Langsung ke konten utama

Masak Apa: Sapo Tahu

Bingung masak apa buat sahur? Aku termasuk orang yang lebih suka masakan yang mudah dan tidak terlalu rumit bikinnya. Dan utama, karena di rumah orang-orangnya tidak suka cabe alias ogah pedas, serta menghindari santan jadi kecenderunganku masak adalah sesuatu yang serba tumis atau rebus.
Kali ini, mau berbagi resep masakan SAPO TAHU.



BAHAN: 

Bawang putih dikeprek lalu dicincang kasar.
Jahe dikeprek.
Bawang bombay iris sedang berbentuk cincin.
Saus tiram
Garam
Merica
Gula
Minyak untuk menumis

Wortel iris serong rada-rada kotak
Brokoli ambil kuntumnya saja
Bakcoy potong-potong
Jamur merang iris tipis
Paprika, iris tipis
Cabe merah besar (karena keluargaku tidak ada yang bisa makan pedas jadi semua bijinya sudah aku singkirkan baru aku iris kasar serong)

Tahu sutra, iris bundar, celupkan di kocokan telur lalu goreng hingga coklat. 
Fish cake atau fish schallop, digoreng.
Baso ikan iris tipis

CARA MEMBUATNYA:

Bawang putih, ditumis hingga harum, masukkan bawang bombay tumis hingga layu, masukkan jahe, lalu lanjut masukkan baso ikan, lalu wortel. Beri Saus tiram, garam, merica dan gula. Kasi air setengah gelas, beri kaldu ayam tapi nggak juga boleh, tutup sebentar. Jika wortel sudah tidak keras lagi, masukkan jamur merang, brokoli, aduk hingga jamur merang terlihat matang. setelah itu baru terakhir masukkan tahu sutra dan fish cake serta bakcoy nya. Aduk hingga bakcopy matang.

Hidangkan.
Selamat mencoba.

Komentar

  1. uwaaaa...segerrr,saya juga suka masak yg simpel mak buat sahur :)

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…