Langsung ke konten utama

Pindah Rumah (2) : Angkut Barang

[Lifestyle] Ini bagian kedua dari serial tulisan tentang Pindah Rumah. Sebelumnya, kita sudah melakukan persiapan kan. Berarti sekarang tinggal angkut-angkut barangnya.

Kebetulan, karena saya piindah rumahnya dekat saja, maka saya sepertinya tidak memerlukan jasa "pindah rumah". Kakak saya, kebetulan pindah rumahnya agak jauh jadi dia menyewa sebuah mobil.

Harga mobil  bak terbuka sewaan biasanya berkisar antara Rp100.000/sekali jalan bolak balik. Itu sudah termasuk jasa untuk supirnya. Nah, jika ada tenaga angkut barang yang dibawa supir, masing-masing bisa diberi lagi jasa angkut barangnya antara Rp30.000 s.d 75.000 (tergantung berat apa nggak barang yang diangkutnya).


TIPS: selalu sediakan nasi bungkus dan segelas kopi untuk mereka.

Saya sendiri, karena punya suami, 1 orang anak lelaki dan 1 orang anak perempuan yang sudah remaja maka rasanya tidak memerlukan sewa tenaga angkut-angkut barang. Terlebih jarak antara rumah yang akan dituju itu dekat saja. Jadilah saya hanya membeli sebuah forklift yang bisa menahan beban hingga 200 kg.

ini dia bentuk forklift yang kumaksud
Nah.... kita mulai pindahan yuk.
Sebelum memasukkan segala macam perabotan seperti tempat tidur, lemari dan meja makan. ruangan pertama yang harus dibereskan dan diatur itu adalah gudang.

Kenapa gudang? karena, gudang itu adalah tempat untuk menyimpan benda-benda yang sudah dipisahkan sebelumnya dan diprediksikan tidak akan digunakan dalam setahun ke depan.
Mulailah menata dulu kardus-kardus yang isinya tidak akan dikutak-katik dalam setahun belakangan.

TIPS: Jangan letakkan kardus yang tidak akan dibuka dalam setahun di tempat yang gampang terkena cipratan air. 

Tentu saja, yang namanya gudang itu tidak pernah besar ruangannya. Jadi, pasti tidak tertampung kardus-kardus itu. Untuk itu, bisa juga diletakkan di luar rumah seperti di teras bagian pojok, atau di atas loteng rumah dekat tempat jemuran. Agar tidak terkena air, maka bukan kardus yang ditaruh di bagian luar rumah tapi plastik-plastik kontainer tahan air.

Nah, ini dia plastik kontainer tahan air yang saya maksud.

Setelah menata gudang, maka ruangan berikutnya yang ditata adalah benda-benda yang akan ditaruh di dapur dulu, lalu lanjut ke ruang makan, lalu kamar, terakhir barulah menata ruang keluarga atau ruang tamu. Mengapa? Karena lebih mudah jika memindahkan barang melewati ruangan yang lapang dan belum berperabot. Dan karna ruang keluarga atau ruang tamu letaknya selalu dekat dengan pintu keluar masuk, maka penataan ruangan ini harus dilakuukan paling akhir. Sebaliknya, tata dulu ruangan yang letaknya paling jauh dari pintu keluar masuk.

Yeeaaaahh.... Rumah sudah 50% bisa ditempati sekarang.
Ayooo.. semangat-semangat.

Komentar

  1. Entah kenapa aku suka acara pindahan yaaak...mak Ade memutuskan membeli forklift itu tepat ya..masih berguna untuk menata rumah lagi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tepat banget. Amat sangat berguna.

      Hapus
  2. murah juga ya sewa mobilnya aku pikir sampai ratusan gitu mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. masalahnya mak Lidya, nggak mungkin kita sekali balik. Pasti bolah balik kalau pindahan. Jadi kenanya bisa ratusan ribu. Lima kali bolak balik saja, sudah lima ratus ribu sendiri. Karena pasti kan ngangkut pertama bawa seperangkat meja makan plus lemari. Kedua ngangkut tempat tidur, ketiga ngangkut lemari, keempat ngangkut meja kecil-kecil, dan seterusnya. Semakin banyak perabotan yang harus diangkut semakin banyak hitungan bolak baliknya. ITu yang mahal.

      Hapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…