Langsung ke konten utama

Masak Bersama Anak: Dori Cabe Garam

[Keluarga] Alhamdulillah, kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Kebetulan, suamiku di hari pertama berpuasa terkena Diare. Jadi, aku sedikit berpikir, enaknya masak apa ya yang bisa untuk suami sekaligus bisa juga untuk anak-anak di saat sahur nanti. Setelah berpikir, aku akhirnya terpikir untuk membuat Dori Cabe Garam.

Pertimbangannya, untuk suami yang sedang tidak enak perut dan tidak enak makan tapi harus makan, bisa makan nasi merah plus lauk kering-keringan Dori goreng tepung. Orang yang kena diare kan mulutnya sering terasa asam, jadi nggak enak jika makan yang terlalu berempah. Tapi, untuk anak-anakku yang alhamdulillah sehat, Dori goreng tepung itu bisa disajikan dengan taburan topping bumbu cabe garam a la makanan chinese di restoran chinese food. Nah, ini dia resepnya.

Masak bersama anak: Dori Cabe Garam



Kali ini, aku mengajak putri bungsku untuk membantu memasak. Membuat Dori Cabe Garam itu mudah. Tidak banyak terhubung dengan pisau. Jadi, anak juga nyaman membantu kita. Dan ada adegan menguleni, salah satu kegiatan yang biasanya disukai oleh anak-anak nih.

Aku sendiri, mengenal jenis masakan ini sekitar beberapa tahun yang lalu. Yaitu ketika beberapa kali mengunjungi rumah makan yang menyediakan oriental food. Biasanya, di antara menu yang mereka tawarkan selalu terselip menu Tahu Cabe Garam, Cumi Cabe Garam, Udang Cabe Garam, Dori Cabe Garam.  Ada juga pilihan menu lain seperti Tahu Goreng Gandum, Udang Goreng  Gandum, Dori Goreng Gandum.

Mungkin berminat baca ini: Resep Tahu Goreng Gandum

Nah, aku termasuk orang yang jika sudah senang dengan suatu masakan, suka penasaran, gimana sih cara buatnya? Sudah mencoba sih nyari-nyari resepnya tapi sering terlupa dimana pernah bacanya karena lupa menyimpan halaman resepnya. hehehe.

Jadi, akhirnya aku mencoba-coba saja sendiri. Syukurlah keluargaku termasuk keluarga yang pasrahan dengan hasil masakanku. Apapun rasa dan bentuknya mereka akan makan. Cuma beda di ekspresi waktu makannya saja sih, ada yang ekspresi bahagia ada yang ekspresi datar. Hahahaha (kecup suami dan anak-anak dulu deh satu-satu).

Nah. Akhirnya, setelah melakukan eksperimen, aku ketemu bumbu yang pas untuk membuat Dori Cabe Garam. Intinya sih, bumbu cabe garam ini bisa diaplikasikan untuk berbagai jenis masakan lain seperti cumi, udang, tahu, tempe, gurame. Jadi, tergantung selera dan kekuatan kantong ketika ingin membuatnya saja.

Resep Dori Cabe Garam


Bahan yang dibutuhkan:

1. Bumbu  dasar: cabe merah, bawang merah, bawang putih, garam, gula. 


2. Ikan dori yang dipotong sesuai selera lalu dibalut dengan tepung yang sudah dicampur dengan garam dan merica. 


3. Minyak goreng untuk menggoreng Dori dan minyak goreng untuk menumis.
4. Oatmeal (di rumah nggak ada tepung gandum, adanya tepung oatmeal. Ini sama saja sih hasilnya, jadi aku memakai oatmeal deh.)

Cara Membuatnya:


1. Blender kasar bumbu dasar, cabe-bawang merah-bawang putih-garam. Kasar ya, jangan diblender halus. Karena kita memerlukan kepingan kecil-kecil bumbu ini untuk keindahan tepung taburan.
Ketika memblendernya, jangan diberi air ya. Jadi, diblender kering.



2. Di tempat terpisah, haluskan bawang putih dan garam.
3. Tumis dulu bawang putih halus dan garamnya di atas penggorengan.  Setelah harum, baru masukkan bumbu blenderan warna merah.


4. Setelah bumbu awal dan bumbu merah tercampur, masukkan oatmeal lalu sangrai hingga bumbu mengering garing. Warna oatmeal terlihat berubah tidak lagi pucat, dan jika dijumput untuk dicicipi maka si oatmeal itu sudah memiliki rasa gurih sedikit pedas. Jadi, jangan ragu untuk tambahkan garam lagi ya.


5. Setelah bumbu terlihat garing, sisihkan dulu.
6. Dori yang sudah diiris, dicampur dengan tepung bumbu atau  tepung yang sudah diberi garam dan merica. Bolak balik agar bumbu meresap. Setelah itu, Goreng Dori goreng tepung ke dalam kuali yang sudah ada minyak panasnya hingga krispi.
7. Masukkan Dori goreng tepung yang sudah tergoreng krispi ke dalam penggorengan yang berisi tepung oatmeal yang sudah berbumbu, jangan diberi minyak, lalu aduk rata agar bumbu tercampur sempurna dengan Dori Goreng Tepungnya.

8. Siap hidang deh.
Nah, aku di sahur pertama ini memadankan Dori  Cabe Garam ini dengan Sayur bening Oyong.

Jadi, yang kena Diare bisa makan, begitu juga yang sehat. Anak senang karena dilibatkan ketika memasak, akunya nggak lelah menyiapkan masakan karena menu ini praktis ngolahnya.  Insya Allah everybody happy.



Komentar

  1. Ini menu kesukaanku kalo sdg makan di resto2 chinese :)... Ihhh resepnya gampang ya ternyata.. Dan kebetulan aku ada dori juga di kulkas.. Mau lgs aku eksekusi sepertinya mba.. Palingan beli oatmeal nya nih, yg g ada di rumah

    BalasHapus
  2. Wah,kakiku...
    aku belum ngerasain ikan dori

    BalasHapus
  3. Resepnya sederhana ternyata.. bisa langsung d praktekin d rumah nih..

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…