Langsung ke konten utama

Kenapa Rumput Tetangga Terlihat Lebih Hijau Dari Rumput Sendiri?

[Pernikahan] Hal yang menarik dari sebuah kehidupan itu adalah, apa yang dianggap menarik pasti memiliki sifat tidak abadi.

Sebut saja kecantikan. Pasti suatu saat akan berkurang cantiknya. 
Bahkan. aku pernah nih. Datang ke suasana berkabung seseorang. Si Suami amat mencintai istrinya. Dia tidak rela jika jasad istrinya yang sudah meninggal itu rusak karena kematian yang dialami istrinya. Maka, jasadnya itu pun diformalinnya.

Semasa hidup, si istri ini memang cantik. Sedap dipandang, meladeni suaminya dengan baik dan sebagainya sehingga membuat cinta suami bertambah. Jadi, dengan dibalsem itu suami berharap bisa tetap menatap istrinya dengan penuh cinta. Dan terus mengaguminya dengan penuh rindu.
Tapi... ternyata formalin itu malah membuat kecantikan istrinya membeku kaku. Kulit jasad istrinya jadi membiru. Permukaan kulitnya keras dan tidak lagi empuk. Dan bau formalin itu sangit sekali. Mengganggu mereka yang datang untuk mengucapkan bela sungkawa.
(*menurutku sih, jadi menakutkan malah. Tapi, tentu saja aku tidak mengatakan ini pada siapapun saat itu).

Artinya, ternyata, bahan kimia secanggih apapun bahkan tidak mampu mengawetkan sesuatu yang ingin kita awetkan 

(FYI: hehehe.. kelanjutan kisah pasangan suami istri di atas biar pada nggak penasaran: sebulan kemudian, si suami meninggal dunia menyusul istrinya karena sakit rindu. Setiap hari dia merindukan istrinya terus, akhirnya sebulan kemudian jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Innalillahi wa innailaihi rajiun. Tapi kisah ini sengaja tidak dibahas lebih lanjut di tulisan ini karena memang tidak ada hubungannya dengan kisah cintanya. Aku cuma mau bilang, bahwa kecantikan pun tidak bisa diawetkan.).

Atau kebahenolan.. pasti deh nanti juga bakalan tidak bahenol lagi.
(FYI: sampai sekarang aku masih penasaran, bahenol ini dari bahasa apa sih sebenarnya?)

Bahkan orang kaya raya sekalipun, yang setiap hari selalu berlimpah harta dan kesenangan, akan sampai di satu titik dimana dia merasa bahwa semua harta yang dimilikinya, dan semua kesenangan yang dia nikmati, terasa tidak lagi memberinya kepuasan. Dia merasa masih kurang. Dan tidak puas.

Dan semua rasa tidak puas yang hadir di dalam hati seseorang inilah yang membuat orang tersebut melakukan sebuah perubahan. Dan disinilah apa yang disebut kehidupan memiliki makna pada seseorang.

Jadi, jika  suatu saat dirimu mengalami sebuah keadaan dimana muncul sebuah pertanyaan dalam hati "Kenapa rumput tetangga terlihat lebih hijau dari rumput sendiri?" itu artinya, ada sesuatu dalam dirimu yang memerlukan perhatian dan lebih dari itu, memerlukan perubahan.

Sekarang, tahap selanjutnya adalah, bagaimana agar perubahan yang harus dilakukan itu tetap dalam bingkai kebaikan dan diridhoi oleh Allah SWT.

credit foto


Dan demikianlah apa yang terjadi dalam sebuah pernikahan. 
Jika sesuatu yang semula terasa manis, hangat, dan romantis tiba-tiba terasa biasa-biasa saja atau terasa sudah berubah 180 derajat... mungkin itu saatnya bagi kalian untuk melakukan sebuah perubahan baru yang lebih berarti dalam kehidupan pernikahan kalian. Perubahan seperti apa? Tentu saja perubahan yang masih dalam bingkai "mendapat ridho Allah SWT".

quotes ini nasehat untuk diriku sendiri
--------
#selfreminder: Kenapa rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri

Komentar

  1. Terima kasih untuk pencerahannya.

    BalasHapus
  2. Reminder buat aku juga mbak, terima kasih sharingnya di sebelah :). Aku mau cari rumput ah, dirumahkubga ada rumput

    BalasHapus
  3. Ini tulisan pasti karena curhat mbakcer xD

    BalasHapus
  4. Ketika mulai melirik rumput tetangga segera ingat Tuhan dan ingat masa2 indah bersama isteri/suami. Ingat juga kebaikan2 serta pontang-pantingnya pasangan kita membantu menyukseskan karir kita dan yang selalu mendoakan untuk kesehatan dan keselamatan kita.
    Jangan lupa pegang pundak dan tatap mata anak-anak.
    Salam hangat dari tetangga di Jombang

    BalasHapus
  5. maka dari itu memang harus menjaga pandangan supaya gak liat rumput tetangga, hehe skalian juga berbenah diri supaya lebih menarik :)

    BalasHapus
  6. pencerahan yang sangat kena di hati neh mak ;)

    BalasHapus
  7. Yaaa aku terdistraksi sama kisah cintanya. Mengharukan sehidup semati.

    BalasHapus
  8. Setujuuuuu mak.. Ayooo semangat menghijaukan rumput kita sendiri :)

    BalasHapus
  9. wew..
    kenapa lebih hijau?
    lebih segar?
    lebih ranum?
    karena manusia tidak pernah habis..
    kalau nurutin nafsu..
    met happy nanam yg ijo2 dagh mbak.. :D

    BalasHapus
  10. nonjok banget mba...iya yang penting hepi dan banyak bersyukur, ada Allah don't worry...

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…