Mangkuk Cerelac, Nutrisi Bagi Si Kecil

[Parenting] Kebetulan, aku ikutan dalam sebuah group komunitas untuk para orang tua dalam rangka membicarakan segala sesuatu yang terkait dengan kegiatan parenting. Setiap hari, selalu muncul pertanyaan demi pertanyaan dari para orang tua tentang masalah yang mereka hadapi dalam membesarkan dan mengasuh anak-anak mereka. Begitu banyak hingga pihak admin sampai mengeluarkan aturan agar laju pertanyaan yang masuk tidak melebihi kemampuan orang tua lain untuk memberikan bantuan pendapat yang membangun. Pertanyaan yang terbanyak yang datang dari para orang tua itu adalah pertanyaan seputar asupan makanan untuk anak-anak mereka.

Makanan dan minuman bagi anak-anak memang sesuatu yang harus diusahakan untuk ada oleh para orang tua. Karena, inilah kebutuhan dasar anak-anak untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Yaitu ketika asupan makanan dan minumannya cukup. Tak terkecuali bagi para bayi yang baru saja lepas dari ASI Eksklusif.



Tugas Pemenuhan Kebutuhan Makanan Anak


Ketka anak baru lahir, otomatis kebutuhan asupan nutrisi yang dibutuhkannya amat bergantung pada ibunya. Seorang ibu akan menyusui bayinya. ASI itu sungguh luar biasa kandungannya. Karena dalam cairan ASI ini, sudah meliputi semua kebutuhan bayi mulai dari pemenuhan lemak, protein, karbohidrat, glukosa, hingga vitamin, mineral dan anti body yang melindungi tubuh bayi dari serangan aneka macam penyakit. Itu sebabnya seorang bayi setelah lahir, hendaklah diberikan ASI eksklusif hingga usianya mencapai 6 bulan.

Setelah bayi berusia 6 bulan, kandungan ASI juga mengalami penurunan kualitas disamping kebutuhan bayi setelah berusia 6 bulan sudah semakin kompleks. Bayi butuh asupan kalori yang lebih yang memungkinkan dia untuk belajar menggerakkan anggota tubuhnya. Untuk bisa merangkak, berbalik, menggenggam, menggerak-gerakkan tangan, kaki dan kepalanya, berputar serta menggerakkan lidah dan mulutnya untuk mulai mengikuti ucapan yang didengarnya.

Di samping itu, bayi juga butuh nutrisi lain karena dia mulai mendapat tugas belajar yang lebih banyak. Seperti mengenal orang, meniru kata-kata, meniru ekspresi, membedakan warna, membedakan bentuk, dan mengamati sekitarnya. Semua kerja otak yang berkoordinasi dengan anggota tubuhnya. membutuhkan asupan yang terpenuhi nutrisinya lebih lengkap.

Saat bayi sudah berusia lebih dari 6 bulan inilah, bayi tidak lagi bergantung sepenuhnya pada ibu yang memiliki ASi. Dalam hal ini, ayah juga mulai bisa berperan aktif untuk ikut serta memenuhi kebutuhan bayi. Seperti dengan memberikan makanan tambahan di luar ASI.


Pemberian makanan tambahan ini bisa dalam bentuk yang beraneka ragam. Hanya saja yang perlu diingat, mengingat pertumbuhan gigi bayi berusia 6 bulan ke atas ini belum banyak maka hendaknya makanan yang diberikan tidak dalam bentuk yang padat dan keras.

Setidaknya, bisa diisap oleh mulutnya yang masih terbiasa mengisap dan makanan tersebut larut secara lembut dan perlahan di dalam mulutnya.



Karena gerakan mengunyah bayi berusia 6 bulan lebih ini masih didominasi oleh gerakan mengisap dan mengunyah secara perlahan dengan bantuan gusi mereka, maka banyak orang tua yang menjadi khawatir bahwa makanan yang diberikan oleh bayi mereka kurang.

Dan pertanyaan inilah yang kerap aku temukan di dalam komunitas kegiatan parenting untuk anak yang aku ikuti.

"Anak saya makannya sedikit banget deh. Saran dong bun, enaknya dikasi apa ya biar makannya lahap. Saya takut anak saya kurang gizi."
"Bunda, hari ini saya sudah memberi anak saya bubur nasi yang dicampur dengan 1 ikat bayam dan 1 buah wortel. Itu cukup nggak ya bun? Nasinya saya banyakin biar anak kenyang."

Sepertinya, para ibu muda jaman now masih banyak yang menganggap bahwa perut kenyang anak itu ditandai dengan nasi yang banyak dan anak terlihat gemuk.

Tentu saja hal ini tidak sepenuhnya benar.

Sesungguhnya, karena pada bayi 6 bulan ke atas yang dibutuhkannya bukan lagi karbohidrat dalam jumlah besar tapi keseimbangan semua nutrisi dalam makanan yang disantapnya.




Jaman sekarang, hasil penelitian di bidang kesehatan memberitahu bahwa justru anak yang gemuk itu tidak berarti dia sehat. Ukuran sehat jaman sekarang adalah ketika kebutuhan nutrisi anak terpenuhi secara seimbang dan anak bisa beraktifitas secara lincah, banyak bergerak, aktif bertanya, dan bisa mengekspresikan dirinya di tengah lingkungannya.

Mangkuk Cerelac, Nutrisi bagi Si Kecil

Jadi, sebenarnya kebutuhan nutrisi si kecil itu seberapa banyak?
Kemarin, aku mewawancarai seorang ibu dengan 2 orang anak dimana anaknya yang bungsu masih  mengkonsumsi MPASI.

Aretha dan bundanya disuapi makanan

Bundanya Aretha ini bercerita padaku bahwa ada perlakuan berbeda tentang kegiatan memenuhi nutrisi pada 2 anaknya. Perbedaan itu adalah:

1. Pada anak pertama, bundanya Aretha ini menolak semua bentuk makanan bayi dalam kemasan.

"Jadi, karena masih anak pertama ya mbak, jadi aku nggak mau pakai makanan bayi kemasan. Karena aku merasa curiga bahwa makanan bayi dalam kemasan itu ada pengawetnya, tidak segar, dan sedikit banget kan jumlahnya. Aku lebih percaya pada makanan MPASI yang aku buat sendiri. Jadi mulai dari memilih bahannya di pasar, mengolahnya jadi makanan, yang diparut, disaring, dikukus, dihaluskan, blender. Pokoknya macam-macam deh."

2. Pada anak keduanya, bundanya Aretha ini mulai menerima semua bentuk makanan bayi dalam kemasan.

"Tapi ternyata lelah juga mbak mempersiapkan makanan bayi sendiri itu. Mana diseling kerja juga akunya. Dan repot juga sih karena bawaan jadi banyak. Segala mangkuk, termos, tupperware buat bawa makanan, parutan kecil, sendok, piring. Banyak deh. Jadi nggak praktis dan lelah sendiri akhirnya."

3. Pada anak pertama, bundanya Aretha menganggap bahwa semua makanan bayi dalam kemasan itu mengandung zat-zat yang berbahaya bagi bayi dan belum tentu lengkap nutrisinya.

"Kalau kita menyiapkan sendiri kan kita bisa kontrol tuh mbak, mau kasih makan daging, atau sayur, atau buah. Dan segar gitu fisik makanannya karena kita milih sendiri. Nah. Kalau makanan bayi dalam kemasan itu, kita nggak tahu gimana proses pembuatannya. Dan sudah pasti udah dalalm bentuk bubuk gitu sih, jadi nggak fresh ya. Itu pendapatku dulu."

4. Pada anak kedua sekarang, si Aretha, bundanya Aretha memperoleh pengetahuan baru tentang makanan bayi dalam kemasan dan ini membuatnya tidak ragu untuk memberikan bayinya MPASI dari makanan bayi dalam kemasan.

"Tapi ternyata pendapat saya ini salah, mbak. Ternyata, apa yang sudah saya siapkan itu malah kurang buat bayi. Karena, kalo orang dewasa kan cukup makan 2 atau 3 kali sehari, udah. Kenyang. Nah... bayi nggak. Mereka butuh sampai 5 kali makan dalam sehari dan harus mengandung tambahan nutrisi lagi selain dari jenis makanan yang dia makan. Jadi kayak kita kasih dia bubur nasi ditambah parutan bayam dan wortel misalnya. Ternyata, ini malah bisa bikin dia sembelit karena terlalu banyak seratnya padahal usus bayi belum sekuat orang dewasa waktu ngolah makanannya. Terus, cuma ada protein nabati aja, belum ada protein hewaninya. Terus, belum ada tambahan vitamin dan zat besi juga di dalam makanannya. Karena, bayam itu zat besinya cepat banget hancur pas dilumatkan bersama bubur. Akhirnya saya selang-selang tuh, pakai MPASI buatan sendiri juga, tapi MPASi makanan kemasan untuk bayi juga. Biar lengkap dan terpenuhi semua kebutuhannya secara sempurna."





Aku mendengar cerita dari bundanya Aretha pun mengangguk setuju.
Pengalamanku mengasuh 3 anak dahulu juga tidak terlalu berbeda jauh. Ketika baru mendapat anak pertama, khawatirnya bukan main hingga akhirnya aku benar-benar menerapkan pola hidup super hiegienis dan cenderung pemilih makanan ketika membuat makanan untuk bayi  pertamaku.

Ternyata, apa yang aku lakuka ini malah merusak pola makan yang terbangun pada anakku. Karena menseleksi makanan yang akan dikonsumsi yang menurutku sehat saja, bayiku tumbuh jadi anak yang picky eater alias pemilih makanan. Dan karena sok hieginies berlebihan, anakku malah jadi rentan terhadap kondisi lingkungannya. Salah makan sedikit langsung sakit. Kena hujan sedikit langsung sakit. Belum lagi rasa lelah karena anak jadi tidak bisa mengkonsumsi makanan lain yang dibuat oleh orang lain.

Akhirnya, ketika lahir anak kedua dan seterusnya, aku mulai meyelingi ASI dan MPASI rumahan dengan makanan dalam kemasan untuk memastikan kebutuhan nutrisi harian anak-anakku tercukupi.




Dalam hal ini, maka CERELAC hadir untuk membantu para orang tua dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak mereka.

CERELAC diperkaya dengan zink, vitamin dan mineral  untuk dukung tumbuh kembangnya. Selingi pemberian ASI dan MPASI rumahan bunda dengan CERELAC untuk memastikan kebutuhan nutrisi hariannya tercukupi. 1 Mangkuk CERELAC, nutrisi pilihan Si Kecil. Dan pemberian pemenuhan kebutuhan nutrisi ini bisa dilakukan baik oleh ayah maupun ibu. Ayah ibu memang harus saling membantu dalam pola pengasuhan anak mereka. Informasi lebih lanjut kunjungi: www.mamamyuk.co.id

15 komentar

  1. Aku sejak anak pertama udah memberikan MPASI buatan Cerelac ini untuk anak-anakku mbaaa.. Ya maklum ya waktu itu masih jadi buruh korporat hehehee.. bawaannya pengin cepet aja. Nah kalau pas libur di rumah ya baru uplek bikin MPASI sendiri, penuh kerempongan parut dan saring ini itu yang sangat mengasyikkan. :)

    BalasHapus
  2. Kalo nyimak IG story dr Meta Hanindita, malah MPASI kayak Cerelac ini yg doi rekomen. Aku setuju dgn ulasan mba Ade Anita di postingan ini
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  3. Bener sekali Mbak. Suami saya juga yg asalnya ga tahu menahu ttg mengurus anak eh setelah punya bayi sendiri dia mau tahu dan mau bantu. Itu waktu kasih MPASI senang banget karena dengan Serelac jadi lebih praktis dan anak kami juga suka banget.

    BalasHapus
  4. Selain ASI dan MPASI biasanya si kecil aku kasih snack mbak. Nah, kalau bepergian biasanya aku bawa Cerelac gini lebih mudah dan praktis.

    BalasHapus
  5. Dengan adanya komunitas / grup parenting begini bagus y mba..bisa saling sharing pengalaman dlm pengasuhan anak termasuk untuk pemenuhan gizi anak.

    BalasHapus
  6. Aku teringat sodara yg ngasih makan anaknya dan terlalu higenis. Eh anaknya malah sering sakit. Catetan deh ini buat aku yang calon Ibu

    BalasHapus
  7. Cerelac ini udah aq kenal sejak puluhan tahun lalu.. Ini makanan yg udah dikenal sejak kecil, rasanya yummi, klo skrg ada mangkok khusus makin seru makannya

    BalasHapus
  8. Dulu anak pertama saya, pertama kali kenal makanan ya dengan bubur Cerelac, jadinya cuman Cerelac yang dia sukai.

    Anak kedua juga kadang saya kasih Cerelac buat snacknya, dan dia suka banget :)

    BalasHapus
  9. Ini bubur favorit anak aku juga mama ade. Kalau mkn ini pasti habis. Pertimbangan aku ngasih ini ke anak aku ya karena ada banyak kandungan bermanfaat di dalamnya.

    BalasHapus
  10. Dulu anak2 sempat nyicip Cerelac juga. Wah udah lama banget itu ya. Pasti variannya udah tambah banyak sekarang.

    BalasHapus
  11. Dulu waktu anak2 masih MPASI aku cseling pakai Cerelac juga kalau ga sempet masak hehe.

    BalasHapus
  12. Jadi makan cerelac ini bukan lantas tidak makan MPASI rumahan atau ASI ya mbak.. justru makanan tambahan untuk memaksimalkan nutrisi anak agar dapat tumbuh berkembang secara optimal ya mbak

    BalasHapus
  13. Wah ini lagi aku alamin banget nih Mbak. anakku lagi rutin mogok makan dan dikasih MPASI fortifikasi malah gak doyan. Sediiih.. tapi aku mau cobain lagi deh siapa tau dia doyan

    BalasHapus
  14. Aaaah aku jadi ga sabar nunggu 6 bulan kemudian Mbak Ade
    Bakalan MPASI bareng Cerelac lagi jadinya kayak Salfa dulu meski dulu Salfa masih suka buah dibanding bubur Cerelac

    BalasHapus
  15. wah si kecil sudah tumbuh besar dan sehat ya :D

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.