badge

Jumat, 19 April 2013

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi


Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.

Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).

1. Kerak Telor.

 Penampilan dari Kerak telor sederhana saja. Di atas kertas pembungkus makanan (yang biasaya berwarna coklat dan tahan air itu; biasa dipakai oleh rumah makan padang untuk membungkus makanannya), Kerak telor digulung layaknya gulungan Kebab (yang merupakan makanan dari Timur Tengah) sehingga kita mudah membawanya pergi. Setelah gulungan dibuka maka akan tampak kerak telor yang dimaksud. Yaitu nasi yang dicampur dengan bumbu-bumbu dan telor (ada dua pilihan, mau telur ayam atau telur bebek. Telur bebek is the best), setelah itu dimasak di atas kuali kecil di atas bara hingga menjadi kerak.

gambar diambil dari sini

Cara memasaknya amat unik. Karena kuali tersebut bukan Cuma dipanggang di atas tungku arang dimana bagian pantat panci di bagian bawahnya saja tapi bagian atas panci (dimana kerak telur berada) juga akan dibalik hingga bagian pantat panci menghadap ke atas dan makanannya menghadap ke bara. Unik kan (info gak penting: saya pernah mempraktekkannya dan ternyata kerak telor saya jatuh menimpa kompor.. hahaha. Jadi kalo gak jago-jago amat masaknya, mending beli sepertinya ketimbang bikin sendiri. Sekalian melestarikan budaya kerak telor juga).


gambar diambil dari sini

Setelah matang, maka kerak telor itu akan ditaburi dengan bawang goreng dan serundeng.

gambar diambil dari sini


2. Kue Rangi. 
Ini juga makanan asli Betawi. Terbuat dari tepung beras (beras putih yang ditumbuk halus. Konon, jika memakai tepung beras yang sudah jadi hasilnya malah kurang enak) lalu adonan tepung beras tersebut dipanggang di atas cetakan berbentuk setengah lingkaran di atas api kecil. Setelah matang, kue diangkat dan dimakan dengan lelehan air gula merah yang berwarna coklat dan pekat. 
Rasanya gurih dan manis.
gambar diambil dari sini


3. Asinan Betawi. 
Apa bedanya asinan betawi dengan asinan bogor? Saya pernah menanyakan ini pada penjual asinan betawi. Jawaban mereka: asinan betawi yang jual orang betawi sedangkan asinan bogor yang jual orang bogor. Hahahaha... what a silly answer?

Oke. Dari hasil gugling, ternyata asinan betawi itu personilnya adalah sayur-sayuran yang diasinkan (kol, sawi, wortel) lalu diberi bumbu kacang (saus kacang yang juga diberi cuka dan rasanya sedikit asin gurih manis), lalu ditaburi kerupuk kuning. Sedangkan asinan bogor hanya terdiri dari buah-buahan saja, yang diasinkan dan disuguhkan bersama dengan kuah tempat buah-buahan tersebut diasinkan.

Lalu, kenapa di Bogor juga dijual asinan yang mirip asinan Betawi hingga sulit dibedakan itu asinan bogor atau asinan betawi? Karena, orang betawi sudah banyak yang tersingkir dari kota Jakarta dan mereka bermigrasi ke daerah pinggiran Jakarta, terbanyak tinggal di daerah Bogor dan sekitarnya. Nah, otomatis mereka membawa serta budaya mereka, termasuk makanan khas mereka. Jadilah tertukar-tukar dan menyerupai wisata kulinernya.
gambar diambil dari sini


4. Kue talam.
 Kue ini terbuat dari tepung beras ketan yang dimasak dengan santai dan gula lalu dikukus. Setelah jadi rada-rada lengket memang tapi enak banget.
Nah, saya akan memberi tips cara memotong kue tersebut: yaitu dengan cara: bungkus pisau kita dengan plastik. Lalu potong deh kuenya. Dijamin deh insya Allah pisau tidak ikut lengket dan kuenya juga lebih mudah dipotongnya.
gambar diambil dari sini

Sekarang, karena sudah banyak terdapat cetakan kue yang bisa dikukus maka pembuatan kue talam bisa dibuat sesuai dengan bentuk-bentuk cetakan kue yang mungil-mungil. Jadi tidak perlu repot memotongnya lagi. 


5. Gado-gado.
 "Vegetarian food from Indonesia", itulah nama yang terkenal dari gado-gado di luar negeri. Gado-gado, dimana semua personil di dalam makanan tersebut tidak ada unsur hewaninya, memang terkenal dikalangan pecinta kuliner Vegetarian di luar negeri. Pembuatannya yang sederhana juga semakin membuat makanan ini diakui sebagai "mixed vegetables from indonesia". Itu sebabnya, satu-satunya makanan yang selalu ada di buku kuliner manca negara ya Gado-gado ini. Baik mereka yang vegetarian maupun non vegetarian suka dengan makanan ini.
gambar diambil dari sini


6. Soto Betawi. 
Soto Betawi ini sejarahnya adalah makanan yang disuguhkan untuk menyenangkan hati para Meneer Belanda di jaman penjajahan belanda dulu. Mereka ingin memakan kuliner sejenis gulai tapi tidak mau sesuatu yang pedas dan terlalu berbumbu (too spicy). Akhirnya, dibuatlah soto Betawi ini, bumbunya tidak pedas tapi gurih. Personil makanan ini hanya terdiri dari daging (bisa ayam, bisa sapi), kentang, dan daun bawang. Keistimewaannya adalah: kuahnya aslinya bukan dari santan seperti yang sekarang beredar, tapi dari susu sapi murni. Hanya saja dalam perkembangannya, susu sapi ini (mungkin karena mahal) diganti dengan santan dari kelapa.
Info gak penting dariku: saya sendiri mengganti santan dengan susu kedelai; atas pertimbangan untuk mencegah kolesterol.
gambar diambil dari sini


7. Kue Cente Manis. 
Kue yang dikukus dengan bahan yang terbuat dari tepung hunkwe, santan, gula, dan bulir cente manis alias sagu mutiara yang sudah matang. Mereka dibungkus dalam bungkus plastik lalu dikukus.
gambar diambil dari sini


8. Kue kembang goyang. 
Lihat deh bentuknya, mirip kembang goyang kan? Itu sebabnya kue ini disebut kue kembang goyang.

gambar diambil dari sini


9. Getuk Lindri. 
Ini jenis makanan yang terbuat dari singkong yang diparut halus, dikukus setelah dicampur dengan gula, lalu dipotong-potong dengan pisau bergalur khusus. Disajikan dengan parutan kelapa yang sudah dikukus dan diberi garam. Getuk Lindri juga bisa ditemukan di beberapa daerah di Jawa. Bisa jadi, ini bukan asli Betawi tapi budaya kuliner Jawa yang dibawa oleh para migran ke BEtawi tempo dulu. Entahlah.
gambar diambil dari sini



10. Roti Gambang. 
Hayooo... sudah pernah dengar makanan ini belum? Ini makanan yang nyaris punah sebenarnya. Waktu saya kecil banyak dijual orang tapi sejak banyak orang betawi yang migrasi ke luar kota Jakarta, sudah jarang saya lihat warung-warung menjual makanan ini.
Roti gambang sebenarnya sejenis dengan kue  bolu, hanya saja bedanya dia tidak memakai gula putih tapi memakai gula merah sebagai pemanis makanannya. Jadilah akhirnya warnannya coklat seperti gula merah.
gambar diambil dari sini


11. Roti Buaya. 
Di sungai Ciliwung itu, yang sekarang sering meluap airnya di musim hujan dan bikin banjir dimana-mana, dulu waktu saya kecil banyak buayanya sebenarnya. Ada buaya biasa, ada juga buaya putih alias albino (buaya darat gak ada alhamdulillah di dalam sungai Ciliwung meski sebenarnya akan lebih baik semua buaya darat dibuang ke sungai CIliwung saja ya hehehe). Begitu banyaknya buaya yang hidup di sungai CIliwung sejak jaman dahulu, sehingga akhirnya Masyarakat Betawi menaruh rasa hormat pada binatang melata tersebut. Mereka selalu berharap bahwa tidak ada keturunan mereka yang suatu hari nanti akan mati diterkam buaya. Tapi mereka juga berharap agar keturunan mereka bisa hidup penuh wibawa, kekuatan dan kharisma seperti halnya buaya. Akhirnya, dibuatlah roti berbentuk buaya dan roti ini menjadi syarat yang harus ada dalam sebuah hantaran di upacara pernikahan adat Betawi.

Dalam perkembangannya, jika dulu roti buaya hanya roti manis biasa, sekarang roti buaya ada pilihan rasa di dalamnya. Ada roti buaya isi keju, coklat, coklat-keju. Dan waktu adik saya menikah dulu (dia menikah dengan orang dari Betawi), seserahan yang kami berikan adalah roti buaya dalam bentuk keluarga buaya, jadi ada ayahnya, ibunya, dan dua orang anak mereka. Lucu ya.

gambar roti buaya yang ada di hantaran lamaran diambil dari sini

12 & 13. Nasi Ulam dan nasi uduk. 
Sengaja saya menyatuhkan nomor ini karena keduanya adalah jenis makanan yang selalu tersedia di pagi hari. Jika tinggal di Jakarta, nasi uduk dan nasi ulam adalah pilihan makanan untuk sarapan yang banyak dijual di setiap sudut kota Jakarta. Perbedaan keduanya: nasi ulam adalah nasi putih biasa, yang disajikan dengan lalap mentah daun kemangi, toge dan kol, lalu ditaburi dengan parutan kelapa yang sudah diberi bumbu pedas. Sedangkan nasi uduk adalah nasi putih yang dimasak dengan kuah santan sehingga nasinya sedikit "berisi dan sudah ada rasanya", disajikan dengan bawang goreng. Baik nasi uduk maupun nasi ulam disajikan dengan kerupuk.
Jika dikehendaki, keduanya bisa diberi lauk tambahan seperti semur jengkol, gorengan tempe atau tahu atau ayam, atau balado telur, atau bihun goreng. Pilihan sambalnya adalah sambal kacang.
gambar nasi ulang diambil dari sini
gambar diambil dari blog yang sama yaitu disini


 
14. Es Selendang Mayang. 
Warna merah yang dihasilkan oleh pewarna makanan di adonan tepung beras yag dicampur dengan air santan ini memang jika diperhatikan mirip dengan selendang yang melayang di atas awan. Mirip selendang para bidadari yang turun dari kahyangan dan selendangnya melayang-layang di atas awan. Itu sebabnya diberi nama selendang mayang.

Jadi, es itu penampakannya adalah: kue talam beras dengan bagian warna merah di atasnya dan bagian putih di bawahnya, dipotong tipis-tipis dengan pisau bambu (kenapa pisau bambu: karena biar bekas kue yang menempel di badan pisau tidak lengket dan mengeras. Kalo di pisau bambu lebih mudah membersihkannya, cukup direndam dengan air saja pisaunya, bersih deh. Tapi kalo pisau stenlis direndam di air, bisa-bisa jadi tumpul pisaunya). Setelah diiris tipis maka irisannya dimasukkan ke dalam santan cair yang sudah diberi sirup dan es batu. SLurruupp. mantap.




15.  Semur Jengkol. 
Kata orang sih enak. Tapi saya tidak mau makan jengkol jadi saya tidak tahu rasanya. Setiap kali melihat celoteh orang tentang Jengkol, saya jadi semakin yakin bahwa pilihan saya untuk tidak mengkonsumsi Jengkol benar. Jengkol itu meski bentuknya kecil tapi bisa menyebabkan air kencing kita baunya minta ampun. Begitu juga dengan keringata dan bau mulut. Jadi menurut saya hukumnya menjadi makruh dalam Islam. Jadi, buat saya pribadi sih lebih baik saya menghindari untuk memakannya.

gambar diambil dari sini

16. Bir Bletok. 
  Jangan takut, meski namanya bir, tapi ini bukan bir beneran. Ini adalah minuman yang diaduk dengan es di dalam bambu hingga suaranya berisik (terdengar bletok-bletok gitu). Rasanya sendiri, manis dan sedikit pedas, mirip rasa bir (katanya). Akhirnya, diberi nama bir bletok.

Asal muasalnya, karena dahulu orang Belanda yang menjajah Betawi punya kegemaran minum bir jika sedang kumpul-kumpul di malam hari. Lalu, untuk menyenangkan hati mereka maka dibuatlah sebuah minuman yang memiliki fungsi yang sama dengan bir yaitu menghangatkan badan tapi versi tidak ada alkoholnya. Rasa hangat diperoleh dari jahe. MInuman ini diminum dengan gelas dari bambu. Nah, beraduya bambu dan es inilah yang menimbulkan suara bletok.
gambar diambil dari sini



17. Es doger. 
Sering lihat es ini? Saya belum menemukan asal muasal kenapa disebut es doger tapi ini juga makanan yang berasal dari betawi.Tapi es ini asli dari betawi. Sekarang es doger sudah merambah ke mana-mana. Hampir di semua acara perhelatan selalu tersedia pilihan menu es doger.
gambar diambil dari sini



18. Kue cincin. 
Hei...hei... ini kue jaman saya masih kecil dulu. Cara memakannya, yaitu dengan cara memasukkannya ke dalam jari seperti memakai cincin. Hahaha. Gak, ini khayalan kanak-kanak saya dahulu (saya dan teman-teman memang begitu cara memakan kue ini). Kue ini diberi nama kue cincin karna bentuknya yang mirip cincin. Bukan cincin emas yang ramping seperti sekarang tapi cincin yang dipakai oleh encim-encim China jaman dahulu di Betawi sini. Yaitu cincin dengan body tebal karena cincin ini terbuat dari batu giok dan sejenisnya.


gambar diambil dari sini


19. Putu. 
Jika ke Jakarta dan tinggal di tengah-tengah perkampungannya atau di tengah komplek (sama juga bohong soalnya kalau tinggalnya di apartemen atau hotel), di sore menjelang malam biasanya akan terdengar suara seperti suara televisi yang siarannya sudah selesai . "NGUNGGGGGGG." Nah, itulah suara penjual kue putu yang sedang keliling mengedarkan dagangannya. Suara unik yang dia hasilkan itu berasal dari uap air yang disumbat dan hanya diberi celah kecil dari sumbatan yang terbuat dari bambu tersebut. Hasilnya, uang air yang tersumbat itupun akan keluar sedikit demi sedikit dan tekanan udaranya menimbulkan suara berdengung yang cukup keras. Kue putu sendiri adalah kue yang dikukus dalam sebuah bilah bambu lalu dimakan dengan taburan parutan kelapa.
gambar diambil dari sini


20. Dodol. 
Sepertinya dodol tuh makanan khas Indonesia ya, karena hampir di seluruh wilayah Indonesi terdapat dodol. Nah, Jakarta juga punya dodol, dan diberi nama dodol Betawi.


21. Kue cubit. 
Aih, siapa yang mencubit? Siapa yang dicubit? Hahaha.. tidak ada. Ini jenis kue yang mungil banget sehingga sekali cubit langsung habis di mulut. Itu sebabnya diberi nama kue cubit.

gambar diambil dari sini

22. Kue pancong. 
Sebenarnya ini masih saudara kembarnya kue rangi. Karena memang bentuk dan bahan-bahan pembuatannya sama. Bedanya, kue rangi dimakan dengan saus gula merah cair yang disiram di atas kue, sedangkan kue pancong dimakan dengan taburan gula pasir yang ditaburi di atasnya.
gambar diambil dari sini


23. Ongol-ongol. 
Dulu, saya sering tertukar-tukar jika sedang main "A_B_C ada berapaaaa?"... yaitu ketika ternyata muncul huruf O, dan harus menyebut nama binatang, saya sering mencetuskan nama "ongol-ongol" sebagai nama binatang. Hahaha.. padahal yang saya maksud dengan ongol-ongol itu sebenarnyaadalah undur-undur di bahasa Indonesia; sedangkan ongol-ongol itu ya nama makanan ini. Bentuknya mirip agar-agar, karena terbuat dari tepung sagu, air dan gula yang dikukus dalam loyang. Dimakan dengan parutan kelapa.
gambar diambil dari sini


24. Kue ape. 
Tau gak, masa teman saya, ibu-ibu di sekolah anak saya, menyebut kue ini dengan sebutan "kue tete"... hahahaha. Rada-rada porno ya. Karena menurut dia, bentuk kue ini mirip bentuk payudara perempuan. Aih. Ada-ada saja. Bagaimana menurutmu?
gambar diambil dari sini


25. Kue Leker. 
Ini sebenarnya bentuk adaptasi masyarakat Betawi terhadap kue yang populer di meja makan penjajah mereka, yaitu orang Belanda dan Portugis, Crepes. Tapi, dimodifikasi sehingga menjadi kue leker dan menjadi kue khas Betawi.

gambar diambil dari sini


26. Kue cucur. 
Kenapa namanya kue cucur? Hahaha. Lucu ya namanya. Usut punya usut dari pedagang kue cucur betawi, karena cara bikinnya dengan cara meneteskan dalam jumlah banyak adonan tersebut di atas loyang. Bahasa betawinya "ngocor"; tapi oleh para pendatang dihaluskan jadi "ngucur", jadilah "cucur". So simple hah? Kue sejenis ini juga terdapat di Tasikmalaya dan diakui sebagai bagian dari budaya khas Tasikmalaya. 

Nah, itu artinya, kue cucur ini tidak murni dari Betawi sebenarnya. Tapi bagian dari budaya yang dibawa oleh para migran yang datang ke Betawi di masa yang lampau. Tapi, tetap kini sudah dianggap menjadi milik Betawi.

gambar diambil dari sini 




27. Kue lupis. 
Mirip lamang dari Sumatra sebenarnya kue ini. Hanya saja disajikannya dalam bentuk segitiga. Bisa jadi, kue ini dibawa oleh para orang Sumatra yang mencoba peruntungan di kota Betawi tempo dulu dan melakukan penyesuaian karena sulit untuk memasak dengan cara menaruhnya di dalam bambu seperti halnya di Sumatra. Jadilah dimasak dengan membungkusnya dengan daun pisang dan cara yang praktis ya dengan bentuk segitiga.
gambar diambil dari sini


28. Kue bugis betawi. 
Jadi, ini dari Bugis atau dari Betawi? Entahlah, yang pasti ini bukan berasal dari Bugis. Bahkan tidak ada hubungannya sama sekali dengan daerah Bugis yang ada di Sulawesi sana. Tapi, ini jenis kue yang harus selalu ada dalam setiap hantaran untuk pengantin di acara pernikahan adat Betawi. Menurut pendapat saya, keberadaan Kue Bugis di Betawi adalah bagian dari pengaruh banyaknya urbanisasi ke Betawi sejak jaman dahulu kala. Ini terbukti dari keberadaan kue ini yang juga terdapat di Sumatra maupun di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Bentuknya sama, rasanya sama, yang membedakan hanya cara membungkus kue ini saja di beberapa tempat.
gambar diambil dari sini


29. Sagon. 
Sama halya dengan kue bugis, sagon yang dibuat dari bahan dasar kelapa parut, tepung ketan dan gula yang dipanggang ini juga merupakan kue yang menjadi bukti telah terjadinya urbanisasi ke kota Jakarta sejak jaman dahulu kala. Mungkin karena bandar Jakarta memiliki sebuah pelabuhan laut yang di jaman penjajahan Belanda maupun Portugis dahulu dijadikan sebagai pelabuhan utama bagi lalu lintas dari dan keluar wilayah Indonesia. Bandar Jakarta juga dijadikan pusat perdagangan sejak jaman penjajahan dahulu. Itu sebabnya banyak  orang-orang yang mencoba mencari peruntungan di kota Jakarta sejak jaman dahulu dan akibatnya membawa serta budaya lokal mereka. Kue Sagon kelapa keberadaannya bisa kita temukan di Sumatra, Jawa dan bahkan hingga ke Kalimantan dengan aneka macam bentuk tapi memiliki rasa dan nama yang sama di banyak tempat tersebut.


30. Wajik
Sama seperti halnya dodol, wajik ini sepertinya hasil dari akulturasi budaya para pendatang dari seluruh penjuru Indonesia ke Betawi tempo dulu. Karena, menurut saya, wajik bukan hanya dimiliki oleh Betawi saja tapi juga di banyak tempat di Indonesia. Wajik, karena sudah diakui sebagai bagian dari budaya Betawi maka di setiap acara penting seperti perayaan hari Raya, seserahan di acara lamaran Pernikahan adat Betawi, merupakan jenis makanan yang harus tersedia di dalamnya.
gambar diambil dari sini


Demikianlah 30 macam makanan yang menjadi khas Betawi dan diakui sebagai bagian dari budaya lokal kota Jakarta.

-------------------------------


40 komentar:

  1. Mba adeeee, ongol2 itu dr sumatera mbaaaa, lupis dr jawa bukan?, kalo kerak telor baru dr betawi, xixixi, bikin laperrrr. Itu 3 makanan yg paling aku suka mba. Dan di medan ada kec kerak telor. Ongol2 jg udah jarang ditemui , hmmm (˘ڡ˘)

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak Windi.. ongol-ongol itu dari Betawi.. cuma mungkin karena ada transmigrasi di jaman dulu di periode repelita awal mengingat kota Jakarta termasuk kota yang sudah penuh dan harus direorganisir, maka bisa jadi ada orang Jakarta yang ke Sumatra dan membawa serta budaya kuliner mereka.

      Hapus
  2. hwaaaaaaaa.... 97% dari makanan di atas aku suka mbak... aduh, bikin drooling aja siang2...

    eum, iya sih di dtempatku kue ape namanya kue tt... ahaha.. ada2 ajah...

    Kalau ronde jahe dari mana ya? Kembang tahu kok gada, konon makanan khas betawi juga... ?? Pokoknya semua enak... Tungguin putu ah ntar maghrib ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. aih, itu kembang mayang ... kue kering.. kalo kembang tahu mah dari bandung dan berkuah.. (duh, jadi pingin)

      Hapus
  3. dohh....sepertinya saya salah klik neh....efek dari klik blog ini adalah melapar.....tanggung jawab dong mba....hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahaha...kebayang kan gimana ramenya perutku pas nulis postingan ini

      Hapus
  4. MBak adee.... malem2 jadi lapar :D. sebagian makanan itu sangat akrab mbak, kalau pulang ke Tegal. ongol-ongol, putu, talam, rangin, apa karena tegal jakarta dekat ya?

    BalasHapus
  5. Yaitu tadi...karena jakarta isinya 70% migran...jadi bisa jjadi pas mereka pulang kampung ngebawa juga budays jakarta ke sana

    BalasHapus
  6. Penasaran sama kerak telor :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba.. coba.. dan coba.. itu uenaaakkk tenannn

      Hapus
  7. kue bugis di tanah bugis namanya doko2 cangkulie, cmn cr bungkusx yg beda, bentukx segitiga kalo di wilayah bugis makassar sih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ooo... ada ya... mirip-mirip sebenarnya jenis-jenis makanan ii di tiap daerah. Jadi sulit untu diklaim kadang-kadang.

      Hapus
  8. lapeeer! apalagi liat kerak telornya.. favorit tuh .. hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. toss... aku juga suka kerak telor

      Hapus
  9. Infonya cukup lengkap... Tp kalau disertakan resepnya bisa jadi lebih asik lagi tu...
    :-)

    BalasHapus
  10. Infonya cukup lengkap... Tp kalau disertakan resepnya bisa jadi lebih asik lagi tu...
    :-)

    BalasHapus
  11. Infonya cukup lengkap... Tp kalau disertakan resepnya bisa jadi lebih asik lagi tu...
    :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kapan-kapan deh kita buat daftar lagi ya

      Hapus
  12. Cari Dodol Betawi ? Kue Betawi? Kami Menjual Makanan Khas Betawi, hub. Telp. 021-93786634 / 085211711318 BB Pin 2886CC4B
    seperti :
    - Roti Buaya (uk. 20cm, 70cm, 1 meter, 2 meter)
    - Dodol Betawi
    - Wajik
    - Geplak
    - Kue Rangi
    - Asinan Betawi
    - Lopis
    - Kue Talam
    - Akar Kelapa
    - Keripik Bawang
    - Kue Pepe
    - Ketupat & Sayur Godog
    - Kue Bugis
    - Kue Onde
    - Kerak Telor
    - Es Doger, selendang Mayang, cincau
    - Kinca Duren
    - Soto Betawi, dll

    Informasi lengkap, silahkan hubungi kami :

    Alamat :
    Jl. Masjid Al Fajri Rt. 012/01 No. 7
    Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan 12510, INDONESIA
    Tlp. 021-93786634 HP. 085211711318
    BB PIN: 2886CC4B
    Website : http://www.sewabusanabetawi.com/sidemenu/index.php?id_sidemenu=40
    Blog: http://sewabusanabetawi.blogspot.com/2012/07/kue-betawi.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih infonya.. bermanfaat nih. deket rumahku lagi. mantap.

      Hapus
  13. hanya beberapa saja belum pernah ku coba seandnya saja bisa ke jakarta oooyyyy

    BalasHapus
  14. unik-unik makanannya
    http://goo.gl/i4JXZI

    BalasHapus
  15. pengin banget dari dulu ngerasain yang namanya roti buaya, karena bentuknya gede, namun apakah rasanya juga sedap ya?

    BalasHapus
  16. jadi laper niiih, jadi pengen nyoba :)

    BalasHapus
  17. Halo Admin :)

    Saya sangat suka dengan postingan foto-fotonya :)
    Perkenalkan, saya Dewi dari tim kumpulbagi. saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi foto-foto,video,menggunakan hosting yang lain dengan tujuan promosi ? :)
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload foto-foto,video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    Terima kasih.


    Salam.
    dewi

    BalasHapus
  18. terimakasih infonya, jadi makin tau nih makanan khas betawi :)

    BalasHapus
  19. Menurut saya yang peling enak gado-gado mba

    BalasHapus
  20. Haaaaaaaaaaa :(
    Jadi pengen..........

    Nice artikelnya mba :)

    BalasHapus
  21. Mba Ade, makasi sharingnya
    Banyak yang saya blm tau sebelumnya
    Dan, baru tau Betawi juga punya asinan, hehe

    BalasHapus
  22. Saya paling suka dengan Kerak Telor dan juga Gado-Gado.
    Kue Rangi?? Bagaimana ya rasanya? Penasaran.

    BalasHapus
  23. kue ape sama kue cincin saya suka banget tuh

    BalasHapus
  24. Banyak makanan n kue betawi yg belom d muat..tp salut buat ade yg sukses bikin ngecessss...hahhaha

    BalasHapus
  25. Banyak makanan n kue betawi yg belom d muat..tp salut buat ade yg sukses bikin ngecessss...hahhaha

    BalasHapus
  26. banyak makanan dan kue yg blom d muat..tp thanks bwt ade yg sukses bikin ngecessss..
    hahhah

    BalasHapus
  27. Banyak makanan n kue betawi yg belom d muat..tp salut buat ade yg sukses bikin ngecessss...hahhaha

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...