Langsung ke konten utama

Postingan

Dukungan Orang Tua Atas Cita-cita Anak

[Parenting] Cita-cita anak-anak ketika masih kecil itu lucu-lucu deh jika kita mendengarkannya. Kakakku, ketika masih kecil dahulu bercita-cita ingin jadi dukun. D-u-k-u-n.  Iya. Benar. Dukun.  Kenapa bisa bercita-cita sebagai dukun? Karena, dulu rumahku ada di pertengahan kampung. Dokter masih jarang. Jadi, jika ada yang sakit-sakit sedikit, biasanya seringnya sih manggil dukun pijat saja. Diurut sana diurut sini, sakit berkurang. Ada juga dukun patah tulang, yaitu orang yang punya keahlian mengobati keseleo atau patah tulang. Tanpa operasi tanpa obat. Hanya dipijat saja. Atau dukun beranak, yaitu orang yang membantu persalinan. Atau dukun jamu, yaitu orang yang punya keahlian meracik aneka macam ramuan hingga menjadi jamu. Jamu ini seperti obat, bias mengobati aneka macam keluhan penyakit. 
Tahun 70-an yang namanya dokter itu memang masih jarang. Jika pun ada, biasanya mereka praktik di rumah sakit atau klinik. Jarang yang sudah membuka praktek di rumah. Jika pun ada ya mahal sih. Jadil…

Bukan Sepatu Cinderella

[Pernikahan] Cuaca cerah hari itu. Matahari bersinar dengan penuh percaya diri karena tidak ada satupun awan yang berusaha untuk menghalangi pekerjaannya. Langit pun tampak biru cerah.

Aku suka warna biru yang dimiliki oleh langit yang cerah. Dan aku juga suka warna terang putih sebagai penanda terang dan bersih yang dimiliki oleh cuaca yang bersinar. Tapi, bukan itu alasan aku mengenakan sepatu baruku yang berwarna putih dan kaus kaki berwarna biru.

hehehe. Suami dan anak-anakku selalu berkata bahwa aku tidak pandai memadu-padankan pakaian dan aksesoris.
"Kadang ayah nggak terbayang jika saja ibu tidak ada yang menegur dari cara berpakaiannya. Jika ibu dibiarkan bebas sebebas-bebasnya dalam memilih pakaian, sepertinya bakalan hippies banget."
Itu komentar suamiku di depanku dan anak-anak ketika kami sedang makan siang bersama di sebuah rumah makan. Aku hanya tersenyum. Tidak bisa menolak kebenaran itu. Dan sepertinya, anak-anakku juga sepakat sih dengan apa yang dikatakan o…

Obat Tidur Paling Mujarab

[Pernikahan] Bertemu suami dulu, ada kisahnya tidak kalian? Kalau aku, sepertinya sih banyak. Sebagian sudah pernah aku tulis di blog ini, dan bahkan sudah dibukukan tulisannya.

ini salah satunya: When I Met My Husband

Iya, suamiku ini dulu memang dosenku di FISIP UI. Setelah masa perkenalan yang ajaib dengan suamiku (jika belum tahu kenapa ajaib, baca tulisan When I Met My Husband ya), aku dan suamiku menjalani hubungan tidak langsung sebagai sepasang pria dan wanita dewasa yang saling jatuh cinta. Tapi, kami menjalani hubungan persahabatan terlebih dahulu. Jika ada kesulitan, aku curhat ke dia. Jika tidak ada kendala apa-apa, kami berbagi tawa dan diskusi tentang banyak hal (yang kebetulan banyak berbedanya sebenarnya karena kami punya perbedaan karakter; tapi karena berbeda itu maka diskusinya seru). Lalu, persahabatan ini menjadi kian erat hingga akhirnya, menjadi lekat satu sama lain. Dan mulailah merasa bahwa kami sebenarnya pasangan yang saling melengkapi satu sama lain. Beg…

Aku Sudah Jadi Ibu Mertua

[Keluarga] Alhamdulillah, pada tanggal 17 Agustus 2017 lalu, aku menikahkan putra sulungku. Acara akad dan resepsi berlangsung sukses dan meriah di hari Kamis itu. Tentang hal ini, nanti aku ceritakan lagi ya. Sekalian minta maaf, makanya sudah lama tidak update blog, ya karena aku cukup sibuk menghadapi rencana pernikahan dan penyelenggaraan pernikahan anakku ini.



Tips Agar Anak Menikmati Belajar

[Parenting]

Wah. Sudah lama juga ya aku nggak ngeblog? Hehehe... maklum sibuk.

Sejak bulan Maret, tepatnya setelah ada kepastian bahwa ujian pada anak-anak sekolah dimulai di pertengahan bulan Maret, aku memang berusaha untuk fokus mendampingi anak-anakku.

Mungkin ada yang bertanya, apa hebatnya mendampingi anak belajar memangnya? Apa susahnya sih cuma mendampingin anak belajar itu?
Buatku pribadi, ini pekerjaan yang memerlukan keikhlasan dan pengorbanan tersendiri sih. Kenapa?

Wisata Kuliner di Makassar dengan Traveloka

[Keluarga] Sejak mengetahui betapa banyak kandungan gizi dan manfaat dari daging ikan, keluargaku mulai sering melakukan wisata kuliner ke tempat-tempat yang menyediakan makanan dengan bahan dasar dari ikan. Dan sepertinya, kuliner yang paling banyak berbahan dasar ikan itu adalah kuliner dari wilayah Sulawesi sana. Khususnya, dari wilayah Makassar.

Mulai dari ikan bakar, hingga soup ikan atau ikan goreng. Cuma 3 jenis masakan, tapi pilihan ikan yang disediakan oleh rumah makan yang menyediakan kuliner Makassar itu, banyak sekali jenis ikan yang bisa dipilihnya. Terkadang, ikan-ikan itu dijajar di depan rumah makan sehingga kita bisa memilih mau ikan yang mana. Besar-besar dan dagingnya tebal karena memang ikan dari laut.



Kidzania, Taman Bermain Anak dan keluarga

[Parenting] Bahwa masa anak-anak itu identik dengan masa untuk bermain sepuasnya, sepertinya kita semua setuju ya. Karena dengan  bermain anak-anak mengeksplore semua imajinasi sekaligus belajar untuk mempraktekkan apa yang dia pelajari dari orang dewasa di sekitarnya selama ini.

Begitu pentingnya proses belajar lewat bermain pada masa anak-anak ini, membuat masa pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi optimal. Karena anak akan menemukan secara langsung, bahwa apa yang dia lihat selama ini terlihat menarik belum tentu menarik dalam pelaksanaannya. Dan apa yang selama ini terlihat biasa saja dikerjakannya, ternyata justru membawa keasyikan tersendiri bagi dirinya. 
Ya. Lewat bermainlah anak-anak akan menemukan apa kegemaran dan bakat dia yang sesungguhnya. Passion mungkin istilah kerennya. Dan salah satu tempat lokasi bermain dimana anak-anak bisa mempraktekkan aneka macam peranan lengkap dengan fasilitas yang mendukung peranan tersebut, adalah KIDZANIA. KidZania, adalah taman bermain …
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...