badge

Rabu, 15 Januari 2014

OVEN atau MICROWAVE?

Berawal dari statusnya Miss Rochma di Facebook ceritanya. Dia mempertanyakan, mana yang harus dibeli di antara dua pilihan: Oven atau Microwave? Dan aku gatel buat nulis komentar panjang kali lebar kali tinggi, jadi, aku buat saja deh tulisan ini.




Menurutku, kedua benda ini beda banget hasil yang bakal didapat meski keduanya sama-sama mengklaim memiliki kapasitas yang sama. Aku punya keduanya di rumah. Menurutku, perbedaannya mereka berdua adalah:

1. Microwave:

Kelebihannya:
a. Dia bisa menghasilkan makanan yang bebas dari minyak.
Jadi, kalau mau goreng kerupuk tapi khawatir takut kena kolesterol, maka microwave bisa digunakan. Kelemahannya adalah, hasil gorengan tidak bisa segaring jika kita mencemplungkannya ke minyak goreng di atas wajan. Dan, jika itu kerupuk ikan, maka bau ikannya tertahan; tidak menguar sebagaimana jika kita menggorengnya di atas wajan. Jadi, agak sedikit amis gitu deh.

b. Dia juga bisa menopang gara hidup serba praktis.
Jadi, pagi-pagi di saat segala sesuatunya harus dilakukan serba cepat (terutama buat aku yang tidak punya ART alias pembantu rumah tangga), maka microwave adalah sahabat yang bisa dipercaya. Tinggal tuang susu di dalam gelas, lalu setel waktunya selama 45 menit maka susu suam-suam kuku siap diminum. Kebetulan putri bungsuku alergi makanan atau minuman dingin. Jadi, microwave amat sangat membantu.
Sedangkan buat makanan, kita tinggal masukkan makanan yang semalaman ada di dalam kulkas dan setel waktunya menjadi 2 menit, maka makanan itu pun hangat dan siap disantap. Praktik bukan?

c. Microwave juga lebih bikin kita lebih hemat gas.
Bayangkan jika sedikit-sedikit harus menghangatkan makanan di atas kompor, tentu saja gas akan lebih cepat habis. Padahal cukup dengan beberapa menit atau detik makanan yang sama bisa sama hangatnya dengan bantuan Microwave.
Di rumah, karena aku tandem komporku dengan microwave maka pemakaian gas di rumahku, tabung 12 kg itu bisa dipakai hingga 2,5 bulan.

Kekurangannya:

a. Dia memakai listrik yang cukup banyak.
Sekarang memang banyak yang mengklaim microwave dengan daya pemakaian yang kecil. Tapi, itu sebenarnya tidak terlalu pengaruh. Karena semakin kecil daya pemakaian listriknya maka akibatnya waktu memasaknya jadi semakin lama. Dan sebaliknya, jika daya pemakaian listriknya besar maka waktu pemanasannya jadi semakin cepat.
Tapi, tetap pilih yang lebih hemat listrik sih. Karna selisihnya cuma dua kali lipat juga kok. Nah, dua kali lipat disini, tidak lama. Karena proses pemasakan makanan di microwave itu memang jauh lebih cepat ketimbang pemanasan dengan kompor biasa.
Seperti memasak sop, jika di kompor bisa 15 menit sampai dia mendidih, maka di microwave cukup setel di waktu 5 menit saja. Dia sudah menggelegak dalam waktu segitu.

b. Tidak bisa menghasilkan kulit luar makanan yang garing dan krenyes-krenyes. Yap. Itu kelemahan dari microwave. Hasil makanan yang dia hasilkan selalu "medium atau half" saja. Jika pun waktu  masaknya kita lamain pun malah menghasilkan makanan yang keras karena terlalu kering akibat seluruh uap airnya yang menguap.

c. Tidak bisa diaduk-aduk makanannya. hahahaha... gak tahu ya, aku tuh kalau masak gak afdol rasanya kalau gak ngintip, colek dikit rasanya dah pas apa belum, terus agak dibolak balik gitu (meski itu sebenarnya tidak penting untuk dilakukan. Tapi berasa lega aja).

gambar diambil dari sini


Nah, sekarang OVEN.
Kelebihannya:

a. Untuk mereka yang hobi mencoba masakan Indonesia yang resep-resepnya banyak dipanggang, dibakar, dikeringkan, maka OVEN adalah pilihan utama. Dan di tengah-tengah proses pemasakan makanan, makanan itu bisa kita ambil, kita balik-balik, tambahin bumbu. Mantap deh.

b. Nah, lebih mantap lagi, OVEN bisa untuk membuat aneka roti dan cake yang memiliki kulit yang berwarna kecoklatan dan kering dan yummy. Apalagi jika dipakai untuk memanggang pizza, atau macaroni skotel, atau lasagna... aduhhhh.... taburan keju yang kering dan wanginya maknyus dan krenyes-krenyes itu bisa dengan mudah didapat (duh... aku sambil nulis gini sambil nelen air liur sendiri karena ngebayanginnya)

Kekurangannya:

a. Oven sering menghabiskan pemakaian gas lebih banyak ketimbang memasak dengan cara biasa (rebus atau goreng). Apalagi jika api bawah dan api atas dipakai sekaligus seperti jika kita memasak PIZZA atau ayam kodok atau ayam panggang guling (yag dimasak dengan cara berputar karena ayamnya utuh berbumbu).

b. Oven biasanya dijual dengan kompor (satu paket) dan itu artinya harganya mahal. Nah, ada sih oven yang dijual terpisah tapi tetap... harganya mahal. Lebih mahal daripada harga microwave menurutku.

c. Oven tidak bisa ditinggal pas kita sedang menggunakannya karena bagian luarnya panas, apalagi jika kita punya anak kecil. Nanti dia tanpa sengaja memegangnya. Waduh. Naudzubillah min dzaliik.

Nah.. jadi.. mau pilih mana nih, oven atau microwave?
Kalau aku sih, karena saat ini tidak punya oven jadi jelas lebih memilih oven.


gambar diambil dari sini



(kilas balik kenapa sampai gak punya oven:
"Mas.. komporku rusak. Tungkunya, dari 4 yang berfungsi kini tingga 1 yang bisa dipakai." (ceritanya ngadu ke suami sambil memasak wajah sendu sememelas mungkin)
"Ya sudah.. kamu mau beli kompor baru?" (mengangguk-angguk penuh rasa antusias seperti anggukan tupai yang ditawari kenari. Lalu, kami pun berjalan-jalan melihat-lihat harga kompor. Hmm.. ternyata mahal-mahal. Aku khawatir suamiku jadi memikirkannya terlalu berat.. nanti dia sakit gimana? Jadi, aku pun memberi solusi yang ternyata not so clever)
"Belikan aku kompor biasa saja deh mas. Toh aku juga lagi malas masak. Aku sudah punya happy call, ada microwave juga."
"Bener nih?"
"Iya bener." (dan taraaaaaa.... kompor 2 tungku itu menghiasi dapurku. Aku pun memasak dengan riang gembira lagi. Lalu mulai mencoba happy call-ku. Dan.. huhuhuh... kok macaroni scotelku hancur ya ketika aku buat dengan bantuan happy call... padahal di iklan TV yang bintangnya artis itu, lancar-lancar aja hasilnya. Terus.. ayam panggang... huhuhuh... nggak bisa coklattttt kulitnya!!!... belum lagi roti yang gak ngembang. iihh.... aku langsung tahu bahwa aku sudah jadi korban iklan itu!!! Tapi aku sabar... "ahh... jarang-jarang ini aku masak begituan."
Tapi... lama-lama, aku kok mulai kangen buat bikin lasagna... macaroni skotel... roti-roti unyil... ayam panggang padang... ayam bakar isi...wuaaaaaaaa.....)
Demikian sekilas info gak penting.

20 komentar:

  1. baca tulisan ini bkal gagal diet lagi ini mah hehehe

    saya juga pengen punya oven mbak, pengen belajar bikin kue :D

    BalasHapus
  2. Mbak ade, sebagai tambahan. Iven ada juga yg listrik mbk. Trus ada juga micriwave yg bisa juga jadi oven. Cuman kisaran harganya jauh diatas yg fungsinya microwave aja. Sejarang aky justru cuma punya oven, microwaveku kukasikan ke orang karena jarang dipakai.menuh2in tempat dirumah mungilku

    BalasHapus
  3. oven ini yang otang itu ya mak?

    BalasHapus
  4. Aku bikin Mac schotel lancar2 aja di happy call Mbak. Suka bikin malah. Yg kurang mantab di happy call Klo buat ikan bakar aja. Kurang mantabb

    BalasHapus
  5. Aku prefer oven mbak, lebih kepake gitu.... Ada microwave tapi jarang dipake, mubajir hehe... :p Trus, pernah baca di bukunya miracle of enzyme, kata si dokternya penggunaan microwave sebaiknya dibatasi, karena akan mengurangi nilai gizi sampai titik terendah. Jadi, makanan yg dibuat/dipanasi microwave gak akan bermafaat apa2 selain mengenyangkan ;)

    BalasHapus
  6. Dari dulu pengin oven tapi belum kesampaian sampai sekarang. Waktu sebelum nikah dan masih tinggal sama ortu, minta oven, eh yang datang ke rumah microwave :D

    BalasHapus
  7. kalo dah punya oven rasnya tenang,bikin apa aja bisa..hehehe..informatif sekali mbk,makasih infonya ^^

    BalasHapus
  8. Aku juga punya keduanya mbak, lebih sering dipakai microwave

    BalasHapus
  9. Kalau aku karena sering pindah, jadi yang kubawa oven listrik karena lbh bersih aja. Oven tangkring aku titipin di gudang ibuku. Sedangkan fungsi2 microwave diatas cukup dirangkap sama kompor gas. Aku juga nggak punya PRT, alhamdulillah belum repot meskipun kalau subuh selain bikin sarapan juga nyiapin bekal makan siang untuk anak2 & suami. Info penting sih menurutku itu mbak. Waktu mau beli dulu, aku juga bingung kok.

    BalasHapus
  10. makasih mbak ade sudah dibuatkan list kelebihan kekurangannya. aku jadi ngerti tentang oven sama microwave sebelum beli :)

    BalasHapus
  11. jadi, mendingan beli oven ya.

    BalasHapus
  12. Pernah lihat iklan microwave-oven, jadi berpikir antara oven dan microwave sama saja, gak tahunya beda fungsi, hihi. Makasih infonya, Mak. Pengen yang elekrik saja untuk microwave-oven, selalu was-was dengan gas. Masalahnya apakah jika memakai listrik pulsa akan lebih memboroskan daripada listrik kwh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Listrik pra bayar atau pasca bayar sama saja, tergantung pemakaiannya, untuk kwh adalah nama satuan listrik. Thx

      Hapus
  13. aku punya oven 5 hadiah doorprize semua....

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya beli aja gmn bu tp jgn mahal2 hehe

      Hapus
  14. Tapi oven juga sudah ada yang elektrik. :))

    BalasHapus
  15. hahhaha aku jadi ngiler banget punya oven mbk

    BalasHapus
  16. perbedaannya mencolok sekali,,,, klo pake masak banyak bisa pake oven microwave gak??

    BalasHapus
  17. Aku kan lg googling, cari perbedaan oven dan microwave, dapatlah tulisanmu mba. Hahaha... Pingin punya iven, hiks

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...