Langsung ke konten utama

Renovasi Rumah (2): Hal Yang Sebaiknya DIhindari

[Lifestyle] Pada tulisan sebelumnya, aku menulis tentang hal-hal yang Harus dilakukan ketika sedang merenovasi rumah. Nah... sekarang aku ingin melanjutkan dengan menulis hal yang sebaliknya. Yaitu apa saja hal-hal yang sebaiknya dihindari ketika kita sedang membangun atau merenovasi rumah.

Nah, apa sajakah itu?


HAL YANG SEBAIKNYA DIHINDARI KETIKA RENOVASI RUMAH:

1. Menganggap remeh pemasangan instalasi listrik dan peletakan saklar listrik.

Hmm.. tahu nggak, rumah yang aku diami saat ini dengan cara mengontrak ini, aslinya adalah rumah yang masih baru saja direnovasi oleh pemilik rumahnya. Jadi, pas aku datang rumah masih dalam kondisi yang mulus dan bersih.

Tapi, kekurangan rumah yang aku tempati sekarang adalah: yang namanya saklar plus colokan listrik, cuma dikasi satu untuk satu ruangan. Padahal, rasanya nggak mungkin deh satu ruangan hanya ada satu benda elektronik saja disana. Akibatnya, penumpukan perpanjangan colokan listrik terjadi di mana-mana. Ini, amat mengesalkan sekali. Terutama di daerah areal dapur. Terpaksalah kulkas, microwave, dispenser, rice cooker memakai satu colokan yang sama. Sedangkan setrikaan dan mesin cuci memakai colokan yang lain. Daerah lain yang juga parah adalah ruang keluarga, dimana terdapat modem, televisi, kulkas lain yang diperuntukkan khusus untuk minuman, DVD player, notebook, printer, alat olah raga, kipas angin. semua memakai satu sumber yang sama.

Agak-agak mengkhawatirkan memang. Jadi terpaksa harus waspada untuk melihat dulu mana yang harus dicabut jika ingin memakai yang lain. Karena, memang tidak mungkin memakai semuanya dalam satu waktu.

2. Jangan lupa untuk membangun tempat jemur pakaian.

Pakaian itu kan merupakan kebutuahn pokok manusia. Sudah pasti deh kita akan mengenakan pakaian sehari-hari dan jenisnya pasti macam-macam. Ada pakaian untuk bepergian, ada juga pakaian untuk dipakai di rumah saja. Ada pakaian dalam, ada pakaian luar. Nah, karena rasanya tidak mungkin semua orang habis pakai lalu membuang pakaiannya, maka yang namanya tempat jemuran itu rasanya sebuah keharusan.

Jika ada ingin merenovasi rumah, harap jangan lupa untuk memikirkan kelak, dimana akan menjemur pakaian ketika rumah sudah selesai. Jangan sampai semua jengkal tanah yang ada dihabisi untuk ruangan semua, hingga terpaksa ketika akan menjemur pakaian maka semuanya digantung di pagar depan rumah atau dijejer di atas atap. Disamping tidak indah alias mengurangi keindahan pemandangan, pakaian yang sudah dicuci itu juga jadi kotor lagi kan.


3. Letak WC di dalam kamar mandi 

Nah, bagi yang beragama Islam, harap diingat agar jangan meletakkan WC dengan arah menghadap kiblat. Tidak sopan ah. Letakkan WC dengan menghadap ke utara atau ke selatan ya.

4. Buat rencana pembangunan, hitung anggaran dengan cermat, dan cobalah untuk disiplin dengan rencana dan anggaran yang ada. Artinya, jangan nafsu ingin menambahkan sesuatu yang sebenarnya di luar anggaran yang ada. Percaya deh, sekali menambah sesuatu maka akan merembet pada penyesuaian di sebelahnya, lalu di sebelahnya dan tiba-tiba... anggaran pun membengkak.

nah, setiap kontraktor yang baik hendaknya punya rencana tenggat waktu pengerjaan rumah. Progres ini bisa kita awasi meleset atau tidak. Agar target tercapai, hindari terlalu ikut campur atau memberi ide-ide tambahan yang akan menghabiskan anggaran dan membuat waktu jadi meleset jauh

5. Cari info sebanyak-banyaknya dulu sebelum membeli material tertentu. Jangan hanya berpatokan pada harga yang murah atau "mumpung lagi sale" atau "mumpung ada yang mau ngasi gratis". Karena, material rumah yang sudah terpasang itu, hendaknya adalah material yang berusia panjang. Jangan yang berusia pendek.
Saudara saya, yang baru selesai merenovasi rumahnya memiliki pengalaman yang tidak enak. Yaitu ketika dia membangun kamar mandi. WC-nya dipilihlah WC China yang murah. Alasannya:

"Modelnya sama, besarnya sama, warnanya sama, terus kenapa harus beli yang mahal kalau ada yang murah?"

Alhasil, setelah tiga bulan ditempati, dia tiba-tiba sibuk mencari tukang yang bisa mengganti dudukan WC-nya. Ternyata, leher angsa di WC buatan China sempit sekali dan terlalu menekuk sehingga kotoran rawan mampet. Akibatnya, WC pun mengeluarkan bau yang tidak sedap karena kotoran yang tidak tuntas dihanyutkan oleh leher angsanya yang sempit dan terlalu meliuk. Ujung-ujungnya, dia membeli WC yang agak lebih mahal deh. Tuh... tau gitu, mending dari awal ya dia beli WC yang normal? Karena, pengeluarannya malahan jadi lebih mahal sekarang.


Nah... selesai sudah DO dan DONT yang harus diperhatikan dalam me-renovasi rumah.

Sekarang, aku mau ngasih tahu tips dan trik berikut nih, ke ruangan-ruangan lain maksudnya. Terus ikuti tulisanku ini ya.

Komentar

  1. bener banget mbak masalah instalasi listrik, saat membangun sempat terjadi perdebatan. Apalagi di sini instalasi listri mahal 1 titik bisa dihitung 45.000, kalau dalam satu titik ada dua saklar dihitung dua, untuk instalasi saja aku habis banyak, makanya sempet debat kemarin tentang jumlah titik dan letak2nya

    BalasHapus
  2. Membangun rumah memang harus direncanakan segalanya apalagi dana. Termasuk ini. Makasih sharingnya

    BalasHapus
  3. Nungguin postingan berikutnyah :)

    BalasHapus
  4. Makasih infonya, tempatku juga gitu mbak banyak kabel berseliweran.

    BalasHapus
  5. Makasih infonya, sangat bermanfaat bagi banyak orang!!!

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…