Langsung ke konten utama

Mencoba Dori Cabe Garam a la Rice Bowl

[Lifestyle: Kuliner] : Sudah beberapa tahun ini aku dan suami menghindari mengkonsumsi panganan dengan daging merah. Daging merah disini tuh seperti daging sapi, kambing, domba, unta, kuda, kijang, kanguru, dan seterusnya. Ya, untuk STOP sama sekali sih memang sulit. Karena, terkadang penasaran juga pingin nyicip. Tapi, berusaha keras deh pokoknya menghindari untuk mengkonsumsinya.



Sebagai gantinya, aku dan suami rajin mengincar menu dari Seafood. Khususnya ikan-ikanan. Dan salah satu jenis ikan yang jadi pavorit pilihan kami berdua adalah: Olahan ikan Dori.

Selama setahun ini, ada satu olahan menu yang sepertinya sedang naik daun. Yaitu menu "Cabe Garam". Biasanya, rumah makan yang menyediakan menu-menu dari Asia selalu mencantumkan menu "Cabe Garam" dalam variasi menu olahan makanan mereka. Nah, tidak terkecuali di Rice Bowl ini. Mereka juga menyediakan menu Dori Cabe Garam.

Penampakannya seperti ini nih:

Dori Cabe Garam a la Rice Bawl
Ternyata, rasanya lumayan enak loh. Dorinya utuh (tidak dipotong-potong kotak-kotak seperti resto yang lain), dan taburan cabe garamnya itu yang enak.

Aku selalu penasaran bagaimana cara mereka membuat bumbu cabe garam yang bisa renyah tidak basah. Di rumah, aku selalu mencoba masakan bumbu cabe garam ini. Tapi, hasilnya selalu deh garnish cabe garam-ku sedikit basah dan lengket satu sama lain. Tidak bisa renyah dan tertabur menyebar seperti yang disajikan oleh banyak restoran masakan Asia.

Kalau ada yang tahu rahasia cara membuatnya agar garnish cabe garam ini bisa renyah dan menyebar, kasih tahu aku ya.

 Suasana Restoran RiceBawl


Jadi, nasi-nya dihidangkan di sebuah mangkuk kecil. Pengunjung disediakan piring kecil dan sumpit. Jika tidak terbiasa makan dengan sumpit, bisa minta sendok garpu juga sih.

Ini rekomendasi yang lain: Corn Soup-nya banyak dan berlimpah putih telur. Proteinnya banyak nih






 Yap. Itu pengalamanku makan malam di Tempat Makan Rice Ball.




Komentar

  1. Wiii selain cumi, ternyata dori juga dicabein ya Mak hihihi aku laper, pdahal baru sarapan T__T

    BalasHapus
  2. aku pernah nyoba yang udang cabe dan garam, wenaaak bangeeet. Rice bowl ada di mana-mana kan y

    BalasHapus
  3. Aku belom pernah cobak, Mbak.. Jadi kepo sama rasanya :D

    BalasHapus
  4. Aku kok belum pernah pesan ini ya. Kalau Rice Bowl pasti defaultnya roasted duck & ayam hainan kesukaan keluarga. NTar pesen ah kalau kesana.

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…