Model Baju Keluarga Untuk Pesta Pernikahan

[Lifestyle] Jaman sekarang, sudah lama menjadi trend dress code dalam berpakaian di sebuah acara. Mulai dari acara arisan keluarga yang dihadiri hanya oleh beberapa belas orang, hingga acara family ghatering yang dihadiri oleh seratus orang lebih. Janjian untuk mengenakan pakaian yang seragam itu menjadi hal yang biasa dan kadang mendatangkan kebahagiaan tersendiri. Karena peserta jadi merasa punya keterikatan emosional yang bertambah karena kesamaan identitas tersebut.

Tentu saja, untuk alasan menciptakan rasa kebersamaan inilah maka lahir budaya membuat seragam dan lazim disebut seragam panitia atau seragam keluarga. Dalam perkembangannya, seragam ini mengalami penyesuaian lagi. Didasari oleh perbedaan selera, bentuk fisik dan prinsip keyakinan yang berbeda, maka pemberian seragam tidak lagi diberlakukan. Diganti dengan kesamaan corak dan warna dan lazim dikenal dengan sebutan 'dress code".


Beri Bahan atau Langsung Berbentuk Baju?


Kalian sendiri, lebih suka diberi bahan dan jahit sendiri atau sudah diberi dalam bentuk pakaian yang tinggal pakai saja?

Aku pribadi, tergantung model pakaiannya sih.
Umumnya, jika acara ghatering dan diberi kaos-kaos, jika ada ukuran super jumbo dan lengan panjangnya, aku lebih senang jika diberi sudah berbentuk pakaian siap pakai.
Tapi jika tidak tersedia ukuran jumbo dan model lengan panjang, maka aku lebih senang jika mendapat bahannya saja.

Kelebihan dan kekurangannya:


1. Jika sudah berbentuk bahan, maka ada resiko model yang tidak seragam pada tiap-tiap orang. Itu kekurangannya. Kelebihannya, jadi muncul variasi model sih. Jadi, kita bisa melihat karakter masing-masing dalam memilih model pakaian yang mereka kenakan.
Perbedaan itu indah ya.

2. Jika berbentuk bahan, juga ada resiko kurang bahan. Hehehe. Terutama untuk yang bertubuh besar seperti aku misalnya. Kurang bahan berarti tambah biaya lagi kan. Kelebihannya, kita bisa berkreasi dengan bahan yang ada sesuka hati kita.

Dalam  perkembangan selanjutnya, ternyata ada kendala yang baru muncul nih di keluaargakau. Yaitu terkait dnegan biaya. Maklum, keluargaku tidak semuanya muda-muda. Banyak juga yang sudah berusia lanjut. Berusia lanjut artinya sudah pensiun. Sudah pensiun berarti pendapatan mereka berkurang banyak. Jangankan untuk menjahit seragam, untuk kebutuhan sehari-hari saja sulit.

Memang sih ketika diberi bahan, bahannya gratis. Tapi karena harus  menjahit berarti kan ada biaya ongkos menjahit. Ongkos menjahit tuh minimal Rp150.000 untuk pakaian wanita tanpa furing. Jika dengan furing biasanya tambah Rp30.000. Jika tubuhnya gemuk tambah lagi Rp20.000. Jadi totalnya ongkos menjahit sekitar Rp200.000. Bukan angka yang sedikit kan ya?

Jadi, solusinya gimana dong?

Menjahit pada konveksi yang menerima jahit seragam keluarga


Nah. Bulan juli ini, Juli 2019, sepertinya adalah bulan dimana banyak sekali yang menikah di keluargaku. Rada pusing juga sebenarnya karena saban sabtu ahad harus menghadiri acara pernikahan. Tapi senang sih karena jadi bisa bertemu dengan banyak orang, banyak saudara, banyak teman. Silaturahmi itu kan memperpanjang usia ya insya Allah.

Nah, kebetulan aku punya rekomendasi nih tempat dimana kita bisa menjahit pakaian seragam untuk keluarga. Sudah sama bahan dan model pakaiannya.




Enaknya tuh, kita tinggal nunjukin aja warna yang kita inginkan sebagai dress code, nanti penjahitnya akan datang ke tukang bahan lalu meminta pendapat motid dan warna bahan yang tersedia di tukang bahan. Setelah deal dengan motif dan warna bahan, baru penjahitnya akan memberi kisaran harga per helai. Jika setuju, barulah dibuat pakaiannya. Model pakaiannya sudah kita berikan sebelumnya.

Untuk keperluan proses pembuatan, kita hanya diminta ukuran lingkar dada, lingkar pinggang, lingkar pinggul, panjang lengan, dan panjang gaun.

Selesai. Praktis banget kan?








Nah. Itu dia model baju keluarga untuk pesta pernikahan atau acara-acara kebersamaan lainnya yang bisa dipesan di Trifa Collection. Praktis dan lebih murah sih menurutku. Dan yang pasti tidak merepotkan mereka yang diberi kewajiban untuk membuat seragam karena terlibat di kepanitiaan acara.

1 komentar

  1. Saya lebih suka dapat kain sih, karena selain umik bisa jahit (dan saya bantu-bantu dikit), modelnya bisa dimodifikasi sendiri.

    Kecuali kalau kaos2 untuk seragam, mesin jahitnya khusus, kami gak punya hehe.

    Kebetulan juga nenek punya butik, bisa jahit, jadi kalau urusan seragam keluarga bisa ke nenek. Modelnya biasanya ambil inspirasi dari internet atau datang ke butik besar di kota saya hehe.

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.