Langsung ke konten utama

Obat Gratis Untuk Para Penderita TBC

[Lifestyle] Ada banyak hal yang gratis di dunia ini. Dan aku yakin, semua orang pasti menyukai segala sesuatu yang bersifat gratis.
Udara yang jumlahnya tidak terhingga.
Pemandangan langit yang indah bak lukisan indah dan menawan.
Juga kesehatan yang dijaga dan diperhatikan.


Yup. Tubuh yang sehat adalah sebuah investasi yang paling menguntungkan. Untuk menjaganya, dibutuhkan sebuah kesadaran tinggi untuk senantiasa memerhatikan kesehatan, menjaga makanan yang masuk ke dalam mulut, dan menghindari segala sesuatu yang bisa membawa kita pada kerugian besar bagi kesehatan.

Tapi, tentu saja tidak semua orang bisa begitu saja lolos untuk mendapatkan segala sesuatu yang dia inginkan. Ada kalanya, hal-hal yang tidak diinginkan datang menghampiri dan akhirnya membawa pada sebuah penderitaan tersendiri. Termasuk disini adalah jika ada penyakit datang hinggap di tubuh kita. Jika sudah begitu, mau tidak mau, semua yang gratis dan mudah didapatpun menjadi hal yang sulit untuk didapat. Lebih parah lagi, dia menjadi sesuatu yang "mahal" untuk bisa didapat.

Pada tulisan sebelumnya (baca deh "anakku belum diimunisasi BCG"), aku sudah bercerita bahwa Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kumanMycobacterium tuberculosis. TB ditularkan melalui udara (melalui percikan dahak penderita TB). Ketika seseorang yang sakit TB batuk, bersin, berbicara atau meludah, mereka memercikkan kuman TB atau bacilli ke udara. Seseorang dapat terpapar dengan TB hanya dengan menghirup sejumlah kecil kuman TB.

Seseorang yang terdiagnosa TB dengan status TB BTA (Basil Tahan Asam) positif dapat menularkan sekurang-kurangnya kepada 10-15 orang lain setiap tahunnya. Sepertiga dari populasi dunia sudah tertular dengan TB. Sebagian besar pasien TB adalah usia produktif (15-55 tahun).

ini gejala dari penyakit Tuberculosis. Gambar diambil dari sini


Begitu dasyat penularan penyakit TB sehingga, Indonesia pun mengatur sebuah strategi untuk menanggulangi penyakit TB. Salah satu hal yang akhirnya dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam hal ini adalah memberikan bantuan obat-obatan gratis pada penderita TBC.

kenali-obati-disiplin. Itulah siklus pengobatan TBC. gambar diambil dari sini


Mengapa obat-obat untuk penderita TBC gratis. Hal ini karena faktanya:

1. Golongan terbesar masyarakat yang menderita TBC berasal dari kelompok masyarakat menengah ke bawah. Sehingga tentu saja mereka ragu untuk mengobati penyakitnya karena rasa takut akan biaya menebus obat-obat yang harus diminum.
2. Kelompok masyarakat menengah ke bawah adalah kelompok masyarakat yang menempati jumlah terbanyak dalam piramida penduduk di Indonesia. Dengan demikian, jika tidak segera diberi bantuan maka persebaran penyakit bisa menjadi lebih cepat lagi.
3. Kelompok masyarakat yang terkena penyakit TBC berdasarkan survey ternyata banyak diidap oleh kelompok usia produktif. Padahal, usia produktiflah yang menopang laju perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Sehingga bantuan untuk menanggulangi penyakit TBC sifatnya sudah menjadi "urgent".
4. Pada dasarnya TBC sulit di sembuhkan, namun dengan perawatan serius Tbc dapat sembuh total.

Itulah sebabnya maka akhirnya pemberian obat-obatan bagi penderita TBC digratiskan oleh pemerinta lewat Sk Menkes 1190/Menkes/SK/2004 tentang pemberian gratis Obat Anti TBC (OAT).

Sekarang, seperti apa obat-obat gratis yang diberikan oleh Pemerintah dan bagaimana mendapatkannya?

Obat gratis untuk penderita TBC bisa didapat di semua  PUSKESMAS dan RUMAH SAKIT yang menjadi rujukan perawatan pasein TBC. Ini dia gambar obat yang dimaksud:



Jenis obat ini (liat gambar di atas)  berupa rifamphisin, isoniasid(INH),dan ethambutol yang dikemas dalam satu kapsul/butiran, ditambahkan vitamin untuk pasien tertentu.
Jangka waktu pengobatan selama 6 bulan, yaitu 2 bulan obat diminum setiap hari sebanyak 4 butir.Setelah itu 4 bulan berikutnya diminum 3 kali dalam seminggu masing-masing 4 butir.

Hal yang perlu diingat bahwa obat TBC ini harus diminum secara rutin menurut aturan dan tidak boleh telat, agar tidak menyebabkan bakteri/virus menjadi kebal.Selain itu pasien harus menerapkan pola makan yang teratur dan memperhatikan nilai gizinya. Untuk itu sebaiknya pasien perlu diawasi oleh keluarga atau petugas PUSKESMAS agar tidak lalai dalam meminum obat secara rutin.

Setelah melewati masa 6 bulan pengobatan pasien dievaluasi ulang lewat rontegn dan uji lainnya untuk memastikan apakah penderita sudah sembuh atau belum.

Jadi... jangan ragu untuk memberi saran pada siapa saja yang terlihat mengalami gejala TBC agar segera mendatangi PUSKESMAS untuk menjalani pengobatan. Karena, obat-obat TBC itu gratis. Yang dibutuhkan dari penderita hanya satu: disiplin dan semangat untuk sembuh. Insya Allah TBC bisa disembuhkan: TOTAL. 

--------------------------------
Artikel ini ikut serta dalam:
Blog Writing Competition
dalam rangka Hari Tuberkolosis
--------------------------------
sumber informasi:
- http://tbparutulungagung.blogspot.com/
- http://www.stoptbindonesia.org/
- www.tbindonesia.or.id
- www.stoptbindonesia.org
- www.depkes.go.id
- www.pppl.kemkes.go.id
- www.cdc.gov
- www.who.org
- www.kncvtbc.org
- www.fhi.org
- http://suara-jelata.blogspot.com/2013/01/obat-tbc-gratis-program-pemerintah.html
- http://sehatnegeriku.com/berobat-gratis-pasien-tb-bisa-sembuh-asal-patuh/

Komentar

  1. harus lebih di informasikan lagi ya mbak, karena banyak yang tidak tahu kalau obat TB ini gratis

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah ya Mak obat ini bisa gratis. Kalo enggak, bisa kebayang deh pengobatan untuk 6 bulan. Pasti mahal banget. Dan orang tak mampu, yang kebanyakan merupakan penderita TB pasti gak bisa sembuh tuntas. Dan jelas, penyebaran serta penularan penyakit ini akan semakin mudah. Semoga saja penyebarannya bisa merata hingga ke pelosok, supaya penyakit ini bisa benar-benar hilang dari tanah Indonesia... dan dunia secara umum. Aamiin...

    BalasHapus
  3. Sayang baru sekarang adanya obat gratis untuk pasien TB. Ayahku meninggal karena TB dan waktu itu belum ada perhatian pemerintah. Makasih infonya, Mak. :).

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…