Langsung ke konten utama

Penting buatku yang lagi doyan nulis tentang ini: aneka thriller/misteri

"aneka thriller/misteri".
 copas dari notesnya Nessa MetaKartika on Tuesday, 19 April 2011 at 10:18
dimana dia juga copas from. Donatus A Nugroho di Kelas CENDOL (hehehe)





Meskipun fiksi thriller lebih didominasi oleh horor dan horor-psikologis, tapi sebenarnya “kisah ketegangan” bisa menyajikan banyak aspek, sehingga muncul sub-genre (sub-tipe) sbb:

*Horror Thriller – kisah berisi konflik antara tokoh-tokoh di dalamnya terjadi secara mental, emosional dan fisik.. Tokoh-tokoh utamanya tidak hanya berhadapan dengan musuh yang lebih kuat, aneh, gaib dan supranatural, dan pada akhirnya mereka menjadi korban setelah merasakan ketakutan yang luar biasa akibat keterkaitannya dengan ‘musuh’ dari ‘dunia lain’.

*Psychological Thriller - kekuatan elemen thriller yang menitikberatkan pada tekanan psikologis atau kondisi psikologis serta akibat2 yang dihadapi masing-masing karakter

*Action Thriller – kisah yang dibumbui dengan aksi fisik dan adegan yang memicu adrenalin, situasi berpacu dengan waktu, menampilkan banyak adegan kekerasan dan dominannya satu/beberapa tokoh antagonis yang jelas.

*Crime Thriller - menampilkan cerita tegang dari sebuah atau beberapa tindakan kriminal yang sukses atau gagal.

*Disaster Thriller - menceritakan konflik yang terjadi karena bencana yang disebabkan oleh alam maupun oleh manusia, seperti banjir, gempa bumi, badai, letusan gunung berapi, dan bencana alam lainnya, atau bencana yang disebabkan oleh ulah manusia.

*Eco-Thriller - dalam karya ini sang tokoh protagonis (sang jagoan) harus menghindarkan atau memperbaiki sebuah bencana alam atau bencana biologis, disamping harus berhadapan dengan musuh-musuh atau tantangan-tantangan yang ada di cerita thriller lainnya. Komponen lingkungan hidup seringkali menjadi pesan utama atau tema dari cerita.

*Erotic Thriller – ditandai dengan banyaknya adegan-adegan syuur sebagai bumbu. Karya ini menggabungkan unsur erotis (yang dominan) dalam thriller berbagai jenis.

*Legal Thriller – kisah-kisah tegang yang berkaitan dengan urusan hukum dan keadilan, baik di dalam maupun di luar ruang persidangan.
Kasus hukum yang membahayakan yang mereka perjuangkan maupun nyawa mereka sendiri.

***
Semoga bermanfaat.

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…