badge

Senin, 05 November 2012

numpang naro file dari group yang tidak terpakai lagi disana 3


  • [sharing} catatan ketika sakit kemarin

    Sebenarnya, saya menerapkan pola hidup banyak makan sayur dan buah itu sejak tahun 1993. Yaitu sejak saya kena tumor payudara. Makin menggila karena pada kenyataannya, setelah ikut suami yang belajar di Sydney, yang murah meriah itu ya masak sayur ketimbang masak daging atau ayam (yang harus beli di toko halal yang jauh dari rumah) atau ikan (yang harganya lebih mahal dari sayur dan buah). Tapi begitu kembali tinggal di Jakarta, dan mulai merasa enaknya "beli dan jajan" makanan jadi, saya sedikit lupa dengan semua pantangan saya. Saya jadi makan apa saja, meski komponen sayur dan buah "wajib" tetap harus ada di menu sehari-hari (yaitu bayam, atau brokoli, atau wortel, dan dried food cranberry dan anggur ungu). Hingga akhirnya, tahun 2010, muncul lagi kistanya. Untungnya cuma kista, belum berubah jadi tumor, dan kembali dokter mewajibkan saya untuk benar-benar menjauhi daging merah, sayap ayam, punggung ayam, leher ayam, kepala ayam, jeroan, dll (info nggak penting: belakangan dokter tumor langganan saya ini meninggal karena tumor juga).

    Lalu, tahun 2011, karena lutut saya sakit, dokter menduga sakitnya itu karena beban yang harus dipikul oleh lutut saya yang terlalu berat (gendong anak plus ngeransel plus nyanggah badan gemuk). Jadi, dokter meminta saya mengurangi berat badan dengan mewajibkan saya hanya boleh makan 5 (lima) sendok makan nasi saja setiap kali makan. Banyakin di sayur, buah dan lauk, plus nambahin dua buah suplemen: neurobion dan glucosamin. Berat badan saya waktu itu memang 75 kg sih (dengan tinggi hanya 165 cm). Untuk mempercepat turunnya berat badan, saya ikut senam. Jadi, pola makan seperti itu, plus senam, plus semua kegiatan sehari-hari yang tanpa asisten rumah tangga. Kepala mulai sering pusing, rambut juga suka rontok. Tapi, saya pikir itu akibat tekanan darah yang selalu rendah (tidak pernah nyentuh angka 100 dan angka bawahnya selalu di bawah 80), karena teman saya yang punya penyakit tekanan darah rendah juga mengalami itu. Berat badan saya, akhirnya turun turun. Jadi, saya tambah porsi senam dengan jogging (ini gara-gara saya mulai sering merasa ngos-ngosan kalau naik tangga dan jalan cepat-cepat; saya takut kena jantung. Saya sempat dikateterisasi karena problem ini. Hasilnya: jantung saya sehat sekali berkat rajin olah raga itu, hanya saja pembuluh darahnya halus-halus. Jadi, itu yang bikin cepat sekali ngos-ngosan dan keluar keringat, asumsi dokter jantung waktu itu).

    Lalu, sejak dua pekan yang lalu, saya mulai kenal dengan raw blend (biasanya saya raw juice, jadi ampasnya dibuang, sarinya saja yang diminum; atau makan mentah utuh kayak model lalapan gitu). Dengan raw blend, perut rasanya langsung terasa kenyang, jadi, jika sudah makan raw blend, saya malas nyemil lagi kecuali nyemil kacang almond yang dicampur dengan dried fruit cranberies, kismis dan black cerries. Oh ya, di kulkas kadang  juga ada coklat 70%  dan kurma ajwa untuk cemilan sehari-hari. Sejak selalu merasa kenyang dengan raw blend, saya meninggalkan kebiasaan nyemil semua makanan sehat ini (dan juga nyemil makanan tidak sehat seperti roti yang diolesi susu kental manis, duh, saya paling suka ini, suka tingkat dewa malah... hahaha... atau nyemil cake-cake atau ice cream atau permen coklat beneran; saya penggemar berat coklat, itu sebabnya suami saya rajin membelikan saya coklat 70% untuk mengimbangi permen coklat toblerone atau silverquin atau cadburry atau.. hmm... jadi pingin coklat (glek).

    Jadi, menu saya sehari-hari jadi berubah :

    Pagi: segelas susu kedelai, yang saya campur dengan cereal chlorella, plus segenggam corn flake, plus satu sendok makan dried fruit, serta satu sendok teh kacang almond.

    (setelah itu saya pun pergi mengantar anak sekolah, setelah itu jogging selama 45 menit), pulang jogging, jalan kaki ke rumah demi mencapai target 10.000 langkah setiap hari. Sesampai di rumah, saya mulai nge-blend sayuran mentah dan buah satu mug besar. Perut kenyang sekali.
    Setelah itu mulai mengerjakan pekerjaan rumah, menulis atau main game di PC sambil nunggu waktu jam pulang sekolah anak2. Saya kembali jalan kaki (demi mencapai target 10.000 langkah setiap hari) ke sekolah. Total jalan kaki yang saya tempuh setiap hari itu berkisar antara 5 kilometer bolak balik kesana kemari (rumah, sekolah anak, pasar, dll).

    Setelah itu saya ikut senam body performance selama satu jam.

    Siang: makan nasi 5 sendok makan (sesuai dengan petunjuk dokter yang meminta saya menurunkan berat badan), plus sayur dan lauk.

    Sore: saya bikin raw blend lagi segelas mug besar. Perut kenyang sekali. Jadi, tidak mau nyemil yang lain (baik cemilan sehat maupun cemilan tidak sehat).

    Malam: kalau lauknya saya suka saya makan, jika tidak suka, saya tidak makan (hahaha, padahal saya yang masak sendiri). Tapi cuma makan sepotong roti tawar dengan saus kacang non fat.

    Air putih: 2 liter setiap hari.

    Nah. Apa ada yang salah dengan pola makan saya? Sehat banget kan?

    Itu sebabnya hari senin lalu saya merasa amat sangat sehat dan kuat. Berat badan juga sudah berkurang jadi badan terasa lebih enteng (turun 3 kg dalam tempo waktu 2 pekan ngeraw blend). Hingga, tiba-tiba, pukul setengah tujuh pagi, setelah mengantar anak sekolah, ketika saya masuk ke gerbang taman, saya tiba-tiba merasa seperti tercekik, tidak dapat bernapas sama sekali. Saya seperti merasa kehabisa oksigen, megap-megap seperti ikan yang diangkat ke darat. Karena panik (dan nyaris merasa bahwa itu adalah moment sedang dicabut nyawa), kebetulan saya berdiri tepat di puncak sebuah jalan yang menurun, hingga akhirnya saya pun terguling jatuh dan bahkan lutut yang menahan tubuh tidak bisa menyanggah tubuh karena jalanan memang menurun cukup tajam. Saya pun terseret jatuh. Tidak ada orang di taman karena itu hari kerja dan pagi hari. Jadi, terpaksa saya menyeret tubuh saya seorang diri mendekati bangku taman dan duduk disana dengan susah payah. Lutut saya terkilir, jadi tidak bisa berjalan. Segera saya menelopon suami saya yang langsung berlari menjemput saya (Sebenarnya kami sudah janjian bertemu di taman, tapi saya mengantar anak saya ke sekolah dulu sedangkan suami berangkat dari rumah langsung). Suami saya akhirnya memutuskan membawa saya ke UGD rumah sakit terdekat karena melihat saya tersengal-sengal dan tangan mulai dingin semua. Di UGD, sya langsung diberikan oksigen dan mulai bisa bernapas meski masih tersengal-sengal. Dokter jaga UGD menyangka saya terkena serangan jantung, jadi langsung memeriksakan jantung saya dengan EKG. Hasilnya, bukan serangan jantung. Lalu, dugaan berikutnya saya terkena serangan asma, tapi paru-paru saya bersih, meski demikian saya tetap diberikan uap untuk orang yang terkena serangan asma. Karena bingung, maka saya diminta untuk diopname guna observasi. Dan mulailah rangkaian test untuk mengecek kondisi kesehatan saya dimulai. Setelah dua hari observasi, hasilnya adalah: hb saya rendah (hanya 10. Normalnya 12 - 14)), gula darah juga rendah (hanya 80. Normal di atas 100), tekanan darah rendah (padahal waktu di rumah sakit itu sudah termasuk tinggi untuk kebiasaan saya yang selalu rendah). Tapi yang jadi konsen dari HB rendah adalah trio Eritrosit yang semuanya rendah (jika eritrosit rendah maka otomatis HB rendah tapi HB rendah belum tentu eritrosit juga rendah). Kata dokter, jika HB  rendah itu adalah tanda2 anemia, sedangkan trio eritorsit rendah itu menjelaskan penyebab anemianya.

    Akhirnya, saya diminta untuk mengubah menu makanan sehari-hari. Pada dasarnya sih tidak ada yang berubah drastis... hanya saja, sekarang saya diharuskan untuk mengkonsumsi daging, karena daging merah lah yang bisa mempercepat naiknya HB.

    "Tapi, saya ada riwayat tumor dan dokter tumor melarang saya makan daging mentah."

    "Jika mau lihat yang lebih bahaya, lebih bahaya ayam broiler ketimbang daging. Yang bahaya untuk pasien dengan riwayat tumor itu adalah lemak yang ada pada daging. Jadi, kamu hanya makan daging merah bagian has dalam saja. Jangan bagian lain."

    Waah... ini yang baru sekarang dalam menu saya. Setelah bertahun-tahun melupakan bahwa ada daging sebagai bahan makanan, sekarang saya diharuskan makan daging agar HB naik lagi. Saya diberi waktu 2 (dua) pekan untuk menaikkan HB. Jika tidak naik juga:

    "Kita harus test darah lagi. Kali ini untuk melihat apakah  kamu menderita kelainan darah seperti thalasemia, leukimia, hipertemia, dan sebagainya."

    Akhirnya, saya pun makan daging lagi sejak kemarin, juga beli Ati segala (euuhh).

    Ini menu diet sehat saya setiap hari (hasil rekomendasi dokter ahli gizi): saya harus makan 5 kali dalam sehari (setelah saya ceritakan semua riwayat penyakit termasuk perintah dokter keluarga untuk menurunkan berat badan guna mengurangi beban lutut dan tumit)

    Pagi: roti tiga lembar plus selai, sebutir telur rebus, susu sapi murni, atau sama seperti menu sarapan saya biasa yang susu+cereal+dried fruit+kacang almond+corn flake, tapi kali ini diminta untuk menambah dua genggam lagi cornflakenya. Jadi semuanya empat genggam.

    Saya diperbolehkan untuk tetap berolah raga, tapi hanya boleh satu jam saja setiap hari. Tidak boleh lebih (hehehe). Sekarang, jika saya memilih untuk jogging, maka saya tidak boleh senam atau berenang atau olah raga lain di hari yang sama. Tapi khusus selama dua pekan ini, saya dilarang keras berolah raga.

    Jam sepuluh: raw blend plus sebuah pisang rebus  atau sebutir kentang rebus atau sebutir buah bit rebus atau bubur kacang hijau atau bubur sumsum.

    Siang: nasi setengah cangkir , daging (atau ikan atau ayam atau telur) sepotong, tempe atau tahu sepotong, sayur sesukanya, dan 1-2 butir buah segar utuh (anggur nggak boleh dihitung perbutir hehehe).

    Jam tiga atau empat sore: idem ma jam sepuluh.

    Malam sebelum maghrib: nasi seperempat cangkir, satu potong lauk (apa aja boleh) dan sayuran sebebasnya.

    Beberapa catatan hasil diskusi dengan dokter ahli gizi:

    -  pilihlah ayam kampung, jangan ayam broiler karena ayam broiler sudah dimasukkan zat tambahan ke dalamnya. Tapi kalau susah nyari ayam kampung, cukup makan dada ayam saja, karena ini bagian yang lemaknya paling sedikit.

    - saya menanyakan benarkah nasehat yang mengajarkan bahwa susu tidak boleh dicampur dengan daging, buah, dsb. Karena saya sudah tidak pernah lagi memakai santan sejak lama dan mengganti penggunaan santan dengan susu kedelai. Dokter ahli gizi saya mengatakan itu semua adalah mitos. "semua makanan yang dimasukkan ke dalam perut dalam kurun waktu tiga jam, akan bercampur di dalam perut. Jika ingin memisahkan, maka pisahkanlah dalam tempo tiga jam, maka mereka tidak akan bercampur. Jadi, minum susu segelas sebelum makan lalu makan buah setelah selesai makan sebenarnya sama saja dengan minum susu dicampur buah. Dengan kata lain, saya boleh terus membuat soto betawi atau opor atau gulai dengan susu kedelai (asyiikk).

    - selalu usahakan untuk memasukkan tiga buah warna dalam raw blend atau raw juice, dengan demikian kandungan nutrisinya lengkap. Misalnya Hijau (dari bayam, sawi hijau, paprika hijau, dll), orange (wortel, tomat, parika kuning, dll) dan merah (strawberry, paprika merah, berry, anggur merah, apel, dll). Atau hijau-kuning-merah. Atau putih-merah-hijau. Dll.

    -  yang penting itu adalah keseimbangan makanan. Tuhan sudah menciptakan bahan makanan yang beraneka ragam untuk manusia, jadi semua pada dasarnya bisa dimakan kecuali yang dilarang atau disarankan untuk dihindari karena menderita sebuah penyakit tertentu.

    - ini pertanyaan iseng karena kebetulan saya nyari saja ikut jejak teman yang promosi shaker untuk ngurusin badan (untungnya waktu itu saya terlalu pelit untuk mengeluarkan uang di atas satu juta untuk langganan shaker ini). Kenapa para pemakai paket shake-shake itu bisa bertahan kuat dan sehat meski minumnya cuma segelas shake saja setiap hari? Dokter saya bilang, banyak  pasien obesitas yang datang, ternyata adalah mereka yang mantan pengguna shaker yang berhenti berlangganan shaker dan makan makanan normal. Jadi, jika mau kurus tapi keuangan belum memungkinkan untuk seumur hidup berlangganan shaker, lebih baik jangan mulai langganan shaker (ini nasehat dokter ahli gizi saya loh). Kecuali jika seumur hidup memang mampu beli langganan milk shake program ini.

    - ini juga pertanyaan iseng (yang muncul karena cemburu lihat keberhasilan teman2 senam saya yang cepat langsing dengan moto: diet dan olah raga gila-gilaan. Pertanyaannya konyol, jadi ketika saya ajukan, dokter saya tertawa mendengarnya.

    "Dok, kenapa saya nggak boleh olah raga dobel? Teman-teman senam saya tuh cepet banget turun berat badannya dan bodynya yahud-yahud karena olah raga. Saya kan juga pingin seperti itu."

    "Berapa usia mereka?"

    "Sepuluh sampai dua puluh tahun lebih muda dari saya sih." (saat ini saya berusia 43 tahun)

    "Ya memang sudah beda zamannya. Nanti ya, beberapa tahun lagi ketemu sama mereka, kamu akan lihat. Fisik mereka mungkin sehat, tapi penampilan mereka akan terlihat lebih tua dari usia mereka. Kenapa? Karena keringat yang keluar berlebihan itu membuat kulit mereka dehidrasi sedikit demi sedikit dan akhirnya cepat kering lalu keriput. Sudah, jalani saja yang saya sarankan, jadi selain sehat, kamu juga bisa lebih awet muda deh. Olahraga itu harus, tapi jangan berlebihan." (waaaaahhhhhhh.... *jadi semangat)

    Sudah.. segitu dulu sharing dari saya setelah pulang dari rumah sakit. Semoga dalam dua pekan ini HB saya naik jadi tidak perlu harus test darah lagi (sebenarnya saya aslinya nih, jujur, takut euy kalau HB tidak naik dan harus test darah lagi yang diambil dari sumsum tulang belakang lalu denger berita buruk tentang penyebab HB rendah itu. Brrr. Nggak mau mikirin ah.. ..jadi ... saya bawa semangat saja, ketawa ketiwi bercanda dimana-mana. Hahahahaha).

    So.. may you have a good day. GBU (maaf ya kalau saya kasar atau nulis sesuatu yang menyinggung selama ini. Itu asli karena ketololan saya. Semoga kita semua masih diberi kesempatan untuk bernafas, memberi manfaat dan  sehat lagi besok hari. Aamiin).
    • Hani Sheikh Jazakillah khair Mbak Ade Anita untuk sharingnya:) big hugs semoga lekas pulih ya:)
    • Aisyah Dian Syukroon mbak ade, bermanfaat banget sharringnya. Banyak ilmu yang bisa di dapat malam ini, cepat sembuh ya mbak, hb-nya cepat naik juga. Yang olahraga itu ternyata begitu ya... Padahal aku sehari bisa 2 kali treadmill plus senam mbak (jujur geregetan, 2 minggu nge raw-blend berat badan masih di angka yang sama, turun tapi nggak sampai 1 kg) tapi badan lebih segar dan sehat sih (ini sih harusnya syukuran Alhamdulillah ya) he he
    • Laksita Wijayanti Mochtar xoxo, lekas sembuh n pulih ya mbak Ade ^.^ eh soal program shaker shaker itu setuju banget, udah nguras kantong, jadi ketergantungan pula, dulu sayah H**B**L*** 2 jt per bulan, pernah juga M***L**...makanya sekarang nyolot banget kalo ada yg promosi promosi shaker shakeran or nutrisi nutrisian kayak gitu, benar benar pembodohan publik.
    • Anik Nuraeni sehat terus ya mbak ade.aamiin
    • Marisa Agustina peluk mba Ade Anita... semoga dipulihkan dan diberi kesehatan yang prima... btw, coklat 70% itu merknya apa? ;p
    • Marisa Agustina btw, mbak Laksita Wijayanti Mochtar, banyak amat tanda bintang2nya saya jadi pusing xixixi. sebutin dong biar saya tau :)
    • Ade Anita Yang H*****L*** itu herbal Life kalo nggak salah.. Paketnya sebulan mulai 1,2 juta...
    • Ade Anita Makasih ya @anik dan @marisa...
    • Destinia D. Jenialita Syafakillahi, Ade Anita... *hugs* Terimakasih untuk sharingnya. SAya juga penasaran dengan merek coklatnya dan beli di mana...? Saya bkn pggemar coklat, tp setiap PMS g tau kenapa sy sering 'butuh' coklat (bisa marah2 kl g dapet). Sbnrnya stp makan coklat saya kecewa, krn saya pinginnya coklat yg 'chocolatey' tp g tllu manis (dark chocolate, dulu di Cnd sy srg beli). Di sini bnyknya milk chocolate yg muaniiiiies, banget...! Krn butuh, saya lahap juga :-)) Makanya msh nyari nij, coklat 70% yg (hopefully) g tllu manis... :-)
    • Destinia D. Jenialita Btw, sy msh punya bbrp toples shake HL itu. Jd diapain yaak...? *termangu lemas*
    • Ade Anita Iya, coklatnya merk Lindt atau Whitaker . Biasanya aku beli di food Hall, atau seven eleven, atau di total buah segar. Awet coklatnya krn emang rada pahit sedikit jadi mo sering2 juga malas tapi sehatnya itu yang penting.
    • Hairi Yanti mbak Ade Anita, coklat 70% nya pahit ga sih? Ynt kemarin dikasih om, tapi pas dicoba pahit gt. Mungkin krn terbiasa dgn coklat yang manis bgt kali ya.
    • Destinia D. Jenialita Ade Anita: Got it, thanks... :-)
    • Hairi Yanti Hihihi... udah dijawab mbak Ade ternyata :D
    • Ade Anita Iya, pas awal makannya emang pahit..tapi sekarang aku dah terbiasa (namanya juga penggila coklat).. .kemarin pas nyoba yg 55% eh...cuma setengah jam udah habis krn ngerasa manis banget..
      17 hours ago via mobile · Like · 2
    • Destinia D. Jenialita Oh ya, ceritanya mengingatkan saya dengan keluarga Russia-Amerika yg menerapkan rawfood ini, dan sekarang jadi advokasi ttg rawfood. Kl mnrt mereka, gejala2 stlh menerapkan rawfood tadi justru muncul krn kurangnya 'greens' dl rawfood mereka, cmiiw. Ini linknya: http://www.rawfamily.com/

      www.rawfamily.com
      On the Raw Family site you will find information, resources along with books and
       DVDs from Victoria Boutenko about the Raw Food Diet and Green Smoothie.
    • Ade Anita Hmm, aku masih tetap prefer ke food combined sih.. Jangan melulu mentah, tapi harus ada yg dimasak juga..
    • Faizzati Itsnaini @mbak ade Anita: nah itu pola makan sehatnya kan menurut mbak ade...hehehe. Kalo menurut saya (pelaku FC)....wah itu termasuk kacau lho....hehehehe. Kalo mbak ade prefer ke fc sebaiknya jg belajar lg. Makan buah itu harus dalam perut kosong. Begitu jg rawblend yg mbak maksud. Justru menu pagi mbak ade diawali dg makanan pembentuk asam yg lumayan sulit cerna itu. Trus dalam FC pun diutamakan makan sayuran mentah lho. Kl kt dah banyak konsumsi dalam bentuk tanpa dijus/blend...ya sayurnya tetap diambil sarinya saja. 

      Dalam komunitas ini...kami bukanlah penganut rawfoodism. Tapi kami selalu memasukkan sayuran mentah n buah yg tidak dimasak sebagai bagian dr menu kita sehari2.. Karena manfaatnya.

      Nah buah itu ga boleh dicampur dg susu ata yg lainnya (terutamam karbo)....bukanlah mitos lho. Itu ada penjelasan ilmiahnya terutama mengenai perbedaan komposisi gizi, serat, dan waktu cernanya. Ga boleh dicampur maksudnya bukan hanya tidak dimakan bersamaan....tetapi juga ga boleh dimakan dalam waktu berdekatan. Setelah makan buah....sedikitnya satu jam kt baru boleh makan yg lain. Lain halnya bila buahnya yg setelah makanan lain, harus minimal 2 jam lho.....:))). Maaaaffff panjang ya....hehehehe
    • Ti Alfa Khairia Alhamdulillah dapet ilmu. komplit :) semoga MbakAde Anita cepat sehat. dan semoga semua anggota komunitas ini makin pinter dan makin sehat karena saling sharing ilmu dan pengalaman. aamiin :)
    • Ade Anita Menu diet awal itu hasil diskusi dgn dokter keluarga... Menu diet kedua paling gress dikasih sama dokter ahli gizi kemarin. Soal mitos dan yg aku tulis di atas juga dari diskusi dg beliau sih.
      Maaf deh kalau banyak kekacauan disana sini, itu semata kar
      ena kebodohan aku yang tidak bisa menulis testimoni (niatnya siapa tau ada ilmu kemarin yg dikasi sama dokterku ada yg berguna. Maaf deh. Aku nyimak aja deh untuk seterusnya di group ini.)
    • Ade Anita Sorri semua.. Aku cuma suka aja liat variasi menu blend kalian.
    • Eka Natassa Sumantri Semoga segera sehat ya Mbak Ade...
    • Laksita Wijayanti Mochtar Dear teman teman, menurut aku metode pengaturan pola makan (baca: diet) ada macam-macam jenisnya. Dan karena kondisi kita pun berbeda beda maka efeknya juga berbeda beda juga. Saya tidak punya kapasitas untuk mengulik lebih jauh tentang FC, tapi setahu saya di kalangan ahli gizi pun masih ada pro dan kontra tentang metode ini. Mbak Ade Anita, saya yakin hanya belum menemukan metode diet yg cocok dan selaras dengan bioritme tubuhnya. Semoga setelah ada koreksian dari dokter dan ahli gizi kali ini Mbak Ade bisa segera menemukan pengaturan pola makan yang sesuai sehingga bisa kembali sehat dan bugar seperti sedia kala yaa..
      10 hours ago · Like · 2
    • Yuni Khairun Nisa Dear mba Ade :

      Untuk Susu yg tdk boleh d campur dgn buah, dan jg tidak boleh d campur dgn Daging dan dgn Ikan, itu ada d bagian cara makan Rasulullah saw. Silahkan d cari2 referensinya. InsyaAllah apa2 yg d contohkan oleh Rasulullah saw, walau para do
      kter blm berhasil membuktikannya, hal itu ttp lah tauladan terbaik.

      Dan d campur disini memang logikanya, tdk d campur d dalam satu menu atau d campur/d minum dlm satu waktu.

      Oh y mba Ade, cuma mau sharing nih. Mba Ade, minum Susu Kedelai buatan sendiri atau beli? Kalau beli, d pastikan pemanis yg d gunakan bkn pemanis buatan ya mba. Soalnya diabetes Mamaku itu terstimulasi oleh Susu Kedelai yg ternyata memakai pemanis buatan.

      Semoga kesehatannya makin membaik mba . Aamiin

      Yuk mari mba, kita terus belajar bersama. Saya menghargai sikap kritis mba Ade lho. Kita memang tdk boleh hanya ikut2an. Namun, perlu ada ilmu d setiap pilihan yg kita ambil. Dan byk teman2 yg d sini, yg jauh lebih senior, yg ilmunya bisa kita ambil :>
      9 hours ago via mobile · Like · 2

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...