badge

Rabu, 10 April 2013

Ada yang mereview website Kafemuslimah juga ternyata. Alhamdulillah (senang lihatnya)


review “kafemuslimah.com”
Assalamualaikum Wr. Wb.
Hai temans, posting kali saya akan membahas mengenai review antarmuka website kafemuslimah.com… masih dalam rangka tugas IMK nih :D
Oke, pertama mari kita awali dengan “Bismillahirrahmaanirrahiim…”  :)
Selanjutnya, akan lebih baik kalo kita berkenalan dulu dengan website ini. Kafemuslimah.com adalah website yang khusus ditujukan untuk muslimah, berisi informasi-informasi yang selayaknya diketahui oleh muslimah saat ini, mulai dari kebutuhan jasmani sampai kebutuhan ruhani. Kafemuslimah.com mencoba untuk menampilkan sebanyak mungkin informasi yang perlu diketahui oleh muslimah dari berbagai kalangan. Naaah, permasalahannya adalah… “apakah tampilan antarmuka kafemuslimah.com sudah memenuhi prinsip IMK yang baik sehingga pengguna nyaman untuk berlama-lama didalamnya, bahkan hanya untuk sekedar melihat-lihat…???” :)
review kali ini mengacu pada Heuristic Evaluation dari website kafemuslimah.com.


1.  Visibility of System Status
Dalam IMK visibility merujuk pada kesesuaian antara suatu bentuk dengan fungsinya, misalkan ada sebuah link yang bertuliskan “Home” pada sebuah halaman web, maka jika link tersebut kita klik, dia harus benar-benar mengarahkan user pada halaman “Home” pada website tersebut, tidak mengarahkannya pada halaman yang lain. Ada dua hal yang menjadi dasar dari visibilitas sistem status ini, yaitu :
  • Where am i? atau dimana user saat ini sedang berada
  • Where can i go next? atau kemana user bisa pergi dari suatu kondisi atau state
mari kita lihat halaman beranda dari kafemuslimah.com…
point pertama mengenai Where am I..??? pada halaman HOME, tidak terdapat keterangan yang menunjukkan bahwa user sedang berada dihalaman home, namun jika dilihat dari lebih banyaknya informasi mungkin beberapa user dapat menyadari bahwa mereka ada di halaman home, tetapi untuk halaman selain home ada navigasi sederhana yang menunjukkan bahwa user sedang berada di suatu halaman menu, misalkan pada menu “oase ilmu”, ketika diklik maka user akan menuju ke halaman “oase ilmu”, user dapat mengetahuinya dari keterangan yang ada di bagian atas dari area utama pada halaman tersebut yang berupa tulisan “Oase Ilmu” dan penjelasan singkat mengenai rubrik oase ilmu itu sendiri. kemudian setelah penjelasan singkat mengenai rubrik, dibawahnya ada indeks halaman untuk memberikan informasi secara langsung, jumlah halaman yang dapat dilihat pada rubrik tersebut dan halaman yang saat ini sedang ditampilkan kepada user, hanya saja penemapatannya kurang efisien karena umumnya, user sudah terbiasa dengan indeks halaman yang berada di bawah setelah informasi utama. Hal ini juga terdapat pada menu-menu lainnya, pada dasarnya menu-menu yang disajikan cukup lengkap, menu sudah disusun berdasarkan alfabet secara descending, sehingga akan memudahkan user untuk mencari menu yang ingin ditampilkan.
dari gambar diatas juga terlihat ada beberapa kelompok menu setelah banner, menurut saya untuk menu ini akan lebih baik jika menu disusun dengan menggunakan dropdown menu supaya terlihat tampak lebih rapi dan terkesan lebih profesional :)
2.  Match Between System and the Real World
Pada point ini sebisa mungkin sistem menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh user, bahasa yang dekat di telinga, tidak membingungkan (ambigu) dan tidak berorientasi pada sistem. Secara umum kafemuslimah.com menggunakan bahasa indonesia dan juga bahasa inggris untuk beberapa hal. Penggunaan bahasa indonesia hampir 95% pada website ini dan penggunaan bahasa inggris yang mudah dan akrab ditelinga pengguna seperti kata “home”. Penggunaan istilah asing pada website ini membatu pengguna lebih mudah untuk memahami apa yang dimaksud oleh sistem. Pada beberapa situs lain penggunaan istilah beranda cenderung akan membuat pengguna bingung karena secara umum pengguna telah akrab dengan istilah home. Berikut penerepanya pada  yang menggunakan istilah home yang lebih mudah dimengerti oleh pengguna
3.  User Control and Freedom
Umumnya setiap pengguna mempunyai karakeristik sebagai “pengguna yang bebas” dalam artian ia bebas mengakses apapun dalam website tersebut, dengan nyaman, ke halaman mana pun ia pergi, seharus ia dapat kembali ke halaman semula dengan mudah.
dalam kafemuslimah.com misalkan saat ini user sedang berada dihalaman oase ilmu, kemudian saya mengklik halaman buku tamu dan mengisi komentar, tapi setelah itu saya ingin kembali ke halaman oase ilmu, maka seharusnya saya dapat dengan mudah melakukannya, dan pada kafemuslimah.com navigasi sudah cukup baik, sehingga user dapat dengan mudah pergi ke halaman mana pun dan kembali ke halaman mana pun dengan tidak banyak melakukan usaha… –> nice  :)
4. Consitency and Standards
Idealnya pada suatu website, mamperhatikan konsistensi dalam segala hal, baik dari segi design maupun fungsi dan setiap website tentunya memiliki standar tersendiri untuk menentukan tingkat konsistensinya agar user nyaman dengan antarmuka yang ada.
Pada kafemuslimah.com konsistensi pada bahasa, tampilan (dari segi design dan fungsi) sudah cukup baik, website ini secara umum menggunakan Bahasa Indonesia dan sedikit menggunakan bahasa asing untuk beberapa istilah yang sering digunakan oleh user, menjaga konsistensi penggunaan bahasa yang sama pada semua halaman website, tetapi ketika menjalankan task pencarian konsistensi menjadi bermasalah karena sistem pencarian yang ada, mengacu pada search engine tertentu dengan standar yang berbeda dari standar yang dimiliki oleh website ini, sehingga menyebabkan konsistensi hilang pada halaman pencarian ini. Sedangkan dari segi design, letak maupun warna pada link menu yang ada sudah cukup konsisten.
5. Error Prevention
Dalam bahasa yang sederhana, error prevention adalah bagaimana sebuah website dapat mencegah terjadi suatu error yang dibuat oleh pengguna akibat kesalahan memasukan input atau menjalankan suatu task pada suatu fungsi di website tersebut. Salah satu bentuk pencegahan pada masa modern ini adalah seperti fungsi acount availability checker pada fungsi membuat akun email baru pada yahoo ataupun webmail lainya. Sekalipun error tidak dapat cegah, sistem harus menampilkan pesan erroryang jelas sehingga pengguna tahu mengapa error terjadi.
pada kafemuslimah.com error prevention sudah ditangani dengan cukup baik, misalkan pada task pencarian user mengetikkan sebuah kata sembarangan, maka akan tampil informasi bahwa kata yang dicari tidak terdapat di website ini.
namun ketika mendaftar buku tamu error preventing tidak diperhatikan malah dapat dikatakan buruk, ketika user mengisikan data yang tidak sesuai dengan masukkan yang diharapkan, sistem langsung menampilkan informasi bahwa “kode yang dimasukkan salah”, walaupun kesalahan pengisian tidak terletak pada kode yang dimasukkan, misalkan format email yang dimasukkan oleh user salah, tetapi pesan yang muncul tetap “kode yang dimasukkan salah”, dan yang lebih menyebalkan seluruh field isian yang sudah diisi oleh user di reset secara otomatis, sehingga user harus mengetik ulang.  :(
6. Recognition Rather than Recall
Secara sederhana Recognition dalam hal ini adalah pengguna dapat mengetahui dimana posisi mereka berada atau pengguna tau jalur menu mana saja yang telah mereka lalui. Sebuah situs biasanya menggunakan breadcrumb agar pengguna bisa melakukan recognition atau mengetahui dimana posisi mereka saat ini hal ini bertujuan agar mereka tidak melakukan recall. Recall merupakan proses dimanaa pengguna mengakses sebuah web dari awal kembali karena tidak menemukan posisi dimana mereka berada pada suatu kondisi. Jika terdapat breadcrumb proses recall tidak perlu dilakukan karena pengguna bisa mengetahui jalur menu yang dilalui untuk mencapai menu yang sedang diakses oleh pengguna.
Pada kafemuslimah.com tidak terdapat breadcrumb, sehingga user harus melakukan proses recall untuk dapat mengetahui jalur menu yang dilaluinya. Misalkan user saat ini berada pada halaman “sekuntum cinta pengantin surga” dari menu Oase Ilmu, seharusnya ditampilkan breadcrumb seperti:
Home -> Oase Ilmu -> Sekuntum cinta pengantin surga
7.  Flexibility and Easy of Use
Flexibility dalam sebuah website adalah bagaimana website tersebut dapat menangani dua atau lebih jenis user yang berbeda tipe dan kemampuannya. misalkan ada dua user dengan tipe yang berbeda, user yang satu adalah seorang browser sedangkan yang lainnya adalah evaluator, website dengan flexibilitas yang baik seharusnya akan mampu memberikan “sense” yang berbeda untuk kedua tipe user ini, misalkan untuk user bertipe browser, dimana user lebih sering bermain dengan task pencarian, maka sangat disarankan untuk mengopimalkan task tersebut untuk menunjang kebutuhannya. Sedangkan untuk user dengan tipe evaluator, yang cenderung membutuhkan lebih banyak informasi, sebaiknya navigasi dioptimalkan untuk menunjang kebutuhannya :)   atau berdasarkan kemampuannya, misalkan orang awam dan user expert. website harus mampu mengakomodasi kebutuhan si awam agar mudah diakses sehingga nampak terkesan easy to use sedangkan untuk si expert website harus nampak berkesan profesional.
pada kafemuslimah.com felxibilitas website tidak begitu jelas, karena website ini menempatkan semua user pada tipe dan kemampuan yang sama, sehingga user yang berkemampuan expert mungkin akan mengalami kejenuhan ketika mengaksesnya karena website tidak mengakomodasi kebutuhannya untuk dapat mengakses website dengan lebih mudah.
8.  Aestetic and Minimalist Design
User umumnya cenderung menilai sebuah website dari design antarmukanya terlebih dahulu, design yang baik dari website akan menjadi point tersendiri yang dinilai oleh user. Estetika dan pola desain yang minimalis merupakan point yang penting dalam heuristic evaluation. Pola desain yang minimalis dapat dilihat dari penggunaan white space yang minimum. White space merupakan area kosong pada halaman website yang tidak terdapat teks, menu, button, ataupun action lainya, biasanya hanya berupa area putih biasa saja. Penggunaan white space yang tepat dapat memperindah desain dari suatu website, akan tetapi jika penggunaan white space terlalu banyak maka desain dari website tersebut menjadi kurang menarik.
pada kafemuslimah.com pemanfaatan whitesapce sudah terakomodasi dengan cukup baik, hal ini dapat terlihat dari sedikitya whitespace yang digunakan, sehingga dapat mengefisienkan area pada setiap halaman website.
9.  Help User Recognise, Diagnose and Recover from Errors
Kesalahan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari,maka salah satu poin penting dari heuristic evaluation adalah Help Users Recognise, Diagnose, and Recover from Errors. Intinya adalah ketika pengguna melakukan suatu kesalahan, sistem dapat menampilkan pesan error yang mudah dimengerti oleh pengguna sehingga pengguna tahu akan kesalahannya. Bagian yang paling penting adalahrecover from error atau memperbaiki kesalahan itu sendiri. Tentunya ketika suatu kesalahan telah terjadi, pesan error yang dikeluarkan oleh sistem haruslah memberikan solusi dan penjelasan bagaimana seharusnya tindakan yang di ambil oleh pengguna.
pada kafemuslimah.com hal ini belum terakomodasi dengan baik, terlihat pada saat menjalankan task “buku tamu” dimana user mengisikan beberapa data, ketika user salah mengetikan format data yang seharusnya atau malah tidak mengisi field yang seharusnya diisi, pesan error yang muncul sama untuk semua kesalahan yang dilakukan pada task ini, yaitu “kode yang Anda masukkan salah” padahal yang salah bukan pada field kode, kemudian ketika muncul pesan error, secara otomatis semua field direset sehingga data yang dimasukkan oleh user sebelumnya hilang baik data yang benar maupun data yang salah. Hal ini akan sangat membuat user merasa tidak nyaman karena dapat membuatnya berusaha lebih keras untuk melakukan Recover from errors.
10.  Help and Dokumentation
poit terakhir dari heuristic evaluation ini akan menjadi nilai tambah dalam suatu website, karena fungsi utamanya adalah membantu user ketika mengalami kesulitan dalam mengakses sebuah website, baik untuk memperoleh data atau informasi, maupun untuk melakukan suatu task dalam website tersebut.
pada kafemuslimah.com tidak terdapat fasilitas Help untuk memudahkan user memperoleh informasi maupun melakukan sebuah task, juga tidak terdapat dokumentasi mengenai website sebagai bahan referensi untuk user.
that’s all temaans, review mengenai heuristic evaluation kafemuslimah.com, semoga bermanfaat…
mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan, terimakasih pada teman2 yang bersedia mengomentari posting ini, saya sangat terbuka untuk menerima saran yang membangun dari temans semua…
marikita tutup dengan “Alhamdulillah…”  :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...