badge

Senin, 16 November 2015

Tips Meningkatkan Rasa Syukur Atas Apa Yang Kita Miliki

[Pernikahan]: "Jangan lihat dari casingnya dong, tapi lihat isi di dalam casing tersebut." 

Pernah mendengar anjuran seperti ini tidak? Kadang, ini juga sering dijadikan bahan lawakan oleh beberapa komedian tanah air ketika menggambarkan kondisi fisik seseorang yang buruk rupa lalu meminta orang lain agar tetap memperhatikan dia meskipun kondisinya seperti itu.

Rasanya, aku antara setuju dan tidak setuju dengan anjuran yang kerap sekali aku dengar ini. Jujur saja, aku termasuk orang yang sering melihat "casing"nya terlebih dahulu. Nanti baru deh melihat isi di dalam "casing" tersebut. Tapi, setelah waktu berlalu, ternyata aku memang lebih nyaman jika menilai dari isi casing ternyata. hahaha.


Coba deh. Begitu bertemu dengan seseorang, yang kalian lihat pertama kali apa dulu? Fisiknya atau hatinya?
Eh? Emangnya hati bisa dilihat? Kan tidak bisa? Jadi, otomatis kita melihat fisiknya kan? Nanti, begitu bertemu lalu berkomunikasi, tukar menukar pendapat, sharing pengalaman dan cerita, baru deh kita bisa melihat isi kepala dan suasana hati orang tersebut. Nah, kalau sudah begini baru deh kita bisa memberi penilaian seperti apa orang tersebut.

Jika tujuannya untuk menjadi  sahabat atau pasangan hidup, maka perhatikan isi kepala dan gambaran suasana hati kebanyakan orang tersebut. Yang terakhir ini, biasanya menggambarkan karakter dia seperti apa kelak.

Jika setiap kali bertemu dengan seseorang dan suasana hatinya selalu dalam kondisi galau, bisa jadi karakter dia memang mudah galau. Biasanya, orang yang mudah galau itu tidak bisa dipegang omongannya. Plin plan dan mudah berubah-ubah. Mungkin dia setia, tapi mungkin juga.... rawan selingkuh.

Jika setiap kali  bertemu dengan seseorang dan suasana hatinya selalu dalam kondisi yang ceria dan berpikir positif, optimis dan penuh semangat; bisa jadi demikian pula dengan karakter dia yang sebenarnya. Yaitu karakter orang yang optimis, selalu berpikir positif dan easy going.

Bagaimana jika jarang bertemu? Bagaimana caranya memberi penilaian atas suasana hati dan isi kepalanya? Nah.... sekarang kan jamannya media sosial nih. Coba saja mampir ke akun media sosialnya lalu baca deh tulisannya. Gimana karakter dia dalam menulis. Jika gaya dia menulis, meski ditulis dengan cara yang seceria dan sepositif mungkin tapi terselip satu dua kata bahwa dia seorang yang curigaan, mungkin aslinya ya memang demikian. Aslinya dia orang yang tidak mudah percaya pada orang lain, tapi dia berusaha keras untuk menutupinya dengan semua keceriaannya.

Atau dia sering menulis tentang kebaikan tapi dengan sedikit kata yang menggambarkan bahwa dia pendendam; aku lebih cenderung mengatakan bahwa aslinya mungkin dia memang seorang yang pendendam. Hanya saja, dia memang asli baik hati dan senang berbuat baik.

Lalu, buat apa kita melihat hal-hal kecil yang terselip jika banyak hal-hal besar yang sudah dilakukan seseorang tersebut? Karena, jika tujuan kita memilih orang tersebut untuk menjadi sahabat, atau  pasangan hidup, maka suatu hari nanti hal-hal kecil ini pasti akan menjadi pemantik yang bisa mengobarkan api pertikaian atau permusuhan.

Jika kalian memilih seseorang untuk menjadi teman biasa, maka hal-hal kecil ini tidak ada artinya. Hari ini bertemu, besok berpisah. Lusa bertemu lagi, tapi besoknya pasti akan berpisah lagi. Pertemuan kalian tidak akan berlangsung lama dengan mereka. Maka, hal-hal yang besar yang sering dia lakukan, akan mengeratkan hubungan kalian dalam pertemanan. Hal-hal positif yang dia lakukan, akan menjadi bola salju yang mengajak dan menginspirasi kita untuk melakukan hal yang positif juga.

Tapi, ketika kita memilih seseorang untuk menjadi sahabat, atau pasangan hidup, hal-hal kecil dan sepele, justru malah bisa membuat kalian berkelahi, atau bertikai, dan ujung-ujungnya berpisah dan bahkan terjadi permusuhan.
Maka, dengan kita memahami hal-hal kecil yang sepele dan remeh ini, sepatutnya kita menjadi waspada. Karena kita sudah memilih dia (terlanjur memilih dia), maka hal-hal kecil dan remeh ini harus bisa kita sikapi dengan bijak.

Bisa dengan cara menghindari topik yang membuat dia bisa memunculkan karakter negatifnya tersebut. Atau bisa juga dengan cara segera melakukan pengalihan topik atau fokus agar dia segera meninggalkan kecenderungan untuk membangunkan karakter negatifnya tersebut.

Tentu saja ini butuh kerja keras.
KERJA KERAS.
RASA SAYANG.
CINTA. 
PENGERTIAN.
PENGORBANAN KEDUA BELAH PIHAK.

Itu sebabnya, dalam syariat Islam, sebelum memutuskan untuk menikah, kita harus melihat dulu calon pasangan kita. Ini agar tidak seperti membeli kucing dalam karung:
Menurut riwayat Muslim dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah bertanya kepada seseorang yang akan menikahi seorang wanita: “Apakah engkau telah melihatnya?” Ia menjawab: Belum. Beliau bersabda: “Pergi dan lihatlah dia.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seorang dari kalian meminang perempuan, maka jika memungkinkan melihat kepada apa yang mendorongnya untuk menikahnya, maka lakukanlah, sebab yang demikian itu lebih bisa menjamin kelanggengan hubungan di antara mereka berdua”
Hadits tersebut dinilai shahih oleh Al-Hakim yang bersumber dari hadits Jabir Radhiyallahu ‘anhu, Imam Ahmad, At-Turmudzi, An-Nasa’I dan Ibnu Majah telah meriwayatkan dari sumber Al-Mughirah bin Syu’bah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya (ketika) ia meminang seorang perempuan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah dia, karena yang demikian itu lebih bisa menjamin kelanggengan hubungan di antara kalian berdua”
Imam Muslim meriwayatkan juga di dalam Shahih-nya hadits yang bersumber dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwaada seorang lelaki menceritakan kepada Rasulullah Shallallalhu ‘alaihi wa sallam bahwasanya ia telah meminang seorang perempuan, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Apakah engkau telah melihatnya“.
Hadits-Hadits diatas dan hadits lain yang semakna dengannya, semua menunjukkan dibolehkan (bagi laki-laki) melihat perempuan yang dipinangnya sebelum akad nikah terlanjur dilaksanakan, karena yang demikian itu lebih menguatkan hubungan dan akan lebih baik akibatnya dikemudian hari.
Jadi, penting ya untuk memperhatikan baik  Casing (penampilan fisik) maupun Isi Casing (isi kepala dan gambaran suasana  hari) seseorang tersebut, jika kita ingin menjadikannya sebagai sahabat atau pasangan hidup kita. Jangan gara-gara casingnya lucu, atau casingnya bagus banget, atau berbentuk bumper ring case yang imut, lalu kita tergoda untuk langsung membeli handponenya dan melupakan kualitas handphonenya.

Sekarang, bagaimana jika kita sudah terlanjur memilih dia? Sudah jadi pasangan, atau tanpa sengaja sudah menjadi sahabatnya, lalu baru menemukan sisi-sisi buruk atau kelam yang dia miliki setelahnya?

Ya mau bagaimana lagi.
Disyukuri saja saja sih. In Sya Allah ini akan meningkatkan kualitas rasa kesyukuran dan kesabaran kita di mata Allah.

Biar tidak gerundel dan menyesal diam-diam, ini ada beberapa tips untuk meningkatkan rasa syukur atas apa yang kita miliki.


TIPS MENINGKATKAN RASA SYUKUR ATAS APA YANG KITA MILIKI


1. Hindari komunikasi yang bisa memancing sisi buruk dia muncul dan mendominasi hubungan kalian.


Misalnya, dia paling nggak suka jika kita membicarakan tentang kondisi keuangan. Mungkin karena saat ini kondisi keuangannya selalu dirasakannya tidak menyenangkan setiap saat; maka akan lebih baik jika kita tidak membicarakan kondisi keuangan di hadapan dia.

Ngobrol yang lain saja, alias bahas yang lain saja ya asal jangan bahas tema dimana dia bakalan sensitif alias baper (bawa perasaan).

2. Hindari pengambilan keputusan atas sesuatu yang tidak dia sukai secara sepihak

Kalau bisa sih, karena kita sudah tahu bahwa ada kondisi dimana si dia bakalan sensitif atau baper jika kita menempuh suasana tersebut, maka ada baiknya kita membicarakan terlebih dahulu dengannya.

Misalnya, si dia tidak suka dengan kucing (gue dong nih?). Maka, akan lebih baik jika ajak diskusi dan minta persetujuan si dia dulu sebelum mengambil keputusan untuk mengadopsi dan memelihara kucing di rumah. Meski itu kucing mahal sekalipun.

(*catatan: tadinya aku mau ngambil contoh poligami nih. Mumpung lagi booming bahasannya. Hahaha... jadi sebelum mengambil keputusan untuk membawa istri baru ke rumah, coba bicarakan dulu dengan istrimu, diskusikan dulu tentang rencanamu jika ingin berpoligami.  Tuh. Kayak gitu tuh tadinya aku mau nulis contoh untuk poin kedua ini. Tapi setelah dipikir-pikir, nggak jadi aja deh. Terlalu sensitif ya topiknya. Jadi, aku ganti tentang keinginan untuk memelihara kucing deh).

3. Beri Perhiasan yang Indah, agar keburukannya tertutupi

Bukan bermaksud untuk mengajak ke arah konsumerisme atau perilaku hedon atau pemborosan sih. Tapi, keburukan memang bisa ditutupi  dengan keindahan perhiasan yang membungkusnya.

Seperti kulit yang mulus, tubuh yang wangi, pakaian yang enak dilihat, kalimat yang tertutur dengan cerdas, buah pikir yang luar biasa menginpirasi, dan sebagainya. Semua itu, bisa diraih dengan cara diraih melalui usaha. Jadi tidak didapat dari lahir.

Ada banyak orang yang secara fisik tidak bisa disebut indah, tapi karena tutur kalimatnya teratur dan mencerdaskan, kita tidak lagi melihat pada fisiknya. Yang kita dengar adalah kalimat yang keluar dari mulutnya.

Atau ada wanita yang sama sekali tidak cantik. Tapi, dia bersih, wangi dan sikapnya hangat. Dengan demikian, kita betah berlama-lama berada di dekatnya. Tidak peduli lagi bahwa dia sama sekali tidak cantik.

Itu sebabnya, Rasulullah SAW bersabda:
”Seluruh dunia ini adalah perhiasan dan perhiasan terbaik di dunia ini adalah wanita yang sholehah.” (HR. an-Nasa’I dan Ahmad)

4. Selalu mengingat kebaikan yang sudah dilakukannya.

Yang namanya hidup, pasti ada susah dan senangnya. Tidak mungkin senang terus atau susah terus. Jika sedang bertemu dengan sisi susah, mari ingat semua kebaikan pasangan kita. Dan ketika sedang bertemu dengan sisi senang, rekam semua kebaikan yang terjadi saat itu dalam ingatan kita baik-baik.

Jika perlu tulis agar bisa teringat selalu. Buat status saja kalau perlu. Atau buat tulisan di blogpost. Biar bisa dibaca-baca lagi jika hati sedang tidak enak.
Atau foto agar terekam dalam gambar.

Itu sebabnya, di semua akun media sosialku juga di buku-buku harian pribadiku, aku selalu menulis hal-hal positif saja. Aku amat menghindari menulis sesuatu yang negatif. Kenapa? Karena semua tulisan yang negatif itu jika suatu waktu terbaca lagi, bisa menimbulkan luka hati yang telah lalu. Bukan hanya luka hati di dalam diri kita, tapi juga luka hati di dalam diri orang lain yang tanpa sengaja membacanya.

Dan percaya padaku, perlu usaha super kerja keras untuk bisa menahan diri agar tidak mencurahkan isi hati yang sedang tidak enak di media sosial itu. Duh. Secara aku melihat banyak teman-teman yang dengan santai curhat di statusnya, aku kan jadi pingin ya. Tergoda untuk melakukannya juga. Jadi... setengah maksa diri agar tidak ikut-ikutan trend yang dilakukan oleh lingkungan itu... susah jendral!

Susah bingit.

5. Mari Berkelakar saja, lupakan kejadian buruknya

Kalau dipikir-pikir, daripada kita mikirin terus sisi nggak enaknya pasangan kita, mungkin ada baiknya kita ambil sisi enaknya saja deh.

Masyarakat Indonesia itu, sebenarnya punya satu karakter yang sudah membudaya dan merupakan salah satu mekanisme masyarakat itu sendiri untuk keluar dari kepenatan hidup dan kerasnya tuntutan hidup sehari-hari. Apakah karakter itu? Yaitu berkelakar.

Seni berkelakar pada tiap-tiap daerah itu banyak loh. Seperti budaya Kelakar Betok di Palembang, Atau Nge-Bodor di Jawa Barat, Atau Nge-Lenong di Betawi. Jadi, sebuah kondisi tidak enak, lalu dirubah menjadi sebuah guyon yang bisa menghadirkan tawa.

Ini amat efektif untuk mengusir rasa kesal, atau bosan, atau bete, atau galau. Hati pun jadi riang. Habis mau gimana lagi? Daripada dipikirin jadi runyam, mending dibuat guyon saja deh biar semua orang jadi tertawa dan aura negatif pun hilang pergi.

Seperti kemarin nih. Setelah berminggu-minggu kesal karena badan kok ya nggak langsing-langsing, ya sudah deh. Nggak usah dipikirin. Jadiin guyon saja. Ini aku abadikan di akun instagramku.




34 komentar:

  1. Ah terimakasih sdh di ingetin.. rasa syukur itu yg kdg di lupakan..

    BalasHapus
  2. Suka sama mengingat kebaikan nya , kalau yang dinget yang buruk2 bikin hemm ngelus dodo yaa mak ade :D

    btw case nya lucuk bingitt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... ini juga PR buatku utk selalu mengingat kebaikan sahabat dan pasangan dan keluargaku

      Hapus
  3. Mbak Ade terimakasih sudah mengingatkan :)

    BalasHapus
  4. Aku type yang selalu berjuang menahan diri sih mak, semoga selalu bisa jadi pendukung menjalin hubungan yang baik dengan siapa pun ^_^

    BalasHapus
  5. Ahhh tulisanny mantep neh mak. Terima kasih mak sudah diingatkan.

    BalasHapus
  6. wah..dapat banyak ilmu nih. Makasih udah diingetin ya, mba' Ade cantiik.. :)

    BalasHapus
  7. Makasih ya mak udah diingatkan. Kadang memang susah banget buat berpikir positif tapi ya harus tetap bisa dan diusahakan.

    BalasHapus
  8. dulu sih pas msh jaman nyari pasangan, yg diliat udh jelas casing luar mba ;p. Tp lama kelamaan, casing luar aja yg bgs, tp kalo dalamannya bobrok, ga bertahan juga sih hubungan :D sjk itu jg, aku jd mentingin isi dlm drpd tampilan luar ... Tp tetep sih casing luar ptg, utk memperbagus keturunan hahaha :D

    BalasHapus
  9. banyak tips okay yang bisa diaplikasikan dari postingn keren ini :)

    BalasHapus
  10. berpikiran positif menghasilkan aura positif. Biasanya juga bisa menular ke sekeliling :)

    BalasHapus
  11. Ada temanku yang terburu-buru menikah dengan taaruf, dan dia tidak sempat melihat wajah calon istrinya. Ternyata dia kecewa. Namun apa boleh buat sudah terjadi dan tidak mungkin menceraikannya.

    BalasHapus
  12. Suka sama foto terakhir mak, jadi kaya selebgram lagi ngendors hehe

    BalasHapus
  13. sip mak Ade, memang begitulah adanya yang harus kita kerjakan.

    BalasHapus
  14. Wuih, ngenaaa banget. Waktu masih jaman2 jahiliyah dulu (ish) saya tipe orang yang suka liat casingnya tanpa peduli isi casingnya (kalo nyari pacar).

    BalasHapus
  15. Casingnya lucu deh, Mbak hehehehe. Sejjak kenal mbak Ade di sosmmed dan ketemuan, kesan aku selalu sama. Cantik luar dalam (beneran lho ini).Asik dan seru. Apa sih rahasia cantiknya, mbak? hehehehe...Iya, nih aku juga berusaha nahan diri buat koar-koar di sosmed. Suka mikir dulu, kira-kira bakal nyinggung orang lain apa enggak. Mudah-mudahan gitu, :)

    BalasHapus
  16. saya juga lagi belajar menulis yg baik2 aja mba Ade, sekalian memotivasi diri biar baik2..terus terang kadang status yg kurang baik bissa menular ke dii kita juga kan..makanya saya kadang buka medsos utk share tulisan baca status bentar aja...

    BalasHapus
  17. Aku suka sekali baca cerita mbak Ade yang sama pak Bandi. Rasanya bahagia sekali gitu.
    Bener banget nih, memang lebih baik banyak mengingat kebaikannya, kalau ingat- ingat buruknya nanti jadi energi negatif.

    BalasHapus
  18. Yes, tidak menulis hal2 negatif membantu banget ya mba utk menyebarkan energi positif ke diri kita sendiri. Thanks for reminding mbaksayyyyy....

    BalasHapus
  19. kuncinya bersyukur, nerimo

    BalasHapus
  20. cocok.. mari berkelakar aja, ketawa tiwi bareng tanpa menyakiti

    BalasHapus
  21. *noted*... makasih atas tulisannya mbak. utk saya yang masih sering lupa bersyukur, tulisan ini ngena banget.

    BalasHapus
  22. subhanallah, saya akan ingat tipsnya. sangat bermanfaat

    BalasHapus
  23. Berpikir positif dan menulis yang positif. Saya setuju skali yang ini mbak
    Salam kenal

    BalasHapus
  24. Banyak cara untuk bersyukur ya mbak. Nggak ada alasan lagi untuk mengeluh terus, apalagi mengeluhkan suami :)

    BalasHapus
  25. Makasih sharing dan remindingnya ya, Mbak. :)

    BalasHapus
  26. Mbak Ade, makasih banyak ya atas sharingnya dan tulisannya membuatku untuk belajr lebih dan lebih lagi dalam pernikahan. Belajar enggak kudu di sekolah atau universitas ya, yang kek gini kagak ada, itulah dunia, ada teman yang selalu menunjukan hal-hal yang harus kupelajari.

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...