Langsung ke konten utama

Bedanya Cewek Dan Cowok pada Bayi

Anak-anak adalah individu yang senantiasa belajar dalam kesehariannya. Proses belajar yang mereka jalankan itu, umumnya berupa pengumpulan sebanyak mungkin pengetahuan dan pengalaman yang mereka lihat, amati, alami, reaksi dan aksi. Hanya saja, berbeda dengan orang yang lebih dewasa usianya, maka anak-anak mempelajari berbagai hal itu tidak hanya lewat sekolah dan buku-buku pelajaran saja. Tapi lewat kehidupan keseharian mereka juga. Baik itu ketika mereka sedang serius atau ketika mereka sedang bermain-main.

Berikut ini, adalah status facebookku yang aku tulis di tahun 2012 silam (16 desember 2012), dimana putri bungsuku sedang mengalami proses belajar apa bedanya cewek dan cowok pada bayi.

Pertanyaan ajaib Hawna:
"Bu, kan kalo cewek rambutnya ada yang panjang kek, pendek kek, pake poni kek, tapi kan dia cantik. Kalo cowok, ada yang rambutnya pendek kek, botak kek, pake kumis kek, dia cakep. Beda kan?"
"iya beda." (bersiap-siap. Pertanyaannya seperti masih menggantung)
"Kalo cewek kan pake rok, celana panjang, lipstik, dandan. Kalo cowok pake celana panjang, gak dandan. Beda kan?"
"Iya beda." (mulai nebak2 dalam hati..dia mau nanya apa ya?)
"Nah..yang aku bingung itu kalo ade bayi. Gimana bedainnya dia cewek apa cowok. Kan dia suka sama, sama2 lucu, sama2 imut. Gimana kita bedainnya dia cewek apa cowok?"
(Ups... Jadi dia banyak merenung beberapa menit terakhir itu karena inikah?)
"Gampang. Ade bayi itu kan selain minum susu sama tidur, dia pasti pipis sama pup kan?" (hawna langsung mengangguk dengan bola mata menunggu yg polos abizz)
"Nah, waktu dia pipis, liat, wie-nya itu cewek atau cowok. Kan beda." (kontan mata Hawna langsung terbelalak dan wajahnya sumringah)
"OH IYAAAA... Kenapa aku bisa lupa itu ya?... Ngerti aku sekarang ..ngerti aku sekarang."
(hawna langsung melonjak gembira dan tersenyum lebar....hahaha, mungkin beginilah ekspressi Archimides ketika mengerti sesuatu lalu spontan berteriak EUREKA dahulu terjadi)

tuh... bayi memang mirip ya baik dia cewek atau cowok. Sama2 ngegemesin. Foto ini diambil dari web ini nih.

Komentar

  1. Hihihihihi... celotehnya.. tapi ya bener juga sih jawabannya, dilihat dulu baru tau cowok atau cewek :D

    BalasHapus
  2. iya sich aku juga baru mudeng, bedainnya kan gampang ya? tapi kalau enggak pipis-pipis? hehe

    BalasHapus
  3. Hahaha padahal kesannya kecil ya, tapi bisa dilupain :D :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAHHAHAHAHAHAHA SAKIT MEMANG YG DULUNYA DEKET JADI DILUPAIN

      Hapus
    2. waaah ngerasaiin ya , emang suakit gan aoalagi mau nikah sih yg lu cinta i :"(

      Hapus
  4. hahaha..kirain mau nanya apa ya mak....

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. wie itu sebutan alat genital seseorang...hehehe..... aku selalu menggunakan istilah ini untuk menyebut itu di rumah

      Hapus
  6. Ahahaha.. Aku juga lagi mengalami tahap ini, Mak :)

    BalasHapus
  7. terima kasih infonya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  8. terima kasih artikelnya sangat keren

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…