Langsung ke konten utama

Harga Kipas Angin Serta Kiat Sebelum Membeli Kipas Angin

[Lifestyle] Berhubung rumahku letaknya di apit oleh rumah tetangga kiri dan kanan yang bertingkat, maka bisa dibilang rumahku kekurangan jendela. Jendela di rumahku hanya ada di bagian depan rumah saja. Yaitu menghadap ke jalanan depan rumah. Selebihnya, aku berharap pergantian udara di dalam rumahku terjadi dari teras di lantai atas rumahku yang bertingkat.

Dilema rumah di daerah perkotaan yang padat seperti kota Jakarta itu adalah kurangnya dinding untuk bisa membuat ventilasi agar sirkulasi di dalam rumah lancar. Itu sebabnya rumah-rumah yang ada di kota padat penghuni seperti kotaku, Jakarta, harus memiliki AC atau minimal kipas angin di dalam rumah. 
Itu sebabnya jika sedang ada rencana untuk ketempatan arisan atau pertemuan keluarga atau pertemuan dengan teman di rumahku, hal lain yang aku perhatikan selain memperhatikan ketersediaan makanan dan minuman untuk menjamu tamu adalah apakah kipas angin di rumahku masih berfungsi dengan baik atau tidak.



Selama berumah tangga, aku sepertinya sudah banyak membeli kipas angin. Ada saja alasan sehingga aku sering membeli kipas angin. Yang rusaklah, patah tiangnya karena terjatuh, dikutak katik oleh anak yang merasa bisa memperbaikinya tapi ternyata tidak bisa merakit ulang karena lupa sendiri urutannya. Hahahah... yang terakhir ini kocak banget deh. 

Jadi nih. Ceritanya kipas anginku rusak. Dipencet tombol powernya tidak juga berputar kipasnya. Jadi, aku bawa kipas angin ini ke tukang service. Ternyata katanya dinamonya harus digulung. Akhirnya bisa berfungsi lagi. Di daerahku memang ada tukang service kipas angin keliling.  

Malamnya aku cerita dong ke anak dan suami bagaimana proses perbaikan kipas angin yang semula tidak bekerja tersebut. 
"Ternyata gampang deh cara kerjanya. Cuma dikeluarin kabelnya, terus digulung ulang yang rapih. Selesai."
"Hah? Segampang itu bu?"
"Iya, segampang itu."

Dah. The end. Selesai. Aku pikir ceritaku akan terlupakan begitu saja. Beberapa bulan kemudian, kipas anginku ini kembali tidak bekerja dengan baik. Pertama bunyi mesinnya keras sekali. Tidak lama kemudian dia mati. Jadi, aku mulai dong mengeluh lagi agar bisa dimodali untuk bisa memperbaiki kipas angin ini lagi. Tiba-tiba, anakku menawarkan bantuannya.

"Sudah bu. Biar aku saja yang mencoba memperbaikinya."
"Bisa?"
"Bisa kayaknya. Bongkar, gulung kabel lagi, pasang lagi. Kayaknya gampang deh."

Jadilah akhirnya anakku ini bereksperimen. Aku biarkan saja, tidak dilarang. 
Setelah mengutak-katik seharian, setelah semua onderdil di dalam kipas angin berjajar di lantai, setelah semua bagian mulai dari bagian yang besar hingga bagian yang paling kecil terpreteli, anakku menyerah.

"Aku lupa, gimana cara menyusunnya lagi. Terus, ini dinamonya kayaknya emang udah rusak deh bu. Nggak bisa diapa-apain lagi."

Hahahaha... .😁😁😁😁

Ya sudah. Mungkin memang sampai disitu saja kipas anginku itu mengabdi di rumahku. Kami akhirnya membeli kipas angin baru. Setidaknya, anakku tahu bahwa pekerjaan yang terlihat mudah itu terjadi karena pengalaman dan ilmu. Bukan karena kebetulan belaka. 

Ketika membeli kipas angin baru itu, ternyata jika kita mengintip harga kipas angin  itu cukup beragam.  Untuk itu kita perlu memilih dengan jeli agar tepat manfaat dan berfungsi dengan baik. 

Dalam memilih kipas angin rupanya tidak cukup hanya memilih yang kualitasnya bagus sebab perlu menentukan model dan ukuran yang sesuai. Kita perlu memperhatikan beberapa hal sebelum memutuskan membeli kipas angin sehingga resiko kecewa bisa dicegah. Pertimbangkan untuk mencari tahu model kipas angin yang tepat dan berkualitas baru kemudian berbelanja.

Keuntungan Memakai Kipas Angin

Indonesia memang memiliki iklim yang tropis sehingga karakter suhunya mudah sekali naik dibanding negara dengan empat musim. Maka kehadiran kipas angin seolah menjadi kebutuhan wajib dan dipastikan semua rumah akan menyediakannya. Kipas angin menjadi sebuah pilihan yang menarik sebab dengan pilihan ini rupanya ada berbagai keuntungan bisa dikantongi. Tentunya perlu disimak keuntungan yang didapat dibanding jika memilih memakai AC yang notabenenya lebih mewah.

Pemakaian kipas angin membawa banyak dampak menguntungkan dan tidak heran sampai saat ini pemakainya nyaris semua orang. Keuntungan yang diberikan elektronik satu ini antara lain:

  • · Harga beli dan biaya perawatan yang lebih hemat ketimbang menyediakan AC di rumah. 

  • · Ukuran dan model yang beragam sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan. 

  • · Sifatnya portable sehingga bisa dipindahkan sesuai dengan kondisi. 

  • · Tidak membuat kulit kering sebab menciptakan angin bukannya menurunkan suhu ruang. 

Persiapan Sebelum Membeli Kipas Angin

Selain menentukan harga kipas angin yang disesuaikan dengan anggaran, usahakan melakukan beberapa persiapan berikut sebelum membeli elektronik merakyat satu ini:

1. Memilih jenis dengan benar,


Kipas angin hadir dalam berbagai jenis, mulai dari kipas angin meja, dinding, gantung, sampai kipas angin berdiri. Perhatikan model dan jenis yang sesuai dengan kebutuhan supaya aliran angin yang dibuat memang sesuai kebutuhan. Jikalau kipas angin akan sering dipindahkan maka hindari jenis kipas gantung dan kipas dinding sebab sifatnya dipasang secara permanen. 

credit foto: bukalapak (https://www.bukalapak.com/c/rumah-tangga/elektronik-1111/kipas-angin)

credit foto: bukalapak (https://www.bukalapak.com/c/rumah-tangga/elektronik-1111/kipas-angin)

credit foto: bukalapak (https://www.bukalapak.com/c/rumah-tangga/elektronik-1111/kipas-angin)


2. Perhatikan tempat meletakan kipas,

Selain jenis kipas angin yang beragam ukurannya pun bermacam-macam, misalnya kipas angin meja ada yang ukurannya mungil ada pula yang bongsor. Sebelum membeli kipas angin baiknya memperhatikan dulu tempat untuk meletakkannya. Apabila hendak ditaruh di kamar maka pilih yang sesuai luas kamar, jika sempit pilih yang ukurannya kecil dan begitu pula sebaliknya. Sirkulasi di ruangan juga menentukan jenis kipas yang sesuai sehingga bisa mengalirkan udara yang bersih dan sejuk. 
credit foto: bukalapak (https://www.bukalapak.com/c/rumah-tangga/elektronik-1111/kipas-angin)

3. Menentukan merek kipas angin,


Siapa pun yang merasa memerlukan kipas angin maka akan mencari yang kualitasnya memuaskan, maka tidak salah jika menentukan merek dengan benar. Cari tahu merek kipas angin mana saja yang dikenal bagus dan tidak gampang rusak. Sebab sekali kipas angin rusak dan bisa diperbaiki maka biasanya akan kembali rusak sehingga kurang efisien. Sedari awal pilih kipas yang memang bermutu supaya awet dan kita tidak tekor.

4. Baiknya menyesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan,


Siapkan anggaran yang sekiranya cukup untuk membeli kipas angin yang jenis dan fungsinya dianggap cocok dengan kebutuhan. Sebab jenis kipas tertentu memiliki kisaran harga yang bisa diperkirakan sendiri, atau bertanya dulu kepada penjual. Menyiapkan dana terlebih dahulu terbilang penting mengingat kipas angin tidak mungkin dibeli dengan lembaran daun. Apabila kebutuhan memang menuntut mengambil harga kipas angin yang mahal, maka baiknya diikuti saja dan menabung dengan benar agar tepat manfaat.

Komentar

  1. Kipas angin emang portable bisa dipindah - pindah jadi lebih enak juga kalau gerah ya tinggal bawa kipas anginnya deh

    BalasHapus
  2. Cerita tentang kipas angin.........
    biasanya suka nyanyi depan kipas angin, suaranya ntah kenapa lebih keren xD

    BalasHapus
  3. aku masih sering nih tidur en ngeik pakai kipas angin hehe

    BalasHapus
  4. Kipas angin sekarang banyak pilihannya ya mbk, warna & modelnya lucu2 :)

    BalasHapus
  5. Dulu aku nggak bisa tidur pakai kipas angin. Pasti paginya langsung bengek. Sejak nikah sama suami yang nggak bisa tidur tanpa kipas angin, jadilaj aku beradaptasi dan hingga sekarang kalau tidur harus pakai kipas angin. Sudah banyak jenis kipas angin dipakai, dari yg berdiri, duduk, akhirnya sekaranf pakai yg nempel di dinding.

    Soal bisa bongkar nggak bisa pasang, suami jg pernah tuh ngalamin hehe.

    BalasHapus
  6. aku lagi butuh kipas angin nih mbak, nanti banyak tamu pas lebaran soalnya, butuh yang gak bising dan gak berat

    BalasHapus
  7. lucu-lucu ya kipasnya, kebetulan kipas di rumah dah setengah rusak hehehe

    BalasHapus
  8. kebetulan ni kipas angin saya udh rusak

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…