Betapa Pentingnya Memahami Al Quran (menurut Nouman Ali Khan)

[Lifestyle]  Aku mendapat link Youtube bagus nih buat belajar tentang betapa pentingnya memahami Al Quran menurut Nouman Ali Khan.

ustad Nouman Ali Khan (credit foto: google)


 Apakah kalian sudah mengetahui siapa itu Nouman Ali Khan? Jujur saja, aku mengetahui tentang sosok ulama satu ini dari anak sulungku dan menantuku. Jadi, sepertinya kaum milenial punya idola tokoh ulama islam tersendiri ya. Jadi, jika kalian bertanya siapa itu Nouman Ali Khan dari kakek nenek atau orang tua kalian yang sudah berusia di atas 55 tahun. kemungkinan besar mereka tidak tahu siapa itu Nouman Ali Khan. Tapi, jika kalian bertanya pada generasi milenial, maka sebagian dari mereka umumnya mengetahui siapa itu tokoh ulama Nouman Ali Khan. 

Mengapa Anak-anak Suka Bermain?

 [Parenting] Kalian tahu tidak perbedaan orang dewasa dan anak-anak? Yap, jawabannya orang dewasa cenderung untuk bersikap serius sementara anak-anak cenderung untuk bersikap main-main saja. Seperti syair yang ada di lagu pembuka  serial Crayon Sinchan:

Seluruh kota merupakan tempat bermain yang asyik
Oh senangnya aku senang sekali

Kalau begini akupun jadi sibuk
Berusaha mengejar-ngejar dia
Matahari menyinari semua perasaan cinta
Tapi mengapa hanya aku yang dimarahi

Di musim panas merupakan hari bermain gembira
Sang gajah terkena flu pilek tiada henti-hentinya
Sang beruang tidur dan tak ada yang berani ganggu dia
Oh sibuknya aku sibuk sekali

si crayon sinchan, yang khas dari Sinchan itu alisnya tebel banget


Kurang lebih, memang demikianlah dunia di mata semua anak-anak. Seluruh tempat yang mereka lihat adalah tempat bermain yang asyik. Apa saja jadi sebuah imajinasi tersendiri dalam pikiran mereka dan ujung-ujungnya jadi tempat bermain. 

Tapi, kenapa sih kok anak-anak suka bermain? 

Tanda-Tanda Kesuksesan Tadabbur Al Quran

 [REVIEW BUKU

Prolog dari aku. 

Aku ingat doaku ketika naik haji di tahun 2018 silam. Doa yang setiap hari, bahkan setiap shalat dan setiap berdoa aku panjatkan di tanah suci. Aku berdoa, agar diriku, diri anak-anakku, dan suamiku serta keturunanku, dimudahkan untuk bisa belajar dan mencintai Al Quran.

Waktu itu, rasanya tumbuh sebuah kesadaran bahwa pegangan hidup yang paling pasti itu cuma satu, AL Quran saja. Tidak ada yang lain. Dan kondisi sebenarnya, aku dan anak-anak, hanya berinteraksi dengan Al Quran secara basa-basi saja. Sekedar bisa membaca, lalu sebagaimana bahan bacaan lainnya, setelah selesai dibaca tidak ada bekasnya di dalam hati. Menyedihkan sekali.

Jika dalam sehari yang selama 24 jam tersebut dibuat bagan penggunaan waktu, maka kurva untuk membaca Al Quran mungkin hanya 1% atau bahkan kosong. Dan itupun hanya sekedar dibaca saja. Tidak ada rasa nikmatnya. Benar-benar hanya sekedar "isi presensi sudah baca Al Quran agar nanti di hari kiamat, kabar bahwa kami pernah baca quran tidak dianggap hoax karena ada bukti centang di list kewajiban tersebut". 

Di masjid Nabawi, hal pertama yang aku lihat ketika pertama kali menginjakkan kaki di sana di kala Shalat Shubuh itu adalah, seorang perempuan tua yang duduk membaca AL Quran sambil mengalirkan air matanya. Begitu khusyuk, dan seakan tidak peduli dengan sekitarnya. Seakan ketika sedang membaca itu, yang ada di muka bumi ini hanya dia dan Al Qurannya saja. 

5 Cara Memaknai Arti Kemerdekaan

 [Lifestyle] Alhamdulillah kita hidup di jaman sekarang, jaman dimana internet cepat dan unlimited adalah bagian dari  gaya hidup tersendiri. Jadi, kita bisa lebih merdeka.

Arti MERDEKA mengutip dari KBBI adalah: 

merdeka/mer·de·ka/ /merdéka/ a 1 bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya); berdiri sendiri: sejak proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 itu, bangsa kita sudah --; 2 tidak terkena atau lepas dari tuntutan: -- dari tuntutan penjara seumur hidup; 3 tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; leluasa: majalah mingguan --; boleh berbuat dengan --;

Sedangkan arti KEMERDEKAAN mengutip dari KBBI adalah:

kemerdekaan/ke·mer·de·ka·an/ n keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi, dan sebagainya); kebebasan: - adalah hak segala bangsa;

 Indonesia, sedang merayakan Pekan Kemerdekaan Indonesia di tanggal 17 Agustus 2022, yang ke 77 tahun. Masya Allah, Alhamdulillah. 77 Tahun itu bukan deret angka cantik loh. Meski nyaris di banyak budaya di seluruh dunia, angka 7 itu adalah angka favorit yang dipercaya merupakan angka keberuntungan atau angka kebangkitan. Dan yap, tema Pekan Kemerdekaan Indonesia tahun 2022 ini adalah "Bangkit Lebih Kuat, Pulih Lebih Cepat."


Dalam tulisanku sebelumnya, aku menulis betapa meriah perayaan Pekan  kemerdekaan Indonesia di tahun 2022 ini. Bagaimana tidak? Selama 2 tahun Indonesia berada dalam belenggu Pandemi Covid 19. Yang membuat semua orang tidak punya kebebasan untuk mencari nafkah, untuk berkegiatan, untuk mengekspresikan diri, untuk berkumpul dan berserikat, bahkan untuk sekedar bersilaturahmi dengan orang lain di luar keluarganya. Mana ada Pekan Kemerdekaan Indonesia di dua tahun yang silam. (kalian bisa baca di tulisanku yang ini "Perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus" )

Nah.

Apa yang dialami oleh rakyat Indonesia selama dua tahun silam (2020-2021), mungkin mirip dengan kondisi sebelum merdeka. 

Perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2022

[Lifetsyle] Alhamdulillah, tanggal 17 Agustus 2022 lalu, Indonesia merayakan hari kemerdekaan yang ke 77 tahun. Berbeda dengan tahun sebelum-sebelumnya, kali ini aku mengibarkan bendera Merah Putih di depan rumahku tidak di tanggal belasan bulan Agustus. Tapi sejak tanggal 1 Agustus. Mengapa demikian? Karena memang ada surat edaran dari Kelurahan yang mewajibkan para warga untuk mengibarkan bendera Merah Putih sejak tanggal 1 Agustus selama 1 bulan penuh. Dan tebak, ternyata aku kesulitan mencari tiang benderanya.

Entahlah. Setiap tahun, rasanya aku selalu merasa kehilangan tiang bendera yang terbuat dari bambu sepanjang 4 meter ini. Jadi, nyaris setiap tahun menjelang perayaan hari Kemerdekaan Indonesia, aku selalu membeli tiang bendera baru. Tahun ini, bahkan aku menambah personil merah putih yang lain yaitu sebuah lampion dengan motif bendera Indonesia, Merah dan Putih.

lampion merah putih dan tiang bendera yang baru


Alhamdulillah, suasana jelang perayaan Hari Kemerdekaan di sekitar rumahku lumayan meriah loh. Mulai dari hiasan banner merah putih yang menghiasi pagar-pagar rumah tetangga, hingga kibaran bendera Merah Putih yang berkibar di setiap rumah hingga gapura kreatif yang dibuat warga. 

Bersama Total Mendukung UMKM Indonesia

 [Lifestyle] Masih inget nggak dengan kasus Holywings yang ramai dibicarakan beberapa pekan yang lalu? Untuk menyegarkan ingatan kita semua (sekaligus buat artsip blog ini juga sih), jadi Holywings dikecam oleh banyak pihak ketika suatu hari membuat sebuah event dengan iming-iming memberi minuman beralkohol gratis buat pengunjung Holywings yang punya nama Muhammad dan Maria. Sontak banyak pihak yang terkejut dengan event ini. Karena di Indonesia, dua nama ini mewakili figur tokoh agama yang dianggap sakral. Muhammad adalah nama Rasul umat Islam, sedangkan Maria adalah nama ibunda Jesus di agama Kristen dan Katolik. Event ini dianggap melecehkan agama. Polisi bergerak cepat dengan menangkap penggagas ide event tersebut. Tapi tak berhenti disini saja. Pemda Bogor melakukan sidak ke Hollywings dan mendapati minuman beralkohol yang melebihi ambang batas izin, yaitu di atas 35%. Sedangkan Pemda DKI Jakarta, ketika melakukan sidak mendapati bahwa Hollywings telah melanggar beberapa aturan kesepakatan perizinan mendirikan tempat usaha. Kedua Pemda di atas,  langsung mencabut izin usaha hollywings. Hal ini menimbulkan efek domino dimana daerah lain pun meminta agar izin hollywings di tempat mereka juga dicabut. Beberapa pemegang saham Hollywings, awalnya membela Hollywings dengan mengatakan bahwa jika seluruh usaha Hollywings dicabut, maka akan mengancam 3000 pegawai yang otomatis akan di PHK. Nah... disinilah Pemerintah (daerah DKI Jakarta, aku kurang paham dengan daerah lain, maaf) menawarkan untuk mereka yang terancam akan di PHK oleh Hollywings untuk mengikuti program pelatihan untuk membuka UMKM.

Yap. UMKM. Inilah bidang usaha yang selama pandemi banyak menyelamatkan orang-orang yang kehilangan pekerjaan hingga bisa tetap bertahan hidup. Tenaga kerja yang di PHK oleh perusahaan mereka, banyak yang banting setir merintis UMKM. Ada juga UMKM yang menampung para tenaga kerja yang terkena PHK atau para pencari pekerjaan yang belum mendapatkan pekerjaan. 

UMKM di Indonesia itu, bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 97% dari total keseluruhan jumlah tenaga kerja yang tersebar di Indonesia. Hebat kan?

Suka Duka Mendampingi Anak Sekolah Online

 [Parenting, Pendidikan] Siapapun tidak ada yang menyangka bahwa kita semua akan berhadapan dengan masa Pandemi akibat Covid 19 yang mengubah seluruh tatanan kehidupan dalam masyarakat. Bukan cuma kita, tapi seluruh penduduk di seluruh dunia. 

Ya. Sepertinya, 2 tahun pandemi akibat covid 19 di tahun 2020 dan 2021 akan selamanya menjadi sebuah kenangan dan catatan tersendiri buat semua orang di muka bumi.