Langsung ke konten utama

Super Glue that Not Super At All

Super Glue that Not Super At All. Hehehe, gaya ya judulnya. Ini cerita tentang Putri bungsuku yang aksesoris pita pada bandonya tiba-tiba saja terlepas. Padahal, dia amat menyukai bando tersebut.

Wah.
Sayang banget deh si bando jadi tidak bisa dipakai karena sejak pita blink-blinknya terlepas dia menjadi tidak istimewa lagi. Hanya menjadi sebuah bando hitam melingkar biasa. Jika ada pita blink-blinknya maka putriku selalu merasa bahwa dia sudah menjelma menjadi seorang Princess. Tahu sendiri kan, nyaris semua Princess itu punya sesuatu yang blink-bllink di rambut mereka. Jika pun tidak ada aksesorisnya, maka rambut mereka tentunya adalah rambut yang istimewa.



Bukan hanya Princess produksi Disney yang memiliki aksesoris di kepalanya, Princess buatan anak bangsa yang digambarkan sebagai Princess Muslimah pun punya aksesoris di jilbab mereka. 

gambar diambil dari studio siput

Jadi, gak heran jika anakku menjadi sedih ketika mendapati bandonya kehilangan aksesori pita blink-blinknya. Aku sebagai ibunya, untuk mengurangi kesedihannya menjanjikan padanya bahwa aku akan mencarikan sebuah lem. Aku ingat Lem Super Glue yang bisa merekatkan apa saja dan lem itu amat kuat daya rekatnya. Maka, suatu hari ketika aku pergi ke pasar aku pun melihat di toko yang menjual perlengkapan pesta dan aneka ragam plastik, memajang lem super glue di antara deretan barang yang mereka jual.

"Eh, itu.. super glue ya bang?"
"Bukan neng, ini Power Glue."
"Oh, bisa gak ya buat ngerekatin hiasan bando yang copot?"
"Bisa. Bagus kok ini lemnya, kuat banget lengketnya. Cuma yang ini buatan China aja."
"Berapa bang?"
"Dua ribu neng."
"Eh, murah?"
"Kan buatan China. Tapi gak masalah sih buatan China, kan yang penting lengketnya."

Benar juga. Maka, jadilah aku pun membeli lem tersebut. Lalu setibanya di rumah, setelah membereskan masakan, aku pun mulai merekatkan hiasan bando milik Putriku. Setelah dioles, lalu si hiasan aku tekan di bandonya dengan cara memegangnya terus menerus agar tidak terlepas. Aku takut jika aku lepas, maka hiasa bando itu akan terlepas lagi.

Setelah terasa kering, maka aku pun melepaskan peganganku pada hiasan bando itu. Hasilnya?
Waduh. Tanganku jadi melekat satu sama lain. Antara jari Jempol, Telunjuk dan Jari Tengah semua jadi satu. Lengkap dengan s Bando di tengah-tengah mereka. 
Waaaaaahhh... tidakkkkk. Putriku langsung panik melihat ketiga jariku nempel jadi satu tersebut. Terlebih aku segera mendramatisi keadaan dengan khayalan isengku:

"Dik, kalo tangan ibu nempel gini terus gimana dong?"

Anakku yang sulung spontan tertawa dan mengompori kondisi khayalanku (FYI: anak sulungku ini memang doyannya menggoda adik bungsunya selayaknya adik bungsunya ini mainan saja. Jarak usia mereka memang cukup jauh. Anak sulungku usianya sudah  menjelang 19 tahun sementara putri bungsuku masih berusia menjelang 8 tahun). 

"Bagus bu. Jadi, Ibu tinggal pake baju bajak laut, nah, ibu tuh udah bisa jadi Kapten Hook."

Mendengar itu, putri bungsuku langsung panik. Dia melompat ke arahku dan berusaha melepaskan bando itu dari tanganku.

"Sudah, aku gak apa-apa kok gak pake bando, yang penting tangan ibu normal aja." (xixixixxi... aku paling suka deh jika dia memperhatikan aku sedemikian rupa)

Jadi, aku pun melepaskan bando itu dari tanganku. Sayangnya, sisa lem di tanganku tidak mau hilang. Sudah aku beri sabun, cuci di bawah keran sambil digosok-gosok, sulit sekali hilangnya. Fiuh. Putri bungsuku mengecup tanganku itu sambil menggosok-gosoknya dengan rasa kasih dan sayang.

"Maafin aku ya bu, gara-gara bandoku tangan ibu jadi kayak gini." Aih... kata-katanya ini bikin aku melayang sodara-sodara. Adapun si bando dan aksesorisnya yang lengkap. Dengan berbagai macam cara, tetap saja tidak mau lagi bersatu. Bahkan si lem kuat itu tidak juga mampu menyatukan mereka. Benar-benar sudah talak tiga sepertinya. Huff!



Ada ide gak gimana cara merekatkan mereka kembali?
-------------------------------------
Penulis: Ade Anita

Komentar

  1. Balasan
    1. iyaaahh... aku akhirnya berpikir seperti itu juga. Karena pake lem kayaknya gak mempan

      Hapus
  2. pakai kawat halus yang untuk buat bunga gitu bisa gak mbak?

    BalasHapus
  3. kl pake lem tembak udah coba, Mbak? :)

    BalasHapus
  4. Huahahha...mirip2 lem alteco yah :D
    Udah coba lem tembak belum?
    Itu lo yang lemnya kayak lilin, yang ada alatnya mirip senjata itu yang mesti dicolok ke listrik :D

    BalasHapus
  5. lidya, mamanya keke naima dan zippi, iya, sepertinya aku mau coba pake lem tembak. anak keduaku punya lem itu sisa dia bikin prakarya dulu. setelah itu barulah mungkin aku jahit, biar kuat. hehehe. tapi kalo kawat yang buat bunga sepertiya gak bisa karena jadi gak nyaman di kepalanya dia.

    BalasHapus
  6. emank mba klo pake power glue gak hati2 bisa2 ngelem tangan sediri, xixixixi
    aku pernah kyk gitu
    itu bando'a dari kawat gitu yah mba?
    klo disolder aja mungkin bakal lebih kuat.

    BalasHapus
  7. yg penting hasilnya memuaskan, kalo gak bisa pake lem ya cara lain juga gapapa, gak ada tali akar pun jadi

    BalasHapus
  8. Kalau aku mah biasanya pakai lem Altico buk. Tapi boleh juga tuh kata mas Zippy pakai lem tembak atau lem lilin.

    BalasHapus
  9. Sudahlah, pasrah saja :D
    SUka sama foto tangan mbak Ade dan Hawna, aiih kiyut sekali.

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…