Langsung ke konten utama

Diva Press: cara mengirimkan naskah ke sana


Naskah Fiksi
1. Menyertakan sinopsis cerita dan biodata lengkap (termasuk nomor yang dapat dihubungi)
2. Ketentuan halaman:
  • Novel umum/dewasa (meliputi genre agama, wayang, fantasi, sosiologi, dll) dengan ketebalan minimal 250 hlm
  • Novel teenlit/komedi dengan ketebalan minimal 150-200 hlm
  • Novel anak (untuk SD-SMP) dengan ketebalan minimal 50-100 hlm
  • Cerita anak (untuk TK-3 SD) dengan ketebalan maksimal 50 hlm
3. Adapun format naskah sebagai berikut:
  • Ukuran kertas A4
  • Spasi 2
  • Font Times New Roman ukuran 12
  • Ukuran margin kanan dan atas 4 cm, kiri dan bawah 3 cm.
Naskah Nonfiksi
1. Menyertakan ringkasan, daftar isi, folder gambar (jika di dalam naskah terdapat gambar), serta biodata lengkap.
2. Ketentuan halaman:
  • Tidak ada batasan ketebalan naskah
  • Ukuran kertas A4
  • Spasi 2
  • Font Times New Roman ukuran 12
  • Ukuran margin kanan dan atas 4 cm, kiri dan bawah 3 cm.
Catatan lain:
  • Naskah dapat dikirimkan melalui e-mail ke alamat: redaksi_divapress@yahoo.com. Atau, dapat dikirimkan maupun diantar langsung ke kantor redaksi kami dalam bentuk print-out beserta soft file.
  • Setiap naskah dalam bentuk print out yang dikirimkan ke redaksi DIVA Press dan ditolak, tidak akan dikembalikan kepada penulis. Penulis dipersilakan untuk mengambil naskah tersebut dengan datang langsung ke kantor redaksi maksimal 1 minggu setelah konfirmasi penolakan dari pihak redaksi.
  • Naskah yang sudah dinyatakan ditolak tidak akan diterbitkan oleh DIVA Press dan akan dibuang agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. 
  • Konfirmasi penerimaan naskah akan diberikan maksimal 1 bulan setelah naskah sampai ke meja redaksi.
  • Naskah yang telah diterima hanya akan diedit oleh staf redaksi DIVA Press yang berwenang.


Komentar

  1. I think what you published was actually very logical. But, think
    about this, suppose you added a little information? I ain't suggesting your content
    is not solid, however what if you added something that grabbed people's attention? I mean "Diva Press: cara mengirimkan naskah ke sana" is
    kinda vanilla. You ought to look at Yahoo's home page and note
    how they create post titles to get people interested.
    You might add a video or a related pic or two to get people interested about everything've got to say.
    In my opinion, it could make your posts a little livelier.



    Feel free to visit my blog formationhypnose

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…