Langsung ke konten utama

Foto Jadul Percobaan 2

[Lifestyle] Nah. Jika sebelumnya ada yang bingung kenapa postingan tentang foto jadul tidak ada isinya. Aku akan jelaskan.
Jadi, yang tadi itu sebenarnya adalah ujicoba cara memposting sebuah tulisan dengan pengaturan waktu. Di group KEB, ceritanya aku dapat ilmu blogging baru nih yaitu bahwa ternyata tulisan kita bisa diatur setingan kapan dia akan muncul secara otomatis di waktu yang sudah ditentukan sebelumnya.


Caranya, Coba lihat caranya:

Hasilnya seperti ini nih di ujicoba pertamaku tadi pagi. Sayangnya  karena aku make hape android, jadi fotonya gak keangkut.


Hmm.. ilmu blogging yang asyik nih buatku.
Bayangkan, ketika kita punya target dalam seminggu bisa menghasilkan tulisan satu tulisan satu hari; padahal waktu kita padat, kita bisa membuat setingan ini kan jadinya. Misalnya di hari Jumat nih (hehehe, aku hari Jumat biasanya punya waktu sedikit longgar ketimbang hari lain yang padat), kita langsung saja menulis 7 buah tulisan. Terus ketika dipublish, kita atur waktunya; tulisan A bakalan muncul hari sabtu jam 10, tulisan B hari minggunya, tulisan C hari senin, dan seterusnya. Dan Voila.... aku pun bisa dinyatakan selalu memposting tulisan setiap harinya.
Asyik banget nih ilmu mengatur waktu ini.

"Mbak.. itu sebenarnya tidak etis dalam dunia perbloggeran. Karena seharusnya blogger itu kan artinya mereka memang menulis dan mentayangkan tulisan fresh di blognya. Bukan dengan pengaturan seperti itu."

BLETAK!!!
hehehe.
Akhirnya aku dapat teguran dari seorang sahabat yang memang seorang blogger sejati.
Oke. Berarti meski ini ilmu baru, sebaiknya tidak digunakan semena-mena untuk kepentingan pribadi dengan jiwa "memanfaatkan untuk mencari keuntungan pribadi" sepertinya.

Tapi... tetap. Ini sebuah ilmu baru buatku. Nah. Ini ujicoba kedua. Aku setel tulisan ini untuk muncul jam 14 nanti. Coba kita lihat, lengkap berikut fotonya gak ya munculnya.

Komentar

  1. Balasan
    1. Horeeee.. alhamdulillah muncul gambarnya sekarang. Sip. Insya allah siap ikut event keb besok kamis jam 10

      Hapus
  2. berarti untuk besok sudha siap publish ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. insya Allah. Ikut juga kan mama Calvit?

      Hapus
  3. Yeeyeye....dapet ilmu colongan, dari kemaren juga lagi nyari2 cara nge set tanggal, cuma mo nanya malu....hehehee.....thengkyuuu....

    BalasHapus
    Balasan
    1. xixixi... iya, ini ilmu baru banget buatku.

      Hapus
  4. Kalau lagi ada ide, kadang suka ngeDraft dulu, Mba. Kalau sudah jadi, kadang juga saya schedule. Hihihihi

    BETAK!. :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. kata temanku yang blogger, katanya sih google search tuh gak suka dengan postingan yang selalu dischedulin...

      Hapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…