Langsung ke konten utama

Cinta itu Sederhana

Seorang teman bertanya padaku, mengapa aku bisa terlihat selalu romantis bersama suami.
Hmm...
Aku bingung mau jawab apa.
Apa iya aku dan suami seperti itu?
Sebenarnya, aku tidak tahu romantis yang temanku maksud itu apa. Hanya saja, dalam kehidupan rumah tanggaku, kami menjalankan sebuah hubungan yang amat sederhana.
Sederhana dalam arti, tidak menuntut sesuatu yang sulit untuk didapat dan berusaha (keras) untuk mensyukuri apa yang diperoleh.
Bahkan meski yang diperoleh itu adalah hal-hal yang amat sederhana.
Bukankah cinta memang selalu tumbuh dari hal-hal yang bersifat sederhana?

Seperti yang aku tulis di status facebookku tahun 2012 silam berikut ini:



Komentar

  1. Jangankan sebungkus sate, mak.. Lhaa wong aku dibeliin cilokk 2000 peraakk ajaa aku dah terharuuuu

    BalasHapus
  2. So sweet umi,,,,

    wahh,, jadi ngiri... (edisi jomblo) heheh

    salam kenal mi

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. soosweet banget kak ini emang hehe salam kenal ^^
      Docomox

      Hapus
  4. Cie, so sweetnya mbak :")
    Semoga hanya ajal yang memisahkan ya mbak :")

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. sama sama saya juga ikut terimakash nih :)

      Hapus
  6. Mbak perhatian-perhatian kecil yang seperti itu ya yang kadang membuat hubungan antara suami istri semakin harmonis. Perempuan kerap meleleh hatinya dengan perhatian kecil yang sebenarnya berdampak manfaat yang besar.

    BalasHapus
  7. terima kasih artikelnya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  8. Romantisnya, Mak.
    Semua suami sebenarnya punya sisi romantis masing-masing. Hanya saja, takarannya kadang berbeda. Dan berbeda pula kita menyikapinya harusnya :)

    BalasHapus
  9. terima kasih infonya sangat menarik thanks

    BalasHapus
  10. terima kasih infonya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  11. dan sebenarnya cinta memang tidak sesederhana itu ya, mba ? bth sama2 berjuang untuk ke harmonisan itu

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…