Langsung ke konten utama

Visa oh Visa

"Sudah ada jawaban belum?"
"Belum mas. Katanya lima hari kerja suruh balik lagi. Sekarang baru tiga hari. Dua hari lagi."
"Jangan sampai kelewatan. Nanti lama lagi nunggunya karena alasan ketumpuk."
"Ah.. kan ada nomornya lagi mas. Masa iya bisa jadi sebegitu ribet."

Itulah sekilas percakapanku dengan suami beberapa tahun yang silam ketika aku mengajukan visa untuk menetap dalam kurun waktu lebih dari tiga bulan di Malaysia. Dalam hal ini posisiku memang bukan seperti turis yang hanya menetap sebentar saja (batas waktunya 3 bulan sih dulu; gak tau sekarang). Waktu itu suamiku melakukan penelitian di Malaysia dan itu membuatnya harus menetap disana selama beberapa waktu yang cukup lama. Itu sebabnya aku boyongan dengan kedua anakku bersiap juga untuk pindah ke Malaysia selama beberapa waktu juga. Untuk itulah dibutuhkan pembuatan VISA.

Visa adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara memberikan seseorang izin untuk masuk ke negara tersebut dalam suatu periode waktu dan tujuan tertentu. Visa biasanya distempel atau ditempel di paspor penerima.


ini model visa yang dimaksud

Dalam perkembangan dari kerjasama negara-negara ASEAN untuk saling mendukung dan memperlancar mobilitas keluar masuk antar warga negara yang tergabung dalam komunitas ASEAN, maka disepakati untuk membebaskan VISA bagi turis yang ingin masuk ke negara-negara anggota ASEAN (dengan catatan ini berlaku untuk turis ya, jadi ada jangka waktu maksimal tinggal di negara yang dikunjunginya). Hal ini tentu saja menyenangkan karena negara-negara ASEAN itu dekat banget sih sekarang ini dijangkaunya. 

Sama seperti ketika kita mengambil liburan ke 3 paket negara, Thailand, Malaysia dan Singapura... nah... hanya dengan menggunakan kereta api atau bis antar negara, kita bisa keluar masuk ke tiga negara tersebut dengan cepat dan mudah. Dan itu bisa dilakukan dengan segera. Jadi, jika tiba-tiba misalnya ingin datang ke negara-negara ASEAN itu, kita tidak perlu menunggu turunnya VISA dulu baru bisa datang ke negara-negara tersebut. Yang perlu dipikirkan cuma lihat tanggal kapan pesawat yang tersedia ke sana. Nggak pake nunggu VISA lagi. Hal ini tentu saja memperlancar perjalanan kita. 

Kemudahan turis keluar masuk sebuah negara itu sebenarnya menguntungkan negara yang bersangkutan. Karena kehadiran turis itu akan menggairahkan banyak sektor jasa dan barang; membuat lapangan pekerjaan baru bagi tenaga kerja di negara tersebut, dan pada akhirnya tentu saja menaikkan pendapatan bagi negara tersebut. Dan khusus untuk pengembangan negara-negara dalam kawasan ASEAN, ketentuan bebas VISA itu amat diperlukan. Karena turis yang berasal dari sesama negara ASEAN itu sebenarnya juga bisa jadi pedagang. Mereka bisa menghubungkan perekonomian antar negara anggota komunitas ASEAN.

gambar diambil dari http://www.eslblogcafe.com/skr/baimon09380/files/2013/06/6571_1_1.jpg


Sayangnya tidak semua negara sudah diberlakukan bebas VISA. Bahkan tidak semua negara-negara anggota ASEAN yang memberlakukan bebas VISA. Myanmar adalah satu-satunya negara yang belum memberlakukan bebas VISA turis bagi sesama anggota ASEAN ataupun negara lain. Aku pikir sih mungkin karna situasi politik di Myanmar yang memang masih sering terjadi gejolak akibat perang saudara yang membuat mereka lebih ketat menerima tamu yang boleh masuk ke negara mereka. Agak-agak disayangkan sih mengingat banyak banget tempat-tempat yang eksotis di Myanmar yang sepertinya menarik untuk dilihat. Tapi ya .. mau bagaimana lagi. Pastinya Myanmar punya pertimbangan dalam negeri sendiri sehingga mereka belum bisa memberlakukan ketentuan bebas VISA bagi sesama negara ASEAN. Tapi, dengar-dengar kabar sih katanya mereka akan memberlakukan juga ketentuan bebas VISA itu dalam waktu dekat. Ya, semoga saja segera terealisasi. Untuk sementara sih yang bisa kita lakukan ya.. menghormati politik dalam negeri negara tetangga kita itu (kita sendiri juga, paling sebel kan kalo ada negara lain yang ikut-ikutan gak jelas dengan kebijakan politik dalam negeri negara kita). .

gambar diambil dari sini

--------------
Penulis: Ade Anita


Komentar

  1. Smoga ya. SAyang soalnya ya mbak. Itu pagodanya keren2 .. eksotik

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi jujur, kok aku gak ketemu gambar masjid di myanmar ya?

      Hapus
  2. smoga segera terealisasi yah..
    meskipun saya sih ga tau kpn bs maen2 ke myanmar #kokmalahcurcol :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener... gak tau deh bisa ke myanmarnya kapan.. ke Korea dan China aja susyehh *ehmalahikutikutancurcol

      Hapus
  3. untuk myanmar konflik internalnya masih kuat ya, mba. semoga kondisi di sana segera stabil jadi bisa ada free visa :)

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…