Langsung ke konten utama

Atmago: Aplikasi Warga Bantu Warga

[Lifestyle]: Sebutkan 10 benda yang akan kalian bawa ketika kalian bepergian? Pasti handphone ada di dalamnya.
Jika dikerucutkan pertanyaan ini menjadi sebutkan 5 benda yang akan kalian bawa? Tetap, ada handphone di dalamnya.
Jika dipersempit lagi, hanya boleh bawa 2 buah benda saja? Tetap, handphone adalah salah satu di antara dua benda tersebut.
Jika cuma satu benda saja? Nah. Ini baru dilema berat. hehehehe.




Handphone itu sudah menjadi bagian dari gaya hidup seseorang sekarang. Siapa saja, dimana saja, agama-genre-suku-status sosial-bahasa yang digunakan; apapun pembedaan yang dimiliki oleh seseorang rasanya handphone sudah menjadi bagian dari kebutuhan primer seseorang. Kadang, makan nggak makan yang penting bisa internetan via handphone mungkin.

Karenanya, tidak heran jika ada banyak hal yang akhirnya dimunculkan guna memanfaatkan keberadaan handphone ini. Salah satunya adalah dengan terbentuknya komunitas-komunitas dalam masyarakat. Aneka komunitas ini, terhubung dengan jaringan internet yang tersambung di handphone seseorang.


Keberadaan komunitas ini banyak sekali gunanya.

1. Bisa menghubungkan individu-individu yang memiliki persamaan ide, atau hobbi, atau visi, atau tempat tinggal, atau wilayah, atau kesamaan lain termasuk kesamaan menghadapi masalah yang sama.

2. Dari poin nomor 1 itu, melahirkan sebuah kesamaan baru. Sama-sama punya ide untuk makan Sate Ayam misalnya. Tapi, ada anggota komunitas yang belum tahu mau makan sate dimana; ada anggota komunitas  yang sudah pernah mencoba makan sate  di suatu tempat dan ingin membagikan pengetahuannya tersebut, ada juga anggota komunitas yang sudah pernah makan sate di tempat lain lagi dan kecewa jadi terdorong untuk memberitahu orang lain dalam rangka mencegah rasa kecewa yang pernah dialaminya agar tidak dialami oleh orang lain.

Dalam wadah komunitaslah akhirnya 3 kepentingan itu bisa dipertemukan.

3. Dari kesamaan kepentingan, maka bukan tidak mungkin lahir sebuah kekuatan baru yang bisa menghasilkan sebuah perubahan.

Dan tebak dengan apa sebuah komunitas bisa berkembang? Melalui sebuah wadah teknologi bernama: aplikasi yang menghubungkan antar individu (connected people).


Perkenalkan: ATMAGO

Atmago adalah sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh Atma Connect, yaitu sebuah organisasai nirlama asal San Fransisco, USA, yang diluncurkan sejak Januari 2015. Saat ini, Atmago sudah mengklaim sudah memiliki 18.000 user dengan jumlah pengunjung pada aplikasi ini mencapai 100.000 page view dan sudah menampilkan 5000 posting dan balasan.

Dalam aplikasi ini, para user bisa saling berbagi pengetahuan, solusi, pertanyaan, jawaban, komentar, keluhan, berita gembira, dan sebagainya. Jadi, kita bisa saling berbagi informasi tentang apa saja. Mulai dari event penting, berita terkini yang terjadi di lingkungan sekitar, bursa tenaga kerja, kesempatan karir atau pendidikan hingga bencana alam, kecelakaan atau kondisi yang sebaiknya dihindari oleh warga.


Mengapa Atmago bisa melakukan semua itu? Karena Atmago mengusung motto "warga bantu warga". Tujuannya untuk menciptakan masyarakat mandiri yang dapat menyelesaikan masalah di lingkungan mereka sendiri dengan konsep bekerja sama berbagi informasi melalui internet.


Bagaimana cara kerja Atmago?

Atmago ini, karena masih baru diluncurkan (Januari 2015) maka saat ini wilayah fokus keterhubungannya masih di sekitar Jabodetabek, Malang dan Lamongan. Tapi, dalam perencanaannya ke depannya, Atmago akan dikembangkan agar bisa mencapai seluruh wilayah di Indonesia, sekaligus menghubungkan warga dengan instansi yang terkait.

Bagaimana cara kerja Atmago hingga bisa mengklaim sebagai aplikasi "warga bantu warga"? 
Begini cara kerjanya. User Atmago, menulis sebuah informasi di aplikasi media sosial Atmago tentang sebuah kejadian. Nanti, informasi ini akan diteruskan oleh Atmago kepada user sesama pengguna aplikasi Atmago. Oleh user lain, informasi ini akan disebarkan di komunitasnya. 

Seperti, situasi banjir di daerah A misalnya. Ketika user lain membaca informasi bahwa saat ini di daerah A sedang banjir, maka otomatis user lain akan membagi informasi ini kepada kenalan dan komunitasnya. Dengan begitu, warga yang bahkan bukan user Atmago bisa menghindari daerah banjir tersebut.

Tidak berhenti sampai disitu saja. Atmago, juga akan membagi informasi ini kepada instansi terkait lewat media sosial layanan pengaduan yang disediakan oleh instansi terkait. Tujuannya, tentu agar ada perhatian segera dan akhirnya tindakan penyelesaian masalah.

Seperti ini nih contohnya: 






 Bagaimana cara untuk bisa menjadi user Atmago?

Dalam hidup, usahakan berbuat baik bagi orang lain sekali saja. Itu quotes yang harusnya diberi penekanan (highlight) dalam diri seseorang.

Nah, bagaimana jika kita diberi kesempatan untuk bisa melakukan perbuatan baik dalam banyak kesempatan? Tentu sebaiknya tidak boleh disia-siakan. Bisa mendapat kesempatan untuk bisa berbuat baik itu langka loh. Tidak semua orang bisa mendapatkannya.

Nah, dengan mendaftar menjadi user dari aplikasi Atmago ini, kita insya Allah bisa selangkah lebih dekat dengan kesempatan untuk bisa berbuat baik. Setidaknya, kita bisa membagikan sebuah informasi pada orang lain yang belum mengetahui informasi tersebut.

Seperti, memberitahu bahwa di jalan A ada lubang besar banget. Siapapun yang membaca informasi ini, insya Allah akan lebih berhati-hati ketika berjalan di Jalan A. Atau, memberitahu bahwa di Puskesmas Tebet, Jakarta Selatan, sudah ada bangsal tempat rawat inapnya. Sehingga, warga miskin yang kesulitan untuk dirawat inap di Rumah Sakit bisa menuju ke Puskesmas Tebet.

Itu contoh perbuatan baik yang bisa kita lakukan hanya dengan membagi informasi bermanfaat saja. Hal ini salah satunya bisa dilakukan melalui aplikasi Atmago.com.



Bagaimana caranya? Lihat video di Youtube ini ya.




Gimana? Tertarik? Ayo deh kita daftar dan mari bantu warga lain. Buka Atmago.com sekarang juga. Sebagai aplikasi pertahanan kaum urban, AtmaGo berhasil memenangkan kontes berskala Internasional "Amplify Urban Resilience Challenge 2016" yang diselenggarakan oleh IDEO.org. AtmaGo unggul diantara 350 inovator seluruh dunia.

Jadi, tidak perlu diragukan lagi kan?

Komentar

  1. apakah AtmaGo ini kurang lebih sama dgn Qlue? Kl Qlue berafiliasi sama pemkot DKI, AtmaGo ini mungkin lbh inisiatif masyarakat ya

    BalasHapus
  2. aku coba download dulu aplikasinya ya mbak, makasih infonya. Berbagi informasi dapat pahal juga ya mbak

    BalasHapus
  3. Waah belum bisa download nih, smartphoneku lagi opname.

    BalasHapus
  4. Aku baru tau ada aplikasi ini.. Interesting!

    BalasHapus
  5. aku jadi ingat qlue, sama kaya gitu ya konsepnya

    BalasHapus
  6. Waaah baru tau ada aplikasi baru Atmago Mbak Ade

    BalasHapus
  7. Waaaah aplikasinya bermanfaat sekali ya ini mbak :D

    BalasHapus
  8. aplikaisnya kece deh kayaknya ya mbk, saling berbagi informasi, secara kn kalau ketinggalan info bikin kudet bahkan plonga plongo, tengs infonya yak

    BalasHapus
  9. wah... sepertinya keren nih aplikasinya, melihat cara kerjanya sepertinya aplikasi ini bakalan meledak...

    BalasHapus
  10. aplikasinya kaya sosial media juga ya mbak?

    BalasHapus
  11. Wah sangat membatu sekali nih aplikasi , apakah aplikasi tersebut seperti socila media juga?

    BalasHapus
  12. wah baru tahu ada aplikasi atmago *kudet* thank u infonya mak

    BalasHapus
  13. Baru tahu startup yang satu ini, masih asing dengan namanya. Semoga sukses kedepannya..

    BalasHapus
  14. Mba, saya baru tahu aplikasi ini dari artikel Mba, coba saya unduh ya di hp saya

    BalasHapus
  15. Wah... asyik ini mbak. kelihatannya perlu di share di komunitas saya di jepara. kan asyik jika bsa berbalas (selain di WA)

    BalasHapus
  16. Aplikasi Atmago ini menarik sekali ya. Terutama bagi mereka yang senang dengan berita2 terbaru dan senang berbagi cerita terbaru

    BalasHapus
  17. hmm saya baru tau ada aplikasi begian mba, tak coba install dulu di androidku

    BalasHapus
  18. wah masih beredarnya hanya di kota-kota besar utama ya, sementara yang di dqerah seperti kudus, mungkin gak ya? Thks mbak ade nambah wawasan baru tentang aplikasi Atmago

    BalasHapus
  19. Bagus nich tujuannya
    yang harus dijaga adalah kedisiplinan dan etika penggunanya jangan sampai memasukkan sampah.
    Terima kasih atas pencerahannya
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
  20. Terimaksih atas informasinya.
    Mau coba install di android ah.

    BalasHapus
  21. Keren ya idenya. Aku malah baru tahu. CUma coveragenya gak mungkin cover tempatku. ha..ha... *BloggerNdeso

    BalasHapus
  22. wah jadi tambah wawasan nih,.. makasih mbak salam kenal.

    BalasHapus
  23. mirip sama yahoo answer ya hehe. salam kenal mbak

    BalasHapus
  24. Dari namanya, kirain aplikasi buatan dari kampus atma jaya. Ternyata bukan ya. Padahal saya udah hampir mau bangga hehehe

    BalasHapus
  25. Baru tahu ada aplikasi ini. Jadi pengen nyoba

    BalasHapus
  26. Wiiih keren ini ya. Jadi nggak kepikiran terus kalau pergi2.

    BalasHapus
  27. kayaknya saya harus cobain install dulu aplikasinya buat praktek langsung :)

    BalasHapus
  28. Yup bner bgt mak, luangkan waktu utk berbagi dgn yg lain :)

    BalasHapus
  29. Senoga komunitas ini bisa menjalankan perannya dengan baik dengan menebar kebajikan.
    Terima kasih infonya
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
  30. Aplikasi baru yang keren nih mbak, sayang di Madiun belum bisa ya.

    BalasHapus
  31. infonya sangat keren sangat bermanfaat

    BalasHapus
  32. baru tau, parah...makasih sharingnya, ijin share lagi :)

    BalasHapus
  33. keerreen bangeettt sumpah... emg tidak diragukan lagi kreasi anak bangsa yang belum tereapresiasi sm pemerintah

    BalasHapus
  34. Wah keren banget nih infonya.
    patut di share ni

    BalasHapus
  35. boleh juga gan, saya coba... moga aja bisa membantu

    BalasHapus
  36. Aplikasi Atmago menarik sekali..
    Sangat bermanfaat, terutama bagi mereka yang senang dengan berita2 terbaru dan senang berbagi cerita terbaru

    BalasHapus
  37. Ini baru bermanfaat, kita bisa berinovasi dengan penemuan-penemuan seperti ini, yang dapat membantu banyak orang :)

    BalasHapus
  38. Ini aplikasi yang menarik sekali dan sangat bermanfaat tentunya.

    BalasHapus
  39. semakin kesini semakin banyak aplikasi yang bermanfaat, tamabah kereeenn

    BalasHapus
  40. harusnya yang begini nih di support oleh pemerintah

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…