badge

Senin, 16 Februari 2015

Orang Tua Terbodoh

Di awal bulan Februari 2015 lalu, ada sebuah foto yang diunggah di facebook, yang nota bene adalah media sosial untuk konsumsi publik, yang menghebohkan. Yaitu foto tentang anak balita yang disodorkan rokok oleh orang tuanya dan diberi judul "jagoan mom dan pop".



FOto ini tentu saja mendapat kecaman dari banyak pengunjung yang datang melihat foto tersebut diunggah. Alhamdulillahnya, kabarnya kasus ini sudah dilaporkan ke KPAI dan si ortu bisa diancam hukuman pidana. Entah deh bagaimana kelanjutannya.

Yang ingin aku bicarakan disini adalah komentar pembelaan dari ibu si bocah lucu ini:

"Gak diisep beneran kaleee... cm nempel aj... kl ga di trutun ngamuk anak na kepala jedotin tembol lbih bahaya."

Aku gak tahu bagaimana pola asuh yang diajarkan oleh orang tua pada bocah di atas. Tapi, dari komentar sepintas ini sepertinya si ortu tidak memberi batasan tegas apa yang boleh dan tidak boleh pada anaknya. Orang tua cenderung untuk menuruti kemauan anak guna terhindarnya situasi dimana anak sulit untuk dikendalikan.

Anak.
Dalam agama Islam, nafsu yang dimiliki oleh seseorang itu sering diidentikkan seperti anak kecil.
Mengapa nafsu, yang adalah sesuatu yang dimiliki oleh setiap manusia diidentikkan dengan sosok anak kecil?
Karena... seorang anak itu, pada dasarnya belum mengerti apa yang baik dan buruk bagi dirinya. Yang anak ketahui adalah, ada sesuatu yang bisa membuatnya gembira. Dia tidak pernah memikirkan apakah sesuatu itu berbahaya ataukah tidak. Orang dewasa lah yang mengetahui sesuatu itu berbahaya atau tidak.
Karena kondisi ini, maka seharusnya orang dewasa mengajarkan anak untuk bisa mengendalikan semua keinginannya. Karena, memang tidak semua keinginan itu harus dipenuhi. Tidak setiap hajat harus dilunasi.
Ketika ada sebuah kondisi, dimana semua keinginan seorang anak selalu dipenuhi, maka anak akan merasa bahwa tidak ada lagi yang tidak bisa dia dapatkan. Akibatnya, dia pun akan memandang dirinya sebagai satu-satunya yang memiliki kekuasaan untuk mengendalikan orang dewasa yang ada di sekitarnya. Akibatnya, orang dewasa tidak bisa lagi mengendalikan si anak.
Lebih lanjut, si anaklah yang menjadi tuan dan orang dewasa (yang seharusnya punya akal dan pengalaman yang lebih) menjadi budaknya yang bisa disuruh melakukan apa saja.

Demikianlah nafsu itu.

Ketika sebersit nafsu dituruti, maka nafsu akan menuntut pada keinginan yang sedikit demi sedikit naik tingkatannya. Dan ketika manusia tidak dapat lagi mengendalikan nafsunya, maka dirinya sudah diperbudak oleh nafsunya sendiri.

Yang terjadi kemudian adalah mala petaka.
Baik mala petaka bagi dirinya maupun mala petaka bagi orang lain.

Nah... dalam kasus komentar si orang tua dari bocah yang bermain-main dengan puntung rokok yang menyala tersebut pun demikian.

"Gak diisep beneran kaleee... cm nempel aj... kl ga di trutun ngamuk anak na kepala jedotin tembol lbih bahaya."
Tanpa diketahui oleh si ibu (yang dengan cara modern menyebut dirinya "MOM"), sebenarnya, si bocah sudah menguncinya untuk diarahkan menjadi orang tua     terbodoh bagi si anak. Yaitu, orang tua yang hanya menjadi budak bagi anaknya saja.

Ugh.
Naudzubillah min dzaliik.

24 komentar:

  1. Miris bangeet ya mbak melihat caranya mendidik anak, memang seharusnya orangtua yang memegang kendali anak, bukan sebaliknya. Semoga anak-anak kita selalu diberikan rahmat.

    BalasHapus
  2. Ponakanku kalo minta aneh2 dan mnurut emaknya gak pantes, ya dilarang, mau nangis ya wis, dipeluk aja dianya

    miris liat batita gitu

    BalasHapus
  3. Naudzubillah...

    Aku ikut gemas membaca foto dan fb itu mak, masya allah :(

    BalasHapus
  4. ada apa dengan si ibu itu ya? komentarnya lempeng banget***apa enggak ngerti bahaya ke depan akibat membiarkan apa yang diminta anaknya diturutin????

    BalasHapus
  5. Pola asuh nya yg salah nich, masak anak kecil jedotin pala di tembok kan juga pasti ada sebabnya :-(

    BalasHapus
  6. hhhftttt....... segitunyaortunya.., paling si mom ngerokok depan anaknya...

    BalasHapus
  7. setelah kemaren2 saya nge kepo ya mak, saya baru tau itu anak ke 3 dari pernikahannya yang ke dua atau ketiga (?), doi punya fb yang satunya lagi. anak pertamannya cowok juga tapi blesteran gitu. diuhhh kepo banget kan saya. habis kesel juga liat anak kok di perlakukan seperti itu. dan ternyata dia itu ibu muda. sering melakukan suicide atau menyayat pergelangan tangannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hah? ciyus? aku juga kepo tapi gak ketemu fbnya.. untungnya sempat nyimpen skriin shut ini... hehehhe... katanya fb yang di atas udah diapus... ih.. dirimu termasuk gerilya juga deh bisa ketemu fb aslinya....berarti dia emang parah juga ya... pendek gitu sih pikirannya kalo sering melakukan suicide dengan menyayat pergelangan tangan

      Hapus
  8. Contoh orang tua yang belum siap mendidik anak sepertinya tuh Mbak.

    BalasHapus
  9. Sayang ya mak Ade, klo ortunya malah ngebiarin anaknya ngerokok dr pd terhindar dr jedotin kepala ke tembok. Pdhl masih ada cara lain :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. tuh kan aneh kan? anak mah emang bakalan ngelakuin apa aja buat dapat sesuatu yagn mereka inginkan

      Hapus
  10. Kemungkinan besar ortunya memang ngerokok dan gak tau bahaya rokok (menganggap rokok sebagai makanan sehari2). Jd woles aja anaknya ngerokok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya sih gitu ... mungkin pas dia ngerokok anaknya liat jadi diajarin deh dikit-dikit... tapi tetp... aku ngarep ortunya dihukum gitu

      Hapus
  11. gak malu ya ortunya upload foto seperti ini

    BalasHapus
  12. terima kasih blognya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  13. saya juga dapet foto ini dari forum wasap. duh, serem sekali kalo ibunya ngajari yg gak bener dan setelah saya kepo, ibunya gak bener pula :(

    BalasHapus
  14. Duh.. miris banget liat foto itu.. ngelus dada.. semoga kita semua bisa menuntun anak-anak kita menjadi anak-anak yang shalih-shalihah.. hiks.. *sedih banget*

    BalasHapus
  15. Orang tua apa kaya gitu, balita ko udah di ajarin ngisap rokok #miris

    BalasHapus
  16. Sedih lihat yg demikian...
    Ayo para orangtua.. makin banyak belajar, agar orangtua bisa mengarahkan anak-anak pada kebaikan.
    Bukankah semua orangtua tidak ingin anaknya celaka sedikit pun, baik di dunia dan di akhirat?
    Semoga kita semua bisa jadi orangtua yang benar, aamiin yaa robbal alamiiin

    BalasHapus
  17. Mungkin aja kak,mamanya ini depresi gitu,atau gangguan jiwa?

    BalasHapus
  18. wahhh kalo soal orang tua aku gk mau ikut2aN DEH :3

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...