Langsung ke konten utama

Merah Yang Bagus untuk Menambah Darah

[Keluarga] Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keempat, tema: warna


Saya seorang penderita tekanan darah rendah sekaligus juga mengalami kondisi kekurangan zat besi. Itu sebabnya tekanan darah saya selalu turun alias drop dan itu bisa bikin kepala saya pusing, mata berkunang-kurang dan berdiri pun tidak seimbang serta rambut rontok.

Beberapa bulan yang lalu, karena kandungan zat besi dalam darah saya yang terlalu rendah, ditambah dengan kadar gula darah yang juga rendah, maka dokter menyatakan saya sebagai pengidap anemia hypochrome. Jadi selain harus rutin cek darah, saya juga dirujuk ke dokter gizi.

Oleh dokter gizi, saya pun diajari untuk mengkonsumsi beberapa makanan yang banyak mengandung zat besi. Umumnya, mereka adalah semua buah dan sayuran yang memiliki daging atau helai daun berwarna merah.

Seperti:



















Tentu saja ada makanan pendamping lainnya selain makanan yang direkomendasikan di atas. Seperti disarankan untuk mengkonsumsi jeruk setelah minum obat penambah darah karena vitamin C dalam jeruk itu bisa mempercepat pembentukan sel darah merah dalam tubuh saya (FYI: sel darah merah baru dalam darah saya jumlahnya nol (0); itu sebabnya saya harus bolak balik ke dokter kala itu).

"Ibu harus mengobati diri ibu sendiri dulu. Kita coba cara alami dulu ya bu. Ibu makan makanan seperti arahan saya lalu nanti kita cek darah lagi. JIka hasilnya tetap buruk berarti ibu mau ggak mau harus ditransfusi darah ya."

Wah. Karena takut jika harus ditransfusi saya pun membeli makanan rekomendasi dari dokter gizi tersebut. Dan membuat jus aneka buah berwarna merah di rumah. Hanya saja, biar sekalian maka selian membuat untuk diri saya sendiri saya juga membuatkan untuk keluarga saya. Reaksi mereka macam-macam; terlebih karena saya tidak suka menambahkan gula dalam jus. Untuk pemanis jus, saya beri potongan mangga yang manis.



 Dan, reaksi penolakan pertama tentu saja datang dari anak bungsu saya. Setiap kali dia mendengar saya mulai mencuci buah dan sayuran, dia langsung lari kesana kemari untuk mencari tempat guna bersembunyi. Dia paling tidak suka jus buatan saya yang menurutnya rasanya gak enak. hehehe


Jadi, terpaksalah setiap sore saya suapi dia. Anak saya ini meski menolak keras, tapi jika saya suapi sambil mensugesti dia bahwa ini sehat untuk tubuh kita, bikin kita tidak gampang pingsan, kuat, gak cepet pusing, rambutnya juga gak rontok, akhirnya minum dan habis satu mug. Jadi ya memang harus sabar. 
Nanti jika sudah selesai, dia akan mengeluarkan lidahnya yang berwarna merah dan saya akan memberinya acungan ibu jari padanya. "Anak pintar."

Ada yang ingin jus seperti ini?
---------------
Penulis: Ade Anita
TUlisan ini diikut sertakan dalam tantangan 8 minggu ngeBlog yang diadakan oleh Blog Angin Mamiri



Komentar

  1. Balasan
    1. yakin nih? gak lari2 kayak hawna yang sudah pernah nyoba dan gak pingin lagi ya?

      Hapus
  2. kelihatannya seger banget :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. keliatannya aja segar.. tapi emang segar sih menurutku. sayangnya anak2 gak sependapat denganku. mereka pinginnya pake gula tapi kalo pake gula kandungan gulanya jadi bertambah banyak.

      Hapus
  3. sudah buat yagh mba ade, aku br nyari2 nih....hehehehehe :D

    BalasHapus
  4. senengnya punya ibu yang pinter.. he.. he.. *pingin jadi ibu yang pintar*
    nggak semua zat besi dari makanan yg warnanya merah, lho Bund *_~

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sih, dokter gizi ngasi daftar makanan sebenarnya tapi aku malas nenteng2 catatan kemana-mana. Jadi buat gampangnya, dokter giziku ngajarin, "cari saja yang dagingnya warna merah. Itu beratti kandungan zat besinya tinggi."

      Hapus
  5. saya baru tahu tentang buah bit dan buah buni mbak, apaan ya itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. biasanya buah bit ada di salad... bentuknya mirip lobak atau bangkoang tapi warnanya merah. eh.. rasanya juga mirip bangkoang sebenarnya tapi ya gak sesegar bangkoang rasanya. kalo malas dijus, bisa juga direbus terus dimakan gitu aja, dicocol sambel atau mayones enak juga kok.

      Hapus
    2. oh iya kalo buah buni itu suka ada di rujak biasanya karena rasanya emang rada2 asem. tapi d garut dia dibikin manisan .. bentuknya kayak kelereng warna merah itu kalo di manisan.

      Hapus
  6. Merah yang menyalakan kehidupan... Smoga selalu sehat mba...

    BalasHapus
  7. wah..asik informasi baru juga,
    namun berharap dengan perjuangan "merah" -nya ini semoga darah itu memberi semangat dan tetap semangat.
    Syukron.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener..apapun yang terjadi harus tetap semangat

      Hapus
  8. Segar lihat jus nya mbak..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. bikin aja... murah meriah dan menyehatkan

      Hapus
  9. naga merah+jambu merah+mangga? mauuuu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo bikin.. ini asli segar banget dan menyehatkan

      Hapus
  10. lam kenal mba, saya suka memberikan ke anak saya buah naga merah lho, ampun deh belepotan disana sini, awalnya ngeri dikira pakai pewarna soalnya kayanya kok mudah luntur, eh ternyata engga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... buah bit juga gitu..cepat sekali nempel dan lumer warnanya ..cobain Deh...potong Kecil kecil Campur Dengan Potongan apel Dan selada Lalu Siram Dengan saus Thousand Island...wuiihhhh Sedapnya

      Hapus
  11. kalo isha gak suka jus yang di campur2 gitu ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah... bit itu paling tinggi zat besinha dibanding buah yang lain tapi... rasanha anyep gak enak kalo dimakan tunggal, jadi harus dicampur buah lain biar rasanya tertolong

      Hapus
  12. Saya suka buah NAGA, kirimin ya Mba, kalau di daerah saya perkilonya bisa mencapai angka diatas 50rb :-)

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…