Langsung ke konten utama

cara mengelola twitter buat aku yang gaptek

[Sharing Day] Sejenak Menyelami Twitterland
By Sari Yulianti in Be a Writer (Files) · Edit doc
Siapa yang belum punya akun di Twitter? Hayuk tunjuk tangan? Buat yang belum punya, jangan khawatir, saya nggak akan lihat kok? Jadi nggak akan saya suruh maju ke depan kelas sambil angkat kaki dan pegang kuping *loh?




Dua tahun terakhir, rasanya Twitter sudah menjadi jejaring sosial yang tak bisa dilepaskan dari penulis. Bukan hanya blog, penulis juga agaknya perlu memiliki satu akun di jejaring sosial dengan lambang burung warna biru ini. Twitter bukan hanya menjadi ajang mengeluarkan unek2 yang ada di kepala Sang Penulis, tetapi juga menjadi media promosi blog, buku, dan sharing link lomba yang diikuti.

Dalam tulisan kali ini, saya nggak akan menulis bagaimana cara membuat akun di Twitter -karena jujur saja, hal itu mudah dilakukan, Kawanz! Sama halnya dengan membuka akun di Facebook dll-. Titik tekan pembahasan kali ini lebih ke pengenalan istilah-istilah dalam Twitterland, yang khas dari situs jejaring sosial tersebut, sehingga para penulis yang masih newbie alias pemula di Twitterland bisa sedikit mengenal dan nggak kebingungan ketika mengoperasikan Twitter miliknya.

Berikut adalah istilah2 yang umum dalam Twitter (untuk memudahkan, beberapa istilah akan dibandingkan dengan istilah yang ada di Facebook yang notabene lebih familiar):




Tweeps merupakan sebutan untuk pengguna Twitter. Istilah ini bisa berkembang seiring tingkat ke-alay-an :P. Jadi, kalo ada yang menemukan istilah tuips, jangan heran! Artinya sama aja kok! Hehe.. Tiap tweeps punya identitas (id) yang bisa diganti2 sesukanya. Tapi saran saya, konsistenlah dengan id yang dimiliki agar orang lain tidak kehilangan jejak kita. Apalagi buat yang narsis mencantumkan id-nya di biodata penulis. Nah!

Tweet bisa berarti kicauan kita di twitter. Di Facebook, tweet dikenal sebagai status. Namun, berbeda dengan status Facebook yang sekarang ini bisa sepanjang cerpen, tweet terbatas hanya 140 karakter. Buat yang sering nulis panjang kali lebar mungkin kurang nyaman dengan keterbatasan ini. Tapi kita bisa menulis ulasan, ide, cerita ke dalam beberapa tweet secara berurutan yang umumnya disebut dengan kultwit. Tweet sendiri gak harus berisi kata-kata kok. Kita bisa memasukkan link2 dari situs lain, foto, dan video.

Hashtag adalah simbol tagar (tanda pagar) yang digunakan untuk menandai suatu tema/topik yang sedang dibahas, baik dalam kultwit maupun dalam obrolan antar tweeps. Penggunaan hashtag ini bisa membantu kita dalam menelusuri topik tertentu, lomba, kuis ataupun kultwit yang terlewat. Contoh: #tipsmenulis #writer #AkuDanMizan dll. Kadangkala, hashtag hanya berupa ekspresi tweeps untuk menambah cita rasa tweet-nya #halah #pentingbanget << nah, seperti itu :D

Mention mah udah ngeti lah yaa maksudnya apa. Jadi kalo kita mau nge-tweet sesuatu dan ingin ditujukan/berkaitan dengan orang lain, maka mention-lah orang tersebut. Caranya mirip seperti ketika kita hendak men-tag/mention teman di Facebook, yaitu menuliskan tanda keong (@) di depan id teman yang ingin disebut. Mention dapat dilakukan ke siapa saja.

Following sederhananya adalah mengikuti, tepatnya mengikuti suatu akun twitter dengan harapan mendapatkan update tweet (termasuk retweet) dari mereka. Berbeda dengan Facebook yang pertemanannya bersifat mutual, Twitter lebih seperti blog (blogspot, wordpress, tumblr) yang tak mengharuskan akun yang di-follow untuk following back aka folbek. Jadi, kalo kita nggak di-folbek, jangan berkucil hati yaa manteman! Ini sah-sah aja kok di dunia maya, khususnya di Twitter.

Follower sendiri bermakna sebaliknya. Follower berarti pengikut, yaitu orang yang mengikuti setiap update-an kita. Sebagian orang menganggap memiliki banyak follower itu tandanya ia cukup eksis di jagat maya. Tapi jaman sekarang mah gampang banget buat beli follower yang isinya fake account. Sejatinya, semakin bermanfaat tweets kita, follower dengan sendirinya akan datang kok!

Timeline adalah kolom yang berisi update-an teman2 yang kita follow. Dari sana, kita bisa melakukan kegiatan retweet, reply, atau menjadikan tweet yang masuk ke dalam timeline kita sebagai favorite. Di Facebook, timeline adalah newsfeed.

Retweet (RT) semacam mengulang kembali tweet dari akun yang kita follow sehingga menjadi tweet kita. RT tak bisa dilakukan jika pemilik akun memproteksi tweet hanya untuk followernya saja.

Reply merupakan kegiatan membalas tweet orang lain. Reply tweet bisa dilakukan ke siapa saja, bahkan ke akun yang tidak kita follow selama kita masih bisa membacanya. Tiap orang memiliki gayanya sendiri untuk membalas tweet tersebut. Ada yang dengan hanya me-mention akun yang dimaksud kemudian menuliskan balasan kita, seperti:

@leylahana #okesip, mba. Makasih infonya :D

Ada juga yang menggunakan format berikut agar orang lain yang melihat tweet kita dapat mengerti apa yang sedang diperbincangkan. Seperti ini:

#okesip mba. Makasih infonya. ^^b RT “@leylahana ikut giveaway BAW yuk! Di sini: bawindonesia.blogspot.com/giveaway….”

Mau yang mana? Yang mana aja boleeeeh :D

Favorite. Nah, kalo ini maksudnya adalah menjadikan tweet kita atau akun tweeps lain sebagai tweet favorit. Semua tweet tersebut akan tersimpan di dalam daftar favorit yang ada di halaman profil kita. Menjadikan tweet sebagai favorit berguna untuk menyimpan info2, quote, atau tweet penting lainnya sehingga memudahkan kita untuk mencarinya kembali jika dibutuhkan.

List merupakan daftar akun twitter yang dapat kita kelompokkan berdasarkan alasan tertentu. Misalnya, saya membuat list group BAW yang isinya teman2 BAW. Jangan samakan grup di twitter dengan facebook. Tak ada interaksi yang bisa dilakukan setelah kita memasukkan suatu akun ke dalam list yang kita buat kecuali kita akan lebih mudah mendapatkan update info darinya. List bisa ditemukan di halaman profil kita.

Direct Message (DM) memiliki fungsi yang mirip seperti inbox di facebook, namun mengingat ini adalah fasilitas twitter, maka pesannya pun terbatas 140 karakter. DM bersifat pribadi, tidak akan masuk ke dalam timeline, dan hanya dapat dilakukan jika dua akun saling follow satu sama lain.


Beberapa istilah/hashtag yang mungkin akan kita temui di twitter:
#FF = Friday Follow (kegiatan merekomendasikan akun seseorang untuk difollow)
#NtMS = Note to MySelf (aka #IngatkanDiri)
TT = Trending Topics (topik yang lagi gress di Twitter, kalau sampai mendunia, maka disebut Worldwide Trending Topic)
Twitterland = dunia twitter. (versi alay: cwidderland :P)

apalagi yaa??

Fyuuu~h
Udah 4 halaman A4 euy!. Dicukupkan dulu aja yaa.. Sebenernya masih ada banyak hal yang bisa dibahas dari Twitterland ini. Salah satunya tentang bagaimana memanfaatkan twitter untuk keperluan syarat kuis. Jadi, kalau setelah membaca tulisan ini masih didera kebingungan, tersesat di Twitter dan tak tahu arah jalan pulang #eh, sila tulis aja di kolom komentar yaa. Moga lain waktu bisa ditambahkan lagi di dokumen.

NB: Gambar menyusul yaa coz daritadi gagal upload terus kalo pake gambar ^^a
.

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…