Langsung ke konten utama

Pecandu Bola

[Pernikahan]: Pernikahan itu, sebenarnya bukan hanya menggabungkan dua orang saja (suami istri). Tapi juga menggabungkan:
2 kebiasaan yang berbeda
2 mimpi yang berbeda
2 karakter yang berbeda
2 hobbi yang berbeda
2 budaya yang berbeda
2 keinginan yang berbeda
2 sifat yang berbeda

Lalu, jika semuanya berbeda, bagaimana cara mengatasinya agar bisa bersesuaian? Seperti jika yang satu hobi banget sama bola dan yang satu sama sekali nggak suka? Yang satu bela-belain buat begadang demi nonton bola sedangkan yang satu pingin mencukupkan waktu tidur yang sehat dan paling nggak mau begadang?

Bisa.
Yaitu lewat cinta.



Cinta tumbuh karena rasa saling mengerti dan saling percaya. Juga karena keinginan untuk menyenangkan hati pasangan yang kita cintai. Memberinya yang terbaik dengan ikhlas, tanpa mengharapkan balasan selain dicatat sebagai amal kebaikan saja di catatan amal kehidupan di dunia.

Karenanya, jika terjadi sebuah pertengkaran akibat ketidak samaan pendapat, ya tidak mengapa. Perbedaan itu kan sesuatu yang alamiah.
Dibawa lucu saja... atau dibawa senang. Ada banyak sisi yang masih bisa kita kutak-katik dalam rangka manajemen hati agar selalu bisa bahagia.

bahagia itu sederhana.

Itu bukan cuma jargon tapi memang benar sederhana. Yaitu ketika kita tidak menganggap berat sebuah masalah yang sebenarnya ringan saja penyelesaiannya.

Seperti yang terjadi di rumah tanggaku pada suatu hari, 3 tahun yang lalu (tepatnya tanggal 30 November 2012, dan aku tulis di facebookku:


Komentar

  1. heheee, diimplementasikan di dapur juga formasi bolanya. Sama kek aku, suamiku ngegame di tengah malam, aku bobo nyenyak. Aku bangun di dini hari, suamiku masih tidur nyenyak. Perbedaan yang indah, kan? tatahati

    BalasHapus
  2. aku juga banyak bedanya dg suamiku tp ya mau tak mau harsu menyesuaikan diri juga. Hi,hi cerita lucunya

    BalasHapus
  3. Xixixi, lucu, ya? Kalo suamiku jarang banget bantuin ginian. -,-

    BalasHapus
  4. Menghilangkan perbedaan adalah perbuatan sia-sia
    Sebaiknya saling menyesuaikan iarama secara proporsional.
    Btw, saya baru saja menguji blog ini dan ternyata blog ini sudah mobile friendly. Selamat ya

    Terima kasih atas artikelnya yang menarik dan bermanfaat
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  5. hemmm...belajar dari postingan ini deh...xixxixi...

    BalasHapus
  6. hihi bola oh bola, Suamiku juga pecandu bola. Dulu awal-awal menikah masih senang-senang aja menemani begadang. Lama-lama mending bobok cantik :D

    BalasHapus
  7. kekuatan cinta bisa menyatukan dua hal berbeda cieee :) eh ngomong2 soal bola akku ada info nih mbak nanti ya aku kasih tau

    BalasHapus
  8. Ehem,, so sweet banget ya, jadi ngiri

    BalasHapus
  9. Wkwkwkqk aku baca screen shoot statusmu mbakk homoris yaa ahahhaa
    Nah mbak karena banyak org bilang pernikahan menggabungkan dua insan yg memiliki beda2 kepribadian. Egeheh itu yg membuat saya takut menikah. Lahh malah curhat. Semoga selalu bahagiaa yaa mbakkk. Love!

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…