Langsung ke konten utama

TIPS BERANTEM SEHAT

ARTIKEL CANTIK DARI MBAK AMINAH MUSTARI DI NOTES FACEBOOKNYA.

Pertengkaran merupakan hal wajar bagi tiap pasangan. Dua orang berbeda pendapat itu biasa. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana Anda dan pasangan melewati proses tersebut dan kembali menjalani hubungan.

Bertengkar dengan pasangan tidak harus selalu berakhir buruk. Banyak cara yang bisa Anda lakukan agar hubungan kembali hangat setelah pertengkaran terjadi.

Hal-hal yang perlu diingat saat kita bertengkar dengan pasangan:
Pertengkaran hanyalah salah satu warna dalam hidup. Ingatlah masih banyak warna dalam hidup Anda. Jangan sampai satu masalah yang memicu pertengkaran Anda menghapus warna lain yang lebih indah.



Semua akan baik-baik dan berjalan seperti sedia kala. Jangan terus-terusan menjadi Miss/ Mr. Lebaaaayyy.
Jika ada satu masalah yang memicu pertengkaran, jangan dibuat melebar ke masalah lainnya.Keep focus!
Berhati-hatilah dalam membuat pernyatan. Bila Anda sedang marah, sebaiknya tenangkan diri dulu. Jangan berbicara ketika Anda sedang marah.
Bagi para istri, ingatlah bahwa laki-laki punya harga diri yang tinggi. Di Timur, secara budaya, laki-laki sering dalam posisi superior. Mengalah dan menahan diri meskipun kit benar bukan berarti kalah, tetapi menjadi kekuatan bagi Anda untuk membuat strategi win win solution.
Berikut 22 kalimat yang bisa Anda ungkapkan saat membicarakan masalahnya dengan pasangan, untuk menenangkan emosi. Katakan saja salah satu dari kalimat berikut saat bertengkar dengan pasangan untuk menenangkan situasi dan menghangatkan hubungan kembali. Sebagian dari majalah SHINE, tapi beberapa saya tambahkan sendiri. Tips komunikasi yang sehat di saat kepala dan hati panasss.
Cobalah mengerti sudut pandangku
Kamu tidak harus menyelesaikannya, aku hanya perlu seseorang untuk bicara.
Ini sangat penting untukku, tolong dengarkan.
Maaf, aku bereaksi berlebihan.
Aku melihatmu dalam posisi yang sulit.
Aku tidak berpikir seperti itu sebelumnya.
Aku bisa saja salah.
Kita bisa setuju atau tidak setuju dalam hal ini.
Ini bukan hanya masalah kamu, tapi masalah kita.
Aku merasa tidak dihargai.
Kita sudah keluar dari masalah utama.
Kamu telah meyakinkanku.
Tolong, tetaplah berbicara denganku.
Aku sadar ini bukan kesalahanmu.
Semuanya terkadang terlihat salah.
Aku juga membuat masalah makin besar.
Aku tidak ingin berdebat, aku hanya perlu didengarkan.
Bagaimana caranya agar aku bisa membuat keadaan jadi lebih baik?
Maaf.
Aku menyesal.
Apa pun yang terjadi, aku selalu sayang kamu.
Uhuyy ... prikitiiieww!

Komentar

  1. hihihihi...untung aku selalu punya kata2 itu saat berantem.hasilnya, memang!
    kekasihku ini tetep sayaaaaang bgt dgku,halah :p

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…