Langsung ke konten utama

Bagaimana Cara Mengetahui JIka Kita Hamil?

Coba ingat-ingat, kapan pertama kali kita mau tahu sebenarnya gimana sih seorang perempuan itu tahu bahwa dirinya sedang hamil?

Segera setelah dia menikah? Itu sih karena memang mengharapkan diri sendiri segera hamil setelah menikah. Atau pada mereka yang belum mau punya anak, maka pasti deg degan untuk mengetahui apakah kita hamil atau tidak jika tiba-tiba si tamu bulanan yang rutin datang tiba-tiba tidak datang.
Hmm.
Jika begitu, lebih baik kemungkinan di atas dicoret saja. Karena itu pasti ya rasa mau taunya muncul.

Di usia yang lebih muda deh. Kapan rasa ingin tahu itu muncul?
Aku sendiri sebenarnya nggak ingat.
Hingga tiba-tiba anak bungsuku yang baru berusia 7 tahun tiba-tiba menanyakan hal itu ketika kami sedang duduk bersama mengelilingi meja makan bundar.

"Bu, gimana kita caranya perempuan tahu bahwa dia lagi hamil?"

Agak kaget juga sebenarnya dengan pertanyaan ajaib ini. Mau dijawab serius, dia baru berusia 7 tahun. Nggak dijawab serius, nanti dia penasaran dan malah dapat informasi yang salah dari pihak lain. Jadilah aku ngobrol sama putri bungsuku ini.

"Perempuan hamil itu, bisa tahu kalau dia hamil biasanya... dia ngerasa mual dan mau muntah melulu bawaannya. Nih... kamu pernah nggak udah makan kenyang nih, terus perut kamu kan terasa penuh tuh. Pernah nggak?"

Putriku mengangguk (dan percaya padaku, wajahnya amat serius menyimak)
"Nah, kalau perut sudah kenyang dan terasa penuh, terus kamu disuruh makan lagi, minum lagi, apa yang kamu rasain?"

"Ihh,, aku pasti mual dan mau muntah. Malahan, aku muntah kali karena udah nggak muat lagi perutku."

"Nah.. begitu juga kondisi perut orang yang lagi hamil. Jadi, perut kita kan cuma segini, terus tiba-tiba ada tambahan bayi di sana, dan bayinya itu butuh tempat kan... jadilah dia harus berbagi tempat dengan makanan dan minuman yang masuk ke dalam perut kita. Akhirnya, jadi terasa mual dan mau muntah terus deh bawaannya."

diambil dari sini gambarnya
"Oh... pantasan orang yang lagi hamil suka mau muntah gitu ya."
"Iya... tapi, bukan berarti karena dia mual dan muntah melulu jadi nggak makan. Dia harus terus makan. Karena makanan pertama yang masuk ke mulutnya itu, pasti diserap sama bayi di perutnya. Terus buat dia sendiri  apa? Kalau dia makannya sedikit atau diet gitu, maka dia nggak kebagian makanan. Jadilah, orang hamil itu suka pusing dan lemes mau tidur mulu bawaannya. Karena dia kurang asupan sebenanrya. Makanya biar nggak pusing dan lemes dan ngantuk dia harus tetap makan dan juga minum vitamin."

"Oh.. pantas banyak ibu-ibu hamil yang suka pusing dan lemes."

"Iya.. yang terakhir, bisa dicek pipisnya. Kandungan air pipis itu kan macam-macam. Nah, salah satunya itu ada yang ngasih tahu bahwa ada kehidupan lain di perut kita ya lewat air pipis itu. Makanya untuk mastiin dia hamil apa nggak biasanya perempuan suka ngecek air pipisnya pake alat tertentu."

"Oh... iya, aku pernah lihat perempuan yang nampung air pipisnya terus dicelupin alat. Itu buat tahu dia hamil atau tidak ternyata."

"Iya... bener. Sudah jelas, atau masih ada yang mau ditanyain lagi?"
"Udah, cukup. Aku ngerti sekarang."



(alhamdulillah... ternyata nggak terlalu sulit menjawab pertanyaan anak kecil yang satu ini).

Komentar

  1. catet ini, kelak kalau punya anak :D

    BalasHapus
  2. untuk empat anak saya, insyaalloh saya abinya yang lebih ngeh dibandingkan isteri saya. yang kadang tidak percaya kalo sudah hamil. (opo tumon) he...7x

    BalasHapus
  3. saya bacanya sambil ngebayangin 2 perempuan duduk bareng, ngobrol santai dan akrab. pasti anaknya lucu dan pintar, pertanyaannya keren. jadi terinspirasi juga klo nanti anak sy udh besar, skr baru 9bulan. :)

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…