Langsung ke konten utama

Barang Bekas Untuk Calon Adik

[Parenting] Punya tiga orang anak dimana jarak usia di antara mereka terentang cukup jauh itu... seru-seru gimana gitu.
Bayangkan saja.
Ketika kita sudah merasa lupa bagaimana rasanya mengasuh anak kecil, eh... kita punya anak lagi. Lalu mulai belajar lagi sebagaimana pasangan muda yang baru punya anak.
hehehe
seru kan.

Nah.. itulah yang terjadi padaku.
Eh... sebenarnya jarak antara satu anak ke anak yang lain itu tidak terlalu jauh-jauh amat sih. Masing-masing berjarak kurang lebih 6 tahun.
Artinya, yang namanya nyimpen baju-baju bekas buat adiknya, atau mainan-mainan bekas buat adiknya itu ya... jarang ada. Artinya, ya harus beli baru lagi. Dan itulah serunya.


Kenapa seru? Karena kita kan gak tahu kapan si adik bakalan lahir dan jenis kelaminnya apa? Semua asli masih rahasia Ilahi. Jadi... kalau mau nyimpen sesuatu yang diperuntukkan untuk anak cowok, nanti kalau adiknya cewek gimana? Atau sebaliknya.

Jalan keluar yang paling aman sih ya nyimpen beberapa barang buat "calon adik" yang bersifat universal. Jadi, apapun jenis kelamin yang hadir nanti barang itu tetap bisa dipakai. Tapi, bukan berarti semua benda yang bersifat universal bisa digunakan loh.

Nah.. ini beberapa list barang yang aku maksud.

 BARANG-BARANG BEKAS KAKAK YANG BISA DIPAKAI OLEH ADIKNYA (dengan catatan, apapun jenis kelamin adiknya nanti benda-benda ini masih bisa digunakan):

1. Stroller bayi (ini catatan khusus dari pengalamanku. Jangan memilih stroller atau dorongan bayi yang bersifat sementara saja. Plih yang bisa dipakai hingga tahan lama.

Beberapa dorongan bayi yang (menurutku sih ya) sebaiknya dihindari itu adalah:



a. Dorongan bayi yang cuma bisa bawa bayi dalam posisi tidur atau rebahan saja. Bentuknya biasanya besar. Memang sih, dorongan ini nyaman banget buat bayi baru lahir. Tapi, bayi kan tiduran terus itu cuma untuk 5 bulan pertama saja. Setelah lewat 5 bulan, dia akan belajar duduk dan senang melihat pemandangan sekitar jadi lebih suka jika posisinya didudukkan. Nah... dorongan model gini bakalan gak terpakai deh. Sayang kan?
b. Dorongan bayi yang dibeli bekas di toko barang bekas. Eh... ini pengalaman pribadi ceritaya. Karena ingin berhemat, aku pernah membeli dorongan bayi bekas di Pasar Rumput-Jakarta Selatan. Disana memang banyak sekali dipajang dorongan bayi bekas.
Tahu gak. Ternyata, disana banyak dijual barang-barang refurbish. Artinya, asalnya itu sebenarnya adalah dorongan bayi yang sudah "dibuang" oleh pemiliknya karena sudah tidak layak pakai. Nah... oleh para pedagang di Pasar Rumput ini, dorongan itu diperbaiki sekedarnya lalu bekas reparasinya ditutup dengan cat atau stiker. Orang awam seperti aku tentu saja tidak bisa menemukan keanehannya. Cuma... dua bulan kemudian, tiba-tiba dorongan bayi itu ambrul.... duh. Sebel banget deh.
c. Dorongan bayi yang susah ditutup dan dibukanya. Jika inigin membeli dorongan bayi, selalu coba dulu apakah kalian mengalami kesulitan untuk menutup dan membukanya.
Kenapa? Karena, jika sedang bepergian dengan bayi nanti.... maka, suami pegang si bayi, maka tidak ada lagi yang membantu kalian untuk membuka dan menutup dorongan bayi. Jadi, jika kalian tidak bisa menutup atau membuka dorongan bayi dengan tangan kalian sendiri (tanpa bantuan orang lain maksudnya), maka lebih baik tidak usah membeli model dorongan bayi tersebut. Bahkan meski dorongan bayi itu lucuuuu banget bentuknya.

2. Selimut bayi (nahh... makanya jika beli selimut pililh yang warnanya netral.. jangan mentang-mentang babynya cowok lalu selalu pilih warna biru. Aku sendiri terbiasa untuk memilih warna putih, kuning, hijau. Hmm... idenya artis Deddy Cobuzer untuk mendandani anaknya dengan warna kostum hitam juga bisa ditiru tuh. Kan Hitam warna netral juga).

3. Perlengkapan tidur bayi. (seperti bantal, guling, sprei, dan kasur. Eh.... jangan lupa juga dengan sprei waterproof dan perlak. Meski kakak sudah besar, jika memang berencana ingin hamil lagi, barang-barang ini masih bisa dipakai loh).

Nah... ini cara agar mereka tidak berubah bentuk:

Buka sarungnya, dipisahkan, lalu cuci semua. Setelah dicuci bersih, dijemur hingga benar-benar kering. Setelah kering, disetrika lalu dimasukkan ke dalam kantong plastik besar. Beri kapur barus anti ngengat lalu ikat kantong plastiknya. Divakum lebih baik agar lipatannya bisa tipis dan mudah disimpan di lemari serta tidak memakan tempat.

Yap. Itulah pengalamanku dalam memberi perlakuan pada barang-barang bekas untuk calon adik.

Komentar

  1. Membantu banget mbak :) walaupun aku belum menikah, tapi ini bisa aku jadiin tips in advance. hehe nice tips ^^

    BalasHapus
  2. alhamdulillah jika tulisan ini membantu

    BalasHapus
  3. Wiiih ngeri ya ada barang refurbish gitu.
    Btw kalau punya anak nanti, mau koleksi barang bayi dengan warna maroon aja, pas sama favoritku *niat banget, ya biar pas sama selera emaknya*

    BalasHapus
  4. kalau ada cukup ruang penyimpanan di rumah nnggak masalah ya, mbak

    BalasHapus
  5. Udah dilungsurin ke anak nya adek ipar mak. Stroler, box bayi. Kalau selimut masih, sm itu tuh, clodi, ya clodi mak, tfs y mak ade, slm kenal :)

    BalasHapus
  6. Pernah punya stroller/dorongan bayi yang gede dan bisa dipakai ayunan, jadi kalau kemana2 susah dibawa+susah melipat-menutupnya dan penyimpanan nya juga susah. Akhirnya setelah anak berumur satu tahun, stroller itupun dijual.

    BalasHapus
  7. Alvin juga dapat barang turunan dari Pascal

    BalasHapus
  8. terima kasih blog yang menarik untuk di ikuti

    BalasHapus
  9. keren bangat infonya sangtat bermanfaat

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…