Langsung ke konten utama

Kopdar Dengan Emak Blogger

[Lifestyle: Pergaulan]: Sepertinya, jika ditakar-takar, teman-teman yang aku miliki di dunia keseharian tidak sebanyak yang aku miliki di dunia maya. Khususnya media sosial. Dan dari sekian banyak teman media sosial itu, maka teman-teman dari komunitas adalah salah satunya.

Lalu jika dikerucutkan lagi, maka salah satu komunitas itu adalah Komunitas Emak Blogger (seterusnya disingkat KEB).
Jujur saja, ini komunitas yang membesarkan aku di dunia per-blog-an. Sebelum mengenal KEB, aku hanya memperlakukan blog ini sebagai buku harian di dunia virtual saja. Ini gara-gara komputer di rumahku bolak-balik gonta ganti dan aku malas jika harus mindahin data. Jadi, yang enak ya nitip tulisan di server yang ada di internet. Blog salah satunya. Tapi sejak mengenal KEB, maka aku memperlakukan Blog dengan berbeda. Karena, ternyata Blog bisa memberi manfaat lain jika diseriusi.



Kemarin, kebetulan ada acara di mall FX Sudirman. Yaitu acara peluncuran kaleng susu Frisian Flag model Klik-Tarik-Tuang. Bersama dengan komunitas KEB, aku datang ke acara ini. Dan akhirnya bertemu dengan wajah-wajah yang selama ini hanya aku lihat di facebook dan blog (ketika melakukan blog walking). Duh.. senangnya.
ketua KEB yang baru: Mak Icoel (Sumarti Saelan)


ini foto hasil nyulik koleksinya Nchie Hani di twitter dia
dengan mak nunung
dengan mak leyla hana
dengan Tanti Neng Amalia











dengan Tyan dari Banduung





Dengan mak Irma Senja




Komentar

  1. Alhamdulilah ternyata Mbak Ade ingat namaku.hihi....ijin save fotonya ya mbaaak cantiik.

    BalasHapus
  2. Nah ya, berarti mbak Ade nggak inget namaku hihihihhi.
    Senang akhirnya bisa ketemu mbak kemarin itu :))

    BalasHapus
  3. Asik ya kopdar gini. Waah, berarti sama juga nih dengan aku, lebih banyak teman di dunmay dan terutama dari komunitas hehe..

    BalasHapus
  4. Saya jg kllo ketemu ga akan hafal semua emak

    BalasHapus
  5. semoga kapan-kapan kita bisa foto bareng juga ya mbak :)

    BalasHapus
  6. Ternyata seru ya jadi bloger tuh.. punya saudara penulis yang memiliki hobi yang sama dan bisa saling menginspirasi..

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…