Entri yang Diunggulkan

10 Merk Matras Yoga yang Wajib Yogis Ketahui

Rabu, 02 Mei 2018

Remaja dan Bad Hair Day Mereka

[Parenting]
Jujur saja, sebelum menikah dulu, aku selalu menyukai anak kecil yang memiliki rambut keriting keriwil dan melingkar di kepalanya. Apalagi jika pipinya tembam, kulitnya putih bersih, matanya bundar. Duh. tergemas deh pokoknya. Itu sebabnya, aku selalu ingin memiliki anak yang mendekati gambaran tersebut. Bisa jadi, ini mungkin karena aku dibesarkan dengan tontonan tentang kelucuan Shirley Temple di televisi dengan aneka macam film-filmnya.

nih, buat anak jaman now yang mungkin tidak tahu siapa itu shirley temple. Ini dia Shirley Temple yang wajahnya rajin muncul di televisi era 1980an dulu. Lihat deh rambut kriwilnya yang lucu banget
Saking sukanya lihat gadis kecil berambut keriting kriwil, waktu SMA kelas 1, rambut lurusku akhirnya diperkenalkan dengan rambut keriting. Dan akunya happy banget.... merasa mirip sebelas dua belas dengan Shirley Temple. hahaha.

Herannya, meski aku suka banget dengan rambut keriting buatanku yang baru, ayahku malah membencinya.

Jadi, hari ketika aku masuk ke rumah sepulang dari salon dengan rambut keriting buatan, ayah langsung menampakkan wajah cemberutnya. Dari mulutnya keluar kata, "ish...jelek. Ayah nggak mau lihat." Lalu ayah mulai ber-acting pura-pura memalingkan wajah setiap kali kami tanpa sengaja saling bertatapan. Lalu sebelah tangannya merapatkan lima jari tangannya dan dipakai sebagai tameng untuk menutupi pandangan matanya agar aku tidak terlihat oleh pandangan matanya.



Jadi nih, meski aku merasa bahwa dengan model rambutku yang baru itu aku menjelma menjadi gadis paling cantik dan menarik dan kekinian banget sedunia; di mata ayahku perombakan model rambutku adalah sesuatu yang paling dibencinya. Dan merupakan sesuatu yang sama sekali tidak bagus. Bahkan, mendekati cantik saja tidak hingga ayahku memilih untuk menutupi pandangan matanya agar tidak melihat rambut baruku.

Kalau sudah begitu, aku hanya tersenyum. Sepertinya, sejak SMA kelas 1 inilah aku dan ayah yang semula merupakan pasangan yang amat kompak dan kemana-mana selalu bersama, mulai saling tampil sebagai orang yang memiliki sesuatu yang berbeda.

Jadi, aku tetap dengan percobaan rambut keritingku, sedangkan ayah tetap menampilkan aksi tidak mau melihat penampilan rambut baruku. Untungnya adalah, obat keriting rambut jaman dulu, tidak tahan lama. Entah karena aku tidak telaten merawat dan menata rambut keritingku, atau karena salon yang membantuku mengubah model rambut hanyalah salon murah di kampung pelosok Jakarta. Jadi, model rambut keritingku biasanya hanya bertahan selama 1 bulan saja. Ya, setidaknya, ayah tidak harus berlama-lama melakukan aksi menutup pandangan matanya dengan telapak tangan agar tidak melihat penampilan rambut baruku.

Remaja dan Bad Hair Day Mereka


Jadi, sebenarnya apa ya motivasiku dulu sebagai remaja yang ngotot ingin mengubah penampilan rambutku meski berakibat ditentang keras oleh ayah? Entahlah. Aku tidak pernah ingat. Yang aku ingat hanyalah, ayah tidak sungguh-sungguh tidak ingin melihatku. Karena, dia tetap rajin mengantarku ke sekolah. Kadang menjemput juga. Mengantar ke rumah sakit. Mengajak jalan-jalan pagi keliling kampung setiap selesai shalat shubuh.

Aku ingat aku pernah penasaran apa alasan ayah tidak menyukai rambut baruku.
"Jelek De. Muka kamu yang kecil jadi tenggelam seperti dikepung oleh kawanan rambut yang bergelung-gelung. Lagipula, jika ayah menyentuh rambutmu, tangan ayah pasti nyangkut di tengah rambut keritingmu. Pokoknya, nggak ada bagus-bagusnya."

Aku bahkan ingat pernah memberi kursus singkat pada ayahku bagaimana cara mengelus rambut baruku agar jarinya tidak menyangkut di tengah-tengah rambut keritingku. Tapi ayah hanya melengos dengan menunjukkan wajah tidak sukanya. Padahal kursus singkat yang aku berikan gratis. 👧

Kala itu aku punya argumen tersendiri mengapa aku menyukai model rambut baruku.
"Rambut ade tuh lemes banget ayah. Cepet lepeknya. Ayah nggak tahu kan  dulu ade selalu dipanggil kucai gara-gara rambut lemes ade yang mirip kayak orang baru sembuh dari sakit panas. Nih, kalau dikeriting, ade bisa nempelin jepitan, atau ikatan rambut. Kalau lurus banget jepitannya melorot terus. Ayah tahu nggak, bahkan jika ade dapat kerjaan buat jadi pagar ayu, periasnya selalu berpesan agar minimal 3 hari sebelum dirias, ade nggak boleh keramas. Kenapa? Biar rambutnya nggak terlalu lemas kata mereka."

"Ah. Rambut lurus lemas halus itu rambut paling bagus di dunia. Tahu nggak. Nggak butuh sisir dan kena angin bakalan rapi sendiri. Coba kamu lihat, semua bintang film mandarin di film-film silat, rambutnya lurus dan halus semua."

Jadi ya, begitulah. Apa yang dianggap bagus oleh ayahku, tidak klop dengan apa yang menurutku bagus kala itu.

Bisa jadi, inilah problem bad hair day yang aku alami pertama kali sebagai seorang remaja kala itu.

Kalau aku pikir-pikir sekarang, sepertinya problema bad hair day untuk seorang remaja berdasarkan pengalamanku ketika masih SMA dulu bisa ditelusuri deh penyebabnya.

Penyebab Bad Hair Day bagi remaja sebelum tahun 2000

1. Ketika rambut tidak bisa dirapikan dengan bantuan aksesoris rambut.
Padahal buat remaja, aksesoris rambut itu termasuk benda yang pingin dicobanya. Karena, remaja umumnya tidak menyukai perhiasan seperti kalung-gelang-cincin. Disamping karena akan dirazia oleh sekolah karena dianggap melanggar peraturan sekolah untuk tidak mengenakan perhiasan; juga karena rawan kejahatan sih. Itu sebabnya remaja lebih menyukai aksesoris yang tetap menampilkan sisi manis dan lucu imut mereka, tapi juga sekaligus bisa menampilan kesan bahwa mereka bukan lagi anak kecil yang manis seperti dulu.

2. Ketika rambut harus dikondisikan untuk suatu event tertentu dan ternyata rambutnya tidak sesuai dengan harapan.
Dulu, aku punya side job ceritanya sebagai gadis SMA. Yaitu menerima panggilan untuk menjadi pagar ayu di acara pernikahan (sstt, ada honornya loh). Nah, perias yang sudah hafal dengan kondisi rambutku sering ngomel-ngomel di depanku karena rambut lurusku yang halus dan lemas tidak bisa disasak untuk dijadikan sanggul. Butuh hair spray dan itu tidak sedikit. Perias kesal karena kaleng hair spray yang dimilikinya jadi cepat habis, aku juga kesal karena sepanjang didandani itu, harus mendengar orang yang mengeluh karena kondisi rambutku.

Kebayang dong, seminggu sebelum acara dilarang keramas agar rambut bisa disasak dan berakibat gatal banget. Tapi itu harus, karena rambut kotor jadi sulit diatur kata mereka.
Padahal, aku kan harus tetap pergi ke sekolah. Dan karena rambutku kotor jadi cepat sekali berantakannya. Tertiup angin sedikit, langsung berdiri dan tidak mau rebah lagi. Belum gatalnya minta ampun. Mengesalkan.

Jadi, jika orang lain ingin punya rambut yang halus dan lembut, dulu waktu SMA aku malah pingin punya rambut yang mengembang, agak keriting, dan tidak terlalu halus. Dengan begitu memudahkan penata rias tempatku bekerja sebagai pagar ayu.

3. Ketika rambut tidak sekeren rambut yang dimiliki anak perempuan yang menurutku beken dan keren di sekolah.
Hehehe. Rata-rata anak perempuan yang terlihat keren di mataku itu memiliki rambut yang terlihat tebal dan mengembang dan ... entahlah. Pokoknya yang modelnya berbeda dengan rambutku saja. Rambut mereka terlihat indah. Sedangkan rambutku terlihat.... menyebalkan. Pokoknya, bawaannya nggak puas saja deh dengan rambut sendiri. Itu sebabnya aku selalu ingin mengubah model rambutku.

4. Semua komentar orang tentang fisik kita, dimasukkan ke dalam hati dan reaksinya jadi rada lebay.
Ini mungkin reaksi para remaja pada umumnya ya. Mereka punya rasa sensitif akan reaksi orang lain atas dirinya. Termasuk aku juga mengalaminya dulu. Jadi, ketika orang lain berkomentar negatif, aku bereaksi rada lebay. Menganggap diriku sudah parah banget kurangnya.

Dan komentar orang terhadap rambutku adalah:
"Hei... Olive. Hehehe... rambut dan badan lo kayak Olive istrina Popeye, De. Lepek banget, jadi bikin kepala lo kayak pentul korek api."

"Hei... rambut kucai. Ih, rambut lo kucai banget."

Tuh. Gimana aku mau percaya diri dengan rambutku dengan semua panggilan seperti itu. Itu sebabnya aku berani mengambil resiko untuk tidak disukai oleh ayah tapi disukai oleh orang banyak. Karena aku yakin saja, bahwa ayah tidak benar-benar menyukaiku. Ayah masih sayang padaku.

catatan parentingku untuk orang tua yang punya anak remaja: "Penting banget buat para orang tua, untuk memotivasi anak remaja mereka bahwa fisik yang anak mereka miliki itu adalah pemberian Tuhan yang harus disyukuri. Dan untuk mengingatkan anak remaja bahwa mengikuti mode boleh tapi jangan sampai jadi korban mode. Mode dibuat untuk mempercantik diri. Bukan untuk mengatasi rasa percaya diri. Karena rasa percaya diri lahir dari dalam diri sendiri atas apa yang dimiliki. Bukan atas apa yang belum dimiliki atau tidak dimiliki. 

Penyebab Bad Hair Day bagi remaja setelah tahun 2000

Dan sekarang aku sudah menikah dan sudah memiliki anak. Posisi orang tuaku sekarang berpindah ke tanganku. Aku adalah ibu dari anak-anakku. Dan sekarang, mereka sudah pada remaja alhamdulillah.

Aku tidak mengalami apa yang ayahku alami dulu ketika berhadapan denganku alhamdulillah. Aku tidak punya anak yang tiba-tiba pulang dari sekolah rambutnya sudah keriting keriwil. hehehe.
Aku juga tidak punya anak yang bertahan tidak membersihkan rambutnya selama berhari-hari demi mendapatkan efek rambut untuk sebuah acara yang harus diikuti.

Tapi, aku mengalami apa yang dialami oleh ayahku, yaitu punya anak yang tidak puas dengan model dan tipe rambut yang dia miliki sejak dia lahir. 

"Bu... kenapa sih rambutku kayak rambut ayah? Coba rambutku kayak rambut ibu." (kata anak yang satu, suatu hari).
"Bu, kenapa sih rambutku kayak ibu? Padahal aku lebih suka rambutku kayak rambut ayah saja deh.  Lebih enak kayaknya." (kata anak yang lain, suatu hari). 



Dan sekarang, aku bahkan mengalami apa yang ayahku dulu tidak mengalaminya. Yaitu ketika anakku mengajukan permintaan izin ingin mewarnai rambutnya agar rambutnya berwarna-warni.

"What?"

Aku dan suami sampai membicarakan hal ini lama berdua di kamar kami. Kenapa? Apa maksud anak-anak kami pingin mewarnai rambutnya (dan tidak hanya 1 warna, tapi beraneka warna dan namanya model rambut ombre).

ini dia nih model rambut dengan tehnik pewarnaan Ombre. Jadi, separuh- separuh saja pewarnaannya
Dilema.
Mau dilarang, nanti mereka malah berontak dan memperlihatkan perilaku yang malah akan membuat kami (orang tuanya) jadi berjarak dengan mereka (si anak remaja). Nggak dilarang, ya gimana ya?

Langkah pertama, kami bicara baik-baik pada mereka.
"Nak... buat apa? Nanti rambutmu rusak loh." (mereka hanya diam sambil cemberut).
"Perawatan rambut berwarna itu sulit dan mahal. Kalian siap untuk itu?" (please jawab nggak siap.. please jawab nggak siap..... tapi jawaban mereka: "Ya nanti aku nabung buat nganggarin perawatan di salonnya." Huff. Remaja itu memang kadang begitu jika sudah bertekad. Mereka rela melakukan kenekatan-kenekatan demi agar keinginannya terwujud. Itu sebabnya lebih baik ajak bicara baik-baik lagi daripada mereka tetap melakukan kenekatan yang tidak kita ketahui sama sekali.

Akhirnya, kami mengeluarkan izin buat mereka sehubungan dengan proposal permintaan untuk mengecat rambutnya (hair colour). Tapi dengan syarat khusus yang harus disepakati dua belah pihak. Yaitu hanya boleh satu kali saja mewarnai rambutnya. Tidak boleh ada pewarnaan kedua, ketiga, dan lain-lain. Pokoknya, hanya boleh sekali saja. Si anak setuju.

Lalu, ketika jantung masih   santai-santai, lalu tiba-tiba datang permintaan lain. "Kalau aku boleh nggak meluruskan rambutku?" Glek. Ampunnnn dah punya anak remaja putri jaman sekarang tuh.

"Memangnya kenapa rambutmu?"
"Sebel aku. Rambutku susah diatur. Ngembang kayak singa setiap hari. Aku nggak suka dengan model rambutku." Lalu wajahnya cemberut sepanjang hari. Lalu dia jadi bad mood seharian Kalau sudah begini, aku jadi ingat orang tuaku dulu. Mereka sabar juga menghadapi anak mereka yang jumlahnya banyak dan ketika remaja pasti pada punya permintaan dan perilaku yang aneh-aneh deh. Bikin olah raga jantung.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa penyebab Bad Hair Day bagi remaja jaman now ini karena:

1. Mereka ingin meniru rambut yang dianggap keren seperti yang dimiliki oleh para selebritis idola mereka.
Dan, jangan kaget jika model rambut jaman sekarang rada-rada nyentrik.
2. Mereka ingin mencoba aneka produk perawatan rambut yang sekarang banyak sekali beredar macam dan kegunaannya.
Nah ini nih. Ampun deh banyaknya merek dan macam produk untuk kecantikan jaman sekarang itu. Jaman dulu mana ada menyambung rambut alias hair extension, apalagi model rambut ombre.
3. Mereka ingin mencoba mewarnai rambut mereka sesuka selera mereka.
Okeh. mewarnai rambut mungkin jaman dulu sudah dikenal orang ya. Tapi, yang mengagetkan di jaman sekarang ini adalah, ternyata mewarnai rambut itu tidak hanya satu warna saja.
"Itu sih model emak-emak." istilah mereka. Jadi, model rambut jaman sekarang itu adalah, warna warni. Atau jika pun tidak warna-warni maka warnanya yang mencolok mata seperti hijau metalik, ungu metalik, pink, silver, biru metalik. Jadi bukan sekedar warna rambut dasar dari aneka ras seperti coklat, hitam, emas, putih.
4. Mereka tidak sabaran ketika mengeringkan rambut. 
Harusnya, mengeringkan rambut yang sehat itu adalah rambut ditepuk-tepuk lembut dengan handuk. Nah, buat remaja jaman sekarang, langsung saja dihajar dengan hair dryer agar cepat kering.
5. Khusus untuk keluargaku nih, karena nyaris seharian rambut kami tertutup oleh jilbab ketika beraktifitas. 
Lari sana, lari sini, naik turun tangga, mengejar commuter line atau angkot, bermain bersama teman, jalan-jalan mengukur panjang kali lebar menjadi luas Mall (hehehe) atau mengukur panjang sebuah jalanan dimana berderet-deret pertokoan di sisi pinggir jalan (hehehe lagi.... maklum deh namanya juga remaja putri ya).
6. Karena stress pelajaran. 
Ampun deh, materi dan beban pelajaran jaman sekarang tuh banyak banget. Semua harus dipelajari dan ada test yang diberikan tiap pekan. Belum lagi ada ketentuan harus mencapai nilai batas tertentu.


Tapi enaknya, jaman sekarang itu tidak semua persoalan terkait dengan rambut diselesaikan dengan pergi ke salon. Tidak perlu sama sekali. Karena sekarang sudah banyak beredar shampoo dan conditioner yang dijual di toko ritel dekat rumah. Bahkan termasuk vitamin rambutnya segala dijual bebas jadi kita bisa membelinya lalu melakukan perawatan rambut alami di rumah. Yaitu dengan menggunakan Emeron Complete Hair Care misalnya. Anakku sudah setahun ini menggunakan Emeron Complete Hair Care yang terdiri dari Shampoo, Conditioner dan vitamin rambut. #cobaemeron

Mengapa Memilih Perlengkapan Perawatan Rambut dari Emeron?



Emeron Complete Hair Care dengan formula baru Triplecare, kombinasi Pro-Vitamin B5, Panthenol Etil, dan Glycine, active provit amino yang memberikan kelembaban pada rambut dan memperkuat akar rambut. 

Emeron Sampo tersedia dalam 5 ukuran yang sachet 6ml, 50ml botol, botol 100ml, 200ml botol, botol 300ml. Dan variannya banyak sekali.




Emeron shampo, dari generasi ke generasi


Shampo keluaran Lion Wings ini, dibuat dengan tehnologi Jepang dan mengandung Active Provit Amino. Terdiri dari 6 varian. Yaitu:

1. Warna putih dengan kandungan Anti-Dandruff  yaitu ZPTO & Lime extract atau ekstrak jeruk nipis yang bisa mengendalikan ketombe.  Diperuntukkan untuk rambut yang berketombe.

2. Warna hitam dengan kandungan BBlack Shine yaitu Urang Aring (Eclipta Alba) Extract for Black Hair. Diperuntukkan untuk menghitamkan rambut agar terlihat hitam dan berkilau. Jadi, solusi tepat untuk rambut kita  yang kerap kusam. Formula ACTIVE PROVIT AMINO dan manfaat urang-aring akan memperbaiki dan menutrisi rambut kusam secara optimal. Melangkah penuh percaya diri dengan rambut hitam alami, sehat, dan cantik berkilau berkat Emeron Nutritive Shampoo Black & Shine

3. Warna pink dengan kandungan Soft Smooth yaitu mengandung  ekstrak bunga matahari atau Sun Flower Extract dan active provit amino. Jika merasa punya rambut kasar, kaku, tidak berkilau karena kehilangan kelembaban. Nah, mulailah merawatnya dengan Emeron Nutritive Shampoo Soft & Smooth. Formula ACTIVE PROVIT AMINO yang diperkaya oleh khasiat bunga matahari bekerja untuk menutrisi rambut mulai dari akar dan membuat setiap helainya jadi halus, lembut berkilau.

4. Warna ungu dengan kandungan Volume Shine yaitu ekstrak Delima atau Pomegranate Extract untuk rambut berminyak. Diperuntukkan untuk rambut berminyak agar indah mengembang.

5. Warna kuning dengan kandungan Damage Care yaitu ekstrak alpukat atau Avocado Extract for Damaged Hair. Jika merasa kondisi rambut kita terasa kering, kasar, dan rapuh itu merupakan  tanda rambut rusak. Kembalikan kesehatan rambut secara maksimal dengan Emeron Nutritive Shampoo Damage Control. Dilengkapi dengan formula ACTIVE PROVIT AMINO dan kandungan nutrisi alami avocado. Emeron memperbaiki kerusakan kutikula serta melapisi dan melembabkan permukaan helai rambut.

6. Warna hijau dengan kandungan Hair Fall Treatment dengan ekstrak Lidah buaya atau  Aloe Vera Extract for Hair Loss Control. Diperuntukkan untuk merawat rambut rontok.


Aku sendiri sudah memakai rambut ini sejak sebelum menikah. Shampo ini murah yang pasti, tapi murah bukan berarti murahan. Karena, meski harganya murah khasiatnya tetap seperti perawatan di salon. Setelah berganti-ganti model botol beberapa kali, model botol yang sekarang lebih enak dipegangnya dan tutup botolnya juga lebih mudah dibuka. Ya kebayang kan mata kita kena air dan shampo jadi harus memejamkan mata buat nutup tutup botolnya. Nah, tutup botol Shampo Emeron ini mudah dibuka dan ditutup.

tutup botol shampo Emeron yang mudah dibuka dan ditutup


Rambutku sendiri sering rontok selama beberapa tahun belakangan ini. Mungkin karena aku punya anemia dan mengidap Hypoglikemia sehingga rambut sering mengalami kondisi kurang nutrisi. Tapi bisa juga kemungkinan lain, yaitu karena aktifitasku yang padat dengan pakaian tertutup rapat hingga ke kepala (pakai hijab).  Sering juga pakai hair driyer, yaitu setiap selesai olah raga di tempat olahraga khusus wanita. Dari tempat olah raga (pilates atau renang atau zumba), aku biasanya lanjut pergi ke tempat lain lagi. Jadi terpaksa harus pakai hair driyer. Sudah bergonta-ganti merek shampo dan akhirnya kembali menggunakan Emeron lagi, yaitu Emeron yang diperuntukkan untuk merawat rambut rontok. Cocok sih kalau aku.

shampo Emeron yang aku gunakan saat ini guna mengatasi masalah kerontokan rambut yang aku alami


Dan karena cocok maka aku perkenalkanlah anak-anakku pada Shampo Emeron. Si remaja yang mengaku rambutnya kering, kusam dan susah diatur alias tak terkendali seperti rambut singa, aku perkenalkan pada Shampo Emeron berwarna pink.

Coba Emeron warna pink untuk rambut kering agar lembut bersinar

Emeron Pink, cocok buat rambut yang kering dan susah diatur

Ada 3 rangkaian perawatan rambut dari Emeron. Yaitu Emeron shampo, dikenakan ketika ingin membilas rambut. Jadi, rambutnya dibasahi dulu. Lalu keramas deh. Busanya berlimpah. Nanti akan terasa rambut yang menjadi kesat bersih. Tapi, terasa lembab meski terasa kesat. Setelah itu, gunakan Emeron Conditioner. 

Cara memakai Conditioner yang benar itu, dikenakan pada helai rambut. Jadi bukan pada kulit kepala ya. Setelah itu, diamkan sejenak. Pakai sabun kek, gosok gigi, bersihin kamar mandi. Setelah kurang lebih 5 - 10 menit, baru dibilas dengan air hingga terasa benar-benar bersih. Keringkan dengan handuk. Setelah itu, baru beri vitamin rambut Emeron.  Caranya, putar pentil bola karet si vitamin rambut ini, nanti dia akan terputus dan terlihat lubang. Tinggal pencet deh si bola karet vitamin rambut Emeron ini. Gampang banget. Anak yang baru beranjak remaja saja bisa menggunakannya dengan mudah seorang diri tanpa aku bantu.

3 perawatan rambut untuk rambut kering, kusam dan susah diatur


Sedangkan untuk si kakak, ada ceritanya tersendiri sih.
Jadi, si kakak ini adalah remaja yang sudah lebih pandai menabung. Akibatnya, dia punya cukup uang untuk membeli beberapa produk kecantik dan bereksperimen dengannya. Biasanya, karena pengaruh tontonannya juga sih. hehehe (sama kayak ibunya yang hobi melihat acara drama korea atau reality show dari korea atau acara musik dari korea. Pendeknya, dia merasa bahwa cara berdandan artis korea itu lebih cocok untuk ditiru ketimbang artis dari negara lain termasuk dari Indonesia sendiri). Karena eksperimen dengan bahan kimia ini (seperti gonta-ganti shampo dan produk kecantikan lain serta mengalami pewarnaan rambut), maka kondisi rambutnya adalah, memiliki ketombe dan ujung bercabang.

Akhirnya, pada si kakak aku perkenalkan produk perawatan Emeron untuk rambut rusak yang berwarna kuning.

memperkenalkan remaja pada produk perawatan rambut Emeron

Pakai Emeron dong

3 perawatan rambut a la salon dari Emeron

Meski pemakaian rangkaian perawatan rambut dari Emeron ini lengkap, tapi jika ditotal harganya tidak mahal loh. Tetap di bawah Rp100.000. Dan bisa dipakai beberapa kali. Kebayang kan jika harus menjalani perawatan rambut di salon. Sekali datang saja sudah lebih dari Rp100.000. Beberapa kali datang bisa berapa coba? Itu sebabnya aku memilih perawatan rambut dengan menggunakan shampo Emeron, Conditioner Emeron, dan juga vitamin rambutnya.

perawatan rambut a la salon di rumah bagi anak remajaku. Beneran no mor bad hair days deh pokoknya setelah memakai ini
#dengarkanrambutmu jangan lupa beri selalu vitamin rambutnya juga ya


Oh ya, khusus untuk vitamin rambut sebenarnya dia ada 3 varian sih. Yaitu, vitamin untuk perawatan rambut yang kering dan kusam (warna pink), vitamin untuk perawatan rambut yang rusak (warna kuning) dan vitamin untuk perawatan rambut agar hitam berkilau. Hanya saja, perawatan rambut agar berwarna hitam tidak terlalu ingin dipilih di rumahku. Hehehe. Ya begitulah.... mungkin karena cewek-cewek di rumah ini suka dengan warna rambut kecoklatan. Namanya juga  fans acara dari Korea. Dan artis korea kebanyakan punya rambut berwarna coklat tua. Jadi, cinta deh dengan warna alami seperti sekarang.

3 varian vitamin rambut dari Emeron


Itulah cerita pengalamanku dan pengalaman anak-anakku tentang Remaja dan Bad Hair Day mereka. Pokoknya, jika sedang ngumpul di rumah dan otomatis kami lepas jilbab, yang terlihat sambil bersenda gurau bercakap-cakap itu adalah pemandangan orang yang sedang mengelus-elus rambutnya. Bahagia karena memiliki rambut yang sehat dan indah. No more bad hair days. #dengarkanrambutmu (dengarkanrambutmu,cobaemeron) .
Coba Emeron deh.

----------------------

Disclaimer: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Emeron Complete Hair Care 

30 komentar:

  1. Walaupun berjilbab tapi rambut harus tetap di jaga ya. Aku pakai sampoonya tanpa conditioner aja udah lembut ya gak kasar, apalagi kalau pakai conditionernya

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah, anak-anak nggak ada yang aneh2 masalah rambut. Paling, males keramas, jadi bau, dan lepek.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, entahlah.. mungkin karena anakku cewek remaja kali ya

      Hapus
  3. Saat remaja rambut aku juga beraneka model tuh hihihi kalau diwarna belum pernah sih. Sekarang rambutku emang kerasa cepat bau dan lepek deh tapi gimana ya malas keramas hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku rajin keramas... karnea kalo keramas rambut jadi ngembang dan wangi

      Hapus
  4. Wah..iyaa aku juga suka rambutnya shirley. Tapi waktu itu aku ngga kesalon ..bikin roll rambut dari koran dan batang pisang

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahh.... batang pisang? yang dipanasin itu bukan batang pisangnya? aku juga pernah nyoba tuh waktu masih kecil dulu sebelum kenal widex.. rollan yang bisa direbus.. hahaha

      Hapus
    2. wahh.... batang pisang? yang dipanasin itu bukan batang pisangnya? aku juga pernah nyoba tuh waktu masih kecil dulu sebelum kenal widex.. rollan yang bisa direbus.. hahaha

      Hapus
  5. Wah putri mba Ade kayak akuuu, pengen punya rambut kurus krn jegrak kayak singa, hihii...

    Bapak kita sama, nggak suka dengan rambut yg dikeriting salon. Dulu tiap ibuku keritingin rambutnya, mesti disambut bapak dg wajah cemebrut. Kalo anak2nya gak pernah keriting krn udah ikal dari lahir. Apalagi adikku yg nomer 3, rambutnya model sherly temple gitu, kluwer2 kayak dikriting

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu dia rambut yang aku inginkan terjadi di rambutku... rambut model sherley temple gitu... kayaknya lucu ajah... hahaha... tapi ayahku bolak balik cemberut kalo aku pulang ke rumah dari salon dengan model seperti itu

      Hapus
  6. Aku pakai emeron yang anti ketombe. Dr kuliah dah pakai emeron sih alasan paling utama murah hihi dan nampaknya cocok2 aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku pink dulu.. tapi sekarang pake yang hijau gara2 rontok

      Hapus
  7. Kami pake emeron mba Ade. Pas dimana. Ya dikantong ya ditangan ya dirambut

    BalasHapus
    Balasan
    1. toss... beneran... apalagi sekarang lagi promo vitaminnya, jadi kalo beli botol gede 380 ml di lotte dapat free vitamin rambutnya

      Hapus
  8. Waah aku btuh juga kayaknya nih yg buat rambut rontok. Thanks mbak sharing-nya. Aku mau beli.

    BalasHapus
  9. Bukan cuma remaja aj, saya butuh sampo yang mengatasi kerontokan rambut nih. Mungkin karena kebanyakan pikiran jadi rambutnya rontok, hehe.

    BalasHapus
  10. Saya sering liat vitamin ini kalau ke supermarket / minimarket dan suka penasaran pengen nyobain, sekarang malah tambah penasaran hehe

    BalasHapus
  11. Hehehe..
    Kebalikan nih mba, sayaalah dulu pengen punya rambut lurus.
    Rambut ngembang jadi kayak singa 😂

    Btw saya juga dulu pernah pakai emeron.
    Emang wangi banget

    BalasHapus
  12. Urusan rambut memang ngg ada habis-habisnyaaa ya mba. Ini enak banyak pilihaaan sekarang

    BalasHapus
  13. Buatku rambut keriting itu nyebelin, karena rambutku tipikal kering, keras dan tebal. Jadinya ngembang, ngalahin Megaloman atau Medusa wkwkwk.... Pas punya uang sendiri terus aku lurusin, aku dicemberutin Mamaku. Sebelnya mama sendiri rambutnya lurus, ga keriting hahaha

    BalasHapus
  14. Buat gadisku, manaaaa ya yg paling cucok nih? Mau cobain yg hitam berkilau deh biar rambutnya tampil memesona ;)

    BalasHapus
  15. Baca cerita mba Ade, jadi inget anak sulungku nih. Rambutnya tebel, lurus dan halus. Menurutku sih bagus lurus gitu, lha dia malah pengin rambutnya agak bergelombang *bukan keriting ya. Bulan lalu juga bilang mau mengecat rambutnya, aku bilang ntar rambutnya malah rusak loh. Anakku bilang gpp mau coba, nggak di bleaching kok, diwarnai cokelat tua aja, udah janjian ama temen2nya. Ternyata tuh satu temennya nggak jadi diwarnai nunggu satu tahun lagi kalo masa orientasi mahasiswa baru selesai katanya. Sepertinya anakku juga bakal menunda mengecat rambutnya :D

    BalasHapus
  16. Waaah, aku yg rambut lurus pingin keriting. Tmn2ku di sekolah dulu merasa aneh, krn yg keriting pd pingin lurus. Remajaaa mmg gitu yaa, pingin coba apa yg dirasakan org jg, bkn cuma krn trend atau apa deh menurutku

    BalasHapus
  17. Waktu SMP saya malah pengin banget lurusin rambut karena rasanya ga keren banger berambut keriting. Ternyata ABG saya yang kelas 1 SMP merasakannya juga. Karena keinginan meluruskan rambutnya saya tolak, ke mana2 dia selalu basahi rambut depannya biar tampak lurus. Hahaha...

    BalasHapus
  18. Ini aku jd inget zaman sekolah. Kebalikan ama kamu, aku malah pengeeeeeen bgt rambut lurus mba hahahahha... Manusia ga prnh puas yaaa :p. Pokoknya aku liat kalo rambut lurus mah enak, gampang rapi, bangun ga kayak singa -_- .. Jd aku sempet lama tuh smoothing. Tp skr udh ga. Pake rambut normal yg original aja :p. Tp akibatnya, model rambutku gitu2 doang wkwkwkwk.

    BalasHapus
  19. anak sayalag terkagum - kagum dengan rambut pirang nih ...

    BalasHapus
  20. anak perempuanku rambutnya lebat dan mengembang, tp anehnya dia gak suka, pdhl banyak yg bilang bagus dan akhirnya tiap hari harus dicatok biar lurus gak ngembang . juga pernah diwarnai ombre tp yang agak gelap agar suamiku gak lihat tp akhirnya juga ketahuan, suamiku kesel tp sdh dicat

    BalasHapus
  21. Kalau saya tdk bisa kriting mba, karena harus dibotakin mulu. Kalau rambut agak panjangan biasa dikira maling ayam sama si bapak jadi gak bisa ikutj tren diatas

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...