Resep Sambal Cengek Palembang

[Lifestyle] Jika kalian masih punya orang tua dan mereka pandai memasak, jangan jemu untuk belajar memasak dari mereka. Jika tidak, nanti seperti aku.
Ibuku, dulu pandai memasak. Ketika aku masih kecil, beliau kerap menitipkan makanan di warung atau titip di kantin kantor ayah. Jika mendekati lebaran, beberapa tetangga memesan makanan pada beliau. Tidak heran jika dapur di rumahku luas sekali.

ini rumahku dulu dalam kenangan. Sekarang sudah dijual dan dirobohkan oleh pemilik barunya


 
Di rumah, memang ada banyak orang. Selain anak dan suami, juga ada saudara yang tinggal di rumah. Kata ibu, memasak itu lebih hemat biaya. Karena jika sedang tidak punya uang, cukup sepotong ayam, disuir kecil-kecil, dibuat soto dengan kuah yang banyak, bisa mencukupi kebutuhan makan keluarga besar kami. Karena kuahnya saja sudah sedap. Jadi nasi kuah plus senda gurau akrab di meja makan besar, sudah membuat kenyang semua orang. Oh ya, di keluargaku, berbicara dan saling tegur sapa di meja makan itu bukan sebuah pantangan. Jadi, suasana makan ya sambil diseling dengan obrolan.
Ada beberapa masakan daerah Palembang yang menurutku sih the best lah buatan ibuku. Hingga saat ini, belum bertemu aku masakan daerah yang senikmat buatan ibu. Seperti gulai tempoyak, brengkes tempoyak udang, sambal cengek, bekasam, p├Ęde siam, dan ketan srikaya. Sedangkan masakan Indonesia ter the best buatan ibu menurutku adalah bihun goreng dan tempe bacem.
Tapi, aku dahulu selalu merasa bahwa ibuku akan panjang usianya. Sedangkan kesempatanku untuk bermain dan belajar waktunya lebih singkat. Jsdilah aku tidak pernah meluangkan waktu untuk belajar masak masakan Palembang ini. "Nanti saja deh, jika sudah menikah." Itu yang aku selalu ucapkan.
Tapi setelah menikah, aku malah lupa bertanya. Terlalu nyaman dengan rezeki dapat suami yang tidak pernah komplen dengan apapun yang aku hidangkan.
Hingga tiba2 ibuku meninggal di usia yang belum tua. Ternyata.... persangkaanku bahwa ibu akan panjang usianya salah. Hiks.
Dan makin jauh jarak tahun ibuku meningga dunia, aku makin lupa dengan rasa masakan Palembang karena memang tidak tahu cara memasaknya. Beberapa kali mencoba resep yang beredar di internet hasilnya beda. Jadi, jika aku bercerita pada anak-anak bahwa masakan nek ine mereka enak, anak-anak mungkin menganggap ceritaku hoax, karena aku tidak punya pengetahuan apapun untuk membuktikannya.  Yang bisa aku lakukan hanya membentuk opini bahwa masakan Sumatra itu enak-enak. Lalu menghidupkan opini itu dalam imajinasi yang terus dihembus hingga akhirnya imajinasi berubah menjadi sebuah informasi baru yang nyata dalam benak anak-anakku.
Alhamdulillah, 2 tahun lalu, putraku menikah dengan orang Sumatra. Dan menantuku ini pandai memasak. Meski masakannya adalah masakan Medan-kisaran. Tapi mirip-miriplah dengan ciri masakan sumatra pada umumnya: pedas, ada asin dan asamnya, serta serba ikan.
Barulah anak-anak akhirnya sepakat bahwa masakan Sumatra itu memang terbukti enak. Bukan sekedar hoax. Dan karena anak2 mulai bersemangat untuk mencicipi masakan Sumatra yang lain, aku jadi teringat bahwa aku tidak bisa memasak masakan Palembang.
Beruntung alhamdulillah jaman sekarang sudah ada whatsapp. Lewat foto-foto yang dikirim dari daerah, aku bisa bertanya pada saudara yang sering share masakan palembang dan fotonya selalu terlihat lezat. Aku mulai bertanya resep padanya. Dan hari ini, hasil share resep dari Zakiatuzzahrah Ibrahim Ichsan nih, aku bisa juga bikin SAMBAL CENGEK.
Alhamdulillah.

sambal cengek
Nah, ini resepnya nih.

RESEP SAMBAL CENGEK PALEMBANG

 Bahan yang dibutuhkan:

1. Bawang merah
2. Cabe merah
3. Teri tawar
4. Asem jawa
5. Gula merah
6. Garam
7. Terasi
8. Minyak untuk menumis

Cara Membuatnya:

 1. haluskan cabe merah, bawang merah, terasi, gula merah dan garam.
2. Tumis di atas wajah hingga matang dengan minyak.
3. Asem jawa dilarutkan dengan air secukupnya saja, mungkin sekitar 3 sendok makan. Masukkan larutan air asam ini ke dalam sambal yang ditumis.
4. Masukkan teri tawar ke dalam tumisan sambal, aduk hingga sambal matang dan wanginya menguar harum.
5. Sambal cengek siap dihidangkan.

Tuh. Gampang kan?



sambal cengek buatanku



1 komentar