Langsung ke konten utama

Oseng Tuna Asap yang Lezat

[Keluarga] Pekan lalu, aku sakit ceritanya. tapi, bukan sakit dadakan yang tiba-tiba tepar gitu. Lebih tepatnya, merencanakan untuk melakukan sebuah operasi.

Yang namanya operasi tentu saja perlu persiapan. Apalagi mengingat aku selama ini tidak punya asisten rumah tangga. Jadi semuanya dikerjain sendirian dibantu suami dan anak. Itu sebabnya ketika kontrol dokter karena kepala pusing-pusing, mual dan mau muntah, dokter menyarankan agar aku mendapatkan transfusi darah sebelum melakukan operasi. Padahal, di sisi lain, kedua putriku sedang bersiap-siap untuk menghadapi Ujian Tengah Semester.


Hmm. jadi, persiapan apa yang harus disiapkan sebelum masuk rumah sakit? Banyak. Salah satunya adalah menyiapkan makanan agar orang rumah tidak kesulitan mencari makanan ketika aku sedang sakit nanti. Nah.... lagi jalan-jalan di timeline Facebook, tiba-tiba aku melihat sebuah iklan dari seorang teman tentang usaha dia membuat industri makanan rumahan dengan tajuk OSENG TUNA ASAP.

Wah. Langsung aku tulis pesan ke inbox temanku ini (Namanya Fauziah Dahruj. Ini akun facebooknya jika ingin kontak dia: https://www.facebook.com/fauziyah.dahruj).

Ternyata, harganya cukup terjangkau dan bisa delivery pula ke kota-kota se-Indonesia. Jadilah aku memesan Oseng Tuna Asap tersebut. Ternyata, rasanya memang lezat loh.


LIhat, Dikudap dengan nasi merah pun dia lezat.




jadi... ikan tunanya tuh diasap. Aroma tuna asap tuh khas banget, wangi-wangi asapnya tuh yang bikin khas.

Setelah itu, ikan te rsebut disuwir-suwir lalu di-oseng dengan bumbu mirip sambal roa. Tapi, Oseng TUna Asap ini tidak seperti sambal yang dominan cabai. Lebih mirip .... sambal goreng minim cabai.

Eh... ada dua rasa sih sebenarnya, Ada pedas dan original. Aku pilih kedua rasanya, tapi ternyata setelah operasi aku nggak boleh makan pedas. huhuhuh... jadilah yang rasa pedas masih tersimpan di kulkas. Semoga setelah cek laboratorium pekan depan hasil kesehatanku bagus jadi bisa kembali makan macam-macam (*minta dilempar stetoskop dokter banget ya cita-cita ini?).

Tapi ini beneran: tulisan ini bukan iklan atau review dibayar: Oseng Tuna Asap ini lezat deh. Rekomendasi buat yang nggak sempat masak dan pingin nyetok lauk siap makan di rumah.

Komentar

  1. Wah bisa jadi alternatif lauk kalau lagi males masak nih Mbak. Harganya berapaan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 75.000 dapat setengah kilo... ditaro di dalam toples

      Hapus
  2. Lagi musim ya makanan begini, waktu itu nemu makanan namanya "Yuniknak", tapi ini kayaknya lebih menggoda :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya karena orang mulai pingin praktis.. aku tahunya baru dua sih, tuna ini sama rendang.. yuniknak apaan ya?

      Hapus
  3. dimakannya dengan nasi hangat aduhh sedapnya hehehehe

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…