Langsung ke konten utama

Cuaca yang Berubah

Apa yang terjadi dalam kurun waktu satu jam ke depan?
Tidak ada yang tahu. Ini adalah bagian dari takdir dimana pengetahuan tentang hal ini hanya Allah saja yang tahu.
Betul sekali manusia dengan pengetahuannya yang amat sedikit bisa membuat prediksi. Tapi tetap saja, takdir tentang waktu yang akan datang murni berada di tangan Allah.

Dulu, aku pernah diajarkan bahwa semua prediksi keburukan bisa diubah lewat doa. Dan penguat dilabilkannya sebuah doa adalah lewat perbuatan baik yang kita lakukan. Jadi, jika ada yang berharap atau memprediksikan keburukan akan menimpa kita... jangan pernah takut. Karena tetap... kuasa takdir tentang terjadinya takdir di masa yang akan datang itu masih hak prerogatif Allah subhanahu wa ta'ala.
Allahu Akbar.

Dan pemandangan perubahan cuaca berikut ini adalah contoh nyata dari apa yang aku tulis di atas

.
foto ini diambil pukul 14.00... mendungnya tebal dan berat di langit. Dan rerata di semua bidang langit yang luas.

Lalu aku ambil lagi foto ini pukul 14.10. Jalanan mulai gelap meski ini masih siang. Mendung semakin berat

Pukul 14.38, mulai ada kabut yang tebal yang menutupi udara Jakarta. Bahkan, sebelum foto ini diambil, gedung tinggi di tengah itu sudah tidak terlihat karena tertutup kabut tebal yang berawarna kelabu

Akhirnya, pukul 14.39 hujan pun turun dengan deras. Kabut pun terusir karena curah hujan tersebut. Subhanallah... luar biasa perubahannya.

Komentar

  1. Sunhanallah, indah ya mbak lihat fenomena alam. Tambah merasa keciiil aja kita di hadapan kekuasaan Allah.
    Mb Ade ambil gambar ini di daerah mana ?

    BalasHapus
  2. Dari salah satu gedung di jl MT Haryono jaksel

    BalasHapus
  3. Seperti juga hati, ya, Mak.. setiap saat setiap detik juga bisa berubah :)))

    BalasHapus
  4. alam selalu berubah..sulit ditebak dan diprediksi...namun dibalik perubahan alam,,,ada tanda-tanda akan kebesaran ALLAH SWT yang layak kita simak dan pelajari....., musim penghujan sudah mulai,,,semoga bisa membersihkan hati dan menyejukkan jiwa yang tenang...
    keep happy blogging always,..salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
  5. cuaca memang sedang tak menentu ya, mba. siap2 bawa payung kalo mau keluar :D

    BalasHapus
  6. fotonya bagus mba, terlihat fasenya, fase dari mendung ke turun hujan :)

    BalasHapus
  7. Subhanallah ya...saya tuh Kalo liat langit hitam takuuuut mba...Galau ya suka ada ketakutan gitu. Tapi pasrahkan semua pada Allah..mengingat kan diri Akan besar nya Kuasa Allah

    BalasHapus
  8. Sepertinya ada kata yang salah ketik, Mak. Yaitu pada kalimat "Dan penguat dilabilkannya sebuah doa adalah ..."

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…