendiri.



Selasa, 19 September 2017

Dukungan Orang Tua Atas Cita-cita Anak


[Parenting] Cita-cita anak-anak ketika masih kecil itu lucu-lucu deh jika kita mendengarkannya. Kakakku, ketika masih kecil dahulu bercita-cita ingin jadi dukun.
D-u-k-u-n. 
Iya. Benar. Dukun. 
Kenapa bisa bercita-cita sebagai dukun? Karena, dulu rumahku ada di pertengahan kampung. Dokter masih jarang. Jadi, jika ada yang sakit-sakit sedikit, biasanya seringnya sih manggil dukun pijat saja. Diurut sana diurut sini, sakit berkurang. Ada juga dukun patah tulang, yaitu orang yang punya keahlian mengobati keseleo atau patah tulang. Tanpa operasi tanpa obat. Hanya dipijat saja. Atau dukun beranak, yaitu orang yang membantu persalinan. Atau dukun jamu, yaitu orang yang punya keahlian meracik aneka macam ramuan hingga menjadi jamu. Jamu ini seperti obat, bias mengobati aneka macam keluhan penyakit. 


Tahun 70-an yang namanya dokter itu memang masih jarang. Jika pun ada, biasanya mereka praktik di rumah sakit atau klinik. Jarang yang sudah membuka praktek di rumah. Jika pun ada ya mahal sih. Jadilah profesi dukun begitu popular di daerah rumahku dulu.

Kata ayahku dulu, setiap kali selesai mengobati, pasien akan langsung memberikan uang pada si dukun. Dan tanpa menghitungnya, dukun akan menaruh uang yang diterima dalam kantung bajunya. Kadang diselipkan di dadanya jika dukun itu perempuan.

FYI: setelah dewasa aku baru tahu bahwa ternyata model BRA jaman dulu itu memang selalu ada kantong kecil tambahan di dalam BRA yang dikenakan oleh perempuan jaman dulu. Itu sebabnya mereka selalu tampak menyelipkan uang ke dalam dadanya. hehehee. Waktu masih kecil aku pikir mereka menaruhnya begitu saja loh. Setelah agak besar bingung, kok uangnya nggak jatuh ke bawah ya? Setelah lebih besar baru deh mengerti, bahwa memang ada kantong kecil tambahan menempel di bra mereka.

Nah, karena melihat para dukun ini selalu menerima uang dari semua orang yang selesai dilayaninya ini, kakakku yang ketika itu masih kecil jadi merasa, bahwa profesi dukun itu adalah profesi yang berkelimpahan uang. Jadilah kakak bercita-cita jika sudah besar ingin menjadi dukun. 

Jadi, apa boleh buat, malu tidak malu, jika ada kenalan orang tuaku yang bertanya, apa cita-cita kakakku, kakakku pasti menjawab dengan suara lantang, "mau jadi dukun."

Lucu ya. Dulu, aku sering mentertawakan cita-cita kakakku ini. Hingga akhirnya aku punya anak. Lalu, jika semua orang bertemu kami, anak sulungku yang masih kecil ini akan berkata lantang bahwa cita-citanya adalah:

"Aku ingin jadi supir bus."
hehehe.

Jadi, dulu, ketika anakku ini masih kecil kami memang bermukim di Sydney, Australia. Sebagai keluarga muda yang gemar menabung, kami kemana-mana jika bepergian naik bus kota. Jaman dahulu, system transportasi di Sydney sudah begitu maju. Bus nya canggih dan nyaman sekali. Dan system tiketingnya juga sudah modern. Penumpang tinggal naik turun sesuai dengan halte yang disediakan. Mirip dengan model busway trans Jakarta. Dengan begitu, supir bus tinggal fokus mengemudi saja. Dan mengemudi kendaraan bus yang canggih (di jaman itu) di depan mata anak sulungku yang masih Balita terlihat super duper keren. Apalagi mereka mengenakan seragam yang rapi, Wangi, diharuskan ramah pula. Jadi jangan membayangkan seperti supir bus metromini atau bus antar kota antar propinsi yang sering terlihat lusuh dan kasar.  Mungkin, gambaran super duper keren supir bus ini yang begitu berkesan di mata anakku. 

Karena bercita-cita ingin jadi supir bus, maka aku dan suami berusaha untuk memperkenalkan dia pada seluk beluk mengemudi bus. 

catatan parentingku: bagi kami, cita-cita anak itu jangan dianggap sepele. Karena cita-cita itu sendiri lahir dari pengamatan dia akan sekelilingnya. Sebuah pengalaman yang amat berkesan di hati anak, akan membentuk persepsinya mengenai sesuatu. Sebuah cita-cita adalah, gambaran dari sesuatu yang ingin atau tidak ingin dilakukan di masa depan. Selalu beri pemahaman pada anak mengenai cita-cita yang ingin diraihnya. Karena, pemikiran dan pengalaman anak umumnya masih sederhana; jadi bisa saja cita-citanya salah karena pemahaman dia yang salah. Jadi, selalu beri informasi sebanyak mungkin pada anak untuk memberi gambaran akan cita-citanya.

Dimulai dari memberi dia rute perjalanan bus kota yang berlaku di kota Sydney. Dulu, anakku ini sampai hafal nomor-nomor bus kota. Berapa nomor bus jika ingin pergi ke pantai Bondi, berapa nomor jika ingin pergi ke Maroubra, berapa nomor bus jika ingin pergi ke Malabar, dst. Koleksi peta rute bus dia lengkap. Dipandangi lalu ditelusuri dengan jari telunjuk kecilnya. 

Setelah itu, kami juga sering membawanya pergi ke taman yang menyediakan mainan mobil-mobilan. Dan dia akan tampak gembira sekali duduk di depan kemudi mainan mobil-mobilan ini. Seperti ini nih mainannya:

https://3.bp.blogspot.com/-A0nuW8cBXnY/WbPKlv21DvI/AAAAAAABSxY/zZzLrJJDm6AB_xf22H8C_3BY6rLgbaOWgCLcBGAs/s400/IbamHD2.jpg
mainan perahu dengan steering wheel di pantai Malabar
ini bus di Sydney yang bikin anakku jadi bercita-cita ingin jadi supir bus
credit foto: https://en.wikipedia.org/wiki/Local_bus_routes_in_Sydney

Setelah itu, beranjak lagi kami mulai mengumpulkan mobil-mobilan bagi dia di rumah. Wah. Meski tidak bermesin alias memakai sistem genjot agar mobil ini bisa berjalan, tapi anakku senang sekali duduk di depan kemudinya. Suaranya mengikuti suara derum bus. 

Karena semua orang tahu bahwa anakku ini senang mengemudi, akhirnya saudaraku memberi hadiah sebuah mobil mainan yang memakai tenaga accu. Mirip dengan mobil yang sesungguhnya. Makin senanglah anakku ini. Jika dia sedang mengemudi kendaraan ini keliling rumah, adiknya yang masih kecil sering diangap sebagai penumpang yang harus dia layani. Jadi, adiknya duduk anteng, bahkan hingga jatuh tertidur di bangku penumpang di sebelah supir. 

https://2.bp.blogspot.com/-MBp74uJplyw/WbPtDbk8gtI/AAAAAAABSxo/eNIfhD-FZ_0H3NbOlcmAHgFIzZYmMjctgCLcBGAs/s400/IMG_0011.jpg
adiknya jatuh tertidur di bangku penumpang. hehehehe 
Tapi, seasyik-asyiknya kendaraan mobil-mobilan ini, tetap saja dia tidak bisa dibawa pergi kemana-mana. Padahal, maunya anakku ini, jika bepergian pun dia masih bisa mengemudi juga. Pokoknya, posisi tetap anakku ketika masuk kendaraan ini adalah duduk di belakang supir, Sehingga dia bisa merasakan sisi yang sama ketika sedang "berkhayal" mengemudi kendaraan.

Untuk itu, di dalam tasku selalu tersedia sebuah mainan steering wheel. Bersatu dengan baju ganti, susu, nappies dan cemilan anakku ini. Hehehe.
Jadi, jangan heran jika tas yang aku bawa tidak pernah bisa tas mungil. Selalu tasnya besar. Karena memang isinya mainan yang memang agak besar, yaitu steering wheel.

Itu sebabnya jika sedang membuka-buka website online store seperti mataharimall.com misalnya, aku selalu tersenyum-senyum sendiri jika melihat mainan steering wheel. Apalagi melihat perlengkapan anak dan bayi yang bagian mainan edukasi anaknya. Bukan apa-apa sih, aku ingat anakku ketika dia masih kecil dahulu soalnya. 

Dulu, mainan setir-setiran seperti ini nih yang selalu ada di dalam tas bayiku dulu.

https://1.bp.blogspot.com/-gd-xnB_N0WI/WbPu5Of_hGI/AAAAAAABSx8/KTyrYxbyX5srhZgVQ_3Vzp2-FSexcTAMgCLcBGAs/s400/setiran2.JPG
credit foto: mataharimall.com


Bentuknya memang mungil, tapi pas di tangan anak balita. Enak digenggam, lengkap dengan tongkat persneling, dan klakson serta putaran kunci untuk menghidupkan mainan. Seruuuu. Besarnya juga pas di tangan anak balita.

Tentu saja, di website mataharimall.com ini kita bisa melihat juga sih koleksi steering wheel yang lain sih. Aih, jika saja fitur mainan seperti ini sudah ada di jaman anakku masih kecil dahulu, enak banget ya. Dengan begitu kita nggak perlu kecegat macet, antri di kasir, kepanasan, dan sebagainya. Tinggal klik, transfer, lalu menunggu kiriman di rumah. 

Mungkin kalian tertarik membaca tulisan terkaitku yang lain: Cara Mengenali Toko Online yang aman

https://1.bp.blogspot.com/-e68wY5XF4kE/WbPu4IBHLlI/AAAAAAABSx4/j4gRr8ZVJ3E5gPCr54jjmeCLsgkEwlqIACLcBGAs/s400/setiran3.JPG
credit foto: mataharimall.com


Eh, tapi selain model steering wheel yang mini dan bisa dimasukkan ke dalam tas, aku juga membelikan loh model steering wheel seperti di bawah ini. Ini, dulu aku letakkan di atas kursi makan anakku. Jadi, sambil menyetir aku bisa lancar menyuapi dia makan. hehehehe. 

https://2.bp.blogspot.com/-FPF222Wjpf8/WbPu4CZv70I/AAAAAAABSx0/6gv5SS7KM4A6Me-y8QGJx7CN4NUrrPyUACLcBGAs/s400/setiran.JPG
credit foto: mataharimall.com

Beberapa tahun kemudian, ketika anak sulungku ini duduk di bangku SMA, ternyata cita-citanya berubah. hahahaha. Bahkan, berbeda jauh dengan cita-citanya yang ingin jadi supir bus atau seseorang yang duduk di bangku mengemudi kendaraan.
Ketika SMA, anakku ini malah berkata,
"Menurutku, kita nggak perlu punya kendaraan pribadi deh. Karena disamping lebih boros karena harus membeli bensin, uang parkir kendaraan, biaya perawatan, kendaraan itu menyumbang peningkatan tingkat polusi di perkotaan lewat asap kendaraannya."

Ya sudahlah. Ngomong-ngomong, adakah di antara kalian yang cita-cita sejak kecil belum berubah dan terus menetap hingga cita-citanya tercapai?

Sabtu, 16 September 2017

Bukan Sepatu Cinderella

[Pernikahan] Cuaca cerah hari itu. Matahari bersinar dengan penuh percaya diri karena tidak ada satupun awan yang berusaha untuk menghalangi pekerjaannya. Langit pun tampak biru cerah.

Aku suka warna biru yang dimiliki oleh langit yang cerah. Dan aku juga suka warna terang putih sebagai penanda terang dan bersih yang dimiliki oleh cuaca yang bersinar. Tapi, bukan itu alasan aku mengenakan sepatu baruku yang berwarna putih dan kaus kaki berwarna biru.

hehehe. Suami dan anak-anakku selalu berkata bahwa aku tidak pandai memadu-padankan pakaian dan aksesoris.
"Kadang ayah nggak terbayang jika saja ibu tidak ada yang menegur dari cara berpakaiannya. Jika ibu dibiarkan bebas sebebas-bebasnya dalam memilih pakaian, sepertinya bakalan hippies banget."
Itu komentar suamiku di depanku dan anak-anak ketika kami sedang makan siang bersama di sebuah rumah makan. Aku hanya tersenyum. Tidak bisa menolak kebenaran itu. Dan sepertinya, anak-anakku juga sepakat sih dengan apa yang dikatakan oleh suamiku.

Kamis, 14 September 2017

Obat Tidur Paling Mujarab

[Pernikahan] Bertemu suami dulu, ada kisahnya tidak kalian? Kalau aku, sepertinya sih banyak. Sebagian sudah pernah aku tulis di blog ini, dan bahkan sudah dibukukan tulisannya.

ini salah satunya: When I Met My Husband

Iya, suamiku ini dulu memang dosenku di FISIP UI. Setelah masa perkenalan yang ajaib dengan suamiku (jika belum tahu kenapa ajaib, baca tulisan When I Met My Husband ya), aku dan suamiku menjalani hubungan tidak langsung sebagai sepasang pria dan wanita dewasa yang saling jatuh cinta. Tapi, kami menjalani hubungan persahabatan terlebih dahulu. Jika ada kesulitan, aku curhat ke dia. Jika tidak ada kendala apa-apa, kami berbagi tawa dan diskusi tentang banyak hal (yang kebetulan banyak berbedanya sebenarnya karena kami punya perbedaan karakter; tapi karena berbeda itu maka diskusinya seru). Lalu, persahabatan ini menjadi kian erat hingga akhirnya, menjadi lekat satu sama lain. Dan mulailah merasa bahwa kami sebenarnya pasangan yang saling melengkapi satu sama lain. Begitu klop hingga jika dipisahkan, malah jadi timpang.

Sabtu, 09 September 2017

Aku Sudah Jadi Ibu Mertua

[Keluarga] Alhamdulillah, pada tanggal 17 Agustus 2017 lalu, aku menikahkan putra sulungku. Acara akad dan resepsi berlangsung sukses dan meriah di hari Kamis itu. Tentang hal ini, nanti aku ceritakan lagi ya. Sekalian minta maaf, makanya sudah lama tidak update blog, ya karena aku cukup sibuk menghadapi rencana pernikahan dan penyelenggaraan pernikahan anakku ini.



Senin, 31 Juli 2017

Tips Agar Anak Menikmati Belajar

[Parenting]
credit foto: pixabay.com

Wah. Sudah lama juga ya aku nggak ngeblog? Hehehe... maklum sibuk.

Sejak bulan Maret, tepatnya setelah ada kepastian bahwa ujian pada anak-anak sekolah dimulai di pertengahan bulan Maret, aku memang berusaha untuk fokus mendampingi anak-anakku.

Mungkin ada yang bertanya, apa hebatnya mendampingi anak belajar memangnya? Apa susahnya sih cuma mendampingin anak belajar itu?
Buatku pribadi, ini pekerjaan yang memerlukan keikhlasan dan pengorbanan tersendiri sih. Kenapa?

Rabu, 26 Juli 2017

Wisata Kuliner di Makassar dengan Traveloka

[Keluarga] Sejak mengetahui betapa banyak kandungan gizi dan manfaat dari daging ikan, keluargaku mulai sering melakukan wisata kuliner ke tempat-tempat yang menyediakan makanan dengan bahan dasar dari ikan. Dan sepertinya, kuliner yang paling banyak berbahan dasar ikan itu adalah kuliner dari wilayah Sulawesi sana. Khususnya, dari wilayah Makassar.

Mulai dari ikan bakar, hingga soup ikan atau ikan goreng. Cuma 3 jenis masakan, tapi pilihan ikan yang disediakan oleh rumah makan yang menyediakan kuliner Makassar itu, banyak sekali jenis ikan yang bisa dipilihnya. Terkadang, ikan-ikan itu dijajar di depan rumah makan sehingga kita bisa memilih mau ikan yang mana. Besar-besar dan dagingnya tebal karena memang ikan dari laut.



Kamis, 06 Juli 2017

Kidzania, Taman Bermain Anak dan keluarga

[Parenting] Bahwa masa anak-anak itu identik dengan masa untuk bermain sepuasnya, sepertinya kita semua setuju ya. Karena dengan  bermain anak-anak mengeksplore semua imajinasi sekaligus belajar untuk mempraktekkan apa yang dia pelajari dari orang dewasa di sekitarnya selama ini.

Begitu pentingnya proses belajar lewat bermain pada masa anak-anak ini, membuat masa pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi optimal. Karena anak akan menemukan secara langsung, bahwa apa yang dia lihat selama ini terlihat menarik belum tentu menarik dalam pelaksanaannya. Dan apa yang selama ini terlihat biasa saja dikerjakannya, ternyata justru membawa keasyikan tersendiri bagi dirinya. 

Ya. Lewat bermainlah anak-anak akan menemukan apa kegemaran dan bakat dia yang sesungguhnya. Passion mungkin istilah kerennya. Dan salah satu tempat lokasi bermain dimana anak-anak bisa mempraktekkan aneka macam peranan lengkap dengan fasilitas yang mendukung peranan tersebut, adalah KIDZANIA. KidZania, adalah taman bermain anak dan keluarga

Kamis, 08 Juni 2017

Harga Kipas Angin Serta Kiat Sebelum Membeli Kipas Angin

[Lifestyle] Berhubung rumahku letaknya di apit oleh rumah tetangga kiri dan kanan yang bertingkat, maka bisa dibilang rumahku kekurangan jendela. Jendela di rumahku hanya ada di bagian depan rumah saja. Yaitu menghadap ke jalanan depan rumah. Selebihnya, aku berharap pergantian udara di dalam rumahku terjadi dari teras di lantai atas rumahku yang bertingkat.

Dilema rumah di daerah perkotaan yang padat seperti kota Jakarta itu adalah kurangnya dinding untuk bisa membuat ventilasi agar sirkulasi di dalam rumah lancar. Itu sebabnya rumah-rumah yang ada di kota padat penghuni seperti kotaku, Jakarta, harus memiliki AC atau minimal kipas angin di dalam rumah. 

Rabu, 07 Juni 2017

Hari Kebersihan Menstruasi 28 Mei

[Parenting] Jaman aku masih kecil dahulu, sepertinya teman-temanku baru mendapat menstruasi ketika kami semua duduk di bangku SMP. Amat jarang yang mendapat menstruasi pertamanya di bangku sekolah dasar (SD). Tapi, sepertinya jaman sekarang sudah terjadi perubahan. Bisa karena faktor makanan, bisa juga karena faktor psikologi anak. Yaitu usia perkembangan yang lebih pesat ketimbang usia perkembangan jaman dahulu.  Entahlah. Tapi yang pasti, sekarang menstruasi pertama pada anak perempuan umumnya dialami ketika mereka duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Itu sebabnya, jika jaman dahulu orang tua merasa khawatir  jika mendapati diri kami anak-anaknya mengalami menstruasi pertama di bangku SD.  "Kok cepat banget? Ada apa?" Nah, jaman sekarang kebalikannya. Orang tua mulai khawatir ketika anaknya belum juga mendapat menstruasi ketika mereka sudah duduk di kelas 6 SD. "Kok yang lain sudah pada menstruasi tapi anakku belum? Ada apa? Kenapa telat?"


Mempersiapkan Anak Menuju Usia Remaja

[Parenting] Tahun ini, insya Allah putri bungsuku akan menyelesaikan masa bersekolahnya di Sekolah Dasar. Setelah selama 6 tahun dia menimba ilmu di sekolah dasarnya, sebentar lagi dia insya Allah akan memasuki jenjang sekolah berikutnya, yaitu Sekolah Menengah Pertama.

Gembirakah dia? Insya Allah gembira.
Bersemangatkah dia menyambut jenjang masa yang baru ini? Insya Allah bersemangat.
Yang dia masih suka manyun-manyun merasa keberatan itu ketika diberitahu bahwa meninggalkan bangku sekolah dasar itu artinya dia sebentar lagi akan memasuki usia remaja. Dan suasana kehidupan remaja dengan seragam SMP atau SMA itu berbeda ba
nget dengan suasana kehidupan anak-anak dengan seragam SD.
Disitu dia merasa sedih harus segera mengucapkan selamat tinggal pada masa menjadi anak-anak.


Selasa, 06 Juni 2017

Gaya Jilbab Klasik

[Lifestyle] Setelah memutuskan mengenakan jilbab tidak lama setelah melahirkan anak perempuan, sepertinya model jilbabku sejak dulu tidak berubah deh. Begitu-begitu saja. Jilbab segiempat dilipat segitiga, diberi peniti di ujung dagu, lalu dibiarkan jatuh menutupi seluruh tubuh. Selesai.

Klasik banget kan?
Entah mengapa belum tertarik untuk mendalami model-model a la hijabers yang dulu pernah ngetrend lalu sekarang makin bervariasi itu.

Senin, 05 Juni 2017

Memilih Bacaan Anak : Komik Hasna

[Parenting] Hobi anak itu, kadang mengikuti hobi orang tuanya. Ada kata "kadang" kan dalam kalimatku? Karena memang tidak selalu hobi anak itu mengikui hobi orang tuanya. Tapi, dalam hal ini, karena porsi terbesar orang dewasa yang ada di sisi anak di usia tumbuh kembang mereka (yaitu usia 0 s.d 12 tahun) adalah orang tuanya, maka anak sering menjadikan orang tuanya sebagai referensinya dalam melakukan sesuatu, termasuk menggemari sesuatu, atau bercita-cita meraih sesuatu. 

Hal berbeda tentu saja terjadi ketika posisi orang tua digantikan oleh sosok orang dewasa lain. Baik kehadiran orang dewasa itu dalam bentuk sosok imajiner maupun sosok asli. Dalam kondisi seperti inilah maka apa yang menjadi bacaan seorang anak menjadi begitu penting untuk diperhatikan.

Minggu, 04 Juni 2017

Kutak Katik Lalu Bingung Sendiri

[Lifestyle] Haduhhh... bagaimana diriku ini? Tanpa sengaja aku mengklik sesuatu yang sebenarnya tidak aku kuasai. Lalu sekarang bingung sendiri deh.

Iya. Aku ngutak-ngatik tampilan blogku karena merasa blogku sudah kurang up to date penampilannya dibanding blog orang lain. Lalu aku mulai kutak katik dan hasilnya, sekarang bingung sendir bagaimana cara mengembalikan ke tema semula?

Duh... sudah tahu penyesalan itu selalu datang terlambat.
Sudah tadi gaptek.
Sudah tahu kesempatan berubah itu nggak ada yang berkali-kali kecuali elu emang bunglon.
Kenapa sih nekad ngutak-ngatik blog? (*jitakin kepala sendiri).

Jadi ya.. demikianlah saudara-saudara, cerita mengapa tampilan blogku berubah. Sampai sekarang aku bingung untuk kembali ke  tema blog yang dulu gimana? (makanya setia oi setia jadi orang!).
Ya sudah. Numpang curhat aja deh.

Kamis, 01 Juni 2017

Pancasila dan Butir-Butir Pancasila

[Keluarga] Ayahku, mantan tentara. Jadi, setelah lulus dari IKIP Bandung, beliau masuk wajib militer. Jadilah setelah keluar dari wajib militer beliau diangkat jadi tentara.

Jaman dulu, kata ayah, wajib militer itu ada. Mungkin karena masih ada kejadian agresi militer Belanda dan segala macam peristiwa pemberontakan di dalam negeri meski kita sudah merdeka tahun 1945, sehingga negara kita memang membutuhkan yang namanya pasukan tentara untuk menjaga perdamaian dan keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Catatan: Agresi Militer Belanda itu terjadi tahun 1947, dan Agresi Militer Belanda 2 terjadi tahun 1948. Tahun 1949, Kartosuwiryo memprokamirkan negara DI/TII sendiri dan mulai melakukan pemberontakan disana-sini. Barulah tahun 1960-an seluruh pemberontakan DI/TII versi Kartosuwiryo ini bisa dipadamkan secara tuntas, salah satunya oleh Divisi SIliwangi. Nah, ayahku sempat tuh ikut dikirim di ekspedisi Divisi Siliwangi ini.

Tidak hanya itu, terjadi juga di Indonesia yang namanya Pemberontakan G30S PKI. Yaitu, ketika Partai Komunis di Indonesia ingin menguasai NKRI dan melakukan makar di tahun 1965. Sebelum peristiwa G30S/PKI ini, Partai Komunis sudah bergerak di sana sini melakukan pemberontakan kecil-kecil dengan cara merekrut anggota agar menerima konsep komunis dan menjalankannya. Puncaknya, setelah merasa kuat, barulah Partai Komunis menjalankan pemberontakan besar dengan membunuh 7 Jenderal yang paling berpengaruh di Pemerintahan Indonesia, yaitu dengan peristiwa G30S/PKI.  Nah, lagi-lagi, ayahku katanya ikut diperbantukan untuk menumpas gerakan pemberontakan dari Partai Komunis ini. Ayah termasuk salah satu orang yang diberi prioritas untuk bisa memiliki bidang tanah hasil rampasan dari lahan yang dikuasai Partai Komunis di Lubang Buaya (Lubang Buaya itu nama daerah di wilayah Jakarta Timur, yaitu lokasi para Jenderal yang dibunuh dibuang di sana).

Jadi jelas ya, mengapa wajib militer itu penting banget buat diberlakukan di Indonesia tempo dulu.

Aku cerita ke putri-putriku tentang kejadian wajib militer di Indonesia yang diberlakukan tahun 50-an ini. Putri-putriku mengajukan tanya karena terpengaruh dengan berita para Oppa (terj: kakak lelaki) di Korea Selatan sana yang harus mengikuti kegiatan wajib militer. Iya. Putri-putriku heran saja, kenapa wajib militer di Korea Selatan tidak membedakan mana yang artis mana yang bukan. Asal dia pria muda, sehat jasmani dan rohani maka terkena wajib militer. Itu sebabnya aku buru-buru cerita pengalaman ayahku dahulu.

Rabu, 31 Mei 2017

Siapa Zaha Hadid?

[Lifestyle] Ada yang membuka mesin pencari Google hari ini? Nah. Jika kalian hari ini, 31 Mei 2017, membuka mesin pencari Google, maka kalian bisa melihat bahwa ada sebuah gambar di mesin pencari tersebut dan sebuah tajuk berjudul "celebrating Zaha Hadid.

credit title: https://www.google.co.id/webhp?hl=en&ictx=2&sa=X&ved=0ahUKEwi855fepZnUAhUFro8KHS4TAIoQPQgD

Berhubung aku orangnya penasaranan, jadi aku gugling deh siapa sih Zaha Hadid ini?

Minggu, 28 Mei 2017

Masak Bersama Anak: Dori Cabe Garam

[Keluarga] Alhamdulillah, kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Kebetulan, suamiku di hari pertama berpuasa terkena Diare. Jadi, aku sedikit berpikir, enaknya masak apa ya yang bisa untuk suami sekaligus bisa juga untuk anak-anak di saat sahur nanti. Setelah berpikir, aku akhirnya terpikir untuk membuat Dori Cabe Garam.

Pertimbangannya, untuk suami yang sedang tidak enak perut dan tidak enak makan tapi harus makan, bisa makan nasi merah plus lauk kering-keringan Dori goreng tepung. Orang yang kena diare kan mulutnya sering terasa asam, jadi nggak enak jika makan yang terlalu berempah. Tapi, untuk anak-anakku yang alhamdulillah sehat, Dori goreng tepung itu bisa disajikan dengan taburan topping bumbu cabe garam a la makanan chinese di restoran chinese food. Nah, ini dia resepnya.

Jumat, 19 Mei 2017

Bolu Batik dari Bengkulu

[Lifestyle] Kreatifitas itu tidak ada batas. Selama sebuah hasil olah kreatif dari pelaku kreatifitas bisa diterima di masyarakat, maka segala upaya untuk mengeksplorasi kreatifitas itu bisa dilakukan oleh siapa saja. Termasuk oleh penjual kue.

Masih ingat nggak tahun 2015 aku pernah menulis tentang kreatifitas pada sebuah bolu? Yaitu bagaimana aku terkagum-kagum pada sebuah bolu gulung yang dihias dengan motif batik?

Bisa baca disini: Batik ada di Kue Bolu  
Nah. Rupanya, motif batik ini tidak menjadi monopoli pulau Jawas aja loh. Ya, karena motif batik itu milik bangsa Indonesia yang sudah diakui oleh dunia. Jadi, di setiap wilayah di Indonesia, dikenal motif batik. Termasuk di Bengkulu.

Minggu, 14 Mei 2017

Masak Bersama Anak: Buat Dumpling

[Keluarga] Ada yang suka makanan Chinese Food? Sepertinya keluargaku termasuk yang menyukainya. Eh... ralat. Lebih tepatnya, karena aku tidak pandai memasak makanan Indonesia tapi bisanya masak beberapa makanan Chinese Food, jadilah keluarga terbiasa dihidangkan makanan olahan a la Chinese Food.

Chinese food itu umumnya tidak ribet sih. Itu yang utama. Alasan kedua, karena untuk mengolahnya tidak memerlukan banyak peralatan memasak yang harus kotor jadi cucian piring kotornya tidak banyak. Hehehe. Kemarin, aku dan putriku membuat dumpling loh.

Jumat, 12 Mei 2017

8 Destinasi Wisata Seru di Singapura Yang Cocok Buat Keluarga

[Lifestyle] Di kawasan Asia Tenggara, satu-satunya negara maju yang ada di wilayah ini adalah Singapura. Dengan pendapatan yang tinggi, maka Singapura nyaris memiliki semua yang dimiliki oleh negara-negara maju seperti di kawasan Eropa atau Amerika sana. Hanya saja, Singapura punya plusnya, yaitu masih menyisakan kekhasan budaya Timur Melayu dan China. Disini ini nih enaknya berlibur ke Singapura. Karena di satu sisi kita bisa merasakan berbagai teknologi maju tapi di sisi lain kita masih mendapatkan sisi Melayu dan Chinanya. Seperti bidet di toilet umum (jika di kawasan Eropa, Amerika atau Australia, toiletnya full hanya tissue saja). Juga masih bisa mendapatkan masjid-masjid untuk numpang shalat. Dan yang pasti banyak pilihan makanan halalnya.

Nah. Sebentar lagi liburan nih. Sudah merencanakan mau berlibur kemana? Mungkin, berlibur ke Singapura bisa jadi alternatif pilihan. Berikut ini, 8 Destinasi wisata seru di Singapura yang cocok buat keluarga.

Selasa, 09 Mei 2017

Mengenal Fungsi dan Sistem Kerja Penyedot Debu Otomatis

[Lifestyle] Dulu, sebelum menikah, yang namanya kegiatan membersihkan rumah itu adalah ngelap-ngelap perabotan rumah, menyapu dan lanjut mengepel lantai. Sesekali, mungkin setahun sekali, bisa juga menyikat lantai lanjut menyemirnya agar lantai licin dan mengkilap. Itu sebabnya peralatan bersih-bersih melulu meliputi sapu, elap, dan kain pel. Dan yang namanya mengepel lantai itu, identik dengan lutut yang hitam dan pantat yang egol-egol. Sampai-sampai banyak sekali adegan lucu-lucuan yang menirukan gerakan mengepel lantai yang ditiru oleh para aktor. Hingga muncul protes dari kaum hawa yang merasa pekerjaan mereka dilecehkan.

Lalu, zaman berubah. Semua orang tentu saja memikirkan bagaimana caranya agar kegiatan bersih-bersih rumah bisa lebih "memanusiakan" perempuan yang memang umumnya merupakan pelaku utama kegiatan tersebut di rumah tangga. Hingga diperkenalkanlah kain pel bergagang. Lalu berkembang menjadi alat pel bergagang yang bisa diperas tanpa harus mengotori telapak tangan kita. Menurutku ini penemuan yang asli menggembirakan bagiku. hehehe. Dulu, setelah menikah mengepel rumah itu tugasku soalnya.

Sabtu, 29 April 2017

Cerita Awal Mengapa Aku Hijrah (1)

[Parenting] Ini tulisan bagian pertama. Nanti baca lanjutan ceritanya di bagian berikutnya juga ya. 

Hijrah itu, artinya berpindah. Bisa berpindah tempat bisa juga berpindah perilaku atau keyakinan. Untuk lebih jelasnya mungkin bisa melihat boks berikut ini ya.

Untuk lebih jelasnya, Hijrah yang dimaksud disini adalah, berpindah dari sesuatu yang kurang baik ke sesuatu yang dirasakan lebih baik lagi. Tentu saja niatnya adalah mendapatkan hal yang dirasakan olehnya lebih baik bagi dirinya.

Kamis, 20 April 2017

Arirang, Mie Korea Halal

[Lifestyle]

Kapan ya aku mulai suka dengan hal-hal berbau Korea? Sepertinya bermula ketika aku bermukim di Kuala Lumpur, Malaysia di tahun 2004. Waktu itu, tv lokal Malaysia memutar sebuah serial drama korea berjudul "Love in Paris" atau judul lainnya "Paris Love Story" . Diperankan oleh Park Shin Yang sebagai Han Ki Joo, Kim Jung Eun sebagai Kang Tae Young, dan Lee Dong Geon sebagai Yoon Soo Hyuk. 

credit foto: http://berylspace.blogspot.co.id


Setelah serial ini tamat, mulai deh aku ketagihan untuk menonton drama korea lainnya. Nggak taunya, sampai dengan detik ini sudah entah berapa puluh deh drama korea yang aku tonton. Kalau kata orang, aku sepertinya sudah mengalami situasi "adiksi" nih. Ketagihan. Dan ketagihan ini aku tularkan pada anggota keluargaku juga (awalnya sih biar bisa punya teman ngobrol tentang Korea).

Tidak hanya berhenti mengikuti serial dramanya saja (atau perkembangan musik Korea pada Putriku). Sejak tv berbayar menayangkan channel siaran korea, tanpa terasa aku dan putri-putriku mulai menggemari hal-hal berbau Korea. Cara mereka berdandan, mulai kami ikuti. Terutama karena kami merasa jika antara kami dan orang Korea itu punya 2 kemiripan: mata yang sama-sama mungil dan kulit yang berwarna terang. 

Lalu, tidak berhenti sampai disitu saja bahkan. Kami mulai penasaran dengan berbagai macam makanan Korea yang sering kami tonton. Terutama ketika drama dan acara makan-makan di sana, memperlihatkan kegemaran orang-orang Korea mengkonsumsi Mie. Paling lucu (dan suka) deh kalau udah lihat mereka masak mie, terus nadahin mie yang mau dimakan pakai tutup panci. Jadi itu mie nggak dipindahin ke mangkok terlebih dahulu alias dikonsumsi langsung dari pancinya.

tahu kan ini drakor apa? Ini tuh Boys Before Flowers yang disukai oleh banyak orang beberapa kurun waktu yang lalu.

Hingga akhirnya, mungkin sudah sekitar 2 tahun ini (atau lebih) berbagai Mie Korea mulai menyerbu pasar Indonesia. Wah. Kebetulan banget kan? Jadi, rasa penasaran selama menyaksikan suguhan orang Korea makan mie di nyaris semua drama korea itu, bisa tertuntaskan. Pingin juga nyobain Mie  a la Korea.
Sayangnya... nyaris semua Mie Korea yang masuk ke Indonesia itu tidak semuanya berlabel halal (jangankan label halal MUI, label halal dari negara asalnya saja tidak tercantum).

Label Halal itu Wajib


Negara Korea itu mirip dengan negara tetangganya, Jepang dan China. Disana, yang aku baca, jika kita tidak hati-hati ketika memilih makanannya bisa-bisa kita terjerumus mengkonsumsi makanan yang haram. Entah mereka menggunakan bahan baku dari babi, atau ada saja bahan baku kecil-kecil yang dicampur dengan alkohol atau bahan lain yang sifatnya haram bagi Ummat Islam (seperti darah, organ atau bagian dari binatang yang disembelih tidak menyebut nama Allah, dll). Itu sebabnya, meski logo halal itu kecil mungil, tapi sering bungkus mie yang berasal dari Korea (atau Jepang atau China) kami bolak-balik untuk meyakinkan bahwa terdapat logo halal di bungkusnya.

Dulu, saking telitinya memeriksa kehalalan produk, kami jadi tahu bahwa Merek Mie Korea yang sama, tapi jika diimport dari negara yang berbeda maka meski di negara yang satu sudah diberi label halal, mie yang sama tapi diimport dari negara yang berbeda belum tentu halal juga. 
Jadi jangan lihat pada mereknya saja untuk memastikan mie korea itu halal atau tidak. Tapi lihat apakah logo halal tertera di kemasannya.


Setiap tahun, karena mengkonsumsi Mie Korea sudah menjadi kegemaran kami sekeluarga (iya, suamiku sejak aku perkenalkan dengan Mie Korea yang halal jadi ketagihan. Makanya jangan heran jika stock mie di rumahku semuanya adalah mie korea, sudah tidak ada lagi mie Indonesianya. Alasannya sih, karena kandungan MSG-nya jauh lebih sedikit dibanding mie Indonesia yang kandungan MSG dan rasa gurih asin nya mendominasi banget) maka ketika Festifal Makanan Korea diselenggarakan setiap sekali setahun kami selalu berusaha untuk menghadirinya. Disana, kami bisa belanja produk makanan Korea Halal yang banyak. Sayangnya, acara ini hanya diadakan setahun sekali saja.



Ada beberapa Mie Korea juga dipajang di festifal Makanan Korea setahun sekali di Jakarta ini, tapi yang halal bisa dihitung dengan jari. Lagipula, ya ampun, masa iya belanjanya setahun sekali? Itu sebabnya ketika sekarang muncul Mie Korea Halal, ARIRANG, aku sekeluarga senang sekali. Alhamdulillah.




Arirang, Mie Korea Halal


Mie Instan Arirang itu, diproduksi langsung di Indonesia dengan bahan baku campuran dari import dan lokal yang semuanya sudah melalui pemilihan untuk menjaga cita rasa otentiknya, dan telah melalui dan lolos uji syarat kehalalan MUI dan tercatat di BPOM. Dengan adanya logo halal dari MUI ini, insya Allah menghilangkan keraguan dalam diri kita ummat Muslim ketika akan mengkonsumsi Mie Instan Korea tapi yang halal. Halal itu the way of life, bagian terpenting dan utama ketika kita akan mengkonsumsi makanan.

3 Varian Rasa mie Arirang

Ada 3 varian rasa yang dihadirkan oleh Mie instan Korea Arirang. Tentu saja, Mie Korea halal ini dibuat dengan menyesuaikan dengan cita rasa Korea yang disesuaikan dengan lidah Indonesia. Jadi, rasanya lebih mantap deh pokoknya. Aku sekeluarga sudah mencobanya loh. Rasanya.... enak!

1. Arirang Extra Hot Fried Noodle (Arirang Hot Hot)

Mie Instan Korea Arirang rasa Arirang hot-hot adalah varian rasa yang dikenal dengan Korean Fire Noodles (Buldalk Bokkeummyeon) . ARIRANG HOT-HOT adalah produk utama Mi Instan Korea ARIRANG.

Rasanya pedas memang. Asli pedas. Orang Korea memang suka makanan pedas di sananya. Kadang, aku kalau lihat tayangan acara makan mereka, suka heran sendiri dengan kebiasaan makan pedas orang Korea. Sudah memasukkan bumbu olahan cabe halus yang dipermentasi, masih juga ditambah dengan rajangan tipis cabai, lalu diberi lagi cabe bubuk. Hingga warnanya benar-benar merah.

Gara-gara sering lihat orang-orang Korea begitu menikmati makanan super pedas, aku dan keluarga kadang-kadang tergoda  untuk mencobanya.  Dan WUAAAAHHH.... Kepedasan.  Tapi asyik dan nagih.  Sama seperti ketika aku mencoba pedasnya Mie Instan Korea Arirang ini, bikin ketagihan. Bikin penasaran. Pedas tapi enak.

mie instan Arirang Hot Hot yang super pedas



Aku di rumah makan bersama anakku yang remaja putri. Dia awalnya megap-megap tapi, tidak mau berhenti mengudap mie instan korea yang satu ini. Jadi, kami menyendok lagi, menyendok lagi meski merasa kepedasan.

TIPS Menikmati ARIRANG HOT HOT:

Makanlah dengan menggunakan telur (bisa digoreng atau direbus, tapi karena aku penggemar putih telur jadi aku lebih suka telur rebus agar bisa makan lebih banyak telurnya tanpa takut kolesterol) dan tambahan serpihan rumput laut panggang. Korea banget deh rasanya ketika dikudap dengan 2 lauk ini.

Jangan buru-buru minum. Karena nanti malah kembuung. Kunyah saja perlahan, dinikmati perlahan. Kalau sudah tidak tahan, ambil rumput laut panggang krispi. Atau potongan telur rebus. Jika tidak tahan pedas, baru deh minum. Minum susu putih bisa menghilangkan pedas dengan segera. Tapi, jika tidak suka susu, minum air hangat juga bisa sih (boleh teh boleh air putih).

DI You Tube ini, aku membuat tayangan bagaimana aku dan anakku membuat mie instan Arirang dan menantang diri kami sendiri untuk menghabiskannya. Hahaha.. seruuuu.



Mie Arirang Hot Hot ini, adalah mie goreng. Cara membuatnya, jadi setelah air matang, masukkan mie ke dalam air mendidih. Tunggu hingga mie mengembang sempurna, angkat, tiriskan. Lalu campur dengan semua bumbu yang sudah dituang di dalam piring. Aduk rata. Dijamin bikin ketagihan.
(aku menayangkan vlog ketika aku menikmati Mie Arirang Hot Hot di Instagramku (@adeanita4) dan salah satu teman yang melihat vlog tersebut bertanya, mana yang lebih pedas, mie arirang hot hot atau mie pedas Samyang,  ini jawabanku: lebih pedas dan challenge Arirang Hot Hot. Rasanya beda, Mie Arirang Hot Hot lebih enak dan  pedasnya bikin penasaran gitu. Ini beneran. Jadi, ketika kita menyuapnya, kita megap-megap kepedasan tapi malah jadi pingin lagi, pingin lagi.
Kalau dibandingin gitu sih, aku lebih suka Mie Arirang Hot Hot ketimbang merek Samyang (FYI: aku makan mie Samyang lancar jaya biasa saja, malah harus menambahkan cabe bubuk dan sambal lagi.. hehehehe. Gawat deh, aku ketularan kebiasaan makan pedas orang Korea sepertinya. Sekarang, bikin bakwan alias bala-bala pun, aku tambahan irisan tipis cabai merah di dalam adonan bala-bala alias bakwanku).

2. Arirang Tasty Chicken Fried Noodle


Sama seperti Mie instan Korea Arirang Hot Hot, mie instan Arirang Tasty Chicken ini juga mie goreng, tapi rasa Ayam dan tingkat pedasnya biasa saja. Putri bungsuku yang menyukai ini. Karena rasanya memang tidak pedas juga mie nya tidak cepat mengembang di piring. Hehehe... Putriku ini memang makannya lama, karena sering sambil membaca buku. Nah, mie korea goreng instan Arirang ini cocok banget buat dia.



Putriku sih sudah memesan padaku: "Kapan-kapan, bawain aku bekal ke sekolah mie yang rasa ini ya bu."

Hmm, baiklah.



3. Arirang Rasa Kuah Sup Sum Sum (Arirang Noodle Soup Bone Marrow)


Nah, ini nih. Yang ini kesukaan suamiku nih.
Suamiku itu, penggemar Mie Instan Korea loh. Dia paling rajin menilik apakah persediaan mie instan Korea di rumahku masih ada atau sudah habis. Jika sudah habis, suamiku ini rela pergi ke Supermarket yang memang menyediakan mie instan Korea halal.

Dengan penuh kesadaran, ketika menunggu saat istimewa "boleh" makan mie instan. dia membeli perlengkapan untuk menambah cita rasa mengudap mie instan Korea yang kuah. Seperti membeli baso urat yang lalu ditaruh di dalam frezer, serta menyimpan bawang goreng dan kerupuk sendiri di rumah. Lalu, ketika melirik kalender dan merasa bahwa sudah tiba saatnya untuk "jatah makan mie instan", dia akan mengajukan permintaan pada kami, "buatkan aku mie instan dong".

Aturan dasar memasak Mie Instan di rumahku:

Di rumahku, kami memang menerapkan aturan makan mie. Yaitu, tidak boleh setiap hari. Jadi, cuma boleh makan mie instan setiap 10 hari sekali saja. Minimal seminggu sekali deh. Aturan kedua, air untuk merebus mie tidak boleh jadi satu dengan air merebus kuah. Jadi, jika memasak Mie, Maka pertama rebus dulu air di panci. Setelah mendidih, masukkan mie dan masak hingga mie mengembang. Angkat. Air di panci dibuang. Lalu, jerang kembali air baru di dalam panci. Air rebusan baru ini yang bisa dipakai untuk mencampur bumbu mie kuah. 
Kemarin, ketika aku perlihatkan bahwa aku punya Mie Korea baru merek Arirang, wajahnya langsung sumringah bahagia.
"Baru ya, De?"
"Iya mas. Merek Baru."
"Halal?"
"Halal mas."
"Belinya dimana?"
"Sekarang sudah bisa dicari di supermarket kelas A seperti foodhall, Lotte, Hero, eh... tapi bisa juga beli langsung di gerai online mereka sih. Di bukalapak juga ada gerai olshopnya. Arirang cluenya."

(jika kalian ingin membelinya, bisa juga di akun media sosial Mie Instan Arirang sih. Yaitu di:
Instagram: @ariranghot
Twitter: @ariranghot

Atau bisa juga mencarinya dengan mengetik hashtag: #miepedasarirang #miekorea #koreannoodles #miekoreahalal )

Sst... lagi ada promo nih jika kalian membeli banyak, karena ada hadiah langsungnya. Seperti ini nih:





Lalu, mulai deh pas kebetulan banget jatah dia makan mie instan datang. Suami pulang dari masjid selesai shalat maghrib, langsung membeli baso urat, sawi, dan bawang goreng.
"Tolong tambahkan di mie kuahku ya."
Lalu dia menunggu dengan wajah gembira. Hahahaha.







Daebak.
Ayolah kita makan mie instan korea sambil nonton drama korea terbaru. Kalian, sedang menonton drama korea apa? hehehe. 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...